TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
CINTA SEMERBAK BUNGA #2


__ADS_3

Luna sudah berada di ruang acara pernikahan teman Damar yaitu Tuan Ken dan Nona Ara. Dia sangat antusias ingin melihat gaun pengantin rancangan Prilly yang akan dikenakan Nona Ara. Itu karena ketika Nona Ara mencobanya dibutik, Luna sedang di Singapura.


"Aku deg-degan!" gumam Luna. Dia meremas jemarinya agar bisa tenang.


"Kenapa, sayang? Kamu lagi membayangkan saat pernikahan kita nanti, ya?" tanya Damar pede.


"Iikh! Ngapain mikirin itu?" elak Luna. Memang dia gak mikirin itu juga sih!


"Lalu, kenapa kamu deg-degan? Apa karena bersama cogan?"


Luna melotot. Penyakit Damar mulai kumat.


"Jangan cari masalah disini, ya! Aku bisa berubah jadi ratu taekwondo dalam sekejap, loh!"


Damar tertawa. Dia memang sengaja meledek Luna agar gak tegang.


Tibalah waktunya, pengantin wanita keluar dengan kebaya modern yang elegan. Nona Ara memang memesan beberapa pakaian untuk acara pernikahannya. Kecantikannya semakin terpancar dan memesona semua tamu.


Kali ini, Luna membayangkan dirinyalah yang di posisi Nona Ara. Tentu aja, pengantin prianya adalah Damar.


"Tuan Damar, apakah bersedia menerima Nona Luna sebagai istri untuk selamanya?" tanya pak penghulu.


Damar pasti menjawab dengan wajah semringah.


"Bersedia, pak! Tapi, Nona Luna harus berjanji melepas gelarnya sebagai ratu taekwondo. Saya gak mau ketika di tempat tidur, dia menendang aku sepanjang malam!" jawab Damar dengan wajah pucat.


Eeeh! Ngapa Damar ngomong begitu? Luna langsung tersadar dari lamunannya. Dia pun mencuri pandang ke arah Damar yang tengah serius.


Luna gak pernah berhenti takjup dengan ketampanan dan kewibawaan Damar. Yup! Damar memang cogan sejagat raya.


"Ada apa?" tanya Damar ketika menyadari Luna melihatnya cukup lama.


"Gak kenapa-napa? Aku merasa kamu ada yang kurang deh!"


"Apa? Apa aku kurang ganteng?"


Duh! Damar selalu aja pede abis.


"Bukan! Bukan itu. Pede amat sih?"

__ADS_1


Lagi-lagi, Damar tertawa. Dia tahu kalau Luna sedang terpesona padanya.


Luna jadi malu sendiri. Kenapa juga terpesona dengan tunangannya sendiri. Apa Luna baru sadar kalau Damar itu tampan?


*****


Tuan Arya menyadari kalau istri mudanya mempunyai niat terselubung. Dia teringat dengan gadis pekerja keras yang ditemuinya di sebuah kafe. Tanpa sengaja gadis itu menumpahkan segelas minuman di bajunya. Dia menangis meminta maaf dan memohon agar tidak melaporkan kejadian itu kepada atasannya. Airmatanya begitu murni. Tuan Arya seperti melihat Mamah Luna ketika muda dulu. Paras mereka memang mirip. Tapi hatinya jauh berbeda.


"Maaf, tuan. Ini adalah data asli Nyonya Saskia!" ujar anak buah Tuan Arya yang selalu melakukan perintah di luar pekerjaan kantor.


Tuan Arya memeriksa data itu. Wajahnya menjadi tegang begitu selesai membacanya.


"Jadi, dia adalah puteri Ceo Pt. Waskia. Perusahaan yang bangkrut karena kalah saing dengan perusahaanku. Orangtuanya meninggal dan dia diadopsi. Kenapa dia malah mau menikah denganku? Orang yang sudah membuatnya menderita sejak kecil?"


Tuan Arya terduduk lemas. Dia tak menyangka siapa Saskia sebenarnya yang ternyata adalah puteri musuhnya dulu.


"Mungkin Nyonya Saskia mau balas dendam, tuan. Ada perusahaan baru dengan Ceo atas nama adik Nyonya Saskia. Dia mendapatkan banyak orderan yang diberikan langsung dari Nyonya Saskia tanpa jalur tender!"


"Apa? Kenapa aku tidak diberitahu? Sampai dimana kelakuannya?"


"Maaf, tuan. Kami mengira kalau semuanya atas persetujuan tuan!"


"Cari data tentang perusahaan itu dan berikan padaku secepatnya!"


"Baik, tuan. Oh, iya. Ada kabar soal Nona Yuki. Katanya akan menikah dengan seorang artis bernama Jion. Bahkan Jion melamar Nona Yuki di depan wartawan langsung!" ucap anak buah Tuan Arya itu sebelum pergi.


Yuki akan menikah lagi? Tuan Arya merasakan sesuatu di hatinya. Rasa kecewa karena Yuki adalah anak orang lain begitu dalam. Namun, sebagai seorang ayah, Tuan Arya mengharapkan hubungannya dengan Yuki menjadi lebih dekat. Tapi, kenyataan kalau Arana sudah berselingkuh membuat hatinya sangat sakit. Bahkan sampai sekarang sakit itu masih sangat membekas.


*****


Jion akan mempersiapkan acara pertunangannya dengan matang. Berbagai media pasti datang meski tak diundang. Yuki harus tahu soal itu karena pekerjaannya yang seorang artis.


"Aku mau acaranya sederhana aja!" cetus Yuki. Dia sudah menebak banyak wartawan akan hadir.


"Mereka pasti datang meski gak diundang. Apa aku harus mengusir mereka?" sahut Jion yang jadi bingung begitu mendengar ucapan Yuki.


"Aku sudah pernah menikah. Mereka pasti sudah mengulik masa laluku. Bahkan aku sudah punya seorang anak!"


"Lalu kenapa dengan masalalumu? Yang penting aku menerimamu apa adanya. Aku mencintaimu dan juga Nabila. Itu sudah cukup!"

__ADS_1


Yuki menatap Jion lekat. Masih gak percaya kalau Jion mencintainya dan sebentar lagi mereka akan melangkah ke jenjang lebih tinggi. Padahal dulu bertentangan dan selalu ada pertengkaran.


"Apa benar seperti itu? Apa benar kamu tulus mencintaiku? Kamu kan tahu siapa aku? Tahu keburukanku. Kalau memang ada sedikit keraguan di hatimu, lebih baik kita sudahi sampai disini aja!"


"Yuki! Kenapa ngomong seperti itu?" Jion meraih tangan Yuki dan menggenggamnya erat. "Aku memang tahu siapa kamu. Aku mencintaimu karena itu. Hatiku juga banyak noda dan gak sempurna. Kita akan memperbaikinya bersama-sama!"


Yuki merasakan kedamaian di setiap kata-kata Jion. Dalam sekejap, Jion berubah menjadi laki-laki bijak.


"Papah Jiooon!"


Seorang gadis cilik turun dari mobil. Dia adalah Nabila yang baru pulang dari sekolahnya dan langsung berlari ke pelukan Jion.


"Hallo, sayang. Bagaimana sekolahmu?" tanya Jion dengan senyuman lebar. Dia merasa Nabila seperti puterinya sendiri.


"Aku bisa mewarnai dengan bagus. Bahkan aku dapat hadiah dari bu guru!" sahut Nabila seraya memamerkan sebatang coklat.


"Nah, itu baru puteri papah!"


Mamah Yuki yang menjemput cucunya hanya tersenyum melihat keakraban mereka.


"Ayo makan, mah. Tadi Yuki masak tapi makannya nunggu mamah pulang!"


"Apa Jion juga belum makan?"


"Gak tahu! Dia belum lama datangnya!"


"Hadeh, Yuki. Kenapa kamu gak ajak Jion makan duluan. Kasihan dia kalau kelaparan. Kamu itu harus lebih memerhatikan Jion, Ki. Kalian kan sebentar lagi akan menikah!"


"Iya, mah!"


Yuki masih memerlukan waktu sedikit lama agar terbiasa dengan kehadiran Jion. Begitu juga hatinya yang selama ini terlanjur kosong. Sudah waktunya mengisi hatinya dengan Jion.


"Sebaiknya, ajaklah Jion menemui papahmu. Dia juga harus memberikan restunya untuk kalian!"


"Papah? Maksud mamah, Tuan Arya?" Yuki hampir melupakan papahnya. Orang yang gak pernah menganggapnya seperti anaknya sendiri.


"Iya! Jangan mengharapkan apapun. Setidaknya papahmu tahu kalau kamu akan bertunangan dengan Jion!"


"Entahlah, mah. Nanti Yuki tanya Jion dulu!"

__ADS_1


Yuki menarik napas panjang. Sudah beberapa bulan, dia gak melihat papahnya atau Tuan Arya. Sejak pertengkaran yang akhirnya Yuki tahu siapa dirinya. Dia bukanlah puteri kandung Tuan Arya!


❤❤❤❤❤


__ADS_2