TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
MULAI DARI AWAL #1


__ADS_3

Setelah sekian lama, akhirnya Luna kembali ke gedung tempatnya bekerja dulu. Banyak kenangan di sana. Terutama perlakuan Yuki dan satu orang lagi. Dia adalah seseorang yang akan ditemuinya hari ini. Sony Nugraha. Pamannya Yuki yang dulu pernah menyukainya.


"Kamu udah yakin, Lun? Kita bisa membatalkannya kalau kamu gak yakin!" ujar Sarah yang mendampingi Luna.


Luna menarik napas panjang dan melepaskannya perlahan, "aku siap, kak. Apapun akan aku lakukan agar perusahaan kita bertahan. Semangaat!!!" sahut Luna sambil mengepalkan tangan penuh semangat.


Sarah agak khawatir dengan Luna. Ada jalan yang lebih mudah yaitu menikah dengan Damar tapi dia malah memilih jalan yang lebih sulit.


Setelah melihat Luna penuh semangat, Sarah pun ikut terbakar. Dia juga yakin semua akan kembali seperti semula.


Luna memasuki lobby gedung dengan hati sedikit bergetar. Dia gak menyangka akan kembali dalam keadaan terpuruk. Seharusnya, Luna datang dengan kepala tegak meski kenyataannya sekarang harus kembali ke awal lagi.


"Luna?!"


Luna menoleh ketika ada seseorang memanggilnya. Seorang wanita setengah baya sudah berdiri di depannya. Dia adalah Bu Donna, mantan managernya dulu.


"Selamat pagi, bu. Apa kabar?" Luna langsung menyalami Donna. Dia sudah siap menerima banyak pertanyaan dari orang-orang yang dikenalnya di tempat itu.


Ketika pertama masuk kerja, Donna adalah manager killer. Sikapnya tegas dan gak ada alasan. Luna harus berjibaku melawan hatinya yang selalu ingin keluar kerja. Namun seiring waktu, hatinya sudah terbiasa dengan sikap Donna. Bahkan hubungan mereka sudah seperti kakak dan adik.


"Apa yang kamu lakukan disini, Lun?" tanya Donna yang gak mengira melihat Luna lagi. Dia teringat, Luna pergi karena ulah Yuki yang gak menyukainya.


"Ada keperluan dengan perusahaan saya, bu. Kebetulan ada tender disini dan proposal saya disetujui. Oh, iya. Ini adalah bagian keuangan dan legal perusahaan saya, namanya Kak Sarah!"


Sarah tersenyum dan mengulurkan tangannya, "selamat pagi, bu. Nama saya Sarah!" ucapnya.


Donna menyambut uluran tangan Sarah dengan senyuman. Dia mirip sekali dengannya, meski lebih muda. Luna bahkan memanggilnya dengan kakak.


"Saya Donna, rekan Luna dulu. Kalau sudah selesai, mampirlah ke ruanganku. Kita bisa ngeteh sebentar!" ucap Donna sebelum pergi.


"Baik, bu. Terima kasih!" sahut Luna.


"Dia mantan managermu yang pernah kamu ceritakan dulu, Lun?" tanya Sarah setelah Donna gak kelihatan lagi.

__ADS_1


"Iya, kak. Dulu Bu Donna selalu mendukungku, bahkan ketika mau keluar juga. Beliaulah yang mendidikku sampai seperti sekarang!"


"Aku iri padanya karena melihatmu tumbuh! Pasti menyenangkan bekerja dengan orang sebaik itu!"


Luna tersenyum mendengar ucapan Sarah. Dia memang gak menceritakan betapa kejamnya Bu Donna ketika pertama bekerja dengannya dulu. Keras dalam pekerjaan namun sebenarnya berhati lembut.


Luna langsung disuruh masuk ke ruangan Pak Sony. Didepan pintu, Luna menghentikan langkah. Keraguan menyusup ke dalam hatinya.


"Ada apa, Lun?" tanya Sarah begitu melihat Luna diam aja.


"Oh, gak knapa-napa, kak. Ayo kita masuk!"


Akhirnya Luna memantapkan diri untuk menerima apapun yang akan terjadi. Walaupun Luna merasa seperti masuk ke kandang harimau.


"Apa kabarmu, Luna? Jadi, kamu sekarang seorang Ceo, ya?" tanya Sony yang seperti menyindir.


Luna hanya tersenyum, "hanya perusahaan kecil, pak. Makanya saya memasukan proposal kesini!" jawab Luna sebisanya.


Luna mulai merasakan sesuatu yang kurang enak. Sarah juga merasa aneh dengan sikap Sony.


"Baiklah, pak. Apa syarat yang harus saya lakukan?" Luna gak akan mundur lagi.


Sony tersenyum, "syaratnya gampang aja, kok. Kamu harus kerja lagi sebagai sekretarisku!"


Luna tercengang. Dia sangat tahu bagaimana Sony. Dia selalu mencari kesempatan agar bisa mendekati Luna.


Sarah tahu kalau Luna galau. Dia gak mau membuat Luna mengorbankan diri untuk perusahaan dan semua keryawannya.


"Maaf, pak. Saya gak setuju. Luna adalah pimpinan kami. Beliau harus ada di perusahaan agar semua berjalan dengan lancar. Jika memang itu syaratnya, lebih kami mundur!"


Luna sangat terkejut dengan perkataan Sarah. Dia hampir saja menyetujui syarat yang diajukan Sony.


Tiba-tiba, Sony tertawa cukup keras. Luna dan Sarah jadi bingung melihatnya.

__ADS_1


"Kalian itu terlalu serius. Aku hanya bercanda aja, kok. Persyaratannya bukan itu tapi masalah pembagian kerja. Semua dijelaskan dalam kontrak kerjanya. Kalian pikirkanlah dulu. Saya kasih waktu dua hari saja, oke!"


Luna merasa tenang begitu mendengar ucapan Sony. Namun Sarah terlanjur gak mempercayainya.


"Batalkan aja kontrak itu, Lun. Aku gak suka sama orang itu! Dia pasti orang yang sangat licik. Kelihatan dari tatapan matanya!" celetuk Sarah setelah kembali ke kantornya.


"Kita bisa mempelajari isi kontraknya, kak. Jika memang gak bagus, saya akan membatalkannya!" sahut Luna yang merasa tubuhnya sangat lemas. Pertemuannya dengan Sony sangat menguras pikirannya.


"Kalau aku mending langsung dibatalkan aja, Lun. Aku curiga dia merencanakan sesuatu!"


Luna hanya diam aja. Masalahnya semakin rumit. Belum lagi soal Damar yang berniat menikahinya bukan karena cinta. Luna merasa sudah kegeeran mengira kalau Damar akan mencintainya. Jelas aja gak lah! Dari usia aja lebih tua Luna.


*****


"Bagaimana perasaanmu setelah bertemu dengan Luna, om?" tanya Yuki ketika bertemu Sony di cafe.


Sony meneguk kopinya perlahan sambil membayangkan Luna, "dia semakin cantik. Padahal usianya sudah hampir kepala tiga!"


"Itu karena dia belum menikah. Makanya cepat gaet dia, om. Sepertinya Damar mau menikah dengannya!"


"Hhmmm, Damar. Pasti dia laki-laki tua yang sudah jompo! Pasti kalah sama akulah!" cetusnya.


Yuki tertawa. Ternyata omnya belum tahu siapa Damar.


"Om, salah. Damar itu usianya lima tahun dibawah Luna. Malah dia sepantaran denganku. Lagipula aku gak bakal menyukai orang jompo!"


"Apa? Berondong, gitu?"


"Iya, om. Dia itu masih single! Padahal dia adalah targetku tapi malah memilih Luna!" Yuki selalu kesal setiap kali mengingat itu.


Ternyata perkiraan Sony salah. Dia tenang-tenang aja mendengar Luna akan menikah dengan seorang Ceo. Dikiranya dia sudah tua ternyata masih muda. Sony harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan Luna. Apa perlu oplas, ya???


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2