TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
HATIKU ADALAH MILIKMU #1


__ADS_3

Luna jelas aja jadi gelisah karena Damar ikut ke kantornya. Sebenarnya apa sih yang dipikirkan Damar sampai sebegitunya? Apa Damar cemburu?


Semua karyawan sangat terkejut ketika melihat Tuan Damar datang bersama Ceo Luna. Ketika berjalan, keduanya sangat serasi. Meskipun Luna lebih tua tapi kecantikannya masih bisa mengimbangi ketampanan Damar.


"Selamat pagi semuanya. Perkenalkan, nama saya adalah Damar. Saya adalah calon ...."


Luna langsung menarik tangan Damar. Otomatis Damar menghentikan bicaranya.


"Ada apa? Aku kan sedang memperkenalkan diri dengan semua karyawanmu!" komplain Damar.


"Gak usah. Mereka udah tahu siapa kamu. Udah ikut aku ke ruang kerjaku aja!"


"Selamat pagi, Tuan Damar. Perkenalkan ekye adalah mentari di tempat ini. Nama ekye adalah Prilly tralala!"


Hadeh! Prilly muncul juga. Kak Sarah cuma mesem-mesem dari jauh.


"Hai! Prilly. Tapi maaf, menurutku yang menjadi mentari adalah Luna!"


"Damar! Maaf kami harus pergi!" ujar Luna seraya menarik tangan Damar.


"Ekye ikuut!" Prilly berniat mengikuti Luna dan Damar. Tapi Sarah buru-buru menghadangnya.


"Jangan ganggu mereka! Kamu ikut aja denganku. Kita kan mau meeting!" ungkap Sarah.


"Aakh! Kamu gangguin aja sih."


Mau gak mau Prilly ngikutin Sarah ke ruang meeting. Sebenarnya Luna juga ikut tapi sepertinya masih sibuk dengan Damar.


"Aku mau meeting. Kamu pulang aja, nanti aku juga kesana!" Luna bingung harus bagaimana dengan Damar. Seharusnya, Luna melarang Damar ke kantornya.


"Aku akan menunggumu. Lagi pula aku mau ketemu orang yang sudah memberimu bunga!" Damar kekeh pada pendiriannya.


"Damar! Dia gak ada disini. Sudahlah! Jangan buat keributan."


"Aku gak bikin ribut, kok. Sudah pergi saja. Aku akan membuat nyaman di ruangan ini!"


Damar malah berkeliling melihat foto yang terpampang di dinding satu demi satu. Kemudian langkahnya berhenti di depan salah satu foto.


Luna melotot begitu sadar foto yang Damar lihat. Sejak kapan foto itu ada di sana? Foto itu ada dirinya dan Jion yang dibuat setelah penandatanganan kontrak minggu kemarin. Luna pun buru-buru mengambilnya. Tapi, Damar keburu mengambilnya.


"Berikan foto itu, Damar!" pinta Luna yang berusaha mengambinya dari tangan Damar.


"Memangnya siapa yang ada di foto ini?" Damar malah mengangkat foto itu tinggi-tinggi.


"Aku gak tahu. Hanya rekan bisnisku aja!"

__ADS_1


"Apa dia yang sudah memberimu bunga?"


Luna gak menjawab. Dia masih berusaha merebut foto itu bahkan sampai melompat. Namun, kakinya malah lemas begitu mendarat. Tubuhnya limbung dan sebentar lagi akan terjatuh. Luna memejamkan mata dan siap menerima apapun yang akan terjadi.


Dengan sigap Damar menangkap tubuh Luna sebelum jatuh. Kini mereka pun saling berpelukan dengan wajah yang sangat dekat.


Luna baru tersadar kalau Damar sangat tampan. Lekuk wajahnya sangat porposional dengan hidung mancung dan mata yang teduh. Tanpa sadar Luna menyentuh wajah Damar dengan ujung jarinya.


"Oh, maaf!" Tiba-tiba Sarah masuk. Spontan dia langsung membalikan badan ketika melihat adegan romantis itu.


Luna juga sangat kaget dan berusaha menjauh dari Damar. Sementara Damar hanya tersenyum melihat sikap Luna.


"Ta-tadi aku mau jatuh. Untung ada Damar. Oh iya, ada apa, kak?" ucap Luna yang sangat gugup.


Sarah pun kembali membalikan badannya, "semua sudah siap untuk meeting. Hanya tinggal menunggu kamu aja!"


"Oh, iya. Aku hampir lupa. Ayo, kak. Silakan membuat anda nyaman di tempat ini, Tuan Damar! Aku permisi dulu!" Luna segera mengambil hape dan berkas di atas meja dan nyelonong pergi.


"Apa ada yang bisa saya bantu, Tuan Damar? Apa mau makan?" tanya Sarah padahal Luna sudah pergi.


"Kak Saraaah!" panggil Luna dari luar. Padahal dia hanya malu kalau Damar sampai melihat dirinya yang salting abis.


"Pergilah! Aku gak perlu apa-apa. Ada kulkas dipojokan sana. Aku akan mengambil minuman kalau haus!"


"Baik, Tuan Damar. Saya permisi dulu!"


"Ada apa denganmu sih, Lun? Seharusnya sikapmu lebih baik kepada Tuan Damar!" Sarah langsung mengomeli Luna.


"Gak apa-apa, kak. Kami udah biasa seperti itu!"


"Gimana kalau Tuan Damar meninggalkanmu karena sikapmu itu. Dia itu kalangan dunia langit yang selalu berada di atas awan!"


Luna cuma nyengir. Dia sangat tahu bagaimana Damar ketika bersamanya.


"Biarkan aja, kak. Kalau emang gak suka buat apa dipaksakan!" jawab Luna santai.


Sarah cuma geleng-geleng kepala melihat sikap Luna yang terlalu cuek kepada Damar.


Damar memerhatikan foto yang tadi diambilnya. Di sana ada Luna dengan seorang laki-laki yang cukup tampan. Aduh! Damar punya saingan nih!


Kenapa juga Luna mau menyembunyikan foto itu? Apa dia yang sudah memberikan Luna bunga?


"Selamat siang, Luna Sayang!"


Duh! Jion pake dateng lagi!

__ADS_1


Jion sangat terkejut melihat ada laki-laki di ruang kerja Luna. Jion semakin terkejut kalau mengenali laki-laki itu. Dia adalah Tuan Damar. Ceo Santika Grup yang akan mendanai filmnya.


"Apa anda Tuan Damar?"


Damar segera meletakan foto itu terbalik diatas meja. Dia juga baru sadar kalau laki-laki yang datang sama yang ada di dalam foto.


"Iya, saya adalah Damar! Anda siapa?"


Jion langsung semringah begitu perkiraannya benar, "saya adalah Jion seorang artis bintang film dan penyanyi terkenal!" jawabnya dengan penuh percaya diri. Dia pun mengulurkan tangannya.


Damar hanya mengangguk dan menyambut jabatan tangan Jion.


"Sebenarnya, kita sudah beberapa kali bertemu. Tapi, aku baru tahu kalau perusahaan Tuan Damar yang akan mensponsori filmku. Pokoknya, tuan gak akan menyesal karena filmku pasti akan box office!" jelas Jion dengan wajah semringah. Sangat berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang memasang wajah penuh persaingan. Begitulah Jion. Kalau ada maunya bisa berubah seratus delapan puluh derajat!


"Oh, begitu ya. Mungkin anda salah sangka. Perusahaan saya gak ada yang bergerak dalam dunia entertainment. Karena saya gak suka orang-orang yang suka berpura-pura. Hhmmm, Mungkin dari bagian marketingnya, saya juga kurang tahu!" sahut Damar yang memang kurang tahu soal sponsor film yang dimaksud Jion.


"Oh, begitu ya. Baiklah! Nanti kita akan bertemu lagi!"


Jion keluar ruangan dengan sedikit kesal. Bukan hanya soal sponsor filmnya yang gak jelas. Juga karena yang mendekati Luna adalah Ceo perusahaan besar. Saingannya super kakap, nih!


Damar kembali melihat foto yang tadi ditaruh di meja. Ya! Laki-laki yang bernama Jion itu yang ada di dalam foto bersama Luna.


"Hallo, Rani. Tolong periksa artis yang bernama Jion. Apa benar kita mensponsori filmnya?" tanya Damar lewat hape.


Rani yang sedang berada di sebuah rumah makan langsung menjawab hapenya.


"Baik, Tuan. Saya akan mencari infonya!"


"Baiklah, terima kasih. Oh, iya. Bagaimana persiapan acara keluarga nanti siang? Apakah sudah siap semuanya?"


Rani tertegun. Dia merasa serba salah. Tuan Damar selalu mengandalkannya sementara Nyonya Kamaratih tidak menyukainya.


"Maaf, tuan. Saya sedang ada keperluan. Sepertinya Mang dayat yang sudah mengatur semuanya!" jawab Rani yang gak mau memberitahukan sikap Nyonya Kamaratih kepadanya.


Seorang wanita setengah tua menghampiri Rani sambil membawa semangkok soto dan sepiring nasi.


"Makanlah dulu, Ran. Jarang-jarang kamu mampir kesini!" ujar wanita itu yang ternyata mengenal Rani.


"Makasih, bik. Sebenarnya aku gak lapar. Tapi, kangen juga makan soto buatan bibik. Sudah berapa lama, ya gak kesini?" Rani mulai menyantap soto yang diberikan bibiknya.


"Lama sekali, Ran. Ada setahun atau dua tahu. Walaupun kamu sibuk, sempatkan mampir kesini. Kamu itu sudah gak punya orang tua. Cuma bibik keluargamu satu-satunya. Kalau kamu menikah pasti keluarga juga yang akan mengurusnya!"


Rani hampir tersedak begitu mendengar soal pernikahan, "saya gak mau menikah, bik!" katanya.


"Eeh, gak boleh ngomong begitu, Ran. Semua manusia itu ditakdirkan mempunyai pasangan. Kamu juga akan menemukan jodohmu nanti. Bibik kenal seorang laki-laki yang sangat baik. Usianya memang gak muda lagi tapi dia sangat bertanggung jawab. Istrinya meninggal setahun yang lalu dan dia punya dua anak yang masih kecil. Temui aja dia sekali. Mungkin dia adalah jodohmu!"

__ADS_1


Rani hanya tersenyum tipis mendengar perkataan bibiknya. Bagaimana bisa menikah dengan orang lain sementara hatinya hanya untuk Tuan Damar???


❤❤❤❤❤


__ADS_2