TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
JEBAKAN MAUT #2


__ADS_3

Sony sudah mendapat kabar dari reseptionis kalau Luna sedang menuju ke kamarnya. Malam ini, dia akan membuat Luna menjadi miliknya meski yang didapat hanya tubuhnya saja.


Beberapa tahun yang Lalu. Sony baru saja bergabung dengan perusahaan kakak iparnya. Disanalah, Sony melihat Luna pertama kali. Gadis yang paling cantik diantara pegawai lainnya.


Saat itu, Sony memang sudah menjadi buaya darat. Dia langsung berhubungan dengan banyak karyawan wanita di kantornya. Tapi, Sony selalu menginginkan Luna. Hanya saja, Luna sama sekali tidak menyukainya. Padahal gadis lain mengantri untuk dipacari Sony.


"Aku menyukaimu, Luna. Jadilah pacarku. Aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan!" ungkap Sony terus terang ketika Luna ada di dalam ruang kerjanya.


"Maaf, pak. Saya masih punya banyak impian!"


Sony langsung beranjak dari kursinya dan mendekati Luna. Dia harus mendapatkan Luna saat itu juga. Matanya sudah digelapkan dengan cinta buta.


"Kamu harus menjadi milikku, Luna!" Sony langsung menarik Luna ke dalam pelukannya.


Luna terus meronta meski masih menahan diri untuk tidak berteriak. Ternyata, Luna bisa bela diri. Dengan sekali sentakan, Sony terlempar sampai menabrak meja. Keningnya terluka dan darah mengalir deras.


Saat itulah, Yuki masuk dan melihat semua kejadian itu. Bukannya membela Luna, Yuki malah menuduh Luna yang ingin merayu Sony.


"Dasar perempuan gak tahu diri! Kamu mau membunuh pamanku karena menolak dirimu, kan?!" teriak Yuki.


"Bukan seperti itu kejadiannya, Nona Yuki! Pak Sony yang lebih dulu melakukan perbuatan buruk kepada saya!" bela Luna.


"Apa seperti itu, om?"


Sony sangat marah karena Luna sudah melukainya, "Luna yang sudah melukaiku. Kamu harus bertanggung jawab, Lun. Apa harus menjadi urusan polisi?"


Luna gak mengatakan apapun. Bahkan disaat mereka disidang di depan Papinya Yuki, Luna tetap diam.


"Jika begitu, biarkan polisi aja yang membuktikan siapa yang salah. Pasti ada cctv dikantormu kan, Son?" ujar Papi Yuki.


"Maaf, pak. Saya memang gak akan mengaku salah karena saya gak melakukan kesalahan. Tapi, saya akan bertanggung jawab dan mengundurkan diri dari perusahaan!" ungkap Luna saat itu.


Sejak hari itu, Sony gak pernah bertemu dengan Luna lagi. Namun, untuk berjaga-jaga, Cctv di kantornya dia hapus agar gak ada yang tahu apa yang terjadi.


Sebentar lagi, Luna akan datang. Kali ini, Sony gak akan melepaskannya lagi.


*****


Luna masih berdiri didepan pintu kamar Sony. Namun, begitu didorong pintu itu langsung terbuka. Apakah Sony sengaja membuka pintu agar Luna mudah masuk ke dalam kamarnya?


Perlahan Luna mendorong pintu sehingga terbuka lebar. Suasana kamar sangat sepi.

__ADS_1


"Maaf, Pak Sony. Saya Luna!" ucap Luna sambil memerhatikan ke sekeliling ruangan.


Uugh , uugh ....


Terdengar suara seperti orang mengerang. Luna mencari ke arah suara itu. Tiba-tiba, di balik meja terlihat seseorang tengah tergeletak di atas lantai. Luna segera mendekatinya dan membalikan tubuhnya.


"Pak Sony?"


Alangkah terkejutnya Luna ketika tahu orang itu adalah Pak Sony dengan pisau menancap di perutnya.


"A-apa yang terjadi, pak?"


"Uugh, uugh ...," ucap Sony sambil menunjuk pisau yang menancap di perutnya.


Luna mengira kalau Sony menyuruhnya menarik pisau itu. Dia pun mengangkat pisau itu kuat. Darah muncrat dan membasahi tubuhnya.


"Aaaakh!"


Tiba-tiba terdengar suara teriakan. Luna menoleh dan melihat seorang wanita yang gak dikenalnya sedang menatapnya dengan mata melotot.


"Tidak! Bukan aku yang menusuk Pak Sony!" ucap Luna dengan tangan gemetar. Dia gak menyangka kejadian buruk itu menimpanya.


Gak lama kemudian, polisi muncul. Luna heran mengapa polisi itu cepat sekali datangnya. Namun, Luna gak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu polisi itu memborgol tangannya yang penuh darah.


*****


"Ada pembunuhan di hotel Horizon. Cepat menuju ke lokasi!" ucap seseorang dari kantor pusat.


"Baik, pak. Saya akan ke Tkp! Maaf, pak. Bisa ke hotel Horizon sekarang juga?"


"Baik, nona!"


Untung aja, sopir taksi online yang dinaiki Laras sangat baik. Biasanya susah sekali mengganti tujuan.


Gak lama kemudian, Laras sampai di hotel Horizon. Banyak media sudah berkumpul.


"Ada apa, bang?" tanya Laras ketika bertemu dengan Bang Rusdi dan Harry.


"Ada perempuan yang menusuk laki-laki di salah satu kamar. Istrinya yang menemukannya. Sepertinya perempuan itu adalah selingkuhan suaminya!" jawab Rusdi yang mendengar cerita itu dari para media.


"Apa benar ceritanya seperti itu, bang?" Laras gak mempercayainya begitu aja.

__ADS_1


Tiba-tiba, para reporter riuh.


"Itu tersangkanya keluar!" teriak seorang dari mereka.


"Ayo, Lun. Kita siaran langsung sekarang. Aku sudah menghubungi redaksi pusat!"


Laras harus siap sedia jika mendadak harus siaran seperti sekarang. Dia hanya merapikan rambutnya sedikit tanpa make-up lagi. Harry pun menyiapkan kamera.


"Kamera on!" ucap Rusdi sambil memberi isyarat kepada Laras.


"Saya Laras, melaporkan dari hotel Horizon. Beberapa saat yang lalu telah terjadi percobaan pembunuhan yang dilakukan seorang wanita. Maaf, mengapa nona sampai menusuk laki-laki itu? Apa motif nona melakukannya?" tanya Laras setelah berhasil merangsek maju.


Perempuan dengan badan penuh darah dan tangan terborgol itu mendongak. Dia adalah Luna.


"Bukan saya pelakunya! Saya tidak bersalah!" jawab Luna penuh keyakinan.


Laras tertegun melihat perempuan itu. Dia seperti mengenalnya.


Polisi langsung memasukan Luna ke dalam mobil dinas. Sementara, seorang wanita muncul dengan air mata berderai. Dia pun langsung dikerubungi reporter, begitu juga Laras.


"Perempuan itu sudah membunuh suami saya. Dia adalah selingkuhan suami saya. Namanya Luna. Katanya dia memeras suami saya untuk menyelamatkan perusahaannya yang bangkrut!" jelas perempuan itu sambil terisak. Dia adalah Yulia, istrinya Sony.


"Bagaimana ibu bisa ada disini? Apa ibu sudah mengikuti suami ibu?" tanya Laras yang merasa sedikit aneh dengan keterangan perempuan itu.


Yulia menghapus airmatanya, "saya mengetahui dari seseorang kalau suami saya akan bertemu dengan selingkuhannya. Saya langsung kesini dan melihat perempuan itu sedang memegang pisau penuh darah!" ungkap Yulia yang kembali menangis.


"Jadi ibu gak melihat kalau perempuan itu yang sudah menusuk suami ibu!" tegas Laras.


"I-ya, sih. Tapi siapa lagi kalau bukan perempuan itu yang menusuk suami saya. Cuman ada dia di ruangan itu! Sudahlah. Lihat aja nanti. Perempuan itu pasti akan masuk penjara!" kata Yulia yang langsung nyelonong pergi.


"Iya, ada yang aneh dengannya. Masa sih, dia sampai disaat yang tepat!" celetuk seorang reporter.


"Iya, bener. Dia juga dateng sama polisi!"


"Jangan-jangan, semuanya sudah direncanakan!"


Laras hanya diam saja mendengar ocehan mereka.


"Bagaimana, bang. Kita mau ke kantor polisi atau ke rumah sakit?" tanya Luna setelah selesai siaran.


"Ke rumah sakit aja dulu. Polisi pasti besok baru memberikan keterangan ke media!"

__ADS_1


Laras langsung mengangguk. Hanya saja, wajah perempuan tersangka pembunuhan tadi seperti dikenalnya. Siapa dia, ya?


❤❤❤❤❤


__ADS_2