TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
MAJU TERUS PANTANG MUNDUR #2


__ADS_3

Mobil yang membawa Jion berhenti di depan sebuah rumah mewah. Deg! Jantungnya seakan berhenti berdetak. Jion sangat ingat rumah siapa itu.


"Silakan tuan! Tuan Kenta sedang menunggu di ruang tamu," ungkap Denny yang tadi duduk di bangku depan mobil.


Jion terdiam. Gak menyangka akan kembali ke rumah itu. Sudah sangat lama dia pergi meninggalkannya. Setelah mamanya meninggal, Jion memutuskan untuk pergi dan mencapai cita-citanya menjadi artis.


Di ruang tamu, Tuan Kenta sudah menunggu puteranya. Jion muncul tanpa mengatakan apapun.


"Akhirnya kamu datang juga!" ujar Tuan Kenta.


Jion masih saja diam dan teringat perlakuan papahnya itu ketika dia memutuskan pergi.


"Apa kabar Tuan Kenta?" tanya Jion seakan yang dihadapannya bukanlah papahnya tapi orang lain.


"Bagaimana dengan tanganmu? Apa parah? Untuk apa kamu menyelamatkan orang lain yang bukan keluargamu sendiri?"


Jion tertegun. Bagaimana papahnya tahu soal kronologi kecelakaan itu?


"Saya akan menolong siapapun yang sedang dalam bahaya meski gak mengenalnya. Jadi, apa maksud tuan membawa saya kesini?" tanya Jion langsung. Dia sudah gak tahan untuk keluar dari rumah itu.


"Kamu mengenal gadis yang kamu tolong itu kan? Bawa dia kesini. Kamu pasti sangat mencintainya sampai rela mengorbankan nyawamu sendiri. Aku merestui kalian untuk menikah!"


Apa? Jion menarik napas panjang. Apa dia sedang bermimpi?


"Maksud papa, Luna?" tanya Jion memastikan.


"Jadi namanya Luna, ya. Bawalah kesini. Aku tahu kamu punya hubungan khusus dengannya!"


Jion merasa gak percaya dengan perkataan papahnya. Dia sangat tahu sifat papahnya yang sangat licik.


"Apa papah yakin? Apa papah punya maksud lain?"


Tuan Kenta tertawa lebar. Dia sangat pandai bersandiwara. Bahkan di depan puteranya sendiri.


"Tentu saja aku sangat yakin. Aku gak ada maksud lain. Aku ini sudah tua dan sudah waktunya beristirahat. Bawalah gadis itu dan menikahlah dengannya. Papah akan memberikan semua harta dan perusahaan papah untuk kalian!"


Jion terdiam. Perkataan papahnya sangat menyakinkan. Tapi dia gak mau terperdaya.


"Baiklah, jika itu yang papah inginkan. Aku akan membawa Luna kehadapan papah. Tapi jangan harap aku akan tinggal disini. Aku punya kehidupan sendiri!" tegas Jion.

__ADS_1


"Baik! Lakukan apapun yang kamu inginkan. Jika kamu mau, menikahlah bulan ini juga!"


Hah! Secepat itu? Jion mencium sesuatu yang gak beres.


Sementara itu, Frans sampai di dekat rumah Tuan Kenta. Dia berniat masuk ke sana dan berpura-pura mencari alamat. Tapi niatnya itu batal ketika melihat Jion keluar dari rumah itu. Frans segera menelponnya.


"Aku ada di dekat lokasimu. Apa kamu baik-baik aja?" tanya Frans dari hapenya.


"Aku baik-baik aja. Jemput aku sekarang. Aku mau pergi!" jawab Jion yang langsung keluar dari halaman rumah itu.


"Oke, aku jemput!"


Frans menyuruh sopir segera menjemput Jion.


"Apa yang terjadi? Rumah siapa itu?" tanya Frans sangat penasaran.


"Itu adalah rumahku!" jawab Jion singkat.


"Rumahmu? Itukan rumah mewah! Apa kamu bercanda? Dulu aja kamu mau tinggal di gudang!" Frans sama sekali gak percaya omongan Jion.


Jion tersenyum tipis, "aku lebih suka tinggal di gudang dari pada di rumah itu. Dulu aku pergi karena papiku menginginkan aku belajar ke luar negeri. Aku menolak karena mau jadi artis kemudian dia mengusirku. Anehnya setelah sekian lama sekarang papiku baik lagi tapi dengan satu syarat. Aku harus menikahi Luna! Aneh kan?" terang Jion tanpa ada yang ditutupi.


"Menikahi Nona Luna? Kenapa harus Nona Luna?" Frans jadi ikutan bingung.


Ya! Tuan Kenta memang menginginkan sesuatu. Meskipun harus menipu puteranya sendiri.


Sebelum Jion datang ke rumah Tuan Kenta


"Apa tuan yakin akan berbaikan dengan putera tuan?" tanya Denny yang merasa Tuan Kenta mempunyai maksud lain.


Tuan Kenta malah tertawa.


"Tentu saja aku hanya ingin berkumpul dengan puteraku lagi. Dia akan menikahi seorang direktur perusahaan besar. Siapa yang gak senang mendengarnya!"


Denny manggut-manggut mendengar perkataan tuannya. Akhirnya dia mengerti apa maksudnya. Ternyata itu karena Nona Luna akan menjadi direktur perusahaan Grup Bintang!


"Kalian bawalah Jion kesini! Aku akan meyakinkannya untuk segera menikahi gadis itu. Aku akan tertaruh meski harus memeluk anak itu!"


"Tapi, tuan. Dia adalah putra tuan sendiri!"

__ADS_1


Tuan Kenta terdiam. Dia menyimpan sebuah rahasia yang terkubur bersama kematian istrinya. Rahasia itu sampai kapanpun gak akan pernah terbongkar.


*****


"Kemana Yuki?!" tanya Tuan Arya yang mencari Yuki di rumahnya.


"Ada apa sih, pah? Yuki lagi kurang sehat di kamarnya!" jawab Nyonya Arana yang merasa akan terjadi hal buruk.


"Cepat bangunkan dia! Aku mau bicara," ucap Tuan Arya lagi. Wajahnya memerah karena menahan amarah.


"Iya, pah. Aku akan membangunkannya!"


Nyonya Arana segera ke kamar Yuki. Sementara Yuki masih memejamkan mata.


"Bangun, Yuki. Papahmu datang mencarimu!"


"Aaakh! Aku masih pusing, mah. Tunggu satu jam lagi!" sahut Yuki dengan mata yang masih terpejam.


"Yuki! Papahmu datang dengan penuh amarah. Sebenarnya apa lagi yang sudah kamu lakukan?!"


Nyonya Arana merasa Yuki sudah melakukan sesuatu sampai papahnya semarah itu.


Yuki langsung membelalakan matanya. Jangan-jangan, papahnya tahu kalau dia hampir menabrak Luna!


"Lihatlah! Apa ini berkas keuangan perusahaan kamu?" tanya Tuan Arya sambil melemparkan beberapa lembar kertas ke depan Yuki.


Yuki segera memunguti kertas itu dan membacanya. Wajahnya langsung berubah. Kertas itu berisi laporan keuangan perusahaannya. Termasuk bukti transfer dari pamannya untuk menutupi hutang perusahaan Yuki.


"Darimana papah mendapatkan berkas ini? Apa dari Luna?" tebak Yuki.


"Luna? Luna gak ada hubungannya dengan permainan kotormu! Sayang, Sony gak ada disini. Kalau ada, dia pasti akan mendapatkan hukuman dariku!"


"Tapi, aku berhak mendapatkan jaminan dari perusahaan papah. Aku kan satu-satunya pewaris papah!" ucap Yuki gak merasa bersalah sama sekali.


"Pewaris? Kamu itu bukan siapa-siapa! Tanya mamahmu siapa kamu sebenarnya!" ujar Tuan Arya yang gak mampu menahan diri lagi.


"Papah! Mengapa papah mengatakan semua itu? Papah sudah berjanji bahwa Yuki akan menjadi anak papah juga!" Tiba-tiba, Nyonya Arana muncul. Dia memang mendengarkan pembicaraan dari tadi.


"Maksud mamah apa? Memangnya siapa aku?" Yuki sangat kebingungan.

__ADS_1


Tuan Arya dan Nyonya Arana saling pandang. Mereka sudah mengatakan rahasia yang sudah lama tersimpan. Sepertinya rahasia itu sebentar lagi akan terbongkar.


❤❤❤❤❤


__ADS_2