TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
DENDAM TAK SEMPURNA #1


__ADS_3

Saskia sangat kesal karena Tuan Arya malah menyuruhnya pergi ketika ada Yuki. Seharusnya Tuan Arya membelanya bukan malah menyingkirkannya.


"Ada apa, kak? Kenapa wajahmu kesal begitu?" tanya Roby ketika melihat muka Saskia ditekuk sejak keluar dari kantor.


"Aku benci mereka semua! Seharusnya Tuan Arya membelaku. Kenapa malah aku yang disuruh pergi!" gerutu Saskia.


Roby masih bingung, "ada apa lagi, kak? Apa Tuan Arya masih marah?"


Saskia baru ingat lagi masalah sebelumnya, "rekeningku masih di blokir! Bagaimana dengan perusahaan kita?"


"Semuanya berjalan lancar. Beberapa proyek sudah jalan. Tapi, masih membutuhkan dana yang cukup besar!" terang Roby.


"Aku akan mencari jalan lain. Masih ada perhiasan dan sertifikat rumah. Semuanya mungkin cukup!"


"Baik, kak! Aku harap kakak lebih sabar dan bisa mengambil hati Tuan Arya lagi. Satu-satunya jalan adalah mendekati puterinya dan juga Nona Luna. Dia pasti akan meleleh kalau kakak melakukannya!"


Saskia manggut-manggut. Perkataan Roby ada benarnya juga. Dia harus mendekati Yuki dan mamàhnya terlebih dulu!


Esok paginya, Saskia mendatangi Nyonya Arana di rumahnya. Tentu saja dengan maksud agar Tuan Arya lebih memerhatikannya lagi.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Nyonya Arana yang sangat terkejut melihat Saskia di rumahnya.


"Maaf jika kedatangan saya mengejutkan, Nyonya. Tapi, sejak menikah dengan Tuan Arya, saya belum bertemu Nyonya. Jadi, saya berharap bisa mengenal Nyonya dengan lebih baik!" terang Saskia dengan senyuman liciknya. Pantas aja Tuan Arya mencari daun muda, ternyata istrinya sudah kadaluarsa!


"Aku gak perlu mengenal kamu! Jadi, silakan pergi. Aku kasih banyak urusan!" sahut Nyonya Arana yang memang tidak menyukai Saskia. Bukan karena sudah merebut Tuan Arya. Tapi karena sikap Saskia yang sombong. Disangkanya, Nyonya Arana gak tahu kalau Saskia awalnya hanya seorang pelayan restoran.


Saskia tersenyum. Sepertinya dia harus berusaha lebih besar lagi.


"Baik, nyonya. Saya hanya bisa memberikan ini sebagai hadiah. Cincin ini saya beli sewaktu bulan madu bersama Tuan Arya. Silakan diterima, nyonya!" ucap Saskia lagi sambil menyodorkan sebuah kotak dengan cincin berlian di dalamnya.


"Ada apa, mah?"


Pas sekali, Yuki muncul yang baru akan berangkat ke kantornya. Dia juga sangat terkejut melihat Saskia.


"Hallo, Yuki. Apa kabar?" sapa Saskia sok akrab.


Yuki merasa aneh dengan sikap Saskia. Sangat jelas dia sedang bersandiwara.


"Bukankah kita bertemu kemarin di kantor papah?" tanya Yuki heran.


"Oh, iya. Tapi kita hanya bertemu sebentar. Sepertinya kamu ada urusan penting. Jadi, bagaimana kalau kita makan siang bersama dengan Nyonya tentunya!" ungkap Saskia yang masih antusias melakukan perannya.

__ADS_1


Yuki tertawa. Dia gak akan tertipu dengan sikap ramah Saskia.


"Maaf, aku dan mamah ada keperluan lagi. Apa mamah sudah siap?" tanya Yuki yang sedikit berbohong sedang sibuk.


"Oh, iya. Mamah sudah siap, Ki. Bawalah benda itu, nona Saskia. Aku sudah punya banyak! Sepertinya kamu lebih memerlukannya!" ucap Nyonya Arana seraya beranjak dari tempat duduknya. Dia pun meninggalkan Saskia sendirian di ruangan itu.


Saskia hanya diam saja sambil menarik napas panjang. Kesabarannya sudah habis. Mereka akan merasakan akibatnya karena sudah memandangnya rendah.


Diambilnya kotak kecil berisi cincin itu. Namun, dia gak membawanya malah membuang kotak itu ke tempat sampah. Ini adalah terakhir kali dirinya dipermalukan.


Roby yang menunggu Saskia di dalam mobil melihatnya kembali. Wajah Saskia memerah seperti menahan amarah.


"Bagaimana? Apa kakak bisa bicara dengan Nyonya Arana?" Roby langsung menyambutnya dengan pertanyaan.


"Ini adalah terakhir kali mereka menghinaku. Aku gak akan menjejakkan kaki ditempat terkutuk ini selamanya! Rencana balas dendam kita harus segera dilaksanakan. Aku sudah tidak kuat melihat mereka!" jawab Saskia dengan gigi gemeretak.


*****


Denny sudah menyiapkan acara pemilihan Ceo baru. Para direktur bagian sudah datang. Mereka riuh membicarakan rencana Denny. Memang selama ini Denny yang melakukan semua pekerjaan Tuan Kenta. Maka itu dia percaya diri untuk mendapatkan posisi Ceo.


Ada seorang direktur yang pro pada Denny. Dia adalah Direktur bagian keuangan bernama Dessy.


"Tenanglah! Aku punya kartu truf!" sahut Denny penuh keyakinan.


"Apa aku boleh tahu?"


"Nanti saja saat di ruang meeting!"


Gina yang mendengarkan pembicaraan mereka agak kecewa karena kartu truf Denny gak disebutkan. Tapi dia sudah memberitahu Tuan Kenta kalau hari ini akan ada rapat pemilihan Ceo baru.


Akhirnya semua direktur dan pemegang saham sudah datang. Saatnya untuk memulai acaranya.


"Baiklah! Sebagaimana dituliskan di dalam surat undangan. Saya sebagai perwakilan Tuan Kenta akan mencalonkan diri sebagai Ceo yang baru! Alasan pertama karena kesehatan Tuan Kenta, yang kedua karena saya sudah lama menggantikan tugas Tuan Kenta membangun perusahaan selama lima tahun ini!" ungkap Denny dengan penuh percaya diri.


Para peserta rapat saling pandang. Bagi yang pro Denny sih tenang-tenang aja. Tapi bagi yang masih mempunyai royalitas kepada Tuan Kenta mulai kepanasan.


"Baiklah! Kita akan memilih suara terbanyak saja agar lebih cepat! Nona Gina, silakan bertugas!"


"Baik, tuan!"


Gina menyodorkan kepada semua peserta rapat secarik kertas kecil dan pulpen. Mereka pun mulai menuliskan nama yang dipilih. Sebagian menuliskan nama Tuan Kenta, sebagian lagi memilih Denny.

__ADS_1


Setelah dihitung tepat perkiraan Dessy. Semua suara terbagi menjadi sama rata.


"Baiklah! Hasilnya adalah setengah-setengah. Tapi saya sebagai perwakilan tuan Kenta belum memberikan suara. Saya tidak akan menuliskan nama yang saya pilih disitu! Saya akan memberikan suara saya langsung yaitu saya sendiri. Jadi suara terbanyak adalah saya!"


Para direktur yang pro Denny pun bertepuk tangan. Sadar atau tidak, apa yang dilakukan Denny adalah sebuah kecurangan.


"Tunggu sebentar, tuan! Ada seseorang yang belum hadir!" ucap Gina sebelum rapat selesai.


"Siapa?" tanya Denny keheranan. Tadi Gina tidak mengatakan apapun.


Gina segera menuju ke pintu dan membukanya. Dari balik pintu muncul sebuah bayangan. Dia adalah Tuan Kenta!


"Aku mencabut kuasaku dari Denny. Karena aku tidak akan memilihnya. Aku akan memilih diriku sendiri. Denny! Aku tidak percaya kamu mengincar posisiku dan sudah mengkhianatiku!" ucap Tuan Kenta. Dia datang disaat yang tepat.


Denny sangat terkejut. Dia juga tidak menyangka kalau Gina memilih setia kepada Tuan Kenta.


"Gi-gina! Kamu akan merasakan akibat perbuatanmu ini! Padahal aku akan menikahimu jika masalah ini berjalan lancar!"


"Maaf, tuan Denny. Selama ini Tuan Kenta sudah sangat baik. Saya akan selalu setia pada beliau!" sahut Gina tanpa ragu sedikitpun.


"Baiklah! Bagi yang sudah memilih Denny, siap-siap angkat kaki dari perusahaan ini!" ucap Tuan Kenta geram.


Orang yang sebutkan Tuan Kenta menjadi pucat. Ternyata mereka sudah memilih orang yang salah.


"Tunggu sebentar! Akhirnya saya akan mengatakan sesuatu yang sangat penting. Sebenarnya saya adalah putera dari Ceo sebelumnya. Jika kalian tidak percaya, saya akan menunjukan bukti kuat!"


Denny juga sudah menyiapkan kartu terakhirnya. Pintu yang satupun terbuka. Seorang perempuan setengah tua muncul. Dia adalah Mamah Denny yang juga istri dari Ceo sebelumnya.


Semua sangat terkejut melihat Mamah Denny. Apalagi Tuan Kenta. Mamah Denny memang hanya istri kedua. Namun Denny tetaplah pewaris dari ayahnya.


Denny menghampiri mamahnya dan mencium tangannya penuh hornat.


"Terima kasih sudah datang, mah!"


Mamah Denny mengangguk.


"Kalian pasti tahu siapa aku! Jadi, jangan ragukan Denny karena dia adalah anakku dan juga seorang pewaris!"


Denny tersenyum mendengar ucapan mamahnya. Sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ceo!


*****

__ADS_1


__ADS_2