
Yuki masih menunggu jawaban mamah dan papahnya. Siapa Yuki sebenarnya?
Nyonya Arana hanya terduduk lemas dengan bersimbah airmata. Setelah bertahun-tahun rahasia itu akhirnya terbongkar juga.
Tuan Arya hanya menarik napas panjang. Dia sudah berupaya menyembunyikan rahasia itu. Kini, sudah waktunya untuk dibongkar.
"Kamu harus tahu, Yuki. Kamu bukanlah anak kandungku!" jelas Tuan Arya singkat namun seperti petir.
Terlebih bagi Yuki. Dia bukanlah pewaris Tuan Arya. Kini sudah jelas mengapa papahnya itu gak pernah menyayanginya.
Yuki tersenyum tipis. Dia gak perlu mendengar jawaban mamahnya. Semuanya sudah sangat jelas.
"Pantas papah gak pernah menyayangiku. Jadi siapa papah kandungku?"
Yuki sudah siap menerima kenyataan daripada hidup seperti dalam mimpi.
"Tanyakan pada mamahmu saja! Soal semua jaminan kepada perusahaanmu akan aku tarik. Kau harus berusaha sendiri!" Tuan Arya segera beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pergi.
Yuki gak fokus kepada papahnya lagi. Yang dia inginkan adalah jawaban mamahnya.
Nyonya Arana masih bersimbah airmata. Dialah yang gak siap mengatakan siapa papah kandung Yuki.
"Jadi, seperti ini jawaban dari pertanyaanku selama ini. Mengapa papah gak pernah menyayangiku seperti puterinya. Seharusnya mamah katakan saja yang sebenarnya jadi aku gak mengharapkan kasih sayang dari orang yang salah! Siapa papah kandungku, mah?"
Semua kembali kepada waktu yang sudah lama berlalu. Saat itu Arana masih bekerja sebagai sekretaris Tuan Arya. Kemewahan dan gaya hidup kalangan atas membuatnya gelap mata. Keserakahan menghinggapi hatinya yang menginginkan sesuatu yang bukan miliknya.
"Tuan Arya gak punya anak dan istrinya sakit-sakitan. Kalau kamu merayunya pasti langsung terangsang! Apalagi kamu sering berduaan dengannya di kantor. Kesempatan bagus itu!" canda seorang kawan Arana yang juga bekerja di perusahaan grup Bintang.
"Iya, Arana. Kalau kamu punya anak dengannya pasti hidupmu terjamin. Gak kayak sekarang cuman jadi sekretarisnya aja. Kapan bisa kaya?!" ungkap yang lain juga. Semuanya pun tertawa.
__ADS_1
Karir teman-temannya memang sangat bagus. Mereka sudah menjadi manager ataupun paling rendah wakil manager. Sementara Arana hanya menjadi sekretaris.
Ya! Arana bisa dengan mudah mendapatkan hati Tuan Arya. Merekapun menikah diam-diam. Namun sayang setelah dua tahun mereka belum punya anak juga.
Saat itu, Arana masih berhubungan dengan seorang laki-laki yang dipacarinya sejak kuliah. Dia mempunyai usaha sendiri dibidang konstruksi. Hanya saja usahanya itu selalu mandek dan gak berkembang. Laki-laki itu juga gak tahu kalau Arana sudah menikah siri dengan Tuan Arya.
"Sudah saatnya untuk akhiri hubungan kita!" ujar Arana yang merasa hubungan mereka gak ada masa depan.
"Apa? Kamu minta putus? Tunggulah sebentar lagi. Usahaku pasti akan maju dan kita akan menikah!" sahut laki-laki itu.
"Kapan? Aku sudah bersamamu cukup lama. Semua yang kamu katakan gak ada yang benar. Usahamu itu gak pernah maju. Apakah aku harus menunggu sampai tua?!"
"Tunggulah setahun lagi! Aku akan menikahimu."
Arana tetap kekeh pada pendiriannya. Lagi pula dia sudah mempunyai Tuan Arya yang memberikan kemewahan yang diinginkannya.
"Maafkan aku. Sebenarnya aku sudah menikah siri dengan bosku. Aku gak bisa bersamamu lagi!"
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Temani aku minum untuk perpisahan kita. Aku gak akan menemuimu lagi!" ucap laki-laki itu sambil menyodorkan segelas minuman keras kepada Arana.
Hanya satu malam. Setelahnya Arana akan bebas dari laki-laki itu selamanya. Tapi, keputusan Arana menemaninya minum ternyata salah besar. Ternyata dia sudah memberikan obat perangsang di dalam minuman Arana. Malam itu, mereka melakukan hubungan *** untuk terakhir kali.
Paginya, Arana menangis sejadi-jadinya. Laki-laki itu meninggalkan Arana sendirian di kamar hotel dalam keadaan bugil!
Sebulan kemudian Arana gak datang bulan. Dia sangat senang karena akhirnya hamil juga. Tapi Arana masih merahasiakan kehamilannya itu dari suaminya. Yang harus lebih dulu tahu adalah istri tuanya!
Arana menyewa beberapa orang untuk mendatangi istri tuanya dan mengancam agar meminta cerai dari suaminya. Ternyata, rencananya berantakan. Istri tua Tuan Arya kecelakaan dan meninggal. Polisi langsung menangkap orang sewaan Arana.
Sampai akhirnya, Tuan Arya tahu kalau Aranalah yang sudah mengirim orang-orang yang menyebabkan kematian istri tuanya. Arana berlutut minta pengampunan. Dia gak pernah menyuruh untuk membunuhnya.
__ADS_1
"Maafkan aku, pah. Aku hanya memintanya untuk bercerai dari papah. Aku mau masa depan anak kita lebih baik. Dia pasti akan bingung kalau tahu papahnya punya dua istri!"
"Anak? Apa kamu hamil?" tanya Tuan Arya yang sangat terkejut mendengar pengakuan Arana.
"Iya, pah. Sudah jalan tiga bulan. Dia akan menjadi pewaris papah!" jawab Arana dengan senyum mengembang.
Tiba-tiba, Tuan Arya terbahak. Arana jadi bingung melihatnya.
"Apa kamu yakin kalau dia adalah anakku? Kamu harus tahu kalau aku gak bisa punya anak. Aku mandul!!!" jelas Tuan Arya yang gak berhenti tertawa. Baginya sangat lucu. Istri mudanya mengaku hamil padahal dia mandul.
Saat itu, Arana merasa sangat terpuruk. Jika Tuan Arya mandul. Berarti anak yang dia kandung bukanlah anaknya! Jangan-jangan, dia adalah anak laki-laki itu!
"Tapi, benar anak ini adalah anakmu, pah!" ujar Arana yang tetap mempertahankan keyakinannya.
"Baiklah! Tunggu sampai anak itu dilahirkan. Jika bukan anakku, aku gak akan menjadikannya pewarisku!" hanya itu yang bisa dikatakan Tuan Arya.
Arana semakin terpuruk. Dia gak sadar kalau kehamilannya adalah sebuah bencana. Laki-laki mantan pacarnya juga menghilang tanpa jejak. Keadaan semakin kacau setelah Arana melahirnya. Puterinya langsung di tes DNA dan ternyata memang dia bukanlah anak dari suaminya.
"Tolonglah, pah. Jangan ceraikan aku. Terserah kalau papah mencari perempuan lain. Bagaimana dengan anak ini nanti kalau kita bercerai? Masa depannya pasti akan hancur!" pinta Arana yang menangis sambil memeluk puterinya.
Akhirnya, Tuan Arya gak sampai menceraikan Arana. Nama anak itu juga masih mendapatkan nama belakangnya. Hanya saja, puterinya itu sama sekali gak mendapatkan kasih sayang darinya.
*****
Kembali ke saat sekarang. Arana masih menangis dan terduduk lemas. Sementara puterinya masih tetap menunggu dengan tatapan tajam.
"Mamah gak tahu dimana papah kandungmu, Yuki. Dia menghilang tanpa jejak. Sampai sekarang mamah gak pernah bertemu dengannya lagi!"
Yuki menarik napas panjang. Airmata pun mengalir dipipinya padahal sudah bertahan agar gak sampai menangis. Tapi pertahanannya akhirnya jebol juga. Kenyataan pahit itu harus diterimanya. Selama ini selalu mengatakan kalau Luna adalah anak haram. Ternyata, anak haram itu adalah dirinya sendiri!!!
__ADS_1
💔💔💔💔💔