TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
BERITA HOAX BIKIN SAKIT KEPALA #1


__ADS_3

Luna sangat tenang karena reaksi Damar gak terpengaruh dengan berita hoax soal dirinya dan Jion. Sifat Damar memang lebih dewasa dari Luna sendiri. Padahal Luna sudah panik dan sakit kepala begitu melihat berita itu.


"Ya, sudah. Kamu jangan kemana-mana. Disini aja menemaniku!" ucap Damar seraya melepas pelukannya.


"Di sini? Apa aku gak ganggu kamu? Aku kan suka bosenan. Kebiasaan tanganku ini suka grapa-*****!" sahut Luna sambil memamerkan jemari tangannya.


Damar tertawa mendengar ucapan Luna dengan bahasanya yang gak formal. Itulah dirinya yang gak pernah jaim dan apa adanya.


"Gak apa-apa, kok. Apa kamu mau grapa-grepein aku?"


Luna melotot dan menutup mulut Damar dengan ujung jarinya.


"Ssttt, jangan ngomong macem-macem. Kamu tahu sekarang tembok aja bisa mendengar!" ungkap Luna yang menjadi lebih hati-hati.


"Tenang aja, Sayang. Di ruangan ini kan kedap suara!"


"Masa sih? Apa boleh aku karaokean disini?"


"Boleh-boleh! Paling aku aja yang pingsan mendengar suara kamu!" sahut Damar sambil bercanda.


"Kenapa pingsan? Suaraku bagus, kok. Dulu itu aku pernah ikut idol!"


"Iya, iya, aku percaya apapun yang kamu katakan, Sayang!"


Damar gak membantah Luna lagi. Untung saja Luna datang. Membuat semangatnya bangkit lagi dan kembali fress.


*****


"Lihatlah, Jion. Foto kamu sama Nona Luna ada di mana-mana. Kenapa sih kamu gak hati-hati? Sekarang ini kamu kan sedang diincar wartawan!" ucap manager Jion.


"Foto apa, bang?" Jion pura-pura belum melihat foto yang disebutkan menagernya. Padahal kegiatan pertamanya setelah bangun tidur adalah melihat medsos, apalagi berita soal dirinya.


"Emangnya kamu gak ngerasa? Apa yang kamu lakukan kemarin itu sangat berdampak dengan kepopularitasan kamu. Terlebih dengan Nona Luna yang sudah bertunangan dengan Ceo perusahaan terkenal. Berita itu bisa menghancurkan kehidupannya juga!"


Deg! Jion tertegun. Dia baru sadar kalau berita hoax itu bisa berakibat buruk pada Luna juga.


"Aku mengira berita itu hanya akan membuat namaku semakin naik. CLBK sama mantan, Menikahi mantan! Bagus kan buat cerita sinetron?"


Dasar Jion! Kebiasaannya gak berubah. Hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri.


"Itu kalau Nona Luna masih sendiri. Dia kan sudah bertunangan! Calon suaminya adalah Ceo di perusahaan yang mengontrak kamu! Hadeh, Jioon! Aku gak tahu harus bagaimana lagi," ungkap manager Jion lagi sambil merebahkan tubuhnya di sofa. Dia sudah pasrah dengan berita hoax itu.


Jion mulai memikirkan perkataan managernya. Selama ini, dia masih mengharapkan bisa bersama Luna lagi seperti dulu. Nyatanya, Luna sudah menjadi milik orang lain. Hampir, sih. Luna kan masih bertunangan!

__ADS_1


*****


Sarah dan Prilly sangat kaget ketika melihat kerumunan wartawan di depan butik semakin banyak. Mereka pasti mencari Luna.


"Bagaimana ini, Say? Apa aku yang harus menghadapi mereka?" tanya Prilly yang sudah siap lahir batin untuk menemui para wartawan. Mengira kalau dirinya sudah menjadi selebritis.


"Terserah kamu, Prilly cantik. Tapi jangan asal bicara, ya. Nanti berita soal Luna malah tambah parah! Aku akan menyuruh Luna jangan ke sini dulu!"


Sarah langsung menghubungi Luna yang masih berada di kantor Damar.


"Hallo, Lun. Kamu jangan ke butik dulu, ya. Disini banyak wartawan!" ungkap Sarah lewat hapenya.


"Wartawan? Kenapa ada disana?" tanya Luna heran.


Damar mendengar pembicaraan Luna. Dia juga merasa heran ada wartawan di butik Luna.


"Pastilah nyariin kamu, Lun! Sekarang kamu dimana?"


"Aku masih di kantor Damar. Ya sudah! Aku gak kesana dulu, kak!"


Luna menutup hapenya. Dasar Luna! Kenapa juga dia mau jalan sama Jion. Pasti aja kayak sekarang. Wartawan mencarinya bahkan tahu lokasi butiknya.


"Ada apa?" tanya Damar yang melihat Luna menjadi gelisah.


Luna langsung menelpon Jion.


"Ada apa, Luna?" tanya Jion yang sudah tahu kenapa Luna menelponnya.


"Banyak wartawan di butik aku. Kamu harus mencari jalan keluar dari masalah ini, Jion!" ungkap Luna yang sangat kesal.


"Santai aja, Lun. Tenanglah! Paling cuma sehari mereka mencarimu!" jawab Jion biasa aja. Dia sudah biasa dengan kehebohan itu.


"Santai? Tenang? Kepalaku aja udah sakit melihat berita di medsos. Apalagi menghadapi para wartawan itu!" Luna semakin diliputi amarah dengan sikap Jion.


"Iya-iya, aku akan cari cara agar mereka gak mencarimu lagi!"


"Awas kalau besok masih ada wartawan di butik!" ancam Luna.


Terdengar suara tawa Jion. Luna semakin terbakar. Dia memilih menutup hapenya.


Gak lama kemudian, hape Luna bunyi lagi. Tapi mamahnya yang menghubungi Luna.


"Iya, mah. Ada apa?"

__ADS_1


"Kamu dimana, Lun? Disini banyak wartawan mencari kamu!" ucap Mamah Luna yang hanya berani mengintip dari jendela. Para wartawan itu berdatangan terus sampai berkerumun di depan rumahnya.


"Wartawan? Astaga, sampai disitu juga, mah? Ya sudah mamah di dalam aja. Jangan ladenin mereka!"


"Ini pasti gara-gara kamu kemarin sama Jion! Kan mamah sudah bilang jangan dekat dengannya!"


"Iya, Luna juga kapok!"


Damar masih terus memerhatikan Luna. Dia tahu hal itu pasti terjadi. Jion memang artis sedang naik daun. Meskipun usianya gak muda lagi namun bisa disandingkan dengan artis yang baru terkenal.


"Ya, sudah. Nanti kamu pulang ke rumahku aja. Dua hari lagi kamu kembali ke Singapura!"


"Ke Singapura? Sendiri lagi?"


"Aku akan menyusul nanti, Sayang. Masih banyak yang harus aku kerjakan!" sahut Damar lagi.


Luna tertegun. Dia menginginkan Damar selalu disisinya. Namun serba salah juga kalau Damar ikut pasti akan tahu kondisi mamahnya.


*****


Tuan Arya semakin prihatin dengan kondisi Luna. Anak buahnya melaporkan kalau Luna dikejar wartawan karena berita hoax di medsos. Dia harus melakukan sesuatu agar berita itu segera hilang dari peredaran.


"Hapus semua berita di media sosial soal Luna!"


"Maaf, tuan. Tapi salah satu akunnya adalah punya Nyonya Saskia. Apa perlu dihapus juga?" ucap anak buah Tuan Arya.


"Punya Nyonya Saskia? Maksudmu, berita itu berasal dari istriku?" tanya Tuan Arya gak percaya.


"Iya, tuan. Awalnya dari akun itu dan menyebar ke akun lainnya. Bagaimana tuan?"


Tuan Arya menggenggam tangannya erat karena menahan amarah. Apa yang dimaui Saskia sampai membuat berita itu?


"Hapus aja semuanya! Blokir juga rekeningnya!"


"Blokir rekening? Apa perlu tuan?"


Tuan Arya mendongak. Amarahnya semakin menjadi.


"Blokir rekening dan semua kartu kreditnya! Kalau dia memerlukannya, suruh menghadapku!" tegasnya.


"Baik, tuan!"


Tuan Arya terduduk lemas. Dadanya terasa nyeri. Dia hanya ingin tidur!

__ADS_1


😭😭😭😭😭


__ADS_2