
Luna berada di dalam ruangan kecil di kantor polisi bersama Damar, Sarah dan pengacaranya yaitu Ikhsan. Wajah Luna masih pucat dan shock dengan peristiwa yang baru saja dialaminya.
"Sebenarnya apa yang terjadi, Lun? Mengapa sampai seperti ini?" tanya Sarah yang gak sabar mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Luna hanya menunduk sambil menggenggam tangannya yang sedingin es. Dia gak berani mendongak apalagi melihat tatapan Damar. "Maafkan aku, Damar," ucapnya di dalam hati.
"A-aku gak tahu, kak. Ketika aku datang, Pak Sony sudah tergeletak di lantai. Dia masih sadar dan berbicara tapi suaranya gak kedengaran. Aku mengira kalau dia ingin aku mencabut pisau yang ada di perutnya," jawab Luna dengan suara gemetar.
"Itulah yang jadi masalah, Nona Luna. Sidik jari nona ada di pisau yang menjadi barang bukti. Tapi, saya akan mencari tahu apapun yang bisa menghindarkan nona dari hukuman!" cetus Ikhsan. Dia tahu kalau Tuan Damar mempercayai Nona Luna.
"Kamu tenang aja, Lun. Aku akan selalu mendampingimu," ucap Damar yang memegang tangan Luna. Dia sangat terkejut begitu merasakan tangan Luna sedingin es. Dia sangat mencemaskannya.
Luna merasa tenang dan baru berani mengangkat wajahnya, "aku gak bersalah, Damar. Ada orang lain yang menusukkan pisau itu ke perut Pak Sony!" jelasnya.
"Iya, Luna. Aku tahu kamu gak akan mampu melakukan perbuatan buruk itu. Tenanglah!" sahut Damar yang berusaha menenangkan Luna.
"Di hotel itu pasti ada Cctv. Aku akan minta menangguhan penahanan sampai menemukan bukti yang kuat!" ujar Ikhsan penuh keyakinan. Sebenarnya dia gak pernah berhubungan dengan dunia pidana. Namun, dia akan melakukan apapun untuk membela kebenaran.
*****
Di rumah sakit, Yulia tetap menunggu suaminya sampai sadar. Dia hanya menangis di depan ruang Icu.
"Apa yang terjadi dengan Sony, Yulia?" tanya seorang perempuan setengah tua namun kelihatan modis. Wajahnya mirip orang jepang. Dia adalah Nyonya Arana. Mamahnya Yuki.
"Iya, tante. Kenapa sampai seperti ini?" Yuki juga datang bersama mamahnya.
"Aku gak tahu. Pas aku datang perempuan itu sudah memegang pisau yang diambil dari perut Mas sony. Aku hanya ingin tahu kebenaran kalau Mas Sony sudah berselingkuh. Ternyata perempuan itu malah membunuhnya," jawab Yulia disela tangisnya.
Yuki merasa ada yang aneh dari ucapan Yulia."Darimana tante tahu kalau pisau itu ada diperut Om Sony?" tanyanya.
Yulia sedikit gugup, "pasti diperutnyalah. Kalau di bagian tubuh lain mana bisa separah itu!" jawabnya.
__ADS_1
Yuki melihat kalau tantenya itu menjadi sangat gugup. Apa dia yang sudah menyerang suaminya sendiri?
"Perempuan itu memang harus mendapatkan hukuman setimpal. Apa dia pernah bekerja di perusahaan kita? Siapa namanya?" tanya Nyonya Arana ingin memastikan.
"Namanya Luna, kak!" jawab Yulia sambil menyeka air matanya.
"Luna? Bukankah dulu Sony juga terlibat dengannya?" Nyonya Arana teringat kejadian dahulu. Semua heboh karena kasus itu.
"Yuki? Apa kamu terlibat dengan semua ini?" Nyonya Arana menatap Yuki tajam. Dia ingat kalau dulu Yuki menuduh Luna menyerang Sony.
"Gak kok, mah!" Sekarang Yuki yang malah gugup.
"Terus dari mana kamu tahu, kalau suamimu itu akan bertemu dengan Luna?" tanya Nyonya Arana kepada Yulia. Dia curiga kalau Yuki yang sudah memberitahukannya.
"Ada seseorang yang memberitahu saya, kak. Tapi saya gak kenal sama dia!"
Nyonya Arana masih curiga. Dia sangat takut kalau suaminya mendengar kabar tentang Luna.
Yuki terdiam. Dia malah menyalahkan Yulia. Dia yakin kalau Yulialah yang sudah menusuk om nya.
*****
Damar sengaja mampir ke rumah Luna dulu sebelum pulang ke rumahnya. Mata Mamahnya Luna sembab ketika membukakan pintu untuknya. Luky, adik Luna juga sedang terduduk lemas dengan wajah penuh cemas.
"Bagaimana Kak Luna, kak?" Luky yang berani menanyakan soal kakaknya. Mamahnya hanya diam menahan airmata.
"Kalian tenanglah. Percayalah kalau Luna gak bersalah. Dia pasti sudah dijebak orang lain!" jawab Damar mencoba menenangkan.
"Kenapa Luna sampai begini? Mamah cuma ingin tenang melihatnya menikah. Tapi malah terlibat masalah seperti ini. Maafkan Luna ya, Nak Damar," ungkap Mamah Luna di sela tangisnya.
"Saya gak apa-apa, mah. Semua pasti ada hikmahnya. Saya tetap akan selalu berada di samping Luna apapun yang akan terjadi," sahut Damar.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan Nyonya Kamaratih? Dia pasti akan membenci Luna!"
"Saya belum bertemu mamah. Nanti saya akan bicarakan soal Luna kalau sudah di rumah. Kalian tenang dan berdoa saja kalau semuanya akan cepat berakhir!" kata Damar bijak.
Mamah Luna sangat senang kalau Damar gak menjauhi Luna. Entah bagaimana kalau Nyonya Kamaratih.
*****
Rani masih berada di daerah bandung. Ketika di perkebunan mereka malah keujanan. Syakira demam dan gak bisa langsung pulang ke Jakarta. Terpaksa mereka menginap di salah satu homestay.
Hujan turun sampai malam dan sama sekali gak ada signal. Rani mulai gelisah karena gak bisa menghubungi Tuan Damar. Tapi, Mang Dayat pasti sudah memberitahukannya.
"Maaf, Nona Rani. Kami sudah menyusahkan nona!" ucap Agung ketika melihat Rani selalu melepaskan pandangannya ke luar jendela.
"Gak apa-apa kok, mas. Gimana Syakira? Apa badannya masih panas?" Rani malah memikirkan Syakira.
"Demamnya sudah reda dan sekarang sudah tidur. Untung masih ada obat penurun panas di mobil!" jawab Agung sambil berdiri di sebelah Rani.
Rani jadi sedikit risih dan sengaja berpindah tempat sedikit menjauh.
"Panggil saya dengan Rani aja, mas. Saya gak pantas dipanggil nona. Hhmm, kalau Syakira sudah enakan, saya akan keluar sebentar mencari telpon. Mungkin di dekat sini ada minimarket!"
"Apa kamu berani pergi sendirian? Apa sepenting itu untuk menghubungi atasanmu? Di luar sangat gelap dan licin," tanya Agung yang sedikit cemas.
"Saya bisa menanyakan dengan warga sekitar, mas. Saya sudah lama gak libur kerja jadi sedikit khawatir dengan pekerjaan saya. Besok sepertinya kita gak bisa pulang cepat karena harus membawa Syakira ke klinik," ungkap Rani.
Agung terdiam. Dia jadi gak enak karena sudah merepotkan Rani.
"Besok kamu pulang aja duluan. Aku akan mencari mobil sewaan!"
Rani tertegun mendengar ucapan Agung. Dia jadi sangat bimbang. Pikirannya terbelah menjadi dua. Antara pekerjaan dengan Syakira. Gadis kecil kembarannya.
__ADS_1
*****