TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
KISAH YANG GAK AKAN TERULANG LAGI #2


__ADS_3

Luna masih terbengong-bengong melihat ketampanan Damar. Dia baru sadar ketika Sarah mencubit ujung jarinya.


"Awas ilermu jatuh, Lun!" ujar Sarah.


Luna sangat terkejut dan segera menghapus ilernya. Tapi gak ada apapun di mulutnya. Ternyata Sarah hanya menggoda Luna aja.


"Kak Sarah!"


Sarah cengengesan, "kamu aja yang gagal fokus! Sepertinya kamu sudah terjebak cinta Ceo ganteng itu!" godanya lagi.


"Ho oh, kak. Kayaknya dia pake ilmu pelet!" sahut Luna yang menutupi perasaannya.


"Bagaimana? Kalau ada aku, pasti kamu tambah sempurna. Iya, kan?" tanya Damar yang selalu pede. Jelaslah! Dia sudah ganteng dari lahir, gitu loooh!


"Iya-iya! Tapi, aku juga udah perfek kok! Iya kan, Prilly sayang?"


"Tentu aja, kalian berdua adalah kesayangan akyuuu. Muaaach!" sahut Prilly yang sangat bangga dengan kecantikan dan ketampanan keduanya.


"Baiklah, kalau begitu. Nona Luna, apakah anda mau menikah denganku?" tanya Damar tiba-tiba sambil mengulurkan tangannya.


Spontan Luna sangat terkejut dengan kelakuan Damar.


"Damar! Kita kan mau tunangan dulu baru menikah!" seru Luna dengan mata melotot.


"Ya, sekalian latihan waktu nikah nanti, sayang!" ucap Damar lagi.


"Gak kayak gini juga, kalee. Nanti kan ada ijab kabul. Bukannya kayak gini!" ucap Luna yang langsung berlari masuk ke luar ganti.


Sebenarnya, jantung Luna bisa copot kalau lama-lama di depan Damar. Dia sengaja bersembunyi agar mukanya yang merah gak kelihatan.


"Iya, Damaar. Aku mau menjadi istrimu!" jeritnya dalam hati.


******


Yuki sudah bertekad untuk bertobat. Demi puterinya, dia gak akan melakukan kesalahan lagi. Pertama, Yuki akan membongkar sindikat penipuan yang menghancurkan perusahaan Luna. Meskipun nanti, akan mendapatkan hukuman juga. Yuki sudah siap.


"Aku minta berkas soal perusahaan "Best Denim" yang sudah menghancurkan perusahaan Luna!" ungkap Yuki dari hapenya.

__ADS_1


"Buat apa?" tanya seorang perempuan yang dihubungi Yuki di suatu tempat.


"Aku perlu aja! Ada yang harus aku lakukan," jawab Yuki pura-pura.


"Kamu harus hati-hati! Berkas itu bisa dijadikan bukti di pengadilan," jelas perempuan berambut pirang itu.


"Oke, aku akan hati-hati!" sahut Yuki lagi.


"Aku akan kirimkan dalam bentuk pdf di hape kamu. Setelah tidak diperlukan lagi langsung hapus!"


"Oke!"


Yuki menunggu file itu sampai dengan penuh kegelisahan. Dia seperti pemburu yang akan menangkap kumpulan singa dan harimau. Tapi, Yuki gak takut dengan apapun yang terjadi.


Tiba-tiba, hapenya bunyi. Namun, yang menghubunginya dari sekolah Nabila.


"Ada apa, bu?" tanya Yuki heran. Seharusnya mamahnya sudah menjemput Nabila.


"Nabila masih di sekolah, bu. Apa gak ada yang menjemput?"


"Gak ada siapa-siapa, bu. Semua murid juga sudah pulang!"


"Baiklah! Tolong tunggu sebentar ya, bu. Saya akan menghubungi mamah saya!"


Yuki segera menghubungi hape mamahnya. Namun sampai beberapa kali gak diangkat juga. Dia pun menghubungi hape sopir yang biasa mengantar mamahnya.


"Nyonya lagi belanja, bu. Tapi sudah lama juga belum selesai," jawab sopir mamahnya.


"Ya, sudah! Kamu jemput anak saya dulu aja. Nanti saya hubungi mamah saya!"


Yuki berharap gak ada kejadian buruk menimpa mamahnya. Dia jarang sekali belanja sendirian. Biasanya menyuruh asisten di rumahnya.


Sementara itu, Nyonya Arana sudah sampai di rumah Tuan Kenta. Rumah itu sangat megah dengan mobil-mobil mewah berjajar rapi di depannya.


"Selamat datang di rumahku, Arana!" ucap Tuan Kenta sambil mempersilakan Nyonya Arana keluar dari mobil.


Nyonya Arana terdiam. Apakah rumah megah itu milik Kenta? Apa usahanya bisa maju dalam waktu singkat?

__ADS_1


Perlahan, Nyonya Arana menjejakan kakinya di halaman rumah Kenta. Dia gak tahu harus bagaimana lagi. Hapenya masih dipegang Kenta dan gak ada jalan lain untuk kabur. Untuk sementara, dia akan mengikuti permainan Kenta.


"Aku mencarimu kemana-mana. Usahaku sudah maju dan berhasil memiliki rumah ini. Ternyata kamu malah jadi simpanan bosmu!"


Kenta tahu kalau dulu Arana bekerja sebagai sekretaris Tuan Arya, Ceo Bintang Grup. Hanya saja Kenta gak pernah terpikir kalau Arana mau menikah dengannya yang sudah punya istri.


"Jangan mengungkit masalalu. Aku lebih rela menjadi simpanan siapapun asalkan jauh dari laki-laki bajingan seperti kamu!" ungkap Arana dengan tatapan nanar. Amarahnya semakin jadi ketika teringat kalau Kenta sudah menyetubuhinya saat dia gak sadarkan diri kemudian pergi begitu saja.


Tuan Kenta tertawa lepas. Bukannya sadar, dia malah semakin angkuh.


"Sekarang jadilah simpananku! Kau kan selalu menginginkan kekayaaan? Aku sudah punya semuanya. Tinggalkan Ceo tua itu! Dia juga lebih memperhatikan istri mudanya."


Nyonya Arana terdiam. Meskipun Arya gak pernah menganggapnya sebagai seorang istri. Tapi, dia selalu memperlakukannya dengan baik dan bertanggung jawab kepada puterinya yang bukanlah anak kandung.


Sampai kapanpun, Nyonya Arana gak akan meninggalkan Tuan Arya. Karena dia adalah ayah dari puterinya untuk selamanya.


"Apa kamu tahu, masalalu itu gak akan terulang. Semua kisah hanya kenangan jadi jangan diungkit lagi. Aku sudah tenang dengan puteri dan cucuku. Itu sudah cukup! Kekayaan pun sudah aku dapatkan. Jadi, buat apa aku kembali padamu?"


Kali ini, Nyonya Arana mengungkapkan perasaannya. Dia sudah bersyukur memiliki Yuki dan Nabila di dalam hidupnya.


Tuan Kenta terdiam. Padahal selama ini hatinya hanya untuk Arana. Ternyata, Arana malah gak pernah memikirkannya sama sekali.


"Baiklah! Jika kita tidak bisa bersama lagi. Biarkan anak-anak kita yang akan melakukannya!" ungkap Tuan Kenta setelah mendengar pengakuan Nyonya Arana.


Nyonya Arana twrtegun mendengar ucapan Tuan Kenta.


"Apa maksudmu?"


Tuan Kenta tersenyum penuh kelicikan.


"Jion adalah anakku! Biarkan dia menikah dengan puterimu!"


Astaga! Jion adalah putera Tuan Kenta? Mana mungkin dia menikahi Yuki? Karena Yuki adalah ....


(Bersambung)


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2