TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
KABUT GELAP #1


__ADS_3

Rani gelisah karena pikirannya terbagi dua. Yang satu mencemaskan Tuan Damar dan yang satu lagi karena ada Agung bersama dua anaknya. Dia gak bisa memilih salah satunya karena keduanya sangat berarti di dalam hidup Rani.


"Apa aku boleh melihat kantormu?" tanya Agung yang mulai ingin tahu tempat kerja Rani. Hubungan mereka memang tanpa status namun Agung ingin mengenal Rani lebih dekat lagi.


Rani semakin galau. Tuan Damar pasti mempunyai masalah sampai menyuruhnya ke kantor. Dia juga gak mungkin mengabaikan permintaan Agung.


"Boleh, mas. Tapi, aku gak bisa di dekatmu. Perusahaan tempatku bekerja sepertinya mempunyai masalah!"


Akhirnya, Rani mengabulkan permintaan Agung.


"Oke, gak apa-apa. Kamu kerja aja, aku bisa sendirian. Lagipula aku akan menunggumu pulang. Rumah kita kan berdekatan!"


Rani mengangguk. Entah apa yang akan dikatakan Tuan Damar dengan kehadiran Agung bersamanya.


Mereka masuk juga ke dalam gedung di mana Rani bekerja. Di lobby, banyak pekerja yang menyapa Rani dengan hormat. Iya, lah! Mereka tahu kalau Rani adalah orang nomor dua setelah Ceo.


Rani menjawab sapaan mereka dengan ramah meskipun dia tahu, mereka pasti membicarakan kehadiran Agung di dekatnya.


"Aku akan menunggumu disini aja!" ujar Agung ketika melihat lobby gedung yang cukup nyaman dengan deretan sofa dan beberapa orang sedang menikmati kopi.


"Baik, mas. Kalau mau kopi bilang aja sama resepsionis ya. Aku ke atas dulu!" sahut Rani sebelum masuk ke lift.


"Oke, tenang aja!"


Rani segera menuju ke ruang kantor Tuan Damar. Dadanya berdebar kencang. Merasakan hal penting telah terjadi.


"Selamat malam, tuan. Maaf, saya baru datang. Ada apa, tuan?" tanya Rani langsung.


Damar memang sudah gelisah. Dia gak tahu harus bagaimana lagi. Ternyata keputusannya untuk bertanggung jawab dalam kecelakaan pembangunan hotel malah menjadi simalakama untuknya.

__ADS_1


"Selamat malam!" Tiba-tiba muncul seorang laki-laki. Dia adalah Ikhsan, pengacara perusahaan. Wajahnya juga kelihatan pucat.


"Kalian duduklah!" ucap Damar sambil mengeluarkan beberapa kertas.


Gak lama kemudian, Reno juga datang.


"Tolong terangkan situasi kita sekarang, Tuan Reno!" ucap Damar sambil menyodorkan berkas yang dipegangnya.


"Baik, tuan!"


Reno pun mengambil berkas yang diberikan Tuan Damar.


Rani dan Ikhsan mendengarkan dengan saksama. Sepertinya situasi Tuan Damar sangat mendesak.


"Pihak kepolisian tetap meminta salah satu orang yang paling bertanggung jawab walaupun pihak kontraktor dan direktur cabang belum ditemukan. Dalam hal ini adalah Tuan Damar!"


Rani sangat terkejut mendengar penjelasan terakhir Tuan Reno.


"Bagaimana Tuan Ikhsan? Apa Tuan Damar masih bisa lolos dari jaminan kepolisian?" Reno malah menanyakannya kepada Ikhsan.


"Mungkin karena korbannya cukup banyak sehingga polisi meminta penjamin dari perusahaan. Aku akan menanyakan langsung kepada pihak kepolisian. Untuk sementara Tuan Damar jangan melakukan apapun!" jelas Ikhsan.


"Aku akan bertanggung jawab! Tapi acara pertunanganku sebentar lagi. Apa bisa waktu penahanan itu dilakukan setelah acaranya?" Akhirnya Damar membuka mulutnya. Dia khawatir karena sebentar lagi acara pertunangannya.


"Maaf, tuan. Saya kurang setuju. Kecelakaan itu bukan karena salah kita tapi dari pihak kontraktor. Seharusnya merekalah yang bertanggung jawab. Di dalam perusahaan itu pasti masih ada orang lain, bukan tuan yang harus ditahan!" ucap Rani cukup keras.


Damar gak bisa menjawab apa-apa. Dia tetap akan bertanggung jawab jika memang diperlukan.


"Iya, tuan. Jika memang tuan ditahan akan mempengaruhi saham dan perusahaan yang berada dalam satu grup," ungkap Ikhsan yang melihat masalah itu dari sisi lain.

__ADS_1


"Baiklah! Silakan lakukan yang diperlukan. Aku tetap akan bertanggung jawab apapun yang akan terjadi!"


Semuanya berpikir keras agar Tuan Damar tidak sampai di tahan. Sementara Damar memikirkan acara pertunangannya yang sebentar lagi akan berlangsung. Sudah banyak peristiwa yang terjadi pada Luna. Ketika semuanya berjalan lancar, Damarlah yang mempunyai masalah.


*****


Yuki banyak memikirkan soal mamahnya setelah melihat sang papah malah bersama Luna dan mamahnya. Hubungan mereka memang sangat aneh. Sejak kecil papahnya gak tinggal bersama mereka dan hanya mampir beberapa jam saja. Ketika Rani sudah tidur, papahnya pergi lagi.


Semua pertanyaannya terjawab ketika tahu kalau dia memang bukanlah anak kandung papahnya. Yuki ingin sekali menanyakan siapa papahnya. Tapi kondisi mamahnya juga kurang baik.


"Mamah gak usah mengantar Nabila lagi. Nanti babysitternya aja yang ngurus, mah! Lagipula dokter menyuruh mamah harus banyak istirahat dan jangan banyak pikiran!" ungkap Rani ketika menemani mamahnya di tempat tidur.


"Gak apa-apa, kok. Kalau sudah sehat, mamah bisa mengantarnya lagi!"


"Iya, mah. Tapi jangan sampai gak sarapan lagi kayak kemarin!"


"Iya, sayang. Sekarang tidurlah!"


Yuki beranjak dari tempat tidur mamahnya dan keluar ruangan. Namun, dia gak langsung menuju ke kamarnya. Dia pernah melihat foto wisuda mamahnya dulu. Dia ingin tahu apakah mamahnya satu universitas dengan Tuan Kenta.


Entah kenapa, Yuki masih memikirkan sikap Tuan Kenta kepada mamahnya yang seperti sudah mengenal lama. Hanya saja, mamahnya malah melupakannya.


Sesampai di ruang tamu, Yuki foto mamahnya yang tergantung di dinding. Universitas Nusa Unggul. Yuki segera membuka website dan mencari nama mamahnya di dalam lulusannya.


Setelah mengutak atik akhirnya nama mamahnya keluar juga. Saat itu, mamahnya masih muda dan cantik. Pasti banyak yang terpesona dengannya.


Kemudian Yuki memasukan nama Tuan Kenta. Ada beberapa orang yang memiliki nama itu. Namun tidak ada yang nirip dengannya. Yuki mencarinya di tahun pertama. Pasti lebih banyak mahasiswanya.


Yuki tertegun ketika melihat orang yang mirip dengan Tuan Kenta. Berarti benar kalau mamahnya dan Tuan Kenta pernah saling kenal. Mengapa mamahnya seperti menutupi sesuatu. Sikapnya yang menjadi gugup bahkan sampai pingsan. Apakah Tuan Kenta adalah papah kandungnya?

__ADS_1


🤔🤔🤔🤔🤔


__ADS_2