TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
UJIAN CINTA #2


__ADS_3

Luna sudah siap pergi bersama Damar. Dia juga penasaran seperti apa tempat acara pertunangan mereka.


Damar juga sangat senang karena bisa melampiaskan kerinduannya yang tertahan beberapa hari ini.


"Kalian mau kemana?" Ternyata Mamah Luna sudah pulang dan memergoki mereka.


"Mamah! Sebentar aja kok, mah. Boleh, ya!" rengek Luna.


"Hai, Kak Damar! Nanti aku boleh menginap, ya. Sudah lama aku gak main game!" Luky malah membicarakan soal game dengan Damar.


"Boleh! Kapan aja kamu mau boleh main, kok!" sahut Damar santai.


"Asyiiik! Sebaiknya besok kalian menikah aja! Gak usah pake tunangan segala!"


"Luky! Bawa belanjaan mamah ke dalam!" Sepertinya Mamah luna sedikit marah karena perkataan Luky.


"Iya, mah!" Luky tahu diri dan menuruti perkataan mamahnya.


"Kamu kan tahu, pamali kalau bertemu apalagi keluar rumah. Besok juga kan kalian ketemu! Maaf ya, Nak Damar. Mamah gak bisa mengizinkan kalian pergi!"


Luna dan Damar saling pandang. Sebenarnya mereka ingin sekali kabur namun gak tega melakukannya.


"Baik, mah. Biar saya aja yang pergi. Saya permisi ya, mah. Besok jangan sampai kesiangan, ya!" ujar Damar yang langsung beranjak pergi.


Luna hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun.


"Kan mamah udah bilang kamu gak boleh bertemu dengan Nak Damar sebelum acara besok, Lun!" lanjut Mamah Luna.


"Iya, mah. Damar yang kesini, kok. Gak enak kalau gak ditemenin!"


"Ya, sudah. Kamu masuk aja ke kamar. Sebentar lagi akan banyak tamu!"


"Kok masuk ke kamar? Terus siapa yang membantu mamah?"


Mamah Luna terdiam sambil mikir. Bener juga perkataan Luna. Masih banyak yang harus disiapkan untuk acara selamatan nanti malam.


"Ya, sudah. Bantuin mamah aja di dapur!"


"Siap, kapten!" sahut Luna sambil memberi hormat seperti tentara.


Mamah Luna yang tadinya sedikit marah jadi mesem-mesem melihat kelakuan puterinya. Padahal besok akan bertunangan tapi sikapnya masih seperti anak kecil.


Gak lama kemudian tamu berdatangan. Semuanya adalah saudara dari Mamah Luna. Sementara saudara papahnya besok langsung datang ke lokasi acara.


Luna sangat senang melihat mamahnya gak berhenti tersenyum. Tepat setahun sebelum Luna berumur tiga puluh tahun. Angka yang paling ditakutkan ternyata tidak sampai menyentuhnya. Sebentar lagi, Luna akan menyandang gelar seorang istri.


Acara pertunangan pun berlangsung dengan lancar. Luna dengan gaun indahnya bak puteri raja sementara Damar adalah pangeran sesungguhnya. Semua terpesona dengan keserasian mereka.

__ADS_1


Damar menyematkan cincin pertunangan yang sangat indah di jari manis Luna. Sementara Luna menyematkan sebuah cincin emas putih di jari manis Damar. Hati mereka sudah terikat meski belum resmi menjadi suami istri.


Tuan Arya sudah pasti hadir mendampingi Luna seperti seorang ayah. Luna sudah menerima kehadiran Tuan Arya tanpa ketakutan lagi. Meskipun tanpa darah hubungan itu akan selalu ada.


Mama Luna juga sangat senang dengan adanya Tuan Arya. Dia mampu mengisi ketimpangan karena Luna sudah tidak mempunyai seorang ayah.


Sarah juga bersyukur, akhirnya Luna akan mendapatkan pendamping sesempurna Tuan Damar. Sementara Prilly selalu membanggakan gaun yang dipakai Luna kepada seluruh tamu.


Yuki datang bersama puterinya dan Jion. Kebersamaan mereka sudah seperti keluarga. Para tamu yang mengenal Jion sedikit heboh. Maklum aja Jion kan artis yang lagi naik daun. Meski gak lagi muda namun aura kebintangannya masih terpancar.


Nyonya Kamaratih berkeras gak mau berobat ke luar negeri sebelum acara pertunangan puteranya. Kesepakatan yang terjadi, dia akan pergi keesokan harinya. Tidak sampai sebulan dia akan kembali dalam keadaan sehat dan melaksanakan pernikahan Damar.


Namun, ada kesedihan di hati Damar. Dia terpaksa harus mengadakan pertunangan dulu sebelum pernikahan. Sesuatu akan terjadi esok hari. Acara pertunangannya saat ini bukan akhir dari perjalanan cintanya. Masih cukup jauh untuk mencapai maghligai pernikahan. Ujian cintanya baru saja akan dimulai.


"Besok pagi, mamah mau berobat ke luar negeri. Apa kamu mau menemani mamah, Luna Sayang?" tanya Nyonya Kamaratih ketika acaranya sudah selesai.


Luna menatap mamahnya seakan meminta persetujuan. Mamahnya pun mengangguk.


"Iya, Lun. Nyonya Kamaratih gak ada yang menemani di sana. Kalau Nak Dayat kan laki-laki jadi gak leluasa!" ucap Mamah Luna yang mengizinkan Luna pergi bersama calon mertuanya.


"Tuh! Mamah kamu aja sudah memberi izin. Nanti Damar menyusul kalau pekerjaannya sudah beres. Iya kan, Damar?"


Damar yang banyak melamun sedikit terkejut dengan pertanyaan mamahnya.


"Oh, iya mah. Kamu ikut mamah dulu aja, Sayang. Nanti aku menyusul, ya!" kata Damar membuat Luna mempercayainya.


Damar tertawa melihat sikap Luna. Padahal sudah memakai gaun tapi kelakuannya masih seperti preman.


"Iya, iya. Aku janji!"


Luna merasa yakin setelah mendengar Damar berjanji akan menyusul. Dia pasti bosan kalau sendirian bersama calon mertuanya yang sedikit kaku.


Setelah acara selesai, Luna masih di salah satu kamar hotel dan mengganti gaun yang dipakainya.


"Aduh, Sayaaang. Gaun itu akan menjadi sejarah. Aku mau nanti dipajang di butik beserta foto kamu juga Tuan Damar. Aku mau menatap kalian saat kerja, pasti inspirasiku mengalir seperti air sungai!" celetuk Prilly yang masih menemani Luna.


"Iya, Prilly Sayang. Nanti akan langsung dibawa ke butik aja. Kalau dirumah aku bingung meletakannya dimana! Tapi, aku akan mendampingi Mamah Damar berobat ke Singapura. Aku gak bisa melihatmu sementara waktu, ya. Soal butik aku serahkan kepada kalian!" ungkap Luna


"Apakah kamu disana akan lama, Luna?" tanya Sarah yang dari tadi diam saja.


"Entahlah, kak. Mungkin sebulanan. Setelah itu baru akan mempersiapkan pernikahan kami. Penyakit mamahnya Damar semakin parah, kak. Kalau berobat ke luar negeri harus ada yang mendampingi. Jadi aku yang akan menemani beliau. Tolong urus butik dulu ya, kak!" jelas Luna.


"Ya, tenang aja. Kamu urus Nyonya Kamaratih dulu. Setelah itu cepat urus pernikahan kamu! Jangan terlalu lama, aku khawatir Damar banyak yang naksir!"


"Kak Sarah! Awas aja kalo Damar macem-macem!"


Sarah tertawa melihat ekspresi Luna. Sebenarnya dia hanya bercanda aja. Sarah yakin Damar selalu menjaga hatinya untuk Luna.

__ADS_1


"Ada apa kalian tertawa. Apa ada yang sangat lucu?"


Tiba-tiba, Damar muncul. Sarah cepat menutup mulutnya. Apa Tuan Damar mendengar ucapannya barusan, ya?


"Gak ada kok, Tuan. Biasa Luna mengeluarkan jurus mautnya. Maaf, saya permisi dulu karena sudah malam. Ayo, Pril!"


"Eeeh, nanti dulu. Aku gak kuat berpisah dengan karya maestroku!" sahut Prilly yang masih memeluk gaun yang dibuatnya.


"Sudah! Besok kirim aja ke butik ya, Lun. Permisi ...."


Sarah segera menarik tangan Prilly dengan sedikit susah payah. Luna dan Damar hanya tertawa kecil melihat keduanya.


"Nah sekarang, tinggal kita berdua. Mau apa, yaaa," goda Luna sambil menatapnya nanar.


"Eeeh, kamu mau apa emangnya?" tanya Luna sambil menutup tubuhnya dengan telapak tangannya.


Damar tertawa kecil dan memeluk Luna erat.


"Aku cuma mau memeluk kamu aja kok. Aku kangen berat!" ucap Damar penuh perasaan. Hatinya berdegup kencang. Gak bisa membayangkan apa yang akan terjadi keesokan harinya.


Luna merasa kalau Damar sedang gelisah. Seharusnya dia senang sudah melewati satu tahap perjalanan cinta mereka yang cukup panjang.


"Ada apa sih, Damar? Kamu ini kayak orang lagi mau ujian aja!" tegur Luna dengan sikap Damar yang sedikit aneh.


"Begitu, ya. Soalnya kamu kan besok mau ikut mamah ke Singapura. Aku bakalan kangen berat lebih dari sekarang!" jawab Damar meski bukanlah alasan sebenarnya.


"Makanya selesaikan pekerjaan kamu secepatnya. Setelah semua selesai kita harus mengurus berkas peenikahan kita. Aku gak mau lama-lama. Kamu kan selalu tebar pesona. Awas aja kalau macem-macem kalau gak ada aku!"


Lagi-lagi Luna mengancam Damar.


"Emangnya aku mau ngapain? Semua orang kan tahu kita sudah tunangan. Bahkan disiarkan langsung di acara televisi!"


"Siaran langsung? Kenapa aku baru tahu?" Luna melepaskan pelukan Damar dan menatapnya lekat.


"Gak kok, aku cuman bercanda aja. Kalau foto-foto sih ada. Aku memang mengundang beberapa wartawan. Mereka mendesak untuk mengikuti acara pertunangan kita!"


"Hadeh! Bagaimana wajahku? Apa aku kelihatan cantik?"


Luna mulai heboh dah! Itulah sebabnya Damar gak bilang soal wartawan. Pasti Luna tambah gugup.


"Kamu sangat cantik, kok. Bahkan menantu ratu inggris juga kalah!" gombal Damar.


"Hhmmm, iyalah. Perempuan cantik yang pegang ban hitam taekwondo kan cuman aku. Liat aja kalau macam-macam, aku kasih ini. Ciaaat!"


Luna langsung mengangkat kakinya tinggi-tinggi dalam posisi menendang. Hadeh, Lunaaa! Masa sih puteri kerajaan kayak gitu? Pangerannya bisa ilfil loooh!!!


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2