TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
LUKA TANPA SAYATAN #2


__ADS_3

Luna sudah memutuskan untuk membuka sebuah butik kecil. Meskipun perusahaannya gak bisa bangkit lagi namun semangatnya selalu membara.


"Apa kamu yakin mau memulai usahamu di tempat sekecil ini?" tanya Damar yang memerhatikan setiap sudut ruangan itu yang gak lebih besar dari kamar tidurnya.


"Memangnya kenapa? Dulu aku memulai usaha juga di tempat sekecil ini. Aku yakin gak sampai setahun usahaku akan bangkit lagi!" sahut Luna yakin.


"Aku bisa membantumu mendapatkan ruangan yang lebih besar bahkan langsung menjadi perusahaan. Aku akan mempercepat pembangunan hotel di luar kota!" Damar gak tega juga melihat hanya ada beberapa mesin jahit dan perlengkapan lainnya.


"Gak usah! Aku mau fokus disini aja dulu. Lagipula aku kan sudah punya orderan dari seorang Ceo!" celetuk Luna.


Damar terbelalak. Siapa Ceo itu?!


"Siapa dia? Apa aku kenal? Aakh! Jangan-jangan dia itu cuma mau deket sama kamu!" cerocos Damar.


Luna gak bisa menahan tawa melihat ekspresi Damar.


"Sebenarnya, dia itu sedikit mesum. Maunya minta disun di sini terus!" jawab Luna sambil memonyongkan mulutnya.


"Luna! Siapa orang kurang ajar itu?!" Damar gak bisa menahan emosinya lagi.


Luna memperlihatkan jari telunjuknya dan mengarah ke luar ruangan kemudian berputar dan berakhir di muka Damar.


"Siapa? Aku? Emang aku orang mesum itu?!"


Luna mengangguk sambil membelakangi Damar. Dia gak sanggup melihat wajah Damar yang semerah cabe.


Tiba-tiba, Damar memeluk Luna dari belakang. Hampir aja Luna mengeluarkan jurus tekwondonya dan melemparkannya. Tapi, Damar sudah memeluknya sangat erat.


"Makanya cepatlah menikah denganku! Aku hampir gak bisa nahan kepingin ...."


Kali ini Luna yang kepanasan. Damar mulai kambuh penyakit mesumnya.


"Heei, kalian ngapain? Kamu itu belum menikah tahu!"


Luna dan Damar dikejutkan dengan suara lengkingan. Ternyata Prilly yang datang. Damar pun segera melepaskan pelukannya dengan wajah memerah. Apalagi Luna yang gak bisa menahan rasa malunya.

__ADS_1


"Iya tuh, Pril. Otak mesumnya kambuh!"


"Eeeh! Kamu juga yang ngundang!" balas Damar.


Keduanya malah jadi tom and Jerry lagi padahal tadi mesra-mesraan


"Sudah-sudah! Jadi, dimana ruang kerjaku. Aku mau merancang gaun pengantin yang spektakuler!" ujar Prilly sambil meletakkan sebuah buku rancangannya.


"Gaun buat siapa, Pril?"


"Hadeeeh! Buat kamulah, say. Juga dengan Ceo ganteng ini!" jawab Prilly yang masih sempat memuji Damar.


"Oh, iya. Aku lupa!"


"Kamu itu sih, say. Belum tua aja sudah pikun. Kamu yakin mau menikahi perempuan ini, say?"


Damar mesem-mesem mendengar ucapan Prilly.


"Iya, aku juga bingung. Kenapa sih perempuan itu sangat menggemaskan!" sahut Damar yang malah memuji Luna.


"Iikh! Kamu itu sama aja. Pokoknya pernikahan kalian harus spektakuler seantero jagat dunia nyata dan dunia maya!" ucap Prilly lagi dengan penuh semangat. Dia gak terpengaruh dengan keadaan ruang kerjanya yang sangat kecil.


"Ada apa sih, rame-rame? Mending makanlah kue aku ini mumpung lagi promo!" Sarah juga datang dengan membawa cake buatannya. Dia juga mencari sampingan dengan menjual kue-kue buatannya.


"Asyiiik. Pasti enak kuenya. Nanti buatkan kue pengantin juga ya, ka!" ujar Luna yang langsung memakan kue yang dibawa Sarah tanpa malu-malu.


"Aku mau!" ucap Damar yang minta disuapi Luna.


Luna pun menurutinya. Kali ini hatinya sangat senang karena dikelilingi orang-orang yang sangat dicintai.


Di seberang jalan, seorang perempuan berkaca mata hitam mengamati Luna dari dalam mobil. Dia adalah Yuki. Begitu mengetahui alamat tempat usaha baru Luna, dia pun langsung melihatnya.


Hanya saja, Yuki gak menyangka kalau Luna memulai usahanya dari awal. Apakah dia menolak tawaran papahnya untuk menjadi direktur? Baguslah kalau begitu! Memang Yuki yang lebih berhak mendapatkan posisi itu.


*****

__ADS_1


Dayat merasakan hatinya sangat hampa. Damar sudah menemukan pasangannya dan Rani menemukan sebuah keluarga. Tinggal dirinya yang selalu sendirian dan kesepian. Sepertinya sudah waktunya untuk pergi.


"Setelah Tuan Damar menikah, saya mau kembali ke kampung, nyonya!" ungkap Dayat ketika berdua dengan Nyonya Kamaratih.


"Pulang kampung? Ada apa disana? Kamu sudah gak ada keluarga di tempat itu! Keluargamu ada disini, Dayat!" Nyonya Kamaratih sangat terkejut dengan keputusan Dayat.


"Saya akan membangun keluarga sendiri, nyonya. Saya akan bertani seperti ayah dulu!"


"Jika kamu kesana, kamu gak akan punya apa-apa. Begitu juga dengan keluargamu nanti. Apa kamu gak memikirkan perasaan mereka?"


Dayat mendongak, "saya akan memilih wanita yang juga mau menjadi petani, nyonya. Bukan wanita yang mempunyai ambisi dengan kekayaan!" sahut Dayat yang sedikit menyindir ibunya.


Nyonya Kamaratih terdiam. Dulu memang dia kabur dari tempat yang membuatnya sesak napas. Meninggalkan suami yang gak punya impian dan anak yang tanpa masa depan. Kini, dia mempunyai segalanya namun tetap saja ada yang kurang.


Jika waktunya tiba, Nyonya Kamaratih akan memberitahukan Damar siapa Dayat. Semoga aja, Dayat gak akan meninggalkannya.


*****


"Kurang ajar! Kita kalah tender lagi! Mengapa Ceo Grup Santika itu memberikannya kepada perusahaan lain?!" ucap seorang laki-laki bertubuh tambun sambil menggebrak meja. Barang-barang di atasnya pun berhamburan jatuh ke bawah.


"Iya, tuan. Mereka memilih perusahaan baru dan tidak terkenal. Perusahaan itu memberikan harga lebih murah dari perushaan kita!" sahut laki-laki muda yang sepertinya bawahan laki-laki tambun itu.


"Aku akan membuat perhitungan dengan Ceo itu!" ujar laki-laki tambun itu geram.


"Tapi bagaimana, tuan. Perusahaannya sangat besar dan kuat. Perusahaan lain sangat menghormati Ceo itu meskipun masih muda. Apalagi sebentar lagi, dia baru akan menikah!"


"Baru akan menikah? Semuda itu?"


"Iya, tuan. Perusahaan itu diwarisi dari papahnya yang sudah meninggal. Tapi, ada rumor kalau dia akan menikahi perempuan mantan narapidana. Tuduhannya adalah pembunuhan berencana! Anehnya, ada seseorang yang sudah menjaminnya sehingga bisa lolos dari tuduhan!" ungkap laki-laki muda itu.


"Mantan narapidana? Selidiki perempuan itu. Sepertinya dia adalah kelemahan Ceo muda itu!"


"Baik, tuan!"


Laki-laki bertubuh tambun itu memang mengajukan perusahaannya untuk tender pembangunan hotel Santika di luar kota. Namun, proposalnya kalah dari perusahaan kecil yang gak terkenal.

__ADS_1


Walau bagaimanapun caranya, dia harus mendapatkan tender itu. Dia sudah lelah karena kalah terus. Sepertinya Ceo muda itu harus diberikan pelajaran!


❤❤❤❤❤


__ADS_2