TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
KISAH YANG GAK AKAN TERULANG LAGI #3


__ADS_3

Nyonya Arana tertegun mendengar perkataan Tuan Kenta bahwa Jion adalah puteranya. Kemudian dia berniat menikahkan Jion dengan Yuki. Jika memang begitu, Nyonya Arana akan menentangnya sekuat tenaga.


"Tidak! Mereka gak boleh menikah!" cetus Nyonya Arana tanpa keraguan sedikitpun.


"Kenapa mereka gak bisa menikah? Bukankah mereka sangat dekat? Apa kita saja yang akan menikah?"


Nyonya Arana kembali kebingungan mencari alasan. Kepalanya sangat pusing dan pandangannya menjadi buram. Pertanyaan Tuan Kenta juga gak mungkin dia jawab. Kisah mereka sudah lama usai. Nyonya Arana akan memegang rahasia itu sampai mati.Tiba-tiba, tubuh Nyonya Arana terhuyung. Sedetik kemudian dia pun gak sadarkan diri.


Tuan Kenta sangat terkejut dan menjadi panik. Dia gak menyangka Nyonya Arana sampai pingsan.


"Arana! Arana! Cepat panggil dokter!" panggil Tuan Kenta sambil menepuk-nepuk pipi Nyonya Arana. Namun, dia gak bangun juga dan hanya terbaring diatas kursi.


Tuan Kenta sangat khawatir melihat Nyonya Arana terkulai lemas. Dia pun membawanya ke atas tempat tidur di kamarnya.


*****


Sementara itu, Yuki semakin gelisah karena hape mamahnya gak bisa dihubungi juga. Tiba-tiba, hapenya bunyi. Ternyata mamahnya yang menghubungi.


"Hallo, mah. Sekarang mamah dimana?" tanyanya penuh kecemasan.


"Hallo, Nona Yuki. Saya adalah asisten Tuan Kenta. Ibu nona ada di rumah Tuan Kenta dalam keadaan gak sadarkan diri!" terang Denny.


"Mamahku di rumah Tuan Kenta? Siapa dia?" tanya Yuki heran. Selama ini mamahnya gak pernah cerita soal Tuan kenta.


"Tuan Kenta adalah ayah dari Tuan Jion. Hubungi saja Tuan Jion dan segera kesini!" jelas Denny lagi.


Jion? Kenapa mamahnya ada di rumah Jion? Yuki pun segera menelpon Jion.


"Ada apa?" tanya Jion yang sedang rapat soal syuting filmnya besok.


"Ma-mamahku ada di rumahmu! Cepat antarkan aku ke sana. Katanya mamahku gak sadarkan diri!" jelas Yuki dengan suara gemetar.


"Mamahmu di rumahku? Mengapa ada di sana? Ya sudah! Aku akan menjemputmu sekarang juga!"


"Ada apa, Jion?" tanya Frans yang melihat Jion sangat cemas.

__ADS_1


"Aku harus pergi, bang. Ada masalah penting!" Jion segera beranjak pergi tanpa menunggu jawaban Frans yang masih kebingungan.


Jion sendiri mempunyai banyak pertanyaan. Dari mana Mama Yuki mengenal papahnya? Apa mereka sudah mengenal sejak lama? Jion harus mendapatkan jawaban secepatnya.


*****


Setelah selesai mencoba gaunnya, Luna berniat mau pulang bersama Damar. Namun niatnya berubah ketika ada mobil berhenti di depan butiknya.


"Dokter Ken? Akhirnya kamu datang juga!" ujar Damar yang langsung menyambut kawan lamanya itu dengan wajah cerah.


Di samping Ken juga ada seorang perempuan yang eksentrik dengan rambut keriting kemerahan tergerai hampir menutupi wajahnya yang mungil.


Luna memerhatikan gadis itu. Sepertinya, dia pernah melihatnya.


"Dia kan Ara! Host dari acara Penyintas di tv," bisik Sarah.


"Oh, iya. Aku baru ingat!" ucap Luna yang baru mengenali gadis itu.


"Hai, Tuan Damar. Aku bersama calon istriku. Namanya Ara! Kalian pasti kenal!" ujar Ken yang mengenalkan Ara sebagai calon istrinya.


"Tentu saja kami kenal, dokter. Selamat datang, Nona Ara. Kami senang bisa berjumpa nona disini!" Luna segera menghampiri Nona Ara. Dia juga tersenyum ramah begitu melihatnya.


"Hai! Gue, Ara. Eeeh maksudku salam kenal!" sahut Nona Ara dengan gayanya yang energik. Luna sampai terkejut melihatnya.


Ken malah tertawa melihat calon istrinya bersikap seperti itu. Itulah yang membuatnya semakin mencintainya.


"Seperti kataku kemarin, kami mau membuat gaun untuk acara pernikahan nanti! Apa seminggu lagi bisa selesai?"


"Seminggu? Kenapa cepat sekali? Tapi tenang aja, saaay. Jemariku siap lembur kok!" celetuk Prilly yang baru muncul.


"Kamu? Apa kamu punya saudara kembar? Namanya Jeni, dia adalah penata rias di studio!" tanya Ara yang melihat Prilly dengan penuh keheranan.


"Jeni? Apa kamu kenal dia juga? Sebenarnya kami bersaudara tapi lain ibu dan lain bapak!" jawab Prilly lugas. Dia memang mengenal Jeni.


"Maksud kamu apa sih, Pril. Masa sih saudara, tapi beda ibu dan bapak!" tegur Luna.

__ADS_1


Prilly tertawa geli, "memang seperti itulah, Say. Kami ini satu guru di sekolah kecantikan. Kan masih saudara juga!" jawab Prilly disela tawanya.


Hadeh, Prillly! Bikin orang kebingungan aja deeeh!


"Itulah yang membuat kami bingung. Pernikahan kami memang dadakan. Ara harus menaati kontrak yang sudah dibuatnya dengan stasiun tv. Mereka hanya memberi waktu minggu depan saja!"


"Aaiiih! Kalian tenang aja, sayang. Aku adalah peri yang akan memberimu gaun indah dalam satu malam. Ayo, saay. Ikut denganku!" Prilly langsung menggandeng tangan Ara dan mengajak ke meja kerjanya.


Luna sangat senang, butik kecilnya mendapatkan pelanggan pertama. Berharap kisah sedihnya gak akan terulang lagi dan akan lebih baik ke depannya.


*****


Jion sudah berada di dalam mobil bersama Yuki dalam perjalanan menuju ke rumahnya. Keduanya sama cemas sekaligus bingung. Padahal Papah Jion dan Mamah Yuki gak pernah bertemu. Tapi mengapa sekarang Mamah Yuki ada di rumah Papah Jion.


Gak lama kemudian, mobil yang dibawa Jion memasuki halaman dengan rumah yang cukup megah. Yuki gak percaya kalau itu adalah rumah Jion.


"Apa benar ini rumah kamu, Jion?" tanya Yuki menyakinkan hatinya.


"Bukan! Ini rumah Tuan Kenta," jawab Jion yang gak pernah merasa kalau rumah itu adalah rumahnya.


"Jangan bercanda, Jion. Kata orang yang menghubungiku, kamu adalah anaknya Tuan Kenta!"


Jion terdiam dan serius memarkirkan mobilnya.


"Aku sudah lama tidak tinggal di rumah ini. Kamu lihat aja sendiri apakah Tuan Kenta benar papahku!"


Yuki semakin bingung dengan perkataan Jion. Sepertinya Jion tidak ingin bersama keluarganya. Sementara Yuki malah mengemis kasih sayang papahnya. Aneh! Mengapa kisah mereka hampir sama?


Beberapa orang laki-laki muncul dan menyambut mereka.


"Selamat datang, Tuan Jion. Nona Yuki, silakan masuk!" ujar Denny.


Yuki diam saja dan mengikuti Denny. Tapi dia masih mencemaskan keadaan mamahnya. Jion sendiri juga gak mengatakan apapun. Dia selalu enggan memasuki rumah dengan banyak kenangan buruk itu.


Yuki tertegun begitu sampai di sebuah kamar tidur yang cukup luas dan mewah. Mamahnya terbaring gak sadarkan diri di atas tempat tidur. Di sampingnya ada seorang laki-laki yang gak begitu tua. Dia menatap mamahnya dengan penuh kecemasan. Siapakah laki-laki itu???

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2