
Tuan Kenta menatap foto pernikahannya dengan Sandra, mamahnya Jion. Dia sangat ingat pernikahan itu terjadi padahal dia belum sebulan mengenalnya.
"Nikahi puteriku! Aku akan memberikan perusahaanku padamu!" ucap Papah Sandra sebulan sebelum pernikahan.
Saat itu, Tuan Kenta baru saja memulai usahanya namun gak ada peningkatan. Suami sandra meninggal dalam kecelakaan sedangkan dia dalam keadaan hamil.
Tuan Kenta sangat bingung. Dia sama sekali gak mengenal Sandra dan mendadak menjadi istrinya. Namun, penawaran papah Sandra sangat menggiurkan. Tuan Kenta gak sanggup membangun perusahaannya yang selalu kalah saing dengan perusahaan besar.
Akhirnya pernikahan itupun terjadi. Tuan Kenta harus menjalani pernikahan palsu itu hingga istrinya melahirkan. Namun, sejak saat itu, Sandra sering sakit-sakitan. Tuan Kenta gak tega untuk menceraikannya. Waktu pun berlalu dengan cepat, sampai akhirnya istrinya meninggal dunia.
Saat itu, Jion baru saja lulus SMA. Tuan Kenta menyuruhnya belajar ke luar negeri. Dia juga gak punya penerus. Entah kenapa dia gak berniat menikah lagi meski banyak wanita di dekatnya. Mereka hanya sekedar hiasan dan pemuas nafsu. Tidak ada satupun yang bisa mengambil hatinya. Kenyataannya, hati Tuan Kenta sudah lama mati.
"Bagaimana kabar gadis itu?" tanya Tuan Kenta ketika Denny masuk ke ruang kerjanya.
"Ada kabar kalau gadis itu menolak jabatan yang diberikan Tuan Arya, tuan. Padahal posisi itu sangat menguntungkan. Tapi, posisi itu belum diganti orang lain sampai sekarang," jawab Denny yang mendengar berita itu dari orang dalam perusahaan Bintang Grup.
"Jadi gadis itu menolaknya. Sebenarnya apa yang diinginkannya? Bukankah jalan itu diharapkan semua orang?"
"Ada pewaris lain, tuan. Namanya Nona Yuki. Dia juga dekat dengan Tuan Jion!"
Tuan Kenta mendongak. Dia baru tahu sifat Jion sebenarnya. Dia pun tertawa.
"Ternyata di sekitar anak itu banyak perempuan dengan power yang sangat besar. Baiklah! Salah satu dari mereka sudah cukup! Katakan kepada Jion agar bisa menikah dalam waktu dekat!"
Denny terdiam. Sepertinya dia memikirkan sesuatu.
"Nona Luna sebentar lagi akan bertunangan, tuan. Sepertinya, tuan Jion gak punya kesempatan lagi!"
Tuan Kenta terdiam sebentar kemudian manggut-manggut.
"Baiklah! Selidiki pewaris Tuan Arya. Siapa namanya, Yuki?"
"Iya, tuan!" jawab Denny singkat.
Tuan Kenta membalikan badannya dan menatap ke luar jendela. Dia teringat sesuatu yang hampir terlupakan.
"Kalau kita menikah dan punya anak perempuan, akan aku beri nama Yuki!" ungkap seorang perempuan yang selalu ada di hati Tuan Kenta.
"Kenapa harus Yuki?" tanya Tuan Kenta saat itu.
__ADS_1
"Karena aku mau hari-hari kita selalu dipenuhi dengan kebahagiaan!" jawab perempuan cantik itu.
Mungkin, jika mereka masih bersama dan punya anak pasti akan dinamakan Yuki. Namun, takdir berkata lain. Perempuan itu menghilang entah kemana. Jika ada kesempatan, Tuan Kenta ingin bertemu lagi dengannya. Kembali menguntai harapan dan menua bersama.
*****
Pagi-pagi, Luna sudah mengajak Prilly ke taman belakang. Otomatis, Prilly beneran menjadi tuan puteri kerajaan antah berantah.
"Hadeeeh! Kalau begini aku fix gak mau pulang deh, saay. Aku seperti berada di dalam istana!" ungkap Prilly yang langsung berlari ke taman sambil berputar-putar seperti seorang puteri kerajaan.
Luna hanya tertawa kecil melihat kelakuan Prilly bak seorang puteri.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri, sayang?"
Luna tersentak kaget. Tiba-tiba, Damar muncul sambil memeluknya dari belakang. Sebenarnya, dia mau marah namun mencium aroma harum tubuh Damar membuatnya melayang ke khayangan.
"Damaaar! Nanti dilihat mamahmu," bisik Luna seraya melepaskan diri dari pelukan Damar.
"Gak, kok. Mamah masih dikamarnya!" sahut Damar. Napasnya menempel di lehet Luna membuatnya merinding.
"Tetap aja gak enak ada Prilly!" Dengan sekali gerakan, Luna berhasil melepaskan diri dari pelukan Damar. Luna benar-benar ahli kungfu!
Namun, Luna malah salting melihat Damar sangat tampan dan rapih. Dia baru sekali melihat Damar pagi-pagi. Hhmmm, kalau sudah menikah pasti Luna akan menempel kayak perangko.
"Kenapa juga ke kantor serapi itu? Paling cuma ketemu tumpukan kertas!" celetuk Luna yang sedikit cemburu. Pasti pegawai Damar juga mengagumi ketampannya.
"Meski tumpukan kertas juga harus tampan dong! Mereka pasti juga jatuh cinta padaku!" sahut Damar yang memuji dirinya sendiri.
"Ya, sudah pergilah! Aku akan langsung ke kantor bersama Prilly!" usir Luna.
"Aku akan antar kalian dulu sebelum ke kantor. Biar Mang dayat yang ke kantor duluan!"
Luna terdiam. Sebenarnya dia sangat kepo dengan kehadiran Mang Dayat yang sangat dipercaya Damar dan mamahnya.
"Hhmmm, apa aku boleh nanya soal Mang Dayat? Sebenarnya siapa dia?" tanya Luna pelan. Dia takut di dengar mamahnya Damar.
Damar terdiam. Sepertinya Luna harus tahu siapa Dayat sebenarnya karena mereka sebentar lagi akan menjadi keluarga.
"Dia adalah kakakku!"
__ADS_1
Luna tertegun. Ternyata kecurigaannya selama ini benar.
"Benarkah? Tapi, kenapa Mang Dayat seperti seorang asisten?"
"Makanya, aku akan menempatkannya di tempat yang sesuai. Tapi, jangan katakan apapun dulu! Aku belum memastikannya langsung!"
Luna mengangguk. Dia gak akan ikut campur dengan urusan keluarga Damar. Setelah sekian lama Mang Dayat hanya menjadi seorang asisten Nyonya Kamaratih bahkan sopir Damar. Sudah waktunya berada di tempat yang sesuai.
*****
Jion masih memikirkan perkataan papahnya. Dia harus menikah dengan Luna. Meskipun itu yang diinginkannya namun gak akan pernah terwujud. Jion sendiri yang sudah menghancurkannya.
"Yuki?"
Jion sangat terkejut nelihat Yuki muncul di kantor agennya.
"Iya, ini aku. Kenapa wajahmu seperti itu? Emangnya aku setan?" celetuk Yuki dengan wajah cerah. Setelah bertemu puterinya membuat harinya lebih ceria.
"Apa maumu?" tanya Jion yang masih kurang suka dengan perlakuan Yuki kepada Luna.
"Tolong antarkan aku ke tempat Luna!" jawab Yuki tanpa keraguan.
"Ke tempat Luna? Apa lagi maumu?" tanya Jion curiga.
Yuki tersenyum, "aku mau minta maaf padanya!"
Jion tertegun, "minta maaf? Apa kamu gak salah ngomong?"
Yuki tertawa. Hatinya sekarang sudah lebih tenang dan siap menerima segala hukuman.
"Aku siap menerima hukuman. Selama ini aku selalu membencinya karena sesuatu. Sekarang aku tahu sesuatu itu malah tertuju padaku. Aku mau minta maaf atas semua perbuatanku padanya selama ini!" jelas Yuki dengan penuh ketenangan.
Jion yang masih bengong. Apa dia sedang bermimpi? Setahunya Yuki selalu membenci Luna dari dulu!
"Apa kamu sakit? Pasti kamu mau ngeprank aku kan?!"
Yuki tertawa lebar. Ekspresi Jion sangat lucu.
"Aku gak bercanda, Jion. Aku sudah tahu siapa diriku dan siapa Luna. Aku akan mengakui semua kesalahanku padanya!"
__ADS_1
Ya! Yuki sudah menyadari kesalahannya. Dia hanya ingin hidup tenang. Semuanya dimulai dari Luna!
❤❤❤❤❤