TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
MENGURAI BENANG KUSUT #3


__ADS_3

Luna sudah sampai di restoran Hotel Santika. Semua karyawan memerhatikannya karena bersama Damar. Sebagian hanya menunduk sebagian lagi menatap penuh selidik.


Luna jadi sedikit gugup namun Damar selalu menyemangatinya. Apalagi karena akan bertemu dengan Tuan Arya yang sudah lama gak bertemu.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Tuan Arya datang juga.


"Apa kabar, tuan? Terima kasih karena tuan mau menemui saya!" ungkap Luna begitu Tuan Arya muncul.


Tuan Arya tersenyum dan langsung duduk, "sudah lama juga aku mau bertemu denganmu. Hanya saja, aku sibuk mengurus perusahaan yang di luar negeri. Jadi, siapa laki-laki tampan di sampingmu?" Tuan Arya langsung gagal fokus setelah melihat Damar.


"Saya calon ...."


"Ini adalah Tuan Damar, Ceo grup Santika, tuan!" Luna langsung memotong perkataan Damar. Luna tahu apa yang akan dikatakannya.


Damar mengerti maksud Luna. Padahal dia ingin mengatakan soal pernikahan mereka.


"Iya, tuan! Saya Damar. Saya kawan dari Nona Luna!" Akhirnya Damar mengikuti perkataan Luna.


"Kawan, ya? Kawan dekat apa kawan biasa aja?" tanya Tuan Arya lagi. Sepertinya dia sudah tahu hubungan Luna dengan Damar.


Luna dan Damar saling pandang.


"Kawan dekat, tuan!" ucap Damar.


Sementara Luna malah bicara lain.


"Kawan biasa aja, tuan!"


Tuan Arya tertawa lebar melihat kecanggungan keduanya.


"Iya, iya. Sama-sama kawan, ya. Jadi, apa urusanmu di kantor polisi sudah beres, Luna?"


"Belum clear bener, tuan. Saya ucapkan banyak terima kasih dengan bantuan tuan saya bisa keluar!"


Tuan Arya manggut-manggut. Sepertinya dia memikirkan sesuatu.


"Sebenarnya, apa yang aku lakukan harus ada imbalannya. Itulah dunia bisnis. Jangan percaya orang meski dia orang yang kamu kenal!"


Luna tertegun mendengar ucapan Tuan Arya, apalagi Damar. Duh! Apa dia mau menikahi Luna?

__ADS_1


"Apa yang bisa saya lakukan, tuan. Saya sudah gak punya apa-apa. Perusahaan saya juga sudah bangkrut. Belum lagi masih ada sisa hutang di bank karena ulah penipu!" jelas Luna.


Damar semakin tegang. Jika Luna bicara seperti itu, bisa jadi Lunalah imbalan yang harus diberikan kepada Tuan Arya.


"Aku mau kamu sebagai imbalan untukku!"


Deg! Bener kan perkiraan Damar. Tapi, dia pasti akan menperjuangkan Luna sampai darah penghabisan!


"Saya, tuan?" tanya Luna yang juga mulai gelisah.


Tiba-tiba, Tuan Arya kembali tertawa.


"Aku gak kuat melihat ekspresi kalian. Tapi, benar aku menginginkanmu. Karena Sony masih harus mendapatkan perawatan yang cukup lama. Posisinya di perusahaan jadi kosong. Aku mau kamu yang menggantikannya!"


Luna semakin tercengang. Apa Tuan Arya gak salah ngomong? Apa Luna yang salah dengar.


Damar akhirnya tenang. Dia sudah bisa mengikuti alur pemikiran Tuan Arya.


"Kenapa saya, tuan. Kan masih ada Yuki? Perusahaannya sangat bagus berarti dia bisa jadi pemimpin yang baik. Sementara perusahaan saya sudah bangkrut," sanggah Luna.


"Aku menilai kalian dengan caraku sendiri. Aku hanya mau kamu yang memegang perusahaanku. Kalau Yuki, biar dia menangani perusahaannya saja!"


"Baiklah, tuan! Saya sangat setuju. Tapi, bagaimana kalau itu dikerjakan setelah kami menikah!" Damar gak mau kecolongan lagi. Luna pasti gak bisa menolak kemauan Tuan Arya.


"Menikah? Tadi kalian bilang hanya kawan aja! Bagaimana Luna? Apa benar kalian mau menikah?" Tuan Arya terkejut mendengarkan ucapan Damar.


Luna gak bisa menyalahkan Damar. Dia sudah lama menunda pernikahan mereka.


"I-iya, tuan. Kami memang akan menikah tapi belum tahu tanggalnya. Mungkin akhir bulan ini," jawab Luna jujur. Entah apa yang akan dipikirkan Tuan Arya.


"Baguslah! Ceo grup Santika dengan Direktur grup Bintang akan bersatu dalam pernikahan. Itu adalah berita yang paling menggemparkan dunia!"


Ternyata, Tuan Arya malah mendukung pernikahan Luna dan Damar. Tapi, Luna tetap akan diangkat sebagai direktur sebelum pernikahan mereka.


*****


Wanda kembali bekerja sebagai senior resepsionis seperti gak terjadi apa-apa. Dia sudah lega karena Sony pasti sudah pindah ke alam baka.


Tiba-tiba, beberapa polisi muncul. Wanda mengira kalau mereka hanya memeriksa lokasi kejadian. Tapi dia sudah menghapus Cctv yang ada di depan kamar Sony.

__ADS_1


"Apakah anda bernama Wanda?" tanya seorang polisi.


"Iya, benar. Apa yang bisa saya bantu?" tanya Wanda yang masih tenang.


"Baiklah, ikutlah dengan kami! Nona Wanda kami tangkap karena pembunuhan berencana kepada Tuan Sony!"


Wanda sangat terkejut mendengar ucapan polisi itu.


Dua orang reseprionis juga sangat terkejut dan segera menghubungi managernya.


"Sa-saya gak melakukan apa-apa, pak. Kalian sudah salah tangkap. Lagipula Tuan Sony sudah mati. Mana mungkin mengatakan kalau saya sudah membunuhnya!" Wanda mulai panik. Dia gak menyangka akan seperti itu.


"Ada apa ini?" seorang laki-laki berpakaian rapi muncul. Dia adalah manager hotel.


"Kami harus menangkap Nona Wanda karena percobaan pembunuhan! Tuan Sony sendiri yang mengajukan laporan!"


"Tuan Sony? Bukankah dia sudah mati?" tanya Wanda memastikan. Dia sendiri yang sudah memberikan suntikan cairan beracun di selang infus Sony.


"Keadaan Tuan Sony baik-baik saja. Dia memberikan rekaman video yang memperlihatkan kalau nona hampir membunuhnya ketika di rumah sakit. Juga tentang penyerangan di sini. Nona juga yang sudah menusuknya dengan pisau!" jelas polisi itu.


Wanda menjadi lemas setelah mendengarkan penjelasan polisi itu. Ternyata, Sony sudah menjebaknya!


Ya! Kondisi Sony memang baik-baik saja. Di saat terakhir, dia bisa mencabut selang infus di tangannya sehingga cairan beracun itu tidak sampai ke tubuhnya.


Sebelumnya, dia juga menyalakan hapenya ketika mengetahui ada orang yang datang. Dia gak mengira kalau Wanda hampir membunuhnya untuk yang kedua kali.


Akhirnya, Sony gak akan menempatkan Luna seperti dulu. Dia juga sangat bersalah karena masih berambisi untuk mendapatkannya. Kini, hatinya sudah tenang dan berjanji akan menjalani hidup baik-baik.


"Maafkan aku, Yulia. Aku janji mulai saat ini akan menjadi suami dan ayah yang baik!" ungkap Sony ketika Yulia datang menjenguknya.


Yulia hanya bisa menangis. Dia juga merasa bersalah karena hampir membuat Luna di penjara.


"Aku juga minta maaf belum bisa menjadi istri yang baik, pah. Aku juga akan meralat perkataanku soal Luna. Dia gak pantas dipersalahkan dari kejadian ini!"


Merekapun berpelukan dan saling memaafkan. Setelah semuanya selesai, mereka berencana akan liburan ke luar negeri agar menjadi lebih dekat.


Sebelumnya, Tuan Arya sudah mengatakan kepada Sony dan Nyonya Arana bahwa akan mengangkat Luna sebagai pengganti posisi Sony. Hanya Yuki yang belum mengetahuinya. Entah apa yang akan Yuki lakukan bila tahu soal itu.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2