TERJEBAK CINTA CEO MUDA

TERJEBAK CINTA CEO MUDA
SELALU ADA HARAPAN #1


__ADS_3

"Hallo, Ken. Apa kabarmu?" sapa Damar ketika bertemu dengan kawan lamanya, Ken.


"Damar? Apa benar ini kamu?" Laki-laki berjas putih itu sangat terkejut melihat Damar.


"Tentu aja ini aku Damar. Sepertinya, kamu tambah ganteng aja setelah jadi dokter. Hadeh! Aku kalah deeh!"


Dulu, Damar dan Ken memang sama-sama idola di sekolahnya. Mereka sama-sama pintar dan tampan.


"Gak juga kok. Kamu kan selalu nomor satu. Apa kamu sudah menikah?" tanya Ken ketika teringat kalau Damar pernah dekat dengan seorang gadis.


"Aku belum menikah. Tapi sedang persiapan pertunangan! Kamu bagaimana?" tanya Damar balik.


"Aku mau menikah bulan depan. Oh iya, kamu pasti akan menikah sama Anna, kan?"


Damar terdiam. Ken gak tahu kalau Anna sudah meninggal. Itulah sebabnya dulu Damar memilih ke luar negeri agar bisa melupakannya.


"Anna sudah meninggal, Ken. Kamu kan tahu kalau dulu Anna sempat menghilang. Ternyata Anna sakit dan akhirnya meninggal dunia!" jelas Damar lirih. Tetap saja dia merasakan kesedihan dengan kepergian Anna.


"Astaga, Damar! Kenapa kamu gak ngasih tahu aku?"


"Waktu itu aku terlalu sedih dan menyalahkan diriku karena terlambat tahu. Kamu tahu bagaimana ibuku!"


"Damaaar!" panggil Luna yang baru selesai di rongsen.


"Siapa dia, Damar? Sepertinya aku pernah melihat dia?" Ken memerhatikan Luna dengan lebih jelas.


"Dia adalah pacarku! Haii, kemarilah, sayang! Apa sudah selesai rongsennya?" tanya Damar yang langsung menggandeng Luna.


"Sudah beres, kok. Apa dia adalah teman kamu?" tanya Luna begitu melihat Damar mengobrol dengan seorang laki-laki berjas putih.


"Iya, ini adalah dokter Ken. Ini adalah Luna, pacarku!"


Damar mengenalkan Luna kepada Ken. Namun, Ken malah bengong. Dia baru tersadar kalau Luna sangat mirip dengan Anna.


"Hai, aku Ken. Teman lamanya Damar! Apa yang terjadi padamu?"


"Hai juga dokter. Aku Luna! Gak apa-apa, kok. Hanya terpeleset aja!" jawab Luna. Seperti biasa dia gak mau membuat orang lain risau.


Ken hanya menyimpan pemikirannya saja. Dia melihat Damar sangat bahagia bersama Luna. Apapun masalalu seseorang gak akan membuat kebahagiaan akan sirna.


"Oh, iya. Luna membuka butik baju pengantin. Kalau mau kamu bisa memesan padanya!" celetuk Damar.


Luna langsung melotot. Dia jadi gak enak dengan omongan Damar.


"Damar! Kita kan baru bertemu!"


"Benarkah? Kalau begitu aku dan tunanganku akan mampir ke tempat kamu! Boleh kan?" Ken malah senang mendengar perkataan Damar.


"I-iya, dok. Boleh, kok!" sahut Luna dengan senyuman.

__ADS_1


Damar sangat senang bertemu Ken lagi. Luna.juga langsung akrab dengannya. Dia merasa kembali ke masa SMA. Hanya saja, dia gak akan meninggalkan Luna. Dia adalah masa depannya.


Luna mampir dulu ke butiknya untuk menjemput Prilly. Hari ini Mamah Damar mau bertemu Prilly dan membicarakan soal pakaian yang akan dikenakan nanti.


"Aduh, saaay. Ekyeee sampai ketiduran, kalian kemana aja sih?!" sambut Prilly dengan omelan.


"Tadi Luna di rongsen juga jadi agak lama. Maaf ya, bro! Luna gak turun dan menunggu di mobil," sahut Damar yang menjawab dengan candaan juga.


"Aduuuh! Bro, bro. Aku dah cantiq gini juga!" gerutu Prilly sambil berjalan menghampiri Luna di mobil.


Damar geleng-geleng kepala melihat tingkah Prilly.


"Gimana keadaan Luna?" tanya Sarah yang sengaja menemani Prilly. Para karyawan sudah pulang semua.


"Lukanya sudah kering tapi hasil rongsennya belum ada, kak. Mungkin dua hari sudah ada hasilnya!" jawab Damar sebelum pergi.


Sarah menarik napas panjang. Dia merasa orang yang ingin menyakiti Luna bertambah banyak.


"Jagalah Luna, tuan. Aku rasa masih ada yang ingin menyakitinya!"


Damar menoleh. Dia seperti memikirkan sesuatu.


"Baik, kak. Tapi, jangan panggil aku seperti itu, kak. Aku kan jadi adikmu juga. Panggil namaku aja, ya!" ujar Damar sambil melangkah pergi.


Sarah tersenyum melihat Sikap Damar yang sangat jauh dari seorang Ceo. Dia sangat humble dan baik hati.


Luna dan Damar sampai di rumahnya menjelang sore. Prilly clingak-clinguk melihat kemegahan rumah Damar.


Damar menahan tawa melihat sikap Prilly yang seperti seorang putri. Kalau Luna sih sudah bisa menebak reaksi Prilly.


"Apalagi ada taman yang sangat cantik di belakang, Prilly cantiq. Aku akan mengajakmu kesana, kamu pasti tambah gak mau pulang!" sahut Luna malah membuat Prilly tambah penasaran.


"Beneran, saay. Fix, deh. Malam ini aku akan menginap di sini!" sahut Prilly dengan mata berbinar.


Nyonya Kamaratih langsung menyambutnya dengan penuh kecemasan. Dia baru tahu kalau Luna mengalami kecelakaan.


"Bagaimana keadaanmu, sayang? Apa baik-baik saja? Maaf, mamah baru dengar kejadian yang menimpamu. Damar selalu saja terlambat mengatakannya!"


"Saya baik-baik aja, mah. Hanya luka sedikit aja, kok. Oh iya, ini adalah Prilly seorang designer ternama seantero jagat. Dia yang merancang pakaian yang akan kita pakai nanti, mah!" ungkap Luna.


"Salam kenal, Nyonya. Saya adalah Princess Prilly!" seru Prilly dengan gaya bak puteri dari kerajaan antah berantah.


"Oh, salam kenal juga. Panggil aja Mamah Damar. Ayo, kita masuk!"


Sikap Nyonya Kamaratih banyak berubah setelah bertemu Luna. Dulu sikapnya sangat kaku dan kata-katanya sedikit kasar. Tapi sekarang, dia lebih lembut dan penyabar. Apalagi sekarang sudah sering makan bersama meski hanya bersama Damar.


Setelah selesai membicarakan soal rancangan pakaian buat pertunangan Luna dan Damar. Mereka pun makan malam bersama sambil mengobrol. Gak terasa malam semakin larut.


"Hari sudah malam, sebaiknya kalian menginap disini aja. Ada banyak kamar kosong yang bisa ditempati!" ucap Nyonya Kamaratih sebelum beristirahat.

__ADS_1


"Benarkah, nyonya? Saya memang ingin sekali menginap di istana cantik ini!" sambut Prilly yang memang sangat mengharapkannya.


"Ya, baiklah. Nanti Damar yang akan mengantar ke kamar kamu. Aku mau istirahat dulu, ya! Selamat malam, sayang," ucap Nyonya Kamaratih sambil mencium pipi Luna dengan penuh kasih sayang.


"Iya, mah. Moga mamah tidur dengan nyenyak," sahut Luna dan menyambut ciuman Mamah damar.


Prilly semakin takjup melihat adegan itu. Sepertinya yang jatuh cinta dengan Luna bukan hanya Damar tapi mamahnya juga.


"Ayo, saay. Aku mau melihat kamarnya. Pasti sangat indah dan mewah. Eeh, gimana kalau kita tidur bersama. Kayak pesta piyama gitcuuu!"


Damar langsung melotot mendengar ucapan Prilly. Meski dia merasa seperti seorang puteri tapi tetap aja laki-laki.


"Eeeh! Luna pasti tidur denganku, dong!" celetuk Damar.


"Damaar!" tegur Luna.


"Emangnya kenapa? Kita kan akan menikah juga. Dari pada dengan Prilly. Aku takut nanti pagi-pagi pasti ada yang bangun!"


"Apa yang bangun?" tanya Luna kepo.


"Apa bisa bangun, Pril?" tanya Damar.


Prilly cuma cekikikan melihat ekspresi Luna. Yang dikatakan Damar memang benar. Meski dia gemulai seperti perempuan tetap aja kodratnya laki-laki.


*****


Rani mulai tidur di rumahnya yang baru bersama bibiknya. Tapi ada si kecil Syakira yang gak mau pulang ke rumahnya. Rani sangat senang dengan kehadirannya. Membuat hatinya kembali mempunyai harapan.


"Apa aku boleh tinggal sama ibu selamanya?" tanya si kecil Syakira ketika sudah di atas tempat tidur.


"Hhmm, boleh gak ya?" goda Rani.


"Boleh ya, buk? Aku janji jadi anak baik dan gak menyusahkan ibuk!"


Rani menatap gadis mungil itu lekat. Dia pun tersenyum.


"Baiklah! Kamu boleh tidur disini semau kamu. Tapi, kalau siang ibuk kerja!"


Syakira mengerjapkan matanya seakan gak percaya .


"Asyiiik! Gak apa-apa kok, buk. Siang kan aku harus sekolah dan jaga adek!" ujar Syakira kegirangan.


"Aku malah belum bertemu adikmu lagi. Apa sekarang sudah besar?"


"Iya, buk. Syaqil sekarang lagi belajar berjalan. Bulan depan dia mau ulang tahun. Ibu datang, ya!"


Rani tersenyum dan mengangguk pelan, "sekarang tidurlah! Besok kan masih sekolah," ucap Rani lembut.


"Apa boleh aku peluk ibuk. Aku pasti cepat tidur!"

__ADS_1


Rani pun merentangkan tangannya. Syakira pun langsung menghambur ke pelukannya dan segera terlelap. Rani merasakan hatinya sangat tenang. Semua kegelisahan pun sirna. Berharap dia bisa memeluk gadis kecil itu selamanya.


*****


__ADS_2