
"Apa? Aku harus minta maaf sama Luna? Apa papah sudah pikun? Akulah pewarisnya, bukan Luna!" Yuki histeris mendengar syarat yang diajukan papahnya. Dia gak menyangka papahnya sampai seperti itu.
"Seperti itulah yang dikatakan papahmu, Yuki. Sebaiknya turuti papahmu demi kebaikanmu sendiri," ungkap Arana. Dia sudah menyerah. Yuki harus berjuang sendirian.
"Apa mamah selemah itu? Kalau gak bisa menjadi istri yang baik, setidaknya jadilah seorang ibu. Saat ini, mamah adalah peganganku. Aku akan hancur jika mamah melepaskan aku!" ucap Yuki lirih.
Arana terdiam. Dia gak bisa melawan suaminya sendiri meski demi puterinya.
"Ya! Mamah memang gak berguna. Tapi, mamah memilih tetap menjadi seorang ibu meski berstatus istri bayangan. Kamu adalah segalanya buat mamah. Tapi jika harus melawan papahmu, mamah akan mundur. Sebaiknya turuti kemauan papahmu aja, Yuki. Kita bisa memikirkan hal lain sesudahnya!"
Yuki hanya diam saja meski hatinya bergemuruh. Semua yang terjadi adalah karena Luna. Dia harus melakukan perhitungan dengannya. Dendamnya semakin besar. Sampai matipun, Yuki gak akan berlutut di depannya!
*****
Jion merasa tenang karena sudah menyerahkan Luna kepada Damar. Dia yakin Damar akan menjaga Luna apapun yang akan terjadi.
Kini, Jion fokus mendampingi Angela. Akhirnya Angela mau mengikuti program rehabilitasi bagi pengguna narkoba dan Jion yang menjadi penjaminnya.
Karir Jion juga gak terpengaruh meski dekat dengan Angela. Bahkan fansnya banyak yang bersimpati dan mendukung Jion. Sekarang bukan hanya angela tapi banyak juga korban narkoba lainnya di bawah pengawasan jion.
Hanya saja, bayangan Yuki gak bisa dilupakan begitu saja. Jion merasa ambisi Yuki untuk menjatuhkan Luna semakin besar.
"Ingat, Yuki. Aku gak akan membiarkanmu menyakiti Luna lagi. Kamu tahu kan kalau aku memegang kartumu!" ujar Jion ketika Yuki menemuinya.
Yuki tersenyum tipis, "aku menemuimu bukan karena Luna. Aku minta bukti rekaman Cctv yang dulu. Berikan padaku, aku akan melepaskanmu! Atau aku akan memberikan video panasmu dengan Angela!" ancam Yuki. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu.
Jion mencoba mencerna ucapan Yuki. Rekaman video panas? Kapan dia membuatnya?
__ADS_1
"Jangan bercanda, Yuki! Aku gak pernah melakukan bodoh dengan membuat rekaman itu!"
Yuki terbahak. Kalaupun ada dia gak akan memberikannya.
"Pasti ada lah! Dulu aku pernah mendengar Luna memergokimu sedang bermesraan dengan seorang model. Dia pasti angela, kan?"
Jion terdiam. Bagaimana Yuki bisa tahu soal itu? Mana mungkin Luna yang mengatakannya.
"Oke! Buka saja video itu kalau memang ada. Aku yakin, gak akan mempengaruhi apapun. Kecuali video saat kamu memfitnah Luna dulu. Papahmu pasti akan menghapusmu dari daftar pewarisnya. Aku dengar sekarang Luna akan menjabat posisi direktur!"
"Ooh! jadi kamu yang sudah memberikan video itu pada papahku!"
Kali ini, Jion yang tertawa.
"Jangan khawatir, aku gak akan ikut campur urusanmu dengan papahmu! Aku yakin kalau papahmu punya pemikiran sendiri," sahut Jion penuh keyakinan.
"Aku sarankan kalau kamu menyerah saja. Aku yakin papahmu masih memikirkan puterinya sendiri. Gak ada gunanya mengejar ambisi yang hanya akan menjatuhkan dirimu sendiri!"
Jion sudah bisa mengatakan hal bijak dari pengalamannya. Kini, dia hanya ingin memikirkan kebaikan semua orang.
"Jadi kamu sudah sadar, ya? Aku masih ingin tahu sampai dimana papahku membela Luna!"
Sepertinya Yuki gak bisa diselamatkan lagi.
"Terserah padamu! Yang penting kalau kamu masih mau menyakiti Luna, kamu akan berhadapan denganku!" tegas Jion.
Yuki cuek aja. Dendamnya kepada Luna semakin besar.
__ADS_1
*****
Tawaran Tuan Arya untuk menjadi direktur di perusahaan Grup Bintang memang sangat menggiurkan. Namun, Luna gak mau mencari masalah lagi dengan Yuki. Dia akan memenuhi syarat dari Tuan Arya jika Yuki mengijinkannya.
"Maaf, tuan. Saya akan membuka usaha sendiri saja. Saya akan membuka butik kecil dan membuat baju pernikahan di sana! Maafkan kalau sekarang saya gak bisa memenuhi persyaratan tuan. Saya akan melakukannya jika usaha saya sudah berhasil!"
Akhirnya, Luna mengatakan pemikirannya kepada Tuan Arya meski hanya dari telpon. Sepanjang malam, Luna sudah memikirkannya. Akan ada banyak pertanyaan jika dia menjadi direktur secara tiba-tiba. Bukan hanya soal pewaris Tuan Arya yaitu Yuki, juga dirinya yang bukan siapa-siapa.
"Baiklah, Luna. Aku gak akan memaksamu. Lakukan apapun yang kamu inginkan, asalkan kamu bahagia. Aku akan selalu mendukungmu!"
Itulah yang disukai Tuan Arya dari Luna. Dia pandai menempatkan diri. Padahal Tuan Arya tahu, Luna memikirkan soal Yuki.
"Bagaimana kalau aku yang mengisi jabatan itu, sayang. Aku juga ingin membuktikan kalau aku bisa bekerja dengan baik!"
Saskia, istri muda Tuan Arya gak mau melepaskan kesempatan itu. Dia juga harus mendapatkan peran.
"Nanti yang mengurusku siapa? Apa perlu aku mencari perempuan lain?" tanya Arya tanpa basa basi. Dia tahu istri mudanya menginginkan sebuah jabatan.
"Kenapa begitu, pih? Aku kan gak seharian bekerja!" sahut Saskia sambil menggelayut manja.
"Lihat aja nanti. Tugasmu adalah mengurusku!" ucap Arya yang merasa istri mudanya mempunyai niat lain.
Sebenarnya, dia sudah gak mau mempunyai istri lagi. Hati dan jiwanya hanya menginginkan Mira, mamahnya Luna. Semua wanita di dekatnya hanya menginginkan kemewahan.
Seandainya Mira mau menikah dengannya, Arya pasti akan menyerahkan seluruh hidup dan kekayaannya.
❤❤❤❤❤
__ADS_1