Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
14. Melamarmu


__ADS_3

Empat tahun sudah Kira melanjutkan pendidikannya di Universitas Gajah Mada di kota Y. Malam ini Ia kembali ke kota J dengan membawa keberhasilannya. Ia menaiki taksi dari bandara menuju rumahnya. Ia meminta orang tuanya untuk tidak menjemputnya.


Selama empat tahun Kira tidak mengijinkan Zavran menghubunginya apalagi menemuinya. Keduanya saling memendam rindu di hati masing masing yang sangat menyiksa keduanya.


Kira turun dari taksi berjalan menuju rumahnya sambil menyeret koper. Kira membuka pintu yang memang tidak terkunci. Rumah terlihat gelap dan juga sepi. Kira melanjutkan langkahnya masuk ke dalam.


Pyarrr.....


" Selamat datang kembali ke rumah, Kikiku sayang." Ucap Zavran yang berdiri di depan Kira.


" Kak Zav." Lirih Kira menatap Zavran dengan mata nanar.


" Maukah kau memelukku?" Tanya Zavran merentangkan kedua tangannya.


" Kak Zav." Ucap Kira masuk ke dalam pelukan Zavran.


" Aku merindukanmu Kak." Ujar Kira. Zavran tersenyum mendengar ucapan Kira. Penantiannya selama ini semoga membuahkan hasil untuknya.


" Aku lebih merindukanmu sayang, jangan pernah tinggalkan aku lagi, sangat berat menjalani hari hari ini tanpamu." Ucap Zavran.


" Aku tidak akan pergi lagi Kak, aku akan tetap di sini, sudah cukup aku menghukum diriku dan dirimu Kak." Ujar Kira.


" Terima kasih sayang." Sahut Zavran mencium kening Kira.


"Ehm ehm."


Mendengar deheman seseorang membuat Kira melepaskan pelukannya. Ia mengedarkan pandangannya menatap ke sekeliling. Rumah nampak indah dengan dekorasi mewah yang di sewa oleh Zavran. Tatapan Kira berhenti pada sosok pahlawan yang selama ini Ia rindukan.


" Daddy." Ucap Kira berlari menghampiri Daddy Aroon.


" Daddy aku kangen banget sama Daddy." Ucap Kira memeluk Daddy Aroon.


" Daddy juga kangen banget sama kamu sayang, maaf kemarin waktu wisuda kami tidak bisa datang." Ujar Daddy Aroon.


" Tidak masalah Dad." Sahut Kira.


Ya beberapa minggu lalu Opa Burhan telah menghembuskan nafasnya yang terakhir di Aust. Daddy Aroon dan Mommy Kinan pergi ke sana sehingga mereka tidak bisa menghadiri acara wisuda Kira.


" Sama Mommy nggak kangen nih." Ujar Mommy Kinan.


Kira beralih memeluk Mommy Kinan.


" Kangen banget Mom, kangen debat sama Mommy." Ucap Kira.


" Kamu ini, selamat atas keberhasilanmu sayang, Mom bangga padamu." Ujar Mommy Kinan.


" Makasih Mom." Sahut Kira.


" Kiki." Panggil Zavran menghampiri Kira.


" Ya." Sahut Kira membalikkan badannya.


" Malam ini bukan hanya malam penyambutanmu, tapi malam ini aku kembali ingin melamarmu, jika kamu menerima maka malam ini kita akan langsung bertunangan dan menikah esok hari." Ucap Zavran.


" Apa? Menikah esok hari? Kenapa buru buru Kak" Pekik Kira menatap Zavran tidak percaya.


" Iya, aku tidak mau kamu membuat alasan untuk meninggalkan aku lagi." Sahut Zavran.


Zavran berlutut di depan Kira, Ia mengeluarkan sekotak cincin dalam saku jasnya.


" Kiki kamu tahu kan aku sudah menunggumu selama empat tahun ini, siang dan malam aku selalu menantikan hari ini tiba, akan aku katakan padamu sekali lagi, aku mencintaimu... Sangat sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Akira Arviana maukah kau menikah denganku? Menjadi istri dan ibu dari anak anakku?" Tanya Zavran menyodorkan sekotak cincin kepada Kira.

__ADS_1


Kira menatap Mommy dan Daddynya, lalu Ia menatap Mommy dan Daddynya Zavran. Mereka membalasnya dengan anggukan kepala dan senyuman. Kira menatap Zavran dengan tatapan sendu.


" Kiki maukan kamu menjadi istriku? Tolong jangan menolakku lagi, aku tidak bisa menghadapinya, sekali lagi maukan kamu menjadi istriku?" Tanya Zavran sekali lagi.


" Aku mau." Jawab Kira.


Zavran berdiri di depan Kira sambil tersenyum. Ia menyematkan cincin di jari manis Kira. Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka.


" Terima kasih sayang akhirnya penantianku berlalu juga." Ucap Zavran memeluk Kira.


" Aku juga berterima kasih padamu karna telah menjaga cinta ini untukku." Ujar Kira.


" Selamat untuk kalian sayang, semoga langgeng sampai ke pelaminan, berbahagialah sayang." Ucap Mommy Kinan.


Zavran melepas pelukannya, Kira memeluk Mommynya.


" Makasih Mom." Sahut Kira.


" Ya sudah sekarang kita biarkan dua sejoli ini melepas kerinduan mereka, kita para orang tua menikmati hidangan saja, kasihan juga para tamu sudah lama menunggu." Ujar Daddy Aroon.


" Ah ok Dad." Sahut Mommy Kinan.


" Sayang ayo ikut aku, aku punya kejutan untuk kamu." Ucap Zavran menarik tangan Kira.


Zavran membawa Kira ke taman di belakang rumah. Di sana Ia sudah menyiapkan makan malam romantis, apalagi di sertai lilin lilin di sekitar taman membuat suasana lebih romantis.


" Wah indah sekali Mas." Ucap Kira tanpa sadar.


" Apa?" Tanya Zavran.


" Apanya?" Kira balik bertanya.


" Kamu tadi panggil aku apa? Mas?" Tanya Zavran.


" Iya, coba lagi donk Dek, kaya'nya adem banget di telinga dengernya." Ujar Zavran.


" Mas Zav." Ucap Kira malu malu.


" Nggak perlu malu malu gitu lagi Dek, Mas seneng kok dengernya." Ujar Zavran.


" Sini duduk." Sambung Zavran menarik kursi untuk Kira.


" Makasih Mas." Ucap Kira.


" Sama sama sayang." Sahut Zavran.


Keduanya mulai memakan makan malam mereka dengan sesekali saling curi pandang.


" Dek, Mas nggak pernah menyangka kalau kita bisa bersatu seperti sekarang ini, Mas bahagia banget." Ucap Zavran di sela sela makannya.


" Iya Mas, aku juga nggak menyangka setelah kamu menolak aku kini kita berdua bisa sama sama menjalin hubungan." Sahut Kira.


" Maafkan Mas sayang." Ucap Zavran.


" Aku maafkan Mas." Sahut Kira.


" Gimana suasana di Jawa? Pasti banyak teman cowok yang ngelirik nih." Tebak Zavran.


" Banyak sih, aku punya teman dekat, dekat banget malahan." Ujar Kira.


" Siapa? Cewek apa Cowok?" Tanya Zavran menatap Kira.

__ADS_1


" Cowok, namanya Arfan Mas, dia baik banget sama aku kalau ada apa apa aku pasti minta bantuan dia." Ujar Kira.


" Sama Mas tampanan mana?" Tanya Zavran.


" Ya tampan dialah Mas, udah ganteng, pinter masih muda lagi." Jawab Kira membuat hati Zavran memanas.


" Owh, kenapa tidak kamu pacari saja?" Tanya Zavran.


Kira meletakkan sendok di atas piringnya. Ia menatap Zavran sambil tersenyum.


" Emang boleh?" Tanya Kira.


" Ya terserah kamu." Sahut Zavran.


" Kalau tahu boleh sudah aku pacarin tuh si Arkan, kan mayan dapet jodoh seumuran." Canda Kira.


" Ya udah pacarin aja sekarang." Ucap Zavran.


" Beneran nih?" Goda Kira.


" Hmm." Gumam Zavran kembali memakan makanannya.


Kira mengeluarkan ponselnya lalu menelepon Arfan.


Tut....


Sambungan tersambung, tinggal menunggu Arfan mengangkatnya.


" Halo Ki, ada apa? Apa kamu udah sampai rumah? Apa ada yang membuatmu tidak nyaman di jalan?" Tanya Arfan di sebrang sana.


" Tenanglah tidak perlu sekhawatir itu Fan, aku sudah sampai rumah dengan selamat, sehat wal'afiat." Sahut Kira melirik Zavran yang sedang menatap ke arahnya.


" Syukurlah." Ujar Arfan.


" Fan apa kamu mau jadi....


Slep....


Zavran merebut ponsel di tangan Kira lalu mematikan sambungan teleponnya. Kira terkekeh melihatnya.


" Kenapa di matikan Mas? Kan aku belum selesai ngomong sama Arfan." Cebik Kira.


" Nggak usah ngomong, aku nggak rela kamu pacaran sama dia, mulai sekarang kamu tidak boleh kontek sama dia lagi, blok aja nomernya kamu udah tidak membutuhkan dia lagi, udah ada aku kan di sini." Cerocos Zavran.


" Tadi katanya boleh, gimana sih Mas." Cebik Kira.


" Sekarang udah nggak boleh, kamu hanya milikku dan tidak akan pernah aku serahkan pada siapapun." Sahut Zavran.


Zavran menggenggam tangan Kira.


" Sayang, I love you." Ucap Zavran menatap Kira.


" Aku tahu." Sahut Kira.


" Aku juga tahu kalau kamu mencintaiku." Ujar Zavran.


" Kamu benar Mas, aku juga mencintaimu." Sahut Kira


Malam ini merupakan malam bahagia untuk mereka berdua. Keduanya berharap semoga kebahagiaan akan selalu menyertai mereka.


TBC....

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu like dan koment ya...


Miss U All ....


__ADS_2