Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Pindah Kamar


__ADS_3

Kesehatan nenek Mira sudah membaik. Hari ini beliau di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Sita dan Fahri menuntun nenek Mira menuju kamarnya. Mereka membantu nenek Mira berbaring di atas ranjang.


" Nenek istirahatlah! Aku akan memasak untuk makan siang Nenek." Ucap Sita.


" Baiklah sayang, terima kasih." Sahut nenek Mira.


Sita keluar kamar menuju dapur.


Nenek Mira menatap Fahri begitupun sebaliknya.


" Ada apa Nek? Apa ada yang ingin Nenek sampaikan atau tanyakan?" Tanya Fahri.


" Apa kamu sudah menyuruh Sita untuk memindahkan barang barangnya ke kamarmu?" Tanya nenek Mira.


" A... Apa Nek? Aku harus satu kamar dengan Sita begitu?" Tanya Fahri menatap nenek Mira.


" Kalian itu sudah menikah jika kamu lupa, kamu juga sudah berjanji pada Nenek kalau kamu akan menyayangi dia dan tidak akan meninggalkannya, bagaimana caranya kamu menepati janji itu kepada Nenek jika kalian tidak menghabiskan waktu berdua dan saling dekat Fahri." Ujar nenek Mira.


" Sial." Umpat Fahri dalam hati.


Fahri menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Fahri." Panggil Nenek Mira.


" Baiklah Nek aku akan menyuruh Sita untuk mengemasi barang barangnya dan memindahkannya ke kamar." Ucap Fahri meninggalkan kamar nenek Mira.


Fahri berjalan menuju dapur menghampiri Sita yang sedang memasak.


" Apa yang kau katakan kepada Nenekku sehingga dia memaksaku untuk menikahimu?" Tanya Fahri duduk di meja makan.


" Apa maksudmu?" Tanya Sita menatap Fahri.


" Tidak perlu berkilah, aku tahu betul apa yang akan wanita sepertimu lakukan untuk memenuhi semua keinginanmu, aku yakin kau menghasut nenek supaya kau bisa kembali dalam kehidupanku, kau benar benar licik Rasita, aku tidak menyangka setelah beberapa tahun kita berpisah tapi kau tidak juga berubah, kau menjebakku kembali ke dalam lingkaran pernikahan ini, tapi kali ini bukan aku yang akan mengikuti permainanmu tapi...." Fahri beranjak mendekati Sita.


" Kau lah yang harus mengikuti permainanku." Ucap Fahri menunjuk dahi Sita membuat Sita memejamkan matanya.


Fahri meninggalkan Sita dengan perasaan kesalnya.


" Ah satu lagi." Ucap Fahri menghentikan langkahnya.


" Nenek memintamu memindahkan barang barangmu ke kamarku, aku ingatkan kepadamu jangan pernah menyentuh barang barangku yang ada di dalam kamarku, kecuali sofa yang akan menjadi tempat tidur untukmu." Sambung Fahri melanjutkan langkahnya.


" *Kali ini aku akan mencoba membuatmu membalas perasaan cintaku Mas." Batin Sita.


" Berapa kali kau mencoba aku tidak akan masuk ke dalam perangkapmu wanita pendusta, aku akan membuatmu menyadari apa arti kepercayaan yang sesungguhnya*." Batin Fahri.

__ADS_1


Setelah selesai memasak, Sita segera menata makanannya ke dalam mangkuk di atas nampan. Sisanya Ia tata di meja makan.


Sita membawa nampan berisi makanan ke kamar nenek Mira.


Ceklek.....


Sita membuka pintunya, Ia masuk ke dalam menghampiri nenek Mira dan Fahri yang sedang berbincang.


" Mas makanannya sudah aku siapkan di meja makan." Ucap Sita menatap Fahri.


" Hmm." Gumam Fahri.


" Nenek sekarang makan dulu ya, terus nanti minum obat." Ujar Sita duduk di samping ranjang.


" Ayo Nek aku suapi." Sambung Sita menyodorkan sesendok bubur ayam ke bibir nenek Mira.


Sita menyuapi nenek Mira dengan telaten namun hal itu tidak membuat Fahri senang. Ia malah merasa kalau yang Ia lihat hanya kepalsuan semata.


" Kau memang wanita bermuka dua Rasi, aku akan membongkar kebusukanmu di depan Nenek dengan cepat, dengan begitu aku bisa menceraikanmu kembali, aku bahkan muak melihat semua sandiwaramu itu." Batin Fahri tersenyum sinis.


" Mas kamu makan dulu gih sana, kalau tidak nanti kamu akan sakit." Ucap Sita.


" Kau memang bisa bersikap sok baik di depan Nenek,Sita! Tapi tidak di depanku." Ucap Fahri.


" Kenapa? Karena kamu tidak mau merawatku begitu kan? Oleh karena itu jangan pernah menampakkan sikap palsumu di depanku." Ucap Fahri keluar kamar.


" Sabar ya Sita, Fahri itu pria yang baik kok, mungkin dia belum terbiasa saja atau karena dia masih trauma dengan pernikahannya sebelumnya, wanita itu membuat cucuku menderita dan meninggalkan rasa trauma di hatinya." Ucap nenek Mira.


Sita menatap nenek Mira dengan rasa bersalahnya.


" Andai nenek tahu kalau akulah wanita itu, apakah nenek masih akan menyayangiku seperti selama ini, aku benar benar menyesal, maafkan aku Mas Fahri, maafkan aku Nek." Ujar Sita dalam hatinya.


...****************...


Malam hari setelah nenek Mira tertidur nyenyak, Sita masuk ke dalam kamar Fahri. Kamar yang akan menjadi kamar mereka berdua selama terikat pernikahan. Atau mungkin hanya sampai Nenek masih ada.


Sita menatap Fahri yang sedang duduk di atas ranjang sambil menelepon seseorang. Sayup sayup Sita mendengar percakapan Fahri dengan seseorang di sebrang sana.


" Kau tidak perlu khawatir aku baik baik saja, kali ini aku tidak akan membiarkan dia menyakiti aku ataupun menyentuhku, bagiku dia adalah sesuatu hal yang menjijikkan." Ucap Fahri melirik Sita.


...............


" Besok temani aku berkunjung ke rumah Kira, aku kangen banget sama dia udah hampir tiga tahun aku tidak bertemu dengannya ataupun hanya sekedar bertanya kabar." Ujar Fahri.


Deg....

__ADS_1


Jantung Sita terasa sesak seperti di himpit bebatuan besar.


.......


" Jelaslah aku masih mencintainya."


Jeduar....


Kali ini ucapan Fahri bagai bom yang meledak di depan Sita.


" Akira adalah cinta pertama dan cinta terakhirku, aku selalu menjaga rasa cinta ini untuknya, dia wanita yang baik dan sangat pengertian, dia tidak pernah melakukan kejahatan apapun ataupun hanya sekedar membohongi orang, dia benar benar wanita idamanku sepanjang masa." Ucap Fahri membuat dada Sita semakin sesak.


............


" Baiklah aku akan mengenalkan kamu dengan wanita yang sangat aku cintai, contohlah dia supaya kau bisa mendapatkan pria baik yang tulus mencintaimu, aku akan melepasmu dengan bahagia bersama pria itu suatu hari nanti." Ucap Fahri.


" Denganku? Kau ingin menikah denganku?" Tanya Fahri.


Sita menatap ke arah Fahri.


" Boleh juga, tapi nanti setelah aku berpisah dari Sita." Sahut Fahri.


" Iya aku berjanji padamu, aku akan menikahimu dan akan melabuhkan cintaku sepenuh hatimu, kau sama baiknya dengan Kira, seandainya nenek tidak memaksaku untuk menikahi wanita pembohong itu aku pasti sudah menikahimu, kau jauh lebih baik dari dirinya." Ucap Fahri.


Sita berbaring di atas sofa dengan perasaan sedih. Air mata menetes di pipinya menyiratkan betapa menderitanya Ia mendapat perlakuan seperti ini dari Fahri.


Mungkin ini karma yang harus Sita tanggung karena pernah membohongi Fahri selama bertahun tahun lamanya.


" Ok Ok... Sekarang mending kita tidur dulu, besok aku jemput kamu jam delapan ya." Ucap Fahri.


" Ok Miss U too." Sahut Fahri menutup sambungan teleponnya.


Fahri memejamkan matanya menuju alam mimpi.


Sita membalikkan tubuhnya menatap punggung Fahri.


" Ternyata sebesar itu cintamu kepada Kira Mas, kau tidak peduli lagi kepadaku bahkan kau tidak menawarkan selimut ataupun bantal kepadaku, maafkan aku karena aku telah menggoreskan luka yang begitu dalam di dalam hatimu. Ya Tuhan berikan aku kesabaran dalam meghadapi semua ini, aku yakin suatu hari nanti hati Mas Fahri akan luluh juga." Ujar Sita dalam hatinya.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2