
Tak sabar menunggu hari Kamis datang, Hari ini Aroon mencari Kinan di sekolah Zavran untuk meminta maaf dan menyatakan perasaannya. Sejak semalam Aroon merenung di dalam kamarnya mencari jawaban atas apa yang Ia rasakan kepada Kinan. Aroon menyadari jika dalam hatinya mulai tumbuh benih benih cinta untuk Kinan. Aroon sendiri tidak percaya jika Ia secepat ini bisa melabuhkan hatinya pada gadis kecil seperti Kinan.
Aroon berjalan menuju ruang kepala sekolah. Ia mengetuk pintu sebelum masuk.
Tok tok tok
" Silahkan masuk Pak." Ucap Bu Ike.
" Ada perlu apa ya Pak?" Tanya Bu Ike setelah Aroon duduk di depan mejanya.
" Begini Bu saya ingin bertemu dengan Bu Kinan, Mamanya Zavran." Ucap Aroon halu.
" Lhoh bukannya Bu Kinan kembali ke kota asalnya ya Pak? Bahkan Bu Kinan mengundurkan diri dari pekerjaan menjadi guru di sini Pak." Sahut Bu Ike.
" Apa? Mengundurkan diri? Maksud Ibu, Kinan sudah tidak mengajar lagi di sini?" Tanya Aroon.
" Iya Pak, alasan yang sebenarnya saya tidak tahu tapi di sini Bu Kinan hanya guru honorer saja, kebetulan kemarin Bu Kinan juga sudah mendapatkan gelar sarjananya, ada kemungkinan beliau ingin melanjutkan cita citanya.... Yah walaupun saya merasa kehilangannya karna beliau mengajar di sini sudah hampir dua tahunan, rasanya sepi kalau tidak ada Bu Kinan Pak." Terang Bu Ike.
" Ya sudah Bu terima kasih atas informasinya." Ucap Aroon beranjak dari kursinya.
" Maaf Pak, kalau boleh saya katakan jangan pernah menyianyiakan istri sebaik Bu Kinan, dia sangat di sayangi anak anak di sini dan juga sangat menyayangi anak didiknya." Ucap Bu Ike.
" Tentu Bu, saya permisi." Ucap Aroon.
" Silahkan Pak." Sahut Bu Ike.
Aroon keluar ruangan menuju mobilnya.
" Sebenarnya kamu dimana Kinan? Aku yakin kamu sengaja menghindari aku karna insiden kemarin... Lagian nih bibir main nyosor aja sih jadi marah kan dianya." Monolog Aroon.
Aroon melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Zavran. Aroon segera menelepon orang kepercayaan Papa Shiv untuk melacak keberadaan Kinan.
" Halo Bos." Sapa seseorang di sebrang sana.
" Selidiki wanita bernama Kinan yang bekerja sebagai guru di sekolahnya Zavran, temukan dia secepatnya beserta identitasnya." Titah Aroon.
" Baik Bos." Sahutnya.
Aroon mematikan sambungan teleponnya. Ia fokus kembali pada stir mobilnya.
" Aku akan menemukanmu gadis kecil, kau harus bertanggung jawab karna kau telah berani mencuri hatiku." Monolog Aroon sambil tersenyum simpul.
__ADS_1
Di tempat lain tepatnya di rumah Kinan, Ia sedang berdebat dengan Papanya mempermasalahkan tentang ijin. Kinan ingin tinggal di tempat neneknya. Ia berencana menjadi guru di sana namun Papanya melarangnya.
" Pa please ijinin Kinan tinggal di rumah nenek Pa, Kinan mau mengajar di sana." Rengek Kinan.
" Nggak boleh, jika kamu mau menjadi guru lalu kenapa kau mengundurkan diri dari sekolah tempatmu mengajar Kinan? Pokoknya mulai besok pergilah ke perusahaan, belajar memimpin perusahaan dengan baik karna itu salah satu peninggalan Papa untukmu Kinan." Ujar Papa Burhan.
" Tapi Pa... Kinan itu maunya mengajar bukan berbisnis." Debat Kinan.
" Lalu untuk apa kamu mendapat gelar SE kalau cuma jadi pengajar anak anak tk sayang, Papa sudah tua... Sudah waktunya Papa untuk beristirahat." Sahut Papa Burhan.
" Kan ada Noval Pa." Ujar Kinan.
" Sayang.... Noval itu hanya asistent Papa bukan anak Papa, kecuali kalau kamu mau menikah dengannya." Ucap Papa Burhan.
" Nggak mau ah, Kinan mau cari sendiri yang cocok di hati Kinan." Ujar Kinan.
" Sampai kapan Papa menunggumu membawa menantu ke hadapan Papa? Segeralah bawa calon menantu Papa ke rumah, jangan sampai keburu Papa sudah nggak ada sayang." Sahut Papa Burhan.
" Jangan ngomong gitu Pa, Papa akan tetap sehat sampai aku berhasil memberikan cucu kepada Papa nanti." Ucap Kinan.
" Hah.... Semoga saja sayang." Sahut Papa Burhan menghela nafasnya dalam. Ia akan kalah jika berdebat soal jodoh dengan Kinan. Sudah berulang kali Papa Burhan menjodohkan Kinan dengan Noval tapi Kinan selalu menolaknya. Ia tidak mau mempunyai suami yang pekerjaannya sebagai asisten ceo seperti Noval karna Kinan khawatir dia tidak akan mendapatkan waktu dari Noval. Walaupun Noval seorang pria tampan berhati baik.
" Jadi maukan besok ke perusahaan? Kamu belajar sama Noval untuk menangani beberapa proyek." Ujar Papa Burhan.
" Makasih sayang, sekarang istirahatlah di kamarmu! Papa mau ke ruang kerja dulu." Ujar Papa Burhan.
" Iya Pa." Sahut Kinan menuju kamarnya.
Kinan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap langit langit kamar dengan pikiran menerawang entah kemana. Tiba tiba Ia teringat dengan ciuman Om Om setengah tua itu.
" Kenapa aku malah mengingatnya sih, ku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi, dasar Om Om setengah tua yang sangat menyebalkan.... Ih bener bener memalukan, berani beraninya dia mencuri ciuman pertamaku, sial." Umpat Kinan.
" Tapi bukankah dia ceo perusahaan? Apa mungkin suatu saat aku akan bertemu dengannya dalam urusan bisnis? Ah semoga saja tidak." Monolog Kinan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya, orang suruhan Aroon meneleponnya untuk memberi informasi tentang Kinan.
" Halo katakan apa yang kau dapatkan." Titah Aroon menempelkan ponselnya di telinganya.
" Namanya Kinanthi Swaraya, anak dari Pak Burhan Direktur perusahaan yang sedang mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita, KS Group." Terangnya.
__ADS_1
" Segera setujui kerja sama itu dan buat Kinanthi yang datang membawa berkas kerjasamanya, jika dia tidak mau maka kerja sama akan di tolak dan perusahaan KS Group akan di backlist dari seluruh perusahaan di kota ini" Ujar Aroon.
" Akan aku tangani Bos." Sahut seseorang di sebrang sana.
Aroon mematikan sambungan teleponnya. Ia tersenyum smirk menatap langit langit kamarnya.
" Aku akan segera mendapatkanmu gadis kecil, untung saja kau berasal dari keluarga terpandang, jadi aku bisa dengan mudah menemukanmu." Monolog Aroon.
Di rumah Kinan, Papa Burhan sedang membujuk Kinan setelah Ia mendapat telepon barusan.
" Sayang kalau kamu tidak mau ke sana, perusahaan kita akan di backlist oleh mereka, tidak akan ada lagi perusahaan lainnya yang mau bekerja sama dengan kita, bahkan para pemegang saham akan menarik saham mereka, perusahaan kita bisa gulung tikar karna bangkrut sayang, Papa mohon padamu Kinan, antar berkas kerja sama itu ke perusahaan besar di kota ini." Ucap Papa Burhan mengatupkan kedua tangannya.
" Pa jangan seperti ini, Kenapa harus aku Pa? Bukankah ada Noval?" Tanya Kinan.
" Ceo mereka maunya kamu yang mengantar kesana sayang, Papa mohon padamu bantulah Papa kali ini sayang, demi perusahaan Papa." Ujar Papa Burhan.
" Baiklah aku akan ke sana membawa berkasnya." Sahut Kinan mengalah.
" Terima kasih sayang, besok jam sembilan datanglah ke perusahaan AA Group." Ucap Papa Burhan.
" Apa???? Perusahaan AA Group?" Pekik Kinan.
" Iya kenapa kau kaget begitu? Apa ada hal yang membuatmu bereaksi berlebihan seperti itu?" Tanya Papa Burhan.
" Ah tidak... Tidak ada Pa." Sahut Kinan.
" Baiklah... Tepat jam sembilan kamu sudah sampai sana." Ujar Papa Burhan mengingatkan.
" Iya Pa, aku akan tepat waktu sampai di sana." Sahut Kinan.
Papa Burhan keluar dari kamar Kinan. Kinan menghela nafasnya dalam dalam.
" Apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan Tuhan??? Di saat aku ingin menghindari dirinya dari sekolah, malah saat ini kau akan mempertemukanku dengannya... Aku harus memakai masker besok dan aku tidak perlu membukanya di sana, dengan begitu dia tidak akan mengenaliku bukan." Monolog Kinan merebahkan tubuhnya sambil menyelimuti tubuhnya sebatas dada.
*Kira kira apa ya yang akan di lakukan Aroon jika bertemu dengan Kinan?
Tunggu jawabannya di bab bab berikutnya...
Terima kasih untuk para readers yang seudah mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All*...
__ADS_1
TBC....