Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
17. Baru Sehari Sudah Terluka


__ADS_3

Kira mengerjapkan matanya. Ia menatap wajah tampan suaminya yang saat ini sedang memeluknya.


" Kau memang sangat tampan Mas, pantas saja dulu teman temanku terpesona denganmu." Lirih Kira mengelus pelan pipi Zavran.


Kira menatap bibir manis Zavran, Ia memajukan wajahnya lalu...


Cup..


Kira mengecup bibir Zavran. Tiba tiba Zavran menahan tengkuk Kira. Ia ******* lembut bibir Kira. Zavran menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchinya. Di rasa keduanya kehabisan nafas, Zavran melepas pagutannya.


" Mas." Cebik Kira mengusap bibirnya.


" Apa sayang?" Tanya Zavran lembut.


" Main sosor aja deh." Ujar Kira.


" Siapa yang memulai duluan?" Tanya Zavran menatap Kira.


" Tau ah." Sahut Kira hendak beranjak.


" Mau kemana? Di sini saja." Ujar Zavran memeluk Kira kembali.


" Sudah pagi Mas, aku mau mandi dulu." Sahut Kira.


" Sebentar lagi, Mas masih ingin meluk kamu." Ucap Zavran.


" Udah semalaman lhoh Mas kamu meluk aku, masa' masih kurang." Ujar Kira.


" Kalau tentang kamu nggak ada puasnya sayang." Sahut Zavran mencubit pelan hidung Kira.


" Sakit Mas." Keluh Kira mengusap hidungnya.


" Sini Mas sun biar sakitnya hilang." Ujar Zavran mencium hidung Kira.


" Apa sih Mas, udah ah lepasin aku mau mandi dulu, kan malu sama Mama kalau turunnya kesiangan." Ujar Kira.


" Kita ulangi dulu yang semalam sayang." Ucap Zavran membuat pipi Kira memerah mengingat kejadian semalam.


" Masih pagi Mas." Ujar Kira


" Berarti kalau malam boleh donk." Ujar Zavran.


" Hmm." Gumam Kira.


Kira turun dari ranjang,


" Awh." Pekik Kira.


" Kenapa sayang? Apa itunya sakit?" Tanya Zavran.


" Sedikit Mas, cuma kaget aja barusan." Sahut Kira.


" Mas gendong aja ya." Ujar Zavran.


" Nggak usah Mas, aku bisa jalan kok." Sahut Kira.


Kira membelit tubuhnya dengan selimut, Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah berganti baju, Kira turun ke bawah menuju dapur. Di sana sudah ada Mommy Mila dan Bi Ina yang sedang meracik sayuran.


" Pagi Ma, pagi Bi." Sapa Kira.

__ADS_1


" Pagi sayang." Sahut Mommy Mila.


" Pagi Non, udah seger aja." Sahut Bi Ina.


Bi Ina berhubungan baik dengan Kira karna Kira sering main ke sini.


" Bibi ah.. Jangan godain donk." Ujar Kira malu.


" Nggak pa pa sayang, kami juga pernah muda, pernah merasakan jadi pengantin baru." Sahut Mommy Mila.


" Ada yang bisa aku kerjakan nggak Ma?" Tanya Kira menatap Mommy Mila.


" Kamu urusin suamimu saja, kalau urusan dapur udah Mama dan Bi Ina beresin." Sahut Mommy Mila.


" Yah padahal niatnya Kira mau bantuin." Ujar Kira.


" Nggak apa sayang, udah gih urusin suamimu yang mau berangkat kerja." Ujar Mommy Mila.


" Kok kerja sih Ma? Emang nggak cuti dulu gitu?" Tanya Kira.


" Zavran mau menyelesaikan pekerjaannya dulu sebelum kalian pergi bulan madu." Sahut Mommy Mila.


" Bulan madu? Kapan Ma? Kok Mas Zav nggak bilang ke aku?" Tanya Kira merasa seperti orang bodoh.


" Tiga hari lagi Zavran mengajakmu honeymoon ke pulau B katanya." Ucap Mommy Mila.


" He he Mas Zav tau aja yang aku inginkan." Ujar Kira.


" Ya udah sana bantu Zavran bersiap." Ucap Mommy Mila.


" Iya Ma." Sahut Kira.


" Sini Mas aku bantuin pakai dasinya." Ujar Kira menghampiri Zavran yang hendak memakai dasi.


" Boleh." Sahut Zavran memberikan dasinya kepada Kira.


" Kok kamu nggak bilang kalau mau ngajak aku bulan madu Mas." Ucap Kira.


" Belum, kan semalam kamu keburu tidur karna kecapekan." Sahut Zavran.


" Iya capek banget, kamu nggak ada berhentinya sampai aku kewalahan ngimbanginya." Ujar Kira mengrucutkan bibirnya.


" Jangan manyun gitu donk Dek, entar aku khilaf malah nggak jadi ke kantor." Ucap Zavran.


" Kamu ini Mas, udah selesai." Sahut Kira.


Zavran memeluk Kira dari belakang, Ia menempelkan dagunya ke pundak Kira.


" Aku bahagia banget sayang, akhirnya kita bisa hidup bersama, semoga hanya ada kebahagiaan di dalam pernikahan kita." Ujar Zavran.


" Semoga ya Mas." Sahut Kira.


" Ya udah yuk turun, Mama udah nungguin." Sambung Kira.


" Hmm... Padahal Mas masih ingin berduaan sama kamu." Ujar Zavran.


" Habiskan waktumu saat kita honey moon nanti Mas." Ucap Kira.


" Baiklah sesuai keinginanmu." Sahut Zavran.


Keduanya turun ke bawah untuk sarapan. Setelah sarapan Zavran segera pergi ke kantornya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang hari Kira pergi ke kantor Zavran menggunakan taksi. Ia ingin mengajak Zavran makan siang bersama di cafe xx sekalian mau bertemu dengan teman teman Kira.


Setelah turun dari taksi, Kira masuk ke lobby kantor menuju ruangan Zavran di lantai lima belas. Banyak karyawan yang menyapanya saat berpapasan dengannya. Sesampainya di ruangan Zavran, Kira membuka pintunya dengan pelan, belum juga pintu terbuka sempurna Ia sudah di kagetkan dengan suara perempuan yang sedang berbicara dengan Zavran.


" Kamu tega memberi harapan palsu padaku Vran, selama ini aku yang selalu ada di sampingmu selama hampir empat tahun, aku yang selalu mendukungmu dan menghiburmu di saat kamu sedih, apa arti kedekatan kita selama ini? Aku mencintaimu Zavran, kamu memberikan perhatian, kasih sayangmu padaku, membuat aku menyalah artikan semuanya, aku berpikir kamu juga mencintaiku, bahkan aku selalu menemani kemanapun kamu pergi, selama empat tahun ini kita selalu bersama." Ucap wanita berambut panjang itu.


" Aku sudah bilang kepadamu kan, kalau hubungan kita hanya pertemanan saja Dea." Ujar Zavran.


" Bagaimana bisa kau sebut hubungan ini pertemanan jika kita saja sudah menghabiskan malam bersama Zavran." Ucap wanita itu dengan suara tinggi.


Jeduar.....


Tubuh Kira terasa kaku mendengar ucapan lawan bicara Zavran. Apa? Menghabiskan malam bersama? Apakah Zavran sudah mengkhianati cinta yang selama ini Ia jaga?


" Aku yakin malam itu tidak terjadi apa apa dengan kita Dea, jadi lupakan tentang malam itu dan jangan pernah lagi kamu membahasnya." Sahut Zavran.


" Bagaimana aku bisa melupakannya Zavran? Bagaimana aku bisa melupakan malam dimana kau telah merenggut kesucianku." Teriak Dea.


Tes... Tes....


Air mata Kira menetes tak tertahankan. Baru saja Ia menikmati kebahagiaan, kini Ia harus di hadapkan dengan kenyataan pahit yang sama sekali tidak Ia ketahui.


" Nyonya Kira, kenapa tidak masuk?" Tanya choki sang asistent Zavran.


Mendengar nama istrinya di sebut, Zavran menatap ke arah pintu dan...


Deg.....


Jantungnya terasa berhenti berdetak. Dunia terasa berhenti berputar. Kira di sini? Apakah Kira mendengar semua ucapan Dea?


Zavran menghampiri Kira yang saat ini berdiri mematung tepat di depan pintu.


" Sayang kamu di sini?" Tanya Zavran hendak menentuh pundak Kira, namun Kira menahannya dengan tangannya. Kira mengusap air matanya.


" Kamu menangis? Apa kamu mendengar ucapan Dea dari tadi?" Tanya Zavran.


Kira berlalu dari tempatnya, Zavran mencekal tangan Kira membuat Kira menghentikan langkahnya.


" Kamu salah paham sayang, dengarkan dulu penjelasanku." Ucap Zavran.


" Selesaikan masalahmu dengannya Mas, aku tidak mau mendengar apapun darimu." Sahut Kira melepas cekalan Zavran.


Kira berlari menuju lift. Zavran hendak mengejarnya namun di tahan oleh Choki.


" Berikan waktu untuk istrimu sendiri Van, lebih baik kita selesaikan masalahmu dengan Dea dulu, buktikan kalau malam itu tidak terjadi apapun denganmu dan Dea, setelah itu baru kau temui istrimu." Ucap Choki yang merupakan sahabat baik Zavran.


" Kau benar, aku akan memberi Dea pelajaran." Sahut Zavran kembali ke ruangannya.


" Bersabarlah sayang aku akan membuktikan kalau aku tidak bersalah dalam hal ini, aku tidak melakukan apapun dengan Dea malam itu." Batin Zavran.


Nah loh baru sehari menikah udah ada konflik.


Biar seru ya....


Jangan lupa like vote hadiah dan komentnya...


Miss U All.....


TBC....

__ADS_1


__ADS_2