
" Maaf semuanya, aku mau mengajak Kiki untuk berbicara berdua saja, bolehkan kan Ma?" Tanya Zavran menatap Mommy Kinan.
" Boleh sayang." Sahut Mommy Kinan.
" Ki ayo." Ajak Zavran beranjak.
" Mau ngomong apa? Di sini saja, aku lagi malas kemana mana." Sahut Kira cuek.
Zavran menghela nafasnya sambil duduk kembali.
" Aku tahu kalau kamu marah sama aku Dek, aku minta maaf karna telah berbicara kasar sama kamu, tapi aku mohon jangan menghindar dariku." Ucap Zavran.
Kedua orang tua mereka saling melempar tatapan. Mereka tahu jika terjadi sesuatu kepada putra dan putri mereka karna tidak biasanya Kira diam saja seperti ini. Biasanya Kira tidak melewatkan kesempatan untuk bermanja manja dengan Zavran.
" Ki selesaikan kesalah pahaman ini segera, sana cari tempat yang enak buat ngobrol berdua, kami para orang tua juga ingin ngobrol, ya kan Mba." Ucap Mommy Kinan.
" Iya, sana gih buruan di selesaikan biar nggak tambah panjang masalahnya." Sahut Mommy Mila.
" Iya Mom." Sahut Kira beranjak dari kursinya.
Kira berjalan menuju taman tak jauh dari cafe tersebut di ikuti Zavran dari belakang. Sesampainya di taman, Kira duduk di bangku yang ada di sana.
" Apa yang sebenarnya ingin kamu bicarakan?" Tanya Kira menatap jalanan di depannya.
Hati Zavran mencelos mendengar sebutan kamu dari bibir Kira. Biasanya Kira akan menyebutnya dengan nama Kak Zav.
" Kenapa kamu mengambil keputusan untuk menikah dengan Fahri? Kenapa tidak melanjutkan kuliah dulu? Apa begini caranya untuk menghindariku?" Tanya Zavran.
" Apakah aku harus menjawab pertanyaanmu?" Kira balik bertanya.
" Ya kau harus menjawabnya, jangan mengambil keputusan dengan terburu buru, apalagi kamu mengambil keputusan itu karna kecewa padaku Dek." Ujar Zavran.
" Jangan kepedean dan besar kepala, aku memutuskan itu karna kami merasa saling cocok satu sama lain, dan ingin membangun sebuah keluarga yang bahagia, bukankah tugas seorang wanita setelah menikah menjadi ibu rumah tangga? Itulah sebabnya aku tidak ingin melanjutkan pendidikanku." Sahut Kira.
__ADS_1
" Aku tidak percaya jika kau memiliki rasa dengan Fahri, apa secepat itu hatimu berpaling dariku?" Tanya Zavran menatap Kira.
" Saat hati kita terluka apapun bisa terjadi, dan rasa itu tidak akan sama dari sebelumnya, sial aku memiliki perasaan atau tidak padanya, biarkan itu menjadi urusanku, tapi aku sangat yakin jika Kak Fahri memiliki perasaan sayang untukku, bukankah lebih baik di cintai daripada mencintai." Sahut Kira.
" Bagaimana kalau ternyata aku juga punya perasaan yang sama untukmu?" Tanya Zavran.
" Apapun itu tidak akan mengubah keputusanku saat ini, aku sudah pernah menawarkan hal itu padamu tapi dengan bangganya kau menolak bukan? Jadi jangan permainkan perasaanku lagi, aku akan tetap menikah dengan Kak Fahri." Sahut Kira.
Deg....
Jantung Zavran terasa berhenti berdetak. Benarkah apa yang di ucapkan Kira? Apakah dirinya terlambat jika saat ini Ia mulai memperjuangkan cintanya?
" Jika aku mengatakan, aku mencintaimu dan ingin menikah denganmu, apakah kamu tetap akan menikahi Fahri?" Tanya Zavran lagi.
" Tentu, karna aku tidak suka dengan orang plin plan yang dengan cepat merubah keputusannya, aku tidak menyukai orang yang tidak mau memperjuangkan cintanya untukku." Sahut Kira sambil berdiri.
" Apa sudah selesai introgasinya? Kalau sudah aku permisi." Sahut Kira.
" Papa Aroon.... Ya Papa Aroon, aku harus membicarakan soal ini kepada Papa, aku harap Papa bisa membantu, aku harus mengungkapka perasaanku sebelum pernikahan Kiki terjadi." Monolog Zavran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari Zavran berkunjung ke kantor Daddy Aroon. Ia berjalan memasuki ruangan Daddy Aroon setelah mengetuk pintu tentunya.
" Ada apa sayang? Kenapa kau ingin bertemu di sini?" Tanya Daddy Aroon menatap Zavran.
" Ada yang ingin aku bicarakan Pa." Ucap Zavran duduk di sofa depan Daddy Aroon.
" Katakanlah." Titah Papa Aroon.
" Pa sebenarnya aku punya perasaan lebih kepada Kiki, begitupun sebaliknya Pa." Ucap Zavran. Daddy Aroon menatap ke arah Zavran. Daddy Aroon tidak kaget karna Ia sudah tahu sebelumnya.
" Lalu?" Tanya Daddy Aroon.
__ADS_1
" Tapi Opa Burhan tidak memberikan restunya, Opa membuatku berjanji untuk tidak mbalas perasaan Kiki Pa, aku mohon bantu aku untuk mendapatkan Kiki Pa, Papa merestui hubungan kami kan?" Tanya Zavran menatap Daddy Aroon.
" Kalau soal restu, Papa merestuinya Boy... Tapi maaf Papa tidak bisa membantumu." Sahut Daddy Aroon sedih.
" Kenapa Pa?" Tanya Zavran.
" Sama seperti kepadamu, Opa Burhan juga mengancam Papa, Jika sampai Papa memberikan restunya padamu atau Papa memberitahu Mamamu tentang ini, maka Opa akan membawa Mamamu dan Kira pergi bersamanya, maafkan Papa Zav, Papa tidak bisa kehilangan Mamamu, Papa sangat mencintainya, Mama Kinan adalah segalanya buat Papa, maafkan Papa yang tidak berdaya ini Zav." Terang Daddy Aroon dengan mata berkaca kaca.
" Papa tahu rasanya sangat berat jika melihat seseorang yang kita cintai tidak bisa hidup bersama dengan kita, tapi yakinlah dengan ikhlas semuanya akan terasa mudah Zav, ikhlaskan jika Kira bukan jodohmu, tapi jika Kira memang jodohmu, Tuhan akan memberikan jalannya sendiri, berdoalah pada Tuhan semoga kau mendapatkan jalan terbaik atas masalahmu ini." Ucap Daddy Aroon.
Zavran menghela nafasnya pelan. Ia memijat pelipisnya sambil berpikir berharap akan menemui jalan keluarnya.
" Andai aku mendapat dukungan dari Papa pasti aku akan lebih bersemangat Pa untuk mengingkari janjiku pada Opa, aku akan memperjuangkan cintaku dan hidup bahagia bersama Kiki selamanya, karna janji dan ancaman itu aku tidak bisa berbuat apa apa, semua menjadi dilema bagiku Pa." Ucap Zavran.
" Aku membalas perasaan Kiki, aku akan kehilangannya karna mengingkari janji pada Opa, tapi aku juga akan kehilangannya karna aku tidak mampu mengungkapkan perasaanku padanya hingga membuatnya menikahi pria lain." Ujar Zavran.
" Maafkan Papa." Ucap Daddy Aroon.
" Baiklah Pa, aku akan memperjuangkan cintaku sendiri, aku akan menghadapi rintangan apapun yang Tuhan berikan padaku, jika semuanya menguji cintaku maka aku akan memperlihatkan kepada mereka betapa besar cintaku pada Kiki." Ucap Zavran bersemangat membuat Daddy Aroon tersenyum.
" Itu baru anak Papa, berjuanglah pasti kau akan mendapatkan hasilnya." Ucap Daddy Aroon.
" Makasih Pa, kalau begitu aku permisi." Ucap Zavran.
" Hati hati di jalan." Ucap Daddy Aroon.
Zavran keluar ruangan, Ia berjalan menuju lift untuk turun ke lobby. Sesampainya di lobby Zavran berjalan menuju mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah seseorang yang mungkin bisa membantunya.
" Harapan terakhir, kalau dia tidak mau membantu maka dengan terpaksa aku akan mengungkap kebenaran ini sendiri di depan keluarga, aku tidak peduli apa yang akan Opa Burhan lakukan, aku harus mendapatkan Kiki demi cintaku." Monolog Zavran.
" Kau membuatku sadar akan perasaanku padamu setelah kau membicarakan pernikahanmu dengan pria lain Ki, aku tidak akan membiarkannya terjadi, kau hanya akan menjadi milikku, selamanya akan menjadi milikku." Ucap Zavran.
TBC......
__ADS_1