Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Mendekat Ke Arahku


__ADS_3

Huek.... Huek... Huek....


Mila memutahkan isi perutnya di wastafel kamar mandi. Imran menatapnya dari depan pintu kamar dengan perasaan sedih. Sebenarnya Ia ingin menghampiri Mila dan memijat tengkuknya, tapi Ia tidak berani mendekat sebelum Mila lebih dulu mendekatinya. Ia takut jika Mila akan melakukan apa yang menjadi ancamannya.


" Panggil aku sayang, maka aku akan datang kepadamu, aku ingin menemani masa masa ngidammu." Lirih Imran. Imran merasa heran sebelumnya Ia yang mengalami mual tapi kenapa sekarang justru Mila sendiri?


Huek.... Huek....


" Ugh kenapa lemas sekali." Keluh Mila membasuh mulutnya dengan air bersih dan mengelapnya dengan tisu.


Mila menyenderkan tubuhnya di dinding kamar mandinya. Kepalanya terasa berat dan matanya sedikit berkunang, Mila memejamkan matanya.


Cukup lama tidak ada suara, Imran memberanikan diri masuk ke dalam kamar, Ia menatap kamar mandi. Entah mengapa perasaannya tidak karuan seperti ada dorongan untuk segera masuk ke dalam. Ia masuk ke dalam kamar mandi tepat saat tubuh Mila hendak luruh ke bawah. Imran segera menangkap tubuh Mila.


" Sayang, bangunlah sayang." Imran menepuk pelan pipi Mila.


Mila membuka matanya menatap Imran.


" Mas." Lirih Mila. Setelah itu Ia memejamkan matanya.


" Sayang bangun sayang! Jangan seperti ini, kau membuatku khawatir sayang." Ucap Imran.


Imran menggendong Mila menuju kamarnya, Ia membaringkan tubuh Mila di atas ranjang. Imran menelepon Dokter dengan segera. Setelah itu Imran menuju dapur untuk membuat susu hangat untuk Mila.


" Sayang tumben kamu membuat susu tanpa sembunyi sembunyi." Ujar Mama Lina.


" Mila pingsan Ma." Sahut Imran.


" Apa? Menantu Mama pingsan?" Tanya Mama Mila.


" Iya Ma, Mila muntah muntah lagi tadi pagi mungkin dia lemas makanya dia pingsan." Ujar Imran.


" Kau sudah memanggil Dokter?" Tanya Mama Lina.


" Sudah Ma, aku memanggil Dokter kandungan yang menangani Mila." Sahut Imran.


" Aku ke kamar dulu Ma." Ucap Imran berjalan membawa segelas susu ke kamarnya.


Imran tidak peduli jika saat Mila sadar nanti Mila akan memarahinya, yang jelas saat ini Imran mau berada di sisi Mila untuk memastikan jika Mila baik baik saja. Imran meletakkan segelas susunya di atas nakas. Ia duduk di samping Mila sambil menggenggam tangannya sesekali Ia menciumi tangan Mila.


" Sayang bangunlah, maafkan aku yang tidak bisa menjagamu sayang, ku mohon bangunlah demi aku." Ucap Imran.


Tok tok tok


Imran menoleh ke arah pintu, Mama Mila masuk ke dalam di ikuti Dokter Sinta di belakangnya.


" Setelah muntah menantuku pingsan Dok." Ucap Mama Lina.


" Baiklah saya periksa dulu Nyonya." Ucap Dokter.


Dokter Sinta mulai memeriksa Mila dengan teliti, mulai dari memeriksa denyut nadi, detak jantung dan juga kondisi janinnya.


" Nona Mila hanya kelelahan saja Tuan, kondisi janinnya sehat dan baik baik saja, istirahat cukup bisa memulihkan tenaganya, sebentar lagi Nona Mila akan siuman." Ucap Dokter Sinta.


" Tapi dia tidak melakukan pekerjaan apapun Dok, Lalu apa yang menyebabkannya kelelahan?" Tanya Imran.

__ADS_1


" Kelelahan bukan hanya karna bekerja Tuan, aktifitas apapun pada wanita hamil itu bisa memicu rasa lelah dalam dirinya, apalagi jika ibu hamil merasa stres itu bisa menganggu kesehatannya Tuan." Ucap Dokter Sinta.


" Minum vitamin secara teratur Tuan dan istirahat yang cukup, buatlah ibu hamil senang, ceria dan tidak merasa terbebani dengan kehamilannya, selalu suport di sampingnya Tuan karna di sini peran suami juga sangat penting." Jelas Dokter Sinta memberi penjelasan.


" Baiklah Dok." Ucap Imran.


" Kalau begitu saya permisi Tuan, Nyonya." Ucap Dokter Sinta.


" Silahkan Dok, terima kasih." Sahut Imran.


Mama Lina dan Dokter Sinta keluar kamar meninggalkan Imran dan Mila. Imran menatap ke arah perut rata Mila.


" Sayangnya Daddy jangan buat Mommy kesusahan ya, jangan nakal di dalam sini, sehat selalu dan bantu Daddy menjaga Mommymu ya.... Daddy sangat menyayangi kalian berdua, Daddy menanti kelahiranmu dengan bahagia sayang." Ucap Imran mengelus perut Mila.


Sentuhan Imran membuat Mila terusik. Ia mengerjapkan matanya pelan.


" Sayang kamu sudah sadar." Ucap Imran.


Mila menatap Imran yang sangat jelas terlihat kekhawatiran di wajahnya.


" Minum susu dulu mumpung masih hangat, Ini susu anti mual sayang." Ucap Imran.


Imran menyusun bantal lalu Ia membantu Mila bersandar pada tumpukan bantal tersebut.


" Minumlah." Imran menyodorkan segelas susu hangat di bibir Mila. Mila segera meminumnya.


" Makasih Mas." Ucap Mila.


" Sama sama sayang." Sahut Imran.


Hening.....


" Sekarang istirahatlah, maafkan Mas karna Mas telah lancang mendekatimu, Mas sangat mengkhawatirkanmu sayang, Kau pingsan di kamar mandi jadi tidak mungkin kan aku membiarkanmu begitu saja." Ucap Imran. Imran beranjak hendak meninggalkan Mila tiba tiba


Mila mencekal tangan Imran membuat Imran menoleh ke arahnya.


Tatapan merak saling beradu, tatapan penuh cinta dan penuh kerinduan di dalamnya.


" Jangan tinggalkan aku, mendekatlah kepadaku Mas." Ucap Mila pada akhirnya.


" Benarkah? Kau tidak marah padaku? Kau sudah memaafkan Mas sayang?" Tanya Imran memastikan.


" Iya Mas." Sahut Mila.


" Kau sudah tidak marah padaku?" Tanya Imran.


" Tidak Mas, sini peluk aku." Ucap Mila merentangkan tangannya.


Imran langsung menghambur ke pelukan Mila dengan perasaan bahagia membuncah di dadanya.


" Terima kasih sayang, terima kasih kau sudah memaafkan aku." Ucap Imran.


" Aku yang berterima kasih padamu Mas karna diam diam kamu selalu memberikan perhatianmu padaku." Ujar Mila.


Imran melepas pelukannya, Ia menatap ke arah Mila seolah mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Aku tahu jika kamu diam diam memperhatikan aku, segelas susu setiap pagi, sate ayam itu, bahkan kau datang untuk menyayangku di saat aku tidur, kau mengelus perutku dan kau juga menciumi wajahku." Ucap Mila membuat Imran nyengir karna segala tindakannya di ketahui oleh Mila.


" Jadi kamu tahu semuanya?" Tanya Imran.


" Iya Mas, walaupun mataku tidak melihatmu tapi hatiku merasakan akan kehadiran dirimu, itulah cintaku Mas, aku mohon jangan kecewakan aku lagi atau kalau tidak aku akan benar benar menghapus rasa cinta di hatiku ." Ujar Mila.


" Mas berjanji sayang Mas tidak akan melakukan kesalahan fatal lagi, makasih sayang." Ucap Imran memeluk Mila kembali.


" Jangan berjanji untuk tidak mengulanginya tapi berjanjilah untuk menepatinya Mas." Ucap Mila.


" Baiklah sayang Mas akan berusaha untuk menepati janji itu." Ucap Imran.


" Aku merindukanmu Mas." Ucap Mila.


" Aku lebih merindukanmu sayang." Sahut Imran menciumi pucuk kepala Mila.


" Kau tahu? Mas sangat tersiksa selama ini karna jauh darimu sayang, Mas jera sayang, Mas tidak mau mengulanginya lagi, kamu sudah berhasil menghukumku dengan hukuman yang sangat menyakitkan sayang." Ujar Imran.


" Bukan hanya kamu saja yang tersiksa, tapi aku juga Mas." Ucap Mila.


" Baiklah sayang jangan di bahas lagi." Ucap Imran.


" Iya Mas." Sahut Mila.


" Mau makan apa biar Mas belikan?" Tanya Imran mengelus pucuk kepala Mila.


Saat ini Mila sedang bermanja manja duduk bersandar di pundak Imran. Ia ingin menebus masa masa yang hilang beberapa waktu ini.


" Em.... Aku pengin makan bakso dengan kuah pedas Mas, kaya'nya enak deh, makan bakso pedas sambil minum teh hangat pasti mantap." Sahut Mila.


" Kasihan dedeknya Yank kalau kamu makan pedas." Ujar Imran.


" Tapi pengin Mas, kalau nggak mau beliin nggak usah sok nawarin segala." Cebik Mila memajukan bibirnya.


" Jangan manyun gitu donk! Entar Mas khilaf lho." Ujar Imran.


" Bodo'." Sahut Mila.


" Baiklah Mas akan membelikannya untukmu, tapi sekarang jangan marah lagi." Ucap Imran mencium kening Mila.


" Mas mau kemana?" Tanya Mila melihat Imran beranjak.


" Mau membelikan bakso untuk anak dan istri Mas tercinta." Jawab Imran.


" Jangan lama lama." Ujar Mila.


" Baiklah sayang, sekarang Mas pergi dulu ya, telepon Mas jika terjadi sesuatu padamu." Ucap Imran.


" Hati hati Mas." Ucap Mila.


" Hmm." Gumam Imran.


TBC.....


*Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...

__ADS_1


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensupport author selama ini semoga sehat selalu....


Miss U All*.....


__ADS_2