Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Aku balas I Love U Too


__ADS_3

Hari hari berlalu tak terasa enam bulan sudah pernikahan Imran dan Khanna. Sejak Khanna bertekad untuk menerima Imran dengan semua kekurangan dan kelebihannya, Keduanya semakin dekat. Malam ini Imran mengajak Mila dinner di hotel ternama di kota ini. Dengan memakai dress warna merah maroon selutut di lengkapi dengan high hells lima centi membuat Mila terlihat anggun. Belum lagi make up tipis dan rambut yang di sanggul membuatnya sangat cantik.


Imran menatap Mila yang sedang menuruni anak tangga dengan tatapan terpesona. Matanya bahkan tidak berkedip. Ia tidak sadar jika Mila sudaj berdiri di depannya.


" Mau memandangku saja apa mau mengajakku dinner romantis?" Tanya Mila menatap Imran membuat Imran tersadar dari lamunannya.


" Kamu cantik sekali sayang." Ucap Imran memuji Mila.


" Emang biasanya aku nggak cantik? Bukannya aku cantik sejak lahir ya? Kalau tidak cantik mana mungkin guruku terpesona padaku dan mengejar cintaku, Bahkan sampai membuat drama tipu tipu." Ujar Mila.


" Ah iya sayang, Kau benar kau selalu cantik di mataku, Ayo kita berangkat." Ujar Imran menyodorkan lengannya, Mila langsung menggandeng lengan Imran.


Keduanya menaiki mobil yang di kemudikan oleh Imran sendiri. Di dalam perjalanan Imran menggenggam tangan Mila sambil sesekali Ia menciuminya. Lima belas menit kemudian Imran dan Mila sampai di hotel tersebut. Seorang pelayan hotel sudah menunggu mereka di depan Lobby. Imran menggandeng Mila masuk ke hotel xx.


" Mari Tuan Imran dan Nona Mila, Saya akan menunjukkan tempatnya." Ucap Pelayan itu.


" Makasih Mbak." Sahut Mila.


Keduanya mengikuti pelayan menuju roftoop hotel yang sudah di sulap menjadi tempat yang sangat indah.


" Wow." Ucap Mila berdecak kagum melihat keindahan yang di sajikan dari atas sana.


" Ini beneran tempat dinner kita Mas? Entar Mas Des salah tempat lagi kan aku jadi kecewa." Ujar Mila.


" Iya sayang... Ini semua Mas persembahkan hanya untukmu." Sahut Imran.


" Terima kasih Mas." Ucap Mila.


Mila mengedarkan pandangannya. Dimana meja bundar dan dua kursi di samping kanan dan kirinya, Tengah meja banyak lilin dan bunga mawar, Banyak piring yang tertutup yang Mila yakini hidangan makan malamnya. Di sekitar meja banyak juga hiasan dan dekorasi yang menurut Mila benar benar sempurna. Lampu lampu hias membuat tempat itu semakin indah saja.


" Maukah kau berdansa denganku?" Imran berlutut sambil mengulurkan tangannya ke arah Mila. Mila menoleh ke arah Imran.


Mila menyambut uluran tangan itu. Lagu india Kalhonaho versi female di putar mengiringi dansa mereka. Mereka menikmati setiap gerakan dan alunan musik yang mengiringinya. Hati Mila benar benar bahagia mendapat kejutan semanis ini dari suaminya. Mila juga akan memberikan kejutan untuk Imran malam ini.


Selesai berdansa Imran menggenggam tangan Mila. Ia menuntun Mila mendekati pagar balkon.


" Lihatlah ke bawah sana." Imran menunjuk ke taman bawah, Mila mengikuti arah yang di tunjuk Imran.


" Oh My God...." Ucap Mila menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Di bawah sana tersusun nyala api dari lilin lilin yang membentuk tulisan I Love U di sertai bunga bunga mawar di sekitarnya.


" Aku memang bukan pria yang romantis, Tapi di kesempatan ini aku ingin mengutarakan isi hatiku secara formal, Aku ingin mengucapkan I Love U Kamila Azzurra Maulana, Terima kasih sudah mau menerimaku menjadi suamimu dengan segala kekurangan yang aku miliki, Terima kasih karna selalu memaafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan,Terima kasih sudah menjadi penyemangat hidupku." Ucap Imran.


" Jadilah pendamping hidupku hingga maut memisahkan kita, Dan jadilah ibu dari anak anakku, Sekali lagi I Love U sayang." Ucap Imran sambil berlutut di depan Mila dengan bunga mawar merah di tangannya.


Mila menarik tangan Imran membuat Imran berdiri. Mila menerima mawar yang Imran berikan padanya. Mila menatap Imran dengan gugup.

__ADS_1


" I Love U too My Hubby." Ungkap Mila.


" Sayang." Pekik Imran tidak percaya dengan apa yang Ia dengar. Mila menganggukkan kepalanya.


" Ulangi sekali lagi!" Titah Imran.


" I Love U too." Ucap Mila.


" Sekali lagi lebih keras." Ujar Imran.


" Nggak mau, Kamu cuma mau mengerjai aku doank." Sahut Mila.


" Enggak sayang, Mas ingin memastikan apakah ini mimpi atau nyata sayang, Baiklah jika kamu malu mengatakannya, Mas yang akan mengawali kamu yang mengakhiri OK." Ucap Imran.


" Kamila... I Love U." Teriak Imran.


" Love U too Mas Desfian." Sahut Mila.


Imran menarik tubuh Mila ke dalam pelukannya. Hatinya merasa berbunga bunga seperti ada ribuan kupu kupu beterbangan di dalam dadanya.


" Makasih sayang.. I Love U." Ucap Imran menciumi kening Mila.


" Kamu tahu malam ini aku sangat sangat bahagia sayang, Jawaban yang aku nanti nanti darimu selama ini kini sudah aku dapatkan, Aku sangat sangat mencintaimu sayang, Menualah bersamaku." Ucap Imran.


" Kau mau kan?" Tanya Imran menatap Mila.


" Aku akan membuatmu selalu bersama denganku karna aku akan selalu menjaga kesetiaan ini sayang, Aku tidak akan membiarkan kesetiaan ini berkurang apalagi menghilang, Terima kasih sayang sudah memberikan kebahagiaan yang sangat luar biasa malam ini." Ucap Imran.


" Sama sama Mas, Berkat kesabaranmu kita bisa bersama sama sampai sekarang." Ujar Mila.


Kruuukkk


Perut Mila berbunyi membuyarkan suasana romantis yang keduanya ciptakan. Mila mengedarkan pandangannya ke sembarang arah karna malu di tatap oleh Imran.


" Kamu lapar?" Tanya Imran yang menurut Mila pertanyaan konyol. Sudah tahu perut Mila berbunyi masih tanya.


" Ternyata mendengarkan rayuan gombalmu tidak membuatku kenyang Mas, Ayo kita makan dulu nanti kita lanjutkan acara romantis romantissannya." Ujar Mila.


" Aku nggak lagi ngegombal lhoh Yank, Aku serius." Ucap Imran.


" Laparku jauh lebih serius Mas." Sahut Mila.


" Kamu ini ada ada aja, Baiklah ayo kita makan duku jangan sampai kamu nanti pingsan." Kekeh Imran.


Keduanya berjalan menuju meja yang sudah di siapkan oleh pihak hotel. Ya hotel ini Milik Imran sendiri. Ia bahkan memiliki kamar pribadi di lantai paling atas di hotel ini.

__ADS_1


Mila dan Imran mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Sayang aku pesan kamar untuk paket bulan madu ya, Aku mau melakukannya sekarang...


Uhuk uhuk uhuk


Mila tersedak makanannya mendengar ucapan ambigu Imran. Walaupun Mila masih sangat muda tapi Ia tahu arah pembicaraan Imran.


" Pelan pelan donk sayang." Imran memberikan minum kepada Mila sambil mengelus punggung Mila.


" Kamu mau melakukan apa Mas?" Tanya Mila setelah membaik.


" Meminta hakku sayang, Mas sudah pesan kamar pengantin untuk kita melakukan malam pertama di sini, Tapi jika kamu belum siap kita pulang saja, Nanti Mas akan mengabari pihak hotel untuk membersihkan kamarku." Ujar Imran.


" A... A...Ku." Mila menggantung ucapannya.


" Tidak perlu di paksakan sayang, Mas akan selalu sabar menunggumu." Ucap Imran.


" Aku sudah siap kok Mas." Sahut Mila.


" Tidak perlu di paksakan sayang, Aku tidak mau kamu melakukannya karna terpaksa." Ujar Imran mengelus pipi Mila.


Mila menggenggam tangan Imran.


" Aku sudah siap menjadi istrimu sepenuhnya Mas, Tapi jika kamu mau menunggu aku jadi merasa lega." Ujar Mila.


" Aku akan menunggumu sampai kamu benar benar siap." Sahut Imran.


" Lima tahun." Ucap Mila.


" Apa? Lima tahun? Jangan bercanda sayang.. Aku semakin tua kalau aku nelakukannya lima tahun lagi aku tidak yakin bibitku masih unggul." Ujar Imran.


" Kamu sendiri yang bilang kalau mau menungguku kan?" Ujar Mila.


" Tidak jadi, Malam ini aku akan membuatmu selalu mengingat namaku sayang." Sahut Imran.


" Baiklah apapun untukmu malam ini Mas." Ucap Mila.


" Terima kasih sayang." Sahut Imran.


Keduanya merasa bahagia bisa saling mengungkapkan perasaan masing masing. Mereka berharap semoga ke depannya mereka akan selalu mendapat kebahagiaan dari yang Maha Kuasa.


TBC....


*Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...

__ADS_1


Makasih buat para readers yang selaku mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All* ..


__ADS_2