
" Apa maksudmu Arga?" Teriak Imran tiba tiba.
Mila dan Arga menoleh ke arah Imran yang entah sejak kapan berdiri di belakang mereka.
" Mas Des...." Gumam Mila ketakutan.
" Beraninya kau bilang seperti itu pada istriku." Bentak Imran menarik kerah leher Imran.
" Tenang Tuan Imran, Berhubung kau sudah tahu sekarang kita bicarakan hal ini dengan baik baik." Ujar Arga. Imran melepas kerah Arga.
" Apa maksud obrolan kalian? Apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku?" Selidik Imran menatap Mila. Mila langsung menundukkan kepalanya.
" Jawab Mila." Bentak Imran. Beruntung pengunjung masih sepi jadi mereka tidak menjadi pusat perhatian.
" Aku sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi Mas, Saat pagi tadi aku bangun, Aku berada di kamar Tu... an Ar..ga." Sahut Mila melirik Imran.
" Jadi kalian...
" Yah aku dan Mila menghabiskan malam bersama tadi malam Tuan Imran, Kau pasti tahu kami melakukan apa bukan? Apa perlu aku mengungkapnya di depanmu." Sahut Arga memotong ucapan Imran.
Jeduar.....
Bagai di sambar petir di siang bolong, Imran menatap Mila tidak percaya dengan apa yang Mila lakukan di belakangnya.
" Tutup mulutmu Arga." Bentak Mila.
" Kenapa sayang? Bukankah ini saatnya kita memberitahu Imran? Tidak perlu takut aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu." Ucap Arga.
" Mila.... Mas kecewa sama kamu sayang, Kalau memang kamu tidak mencintai Mas lagi bukan begini caranya sayang." Ucap Imran sedih.
" Mas tapi ak...
" Cukup Mila, Semuanya sudah jelas kamu tidak perlu menjelaskan apa apa lagi." Ujar Imran.
" Mas percayalah padaku." Ucap Mila.
" Apa yang harus aku percaya? Apa kau bisa membuktikan jika tuduhan ini tidak benar? Bahkan kamu sendiri mengakuinya saat bangun tidur kamu berada di kamarnya, Bukan di kamar kita." Ucap Imran meninggalkan Mila dan Imran.
" Mas." Teriak Mila. Imran tidak bergeming, Ia terus berjalan membawa luka di hatinya.
" Arghhhhhhh kenapa jadi begini sih." Teriak Mila frustasi.
" Tenang sayang." Ucap Arga.
" Stop panggil aku sayang! Aku jijik mendengar panggilan yang keluar dari mulut kotormu itu." Bentak Mila.
" Wow sans Mila, Kau lihat sendiri bukan bagaimana reaksi Imran? Imran tidak akan menerimamu lagi, Sekarang cepat urus perceraian kalian lalu aku akan segera menikahimu." Ujar Mila.
" Aku tidak akan pernah mau menikah denganmu Arga." Ucap Mila penuh penekanan.
" Apa maksudmu?" Tanya Arga mencekal tangan Mila yang hendak pergi meninggalkannya.
__ADS_1
" Walaupun Mas Des menceraikan aku tapi aku tidak sudi menikah dengan pria gila sepertimu." Teriak Mila.
Arga mendorong tubuh Mila hingga punggungnya menabrak meja. Ia menyentuh erat dagu Mila dengan tatapan laparnya.
" Kau bilang aku pria gila? Aku akan menunjukkan sebagaimana gilanya aku karnamu." Ujar Arga menundukkan wajahnya.
" Lepas! Kau mau apa lepaskan aku." Ucap Mila.
" Aku akan melakukan hal gila yang tidak pernah kau bayangkan sayang." Ucap Arga.
Arga terus memajukan wajahnya. Ia menatap bibir Mila yang semalam di ciumnya. Ketika bibir Arga hampir menyentuh bibir Mila tiba tiba seseorang menarik tubuh Arga dan...
Bugh Bugh Bugh
Seseorang memukul wajah Arga dengan membabi buta.
" Beraninya kau berbuat kasar kepada wanitaku." Teriak pria itu.
" Kak Aroon." Gumam Mila mendengar suara yang familiar menurutnya.
Aroon dan Arga terlibat perkelahian hingga membuat pengelola tempat wisata itu turun tangan.
" Hentikan semua ini." Teriak Mila.
Mendengar teriakan Mila kedua pria itu menghentikan kegiatannya.
" Apa apaan kalian ini, Kenapa seperti anak kecil saja, Selesaikan masalah dengan baik." Ucap Fisa.
Mila menoleh ke arah Fisa yang sedang berdiri di belakangnya.
" Sekarang kejarlah suamimu, Aku akan mengurus mereka, Nanti aku akan ke kamarmu membawa bukti bukti itu." Ucap Fisa.
" Baik Kak." Sahut Mila.
Tanpa berpikir panjang Mila segera berlari menuju ke penginapan. Ia langsung menuju kamarnya ingin menjelaskan masalah ini kepada Imran.
Brak...
Mila membuka pintunya kasar. Ia menghampiri Imran yang sedang mengepak pakaiannya ke dalam koper.
" Mas dengarkan penjelasanku dulu." Ucap Mila. Imran tidak bergeming, Ia masih sibuk dengan kegiatannya.
" Mas ku mohon dengarkan penjelasanku dulu." Ucap Mila menutup paksa koper Imran.
" Apa yang harus aku dengar? Aku harus mendengar kalau kamu menghabiskan malam dengan pria itu begitu?" Tanya Imran menatap Mila.
" Kau tidak percaya padaku Mas?" Tanya Mila.
Imran diam tidak menjawab pertanyaan Mila.
" Diammu aku anggap ya, Kau hanya mendengar ceritanya saja tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi padaku, Harusnya kamu menguatkan aku dan mendukungku bukan malah menghakimi aku seperti ini Mas." Ucap Mila meneteskan air matanya.
__ADS_1
" Aku tidak percaya ini, Seseorang yang aku jadikan sandaranku justru meninggalkan aku di saat aku membutuhkannya, Apa kau tahu apa yang terjadi di sana setelah kepergianmu?" Tanya Mila menatap Imran.
" Apa kau tahu apa yang terjadi di sana Mas?" Teriak Mila. Imran menggelengkan kepalanya.
" Aku hampir di lecehkan oleh Arga di tempat umum." Ucap Mila mengusap air matanya. Imran menatap Mila kaget.
" Dia hampir melecehkan aku tapi kau justru meninggalkan aku di sana Mas... Hiks...." Isak Mila.
Hati Imran mencelos mendengar ucapan Mila. Tapi Ia sendiri tidak tahu apa kemauan hatinya. Ia begitu kecewa karna Mila tidak memberitahukan hal sebesar ini padanya.
" Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi padaku semalam, Apakah aku melakukan hal itu dengannya atau tidak? Aku tidak tahu Mas." Terang Mila.
" Saat aku kembali dari toilet kau sudah tidak ada di sana, Arga bilang kepalamu pusing jadi kamu kembali ke kamar lebih dulu." Ujar Mila.
Imran mengingat kejadian itu. Ya semalam tiba tiba kepalanya pusing dan Ia merasa mengantuk berat bahkan Ia tidak ingat apa yang Ia lakukan, Seingatnya Imran masuk ke kamarnya lalu tertidur hingga pagi.
" Apa kamu merasakan pusing juga?" Tanya Imran setelah menyadari sesuatu.
" Iya Mas, Sebelum sampai kamar aku merasa kepalaku sedikit pusing, Tiba tiba Arga membawaku ke kamarnya, Seingatku dia memang menciumku tapi setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kami." Jelas Mila. Imran mengepalkan tangannya kuat.
" Saat aku bangun tidur aku masih berada di kamarnya Mas, Dia mengatakan kalau aku dan dia melakukan hal terlarang itu, Tapi aku tidak yakin karna aku tidak merasa ada sisa sisa percintaan yang kami lakukan di dalam tubuhku." Ujar Mila.
" Kenapa kamu tidak mengatakannya pada Mas?" Tanya Imran menangkup wajah Mila.
" Aku takut jika aku tidak bisa membuktikan kebenarannya padamu Mas, Aku takut kamu jijik padaku, Aku takut kamu akan meninggalkan aku, Aku meminta waktu kepada Arga satu bulan, Itu sebabnya aku menyuruh Fisa untuk menyelidiki semuanya sebelum aku memberitahumu, Tapi sayang kau sudah tahu lebih dulu dari rencanaku." Ucap Mila.
" Apa maksudmu meminta waktu kepada Arga?" Tanya Imran.
" Arga memintaku menceraikanmu dan menikah dengannya, Kalau aku menolak maka Arga akan mengungkap kejadian ini kepada keluarga kita, Dia memegang buktinya." Sahut Mila.
" Sialan kau Arga.... Kau mencoba bermain main denganku dengan membodohiku." Geram Imran.
" Maafkan aku Mas, Aku tidak bisa menjaga diriku dari pria lain, Seandainya aku memang terbukti bersalah maka aku akan menyerahkan semua keputusan padamu." Ucap Mila.
" Apa maksudmu?" Tanya Imran. (Nih Imran kaya' orang bego nanya mulu ya ha ha )
" Jika kau mau berpisah dariku aku akan menerimanya Mas." Lirih Mila.
" Tidak sayang maafkan aku." Ucap Imran memeluk Mila.
" Kita akan hadapi semua ini sama sama, Apapun yang terjadi kau akan tetap menjadi milikku, Aku akan menerimamu apa adanya, Cintaku lebih besar dari pada noda itu sayang, Maafkan aku yang menuruti ego dan kemarahanku, Ini hanya bentuk kecewaku karna kamu menyembunyikan hal ini dariku sayang." Ucap Imran.
" Hiks... Hiks... Aku yang minta maaf padamu Mas." Isak Mila.
" Menangislah jika itu bisa membuatmu lega dan lebih tenang, Tapi setelah ini kamu jangan bersedih lagi, Aku akan selalu bersamamu." Ujar Imran mencium pucuk kepala Mila.
TBC.....
*Jangan lupa like dan koment di setiap bbnya ya..
Jika berkenan beri author hadiah dab votenya
__ADS_1
Makasih buat yang udah suport author...
Miss U All*