Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Kedatangan Sahabat


__ADS_3

Pagi ini Mila sedang memasak di dapur. Imran menghampirinya dengan langkah pelan tanpa di sadari oleh Mila.


Grep....


" Aw." Pekik Mila kaget karna memeluknya dari belakang.


" Suaramu ***** yank." Bisik Imran.


" Kamu ini bikin kaget aja Mas." Cebik Mila.


" Bikin ketagihan sayang." Ujar Imran


" Apaan sih kamu Mas, mesum aja pikirannya." Ucap Mila.


" Nggak pa pa itu tandanya aku normal sayang." Seloroh Imran.


" Udah ah minggir! entar masakanku gosong, duduk aja di sana Mas." Ujar Mila.


" Morning kiss dulu nanti Mas duduk." Ucap Imran.


Mila membalikkan badannya lalu..


Cup


Mila mengecup pipi Imran.


" Bibir." Imran menunjuk bibirnya.


Cup


Saat bibir Mila menempel pada bibir Imran, tiba tiba Imran menahan tengkuk Mila. Ia menggigit bibir Mila membuat Mila membuka sedikit mulutnya. Imran mengekspos setiap inchinya. Ia melu*** lembut bibir Mila. Keduanya sama sama saling menikmati sensasi manisnya bertukar saliva. Setelah keduanya kehabisan nafas, Imran melepas pagutannya, Ia mengusap lembut bibir Mila dengan jempolnya membersihkan sisa salivanya.


" Makasih sayang." Ucap Imran menyatukan keningnya dengan kening Mila. Ia menatap Mila dengan tatapan penuh cinta. Hingga suara...


Ting tong


" Mas ada tamu." Ujar Mila.


" Biar Mas yang buka." Sahut Imran.


" Sebentar Mas, kenapa bau bau gosong ya Mas?" Tanya Mila.


Mila ingat jika Ia sedang memasak. Ia langsung menoleh ke arah kompor dan...


" Ya ampun Mas." Pekik Mila menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Gosong." Ucap keduanya serempak sambil saling pandang.


" Kan gara gara Mas sih masakanku jadi gosong." Kesal Mila mematikan kompornya. Mereka lupa jika di depan ada tamu yang sedang menunggu di bukakan pintu.


" Ya maaf Yank." Ucap Imran.


" Maafmu nggak bisa mengembalikan masakanku Mas." Ketus Mila.


" Sayang jangan ngambek donk, maafin Mas ya." Ujar Imran.


" Nggak mau." Sahut Mila cemberut.


Ting tong


" Ah Mas lupa kalau mau bukain pintu, Mas bukain pintu dulu ya Yank jangan ngambek lagi." Ucap Imran mencium pipi Mila.


Imran berjalan menuju pintu. Ia membukanya dan menatap dua orang yang sedang berdiri di sana.


" Pagi Pak Des." Sapa Risa.


" Risa.... Pagi." Sahut Imran.


" Milanya ada Pak?" Tanya Vicki.


" Ada silahkan masuk." Ucap Imran.


Keduanya duduk di sofa ruang tamu.


" Kalian." Pekik Mila menghampiri keduanya.


" Halo Beb." Sapa Vicki memeluk Mila.

__ADS_1


Ehm ehm


Mila melepas pelukannya saat mendengar deheman Imran. Ia bergantian memeluk Risa.


" Hai Beb." Ujar Mila.


" Gimana kabar kalian?" Tanya Mila duduk di samping Imran.


" Baik.." Sahut Vicki dan Risa bersamaan.


" Lo sendiri gimana? Baik kan? Bahagia kan?" Tanya Vicki.


" Alhamdulillah bahagia dan baik baik saja." Sahut Mila.


" Oh ya Beb kemarin udah gue sampein salam Lo sama dosen terguanteng di kampus kita, dan Pak Dosen sepertinya tertarik sama Lo, Gue bilang kalau Lo udah pernah menikah tapi dia bilang nggak masalah asal Lo nya baik gitu." Cerocos Vicki.


Glek.....


Mila menelan kasar salivanya sambil melirik Imran yang memasang wajah tidak bersahabat.


" Dia namanya Pak Jayden, guantengggggg banget Mil, ya ampun gue sampai klepek klepek kalau liat dia, seandainya gue jadi cewek udah gue embat tuh Dosen, saat gue bilang kalau dapat salam dari Lo beh dia langsung senyum senyum menatap foto Lo, tanpa kedip Beb." Ucap Vicki menambah panas suasana.


" Beb..." Tekan Risa mencubit paha Vicki.


" Apa sih Beb? Ini gue lagi cerita soal dosen idaman Mila." Ucap Vicki.


" Udah udah kalian jangan bertengkar." Sahut Mila.


" Sebelum pulang ke sini gue memberi nomer Lo kepadanya Beb, dia bilang akan menelepon Lo saat senggang nanti." Ujar Vicki.


Imran menatap ke arah Mila. Mila hanya menundukkan kepalanya saja sambil meremas ujung bajunya.


" Eh Mil, gimana? Apa udah ada kabar gembira yang bisa gue denger? Apa sebentar lagi gue akan dapat keponakan dari Lo?" Tanya Risa mengalihkan pembicaraan Vicki.


" Belum Ris, doakan saja ya." Sahut Mila.


" Doa terbaik untukmu Mil, Em by the way gue haus Mil he he." Ucap Risa nyengir.


" Ah iya sorry sampai lupa bikin minum buat tamu terhormat." Ucap Mila.


" Biasa aja Mil." Ucap Risa.


" Biar Mas aja yang bikinin Yank, kamu di sini menemani mereka." Ujar Imran beranjak ke dapur meninggalkan mereka.


" Ah iya, makasih Mas." Sahut Mila.


" Lo ini Beb kalau ngomong yang bener liat liat situasi donk Beb, Lo nggak lihat raut muka Pak Des kaya' baju kusut belum di setrika." Omel Risa setelah kepergian Imran.


" Ya nggak pa pa, sekalian pengin tahu reaksinya gimana." Jawab Vicki enteng.


" Nanti kalau dia marah sama Mila gimana?" Tanya Risa khawatir.


" Kalau dia nanti marah, bilang sama gue ya beb nanti Lo gue culik biar tahu rasa suami Lo udah berani marahin ayang bebeb gue." Ujar Vicki.


" Ok ok." Sahut Mila.


" Eh tapi kalau Lo mau sekarang gue culik yuk, Gue bakal bikin Lo bahagia Beb." Ujar Vicki.


" Makasih tawarannya tapi tidak perlu kamu menculik istri saya, karna dia akan lebih bahagia hidup bersama saya." Sahut Imran meletakkan minuman di depan Risa dan Vicki.


" He he maaf Pak, makasih minumannya Pak." Ucap Vicki.


" Hmm silahkan di minum." Ucap Imran duduk di samping Mila sambil menahan senyumnya.


" Jus jeruk seger banget nih, saya minum ya Pak." Ucap Vicki.


" Silahkan." Sahut Imran.


Vicki mulai meneguk jus jeruknya sampai tiba tiba...


Byurrrrrrr


Vicki menyemburkan minumannya ke wajah Risa karna saat minum memang Vicki menghadap ke arah Risa.


" Ih Lo jorok banget Beb." Pekik Risa mengusap wajahnya.


" Lo mau jadi dukun?" Tanya Risa.

__ADS_1


Imran menahan tawanya. Mila menatap ke arah Imran membuat Imran memasang muka datar lagi. Mila curiga dengan apa yang di lakukan oleh suami gantengnya itu.


" Pak Imran." Panggil Vicki menatap tajam ke arah Imran.


" Ya... Ada apa?" Tanya Imran seolah tidak tahu apa apa.


" Kalau Bapak tidak bisa membedakan mana gula dan mana garam, mending nggak usah bikin minum Pak, mana ada jus jeruk rasanya mirip air laut, mana asin banget lagi." Ucap Vicki.


Mila dan Risa menatap ke arah Imran.


" Asin? ya maaf, kan saya nggak tahu." Kilah Imran.


Mila mengambil gelas Risa, Ia meneguk minuman itu.


" Manis." Ucap Mila.


" Manis? Bagaimana bisa punya Risa manis sedangkan punyaku asin?" Tanya Vicki.


" Ah aku tahu pasti Bapak sengaja kan mau meracuni saya." Tuduh Vicki.


Mila menatap tajam ke arah Imran.


" Enggak Yank." Kilah Imran.


" Maaf Beb, mungkin Mas Des memang tidak sengaja, sebagai gantinya ayo kita ngopi di cafe." Ajak Mila.


" Beneran? Kalau begitu ayo kita ke cafe yang di Mall sambil jalan jalan, kapan lagi kita bisa hang out bareng." Ujar Risa.


" Baiklah aku bersiap dulu." Ujar Mila beranjak.


" Yank aku....


" Mas di rumah aja tunggu rumah." Potong Mila.


Imran menghela nafasnya.


" Senjata makan Tuan." Sindir Vicki.


Imran hanya menatapnya saja setelah itu Ia menyusul Mila ke kamarnya.


" Sayang." Panggil Imran setelah masuk ke dalam kamarnya. Ia menghampiri Mila yang sedang berdandan.


" Yank aku ikut donk, masa' kamu tega ninggalin Mas sendirian di rumah." Ucap Imran. Sebenarnya Imran tidak mau jika Mila dekat dekat dengan Vicki. Ia tahu jika Vicki menyimpan perasaan lebih dari sahabat kepada istrinya.


" Itu hukuman untukmu Mas." Sahut Mila memoles lipstiknya.


" Kan aku nggak....


" Pertama kau sudah membuat masakanku gosong, yang kedua kamu sudah sengaja mengerjai temanku dengan jus asinmu itu." Ucap Mila memotong ucapan Mila.


" Yank maaf deh, iya aku ngaku aku salah, maaf ya." Ujar Imran.


" Walau aku memaafkanmu kamu tetap harus mendapat hukuman Mas, Jaga rumah atau aku nggak akan pulang ke sini." Ancam Mila.


" Baiklah sayang nikmati waktumu dengan teman temanmu, aku akan menikmati waktu dengan kesendirianku di rumah." Ujar Imran lesu.


" Makanya jadi orang jangan usil." Ucap Mila.


" Habisnya dia songong." Sahut Imran.


" Suatu saat kalau teman Mas datang akan aku bikinin minuman asin juga biar tahu rasanya malu di depan teman temanmu, mau?" Tanya Mila.


" Jangan Yank, baiklah selamat bersenang senang." Ucap Imran keluar dari kamarnya.


Mila turun ke bawah menghampiri dua sohibnya.


" Ayo guys." Ajak Mila.


" Ayo." Sahut keduanya kompak.


Hari ini Mila akan memghabiskan waktu dengan teman temannya tanpa gangguan dari Imran karna Mila sengaja mematikan ponselnya.


TBC.....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya....


Author ucapkan banyak terima kasih kepada para readers yang sudah mensuport author, semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All


__ADS_2