Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Hadapi Bersama


__ADS_3

Hari ini Imran benar benar memanjakan Mila. Ia tidak membiarkan Mila melakukan hal apapun. Mila hanya boleh duduk bersantai di ranjang memainkan ponsel sambil ngemil makanan atau buah buahan yang di sediakan oleh Imran.


" Mas aku pengin keluar, pengin jalan jalan ke taman atau kemana gitu, jangan di kamar aja aku bosan Mas." Ujar Mila.


" Kamu nggak boleh kecapekan sayang, apa kamu tidak ingat kalau kemarin kamu sampai pingsan karna kelelahan, kamu membutuhkan bedrest supaya tubuhmu sehat kembali, Mas nggak mau kamu kenapa napa sayang." Ucap Imran posesif.


" Mas aku cuma jalan doank nggak ngangkat atau melakukan kerjaan lainnya Mas, aku bahkan merasa tidak enak sama Mama di sini cuma numpang tidur sama makan doank." Keluh Mila.


" Hei, kamu ini menantu Mama bukan pembantu Mama, semua pekerjaan rumah sudah di kerjakan oleh Bi Sumi sayang, jadi kamu tenang saja Mama juga tidak mengerjakan apa apa kok." Ujar Imran menangkup wajah Mila.


" Sebagai menantu tuh harusnya aku rajin di rumah mertua Mas bukan malah malas malasan gini." Gerutu Mila.


" Kamu ini sedang hamil sayang, nggak usah berpikiran seperti itu, sekarang minum susunya ya biar dedeknya sehat di dalam sana." Ucap Imran memberikan segelas susu anti mual untuk Mila.


" Badanku akan melar kalau aku hanya makan sama minum doank kaya' gini Mas, entar kalau badanku jadi melebar gimana Mas? Pasri kamu nanti akan ilfeel deh lihat badanku sebesar gentong." Ucap Mila.


" Bagaimanapun bentuk tubuhmu Mas akan selalu mencintaimu, kamu seperti ini juga karna Mas sayang, Kamu mengandung darah daging Mas, jangan berkecil hati kasihan dedeknya nanti kalau Mommynya banyak pikiran." Ujar Imran mengelus perut Mila.


" Iya Mas, maaf aku hanya khawatir saja, masa' baru dua puluh tahun udah kaya' emak emak empat puluh tahunan." Sahut Mila.


" Jangan khawatirkan hal itu, sampai kapanpun kamu akan selalu terlihat cantik di mata Mas, Mas malah suka dengan begitu kamu akan terlihat semakin *****i." Ucap Imran.


" *****i kagak gendhut iya." Sahut Mila.


Imran menatap wajah Mila. Imran memajukan wajahnya, tangannya berada di belakang tengkuk Mila. Imran mencium bibir Mila menjilat sisa susu yang menempel di bibir Mila, Ia mencecap bibir Mila dengan lembut hingga beberapa saat. Mila membalas ciumannya, keduanya saling membelitkan lidah dan bertukar saliva. Setelah merasa kehabisan nafas Imran melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Mila dengan jempolnya.


" Makasih sayang, masih manis tidak ada yang berubah." Ucap Imran.


" Itu artinya kamu tidak akan berubah kamu akan tetap menjadi wanita yang aku cintai, karna kamu wanita pilihanku, pilihan Imran tidak akan pernah salah sayang." Sambung Imran.


" Makasih Mas, aku berharap kamu tidak akan pernah meninggalkan aku, kita akan selalu bersama sama sampai maut memisahkan kita." Ucap Mila


" Tentu sayang? sekarang istirahatlah Mas akan memelukmu di sini." Sahut Imran mengecup kening Mila.


Imran membaringkan Tubuhnya lalu Ia merentangkan tangan kanannya untuk bantalan Mila. Mila merebahkan kepalanya di pundak Imran dengan posisi miring. Ia memeluk perut Imran memejamkan matanya.


" Mas anak pertama kamu pengin laki laki atau perempuan?" Tanya Mila.


" Sedikasihnya Allah aja Yank, mau laki laki atau perempuan bagi Mas sama saja yang terpenting sehat." Sahut Imran.


" Jujur kalau aku penginnya laki laki, tapi aku juga pasrah mau di kasih perempuan juga nggak pa pa, aku akan merawatnya dengan baik." Ucap Mila.


" Iya sayang." Sahut Imran.


Drt drt drt


Ponsel Imran berbunyi tanda panggilan masuk.


" Sebentar sayang Mas angkat telepon dulu." Ujar Imran.

__ADS_1


" Iya Mas." Sahut Mila.


Imran segera menggeser tombol hijau.


" Ya ada apa Bas?" Tanya Imran kepada Abbas.


" Kamu sudah membaca artikel yang sedang viral?" Tanya Abbas.


" Aku tidak tertarik, lagian aku juga tidak punya waktu, aku sedang mengurus istriku." Sahut Imran.


Di saat itu Mila membuka akun sosmednya karna penasaran dengan yang di bicarakan oleh Abbas. Ya Mila bisa mendengar suara Abbas karna Imran mengangkat telepon di sampingnya.


" Tapi ini penting Ran, ini berita viral tentang hubunganmu dengan Vania." Ujar Abbas.


" Apa? Dengan Vania? Aku tidak ada hubungan apa apa dengannya." Ujar Imran.


" Seseorang mengunggahnya dengan artikel dan bukti foto yang mencengangkan, kau harus segera membukanya, aku akan mengerjakan apa yang seharusnya aku lakukan." Ujar Abbas.


"Pintar juga kamu tidak sia sia aku membayar mahal pekerjaanmu, Baiklah sudah dulu nanti akan aku buka dan akan aku lihat seperti apa berita heboh itu." Sahut Imran menutup teleponnya.


" Ini Mas." Ucap Mila memberikan ponselnya kepada Imran.


" Kenapa?" Tanya Imran.


" Itu akibat dari kecerobohanmu." Sahut Mila.


*Seorang pengusaha muda bernama Desfian Imran Maulana bermain belakang dengan seorang gadis bernama Vania hingga hamil di luar nikah


Setelah kehilangan calon anaknya Vania menjadi depresi dan dengan teganya Tuan Maulana memasukkannya ke dalam rumah sakit jiwa


Penerus dari keluarga Maulana tidak memiliki tanggung jawab dan bermoral buruk dengan gadis malang teman kecilnya bernama Vania.


Itulah artikel artikel yang beredar di sosmed dan masih banyak yang lainnya di sertai foto foto kebersamaan Imran dengan Vania termasuk saat di rumah sakit memeriksakan kandungannya*


Imran meremas ponsel Mila walau tidak berpengaruh apapun. Ia menatap Mila yang sedang menatapnya dengan mata berkaca kaca.


" Sayang maafkan aku, aku tidak berpikir jika bisa berakibat fatal seperti ini." Ucap Imran.


" Mau bagaimana lagi Mas semua sudah terjadi, aku hanya bisa menerima dan memikirkan bagaimana cara menghadapi masalah ini." Sahut Mila.


" Jangan seperti itu sayang, Mas merasa sedih melihatmu seperti ini." Ujar Imran.


" Lalu aku harus bagaimana Mas? Katakan aku harus bagaimana?" Tanya Mila.


" Mas mohon jangan memikirkan masalah ini, biar Mas dan Abbas yang menyelesaikannya." Ucap Imran.


" Memang harus kamu yang menyelesaikannya Mas, bawa bukti bukti yang sudah aku dapatkan dulu, lakukan konferensi pers secepatnya dan selesaikan masalahmu dengan wanita gila itu aku tidak mau kedepannya akan ada masalah lagi, buatlah dia keluar dari kota atau negara ini sekalian, Kau yang menaburnya dan sekarang kau harus menuainya." Ujar Mila.


" Iya sayang sekali lagi maafkan Mas." Ucap Imran.

__ADS_1


" Bukan hanya sekali tapi sudah berkali kali Mas, aku mau tidur Mas." Ucap Mila menyelimuti tubuhnya dengan selimut sebatas dada.


Imran memeluknya dari belakang.


" Kamu marah lagi sama Mas sayang?" Tanya Imran mengelus kepala Mila. Mila menghela nafasnya. Entah mengapa rasanya Ia tidak bisa menahan emosi.


" Enggak Mas aku hanya kesel aja, siapa sih yang iseng mengusik rumah tangga kita yang baru berdamai, tapi tenang saja aku tidak akan terpengaruh dengan berita itu, aku percaya kamu mampu menyelesaikannya." Ujar Mila.


" Aku yakin ada seseirang yang ingin memisahkan kita sayang, oleh sebab itu kita harus buktikan kepada mereka jika hubungan kita tidak selemah itu sayang." Ujar Imran mengecup kening Mila.


" Iya Mas, aku akan selalu mendampingimu maafkan aku jika aku sudah menyudutkanmu, entah kenapa rasanya aku ingin marah tapi tidak tahu mau marah sama siapa." Ujar Mila.


" Itu karna hormon kehamilanmu sayang, Mas memakluminya, sekarang tidurlah hari juga sudah siang." Ujar Imran mengelus elus kepala Mila sampai Mila tertidur.


Setelah Mila tidur Imran turun dari ranjang, Ia segera menelepon Abbas.


" Hallo." Sapa Abbas.


" Apa kamu sudah melakukan tugasmu?" Tanya Imran.


" Sudah, konferensi pers akan diadakan dua jam lagi, aku sudah memanggil Tante Winda untuk datang juga." Ucap Abbas.


" Apa dia terlibat dengan insiden ini?" Tanya Imran.


" Sepertinya tidak Ran, aku menyakini jika ada salah satu saingan bisnismu yang melakukan semua ini." Ucap Abbas.


" Saingan bisnis? Siapa? Apa mungkin Arga?" Tanya Imran.


" Aku belum bisa memastikannya, yang jelas kita tutup masalah ini dulu, setelah itu kita akan menyelidiki siapa di balik semua ini." Ujar Abbas.


" Baiklah terima kasih, tunggu aku di sana saja." Ujar Imran.


" OK." Sahut Abbas mematikan ponselnya.


" Aku tidak akan melepas orang yang sudah mengacaukan semuanya." Monolog Imran.


Tbc....


*Kira kira siapa ya yang sudah membuat keonaran ini????


Tunggu di bab berikutnya*....


*Maaf ya telat update... Author lagi sibuk pendataan dtks di desa...


Jangan lupa like dan komentnya ya...


Makasih atas support yang kalian berikan....


Miss U All*...

__ADS_1


__ADS_2