
Malam hari Imran dan Mila makan malam bersama dengan Arga. Kini ketiganya sedang makan di cafe penginapan tersebut dengan menu sederhana.
" Silahkan menikmati hidangannya Tuan Imran." Ucap Arga.
" Terima kasih Tuan Arga." Ucap Imran.
" Sama sama Tuan." Sahut Arga.
" Mau makan pakai apa Mas?" Tanya Mila menatap Imran tanpa memperdulikan kehadiran Arga.
" Apapun yang kamu ambilkan akan Mas makan sayang." Sahut Imran karna di hadapannya tersaji beberapa makanan.
" Baiklah." Ucap Mila.
Mila mengambilkan nasi putih, Rica rica ayam, Dan capcay basah.
" Silahkan Mas." Ucap Mila meletakkan piring makanan di depan Imran.
" Makasih sayang." Ucap Imran.
" Tuan Arga silahkan." Sambung Imran.
" Ah iya Tuan." Sahut Arga.
Ketiganya makan dengan khidmat. Seorang waitres menyajikan jus jeruk sesuai permintaan Mila. Mila dan Imran meminum jus itu hingga tandas.
" Mas aku mau ke toilet dulu ya." Ucap Mila.
" Iya sayang hati hati." Sahut Imran.
Mila berjalan ke arah toilet. Lima menit kemudian Mila kembali ke mejanya.
" Lhoh kok kosong? Kemana Mas Imran ya?" Monolog Mila.
" Suamimu sudah kembali ke kamarnya Nona, Katanya dia sedikit pusing." Ucap Arga yang berdiri di belakang Mila.
Mila membalikkan tubuhnya menghadap Arga. Ia menatap mata Arga mencari kebohongan di matanya. Tapi sepertinya Arga berkata benar.
" Baiklah kalau begitu saya kembali ke kamar juga Tuan Arga." Ujar Mila.
Mila berjalan menuju ke kamarnya di ikuti Arga dari belakang. Di tengah perjalanan Mila merasa pusing pada kepalanya. Pandangannya semakin kabur, Ia mencoba mempertahankan kesadarannya.
" Masuk sini Nona." Ajak Arga menyeret tangan Mila ke kamarnya.
" Ini kamar siapa?" Tanya Mila di sisa kesadarannya.
" Ini kamar kita sayang." Sahut Arga menutup pintunya.
" Tidak... Aku mau ke kamar Mas Des, Minggir jangan halangi jalanku." Ujar Mila memegangi kepalanya yang semakin berdenyut.
" Silahkan kalau bisa." Ucap Arga tersenyum smirk.
Arga mendorong tubuh Mila hingga terlentang di atas ranjang. Ia segera menindihnya.
__ADS_1
" Lepas Arga! Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Mila deg degan.
" Kita akan menikmati malam ini bersama sayang." Ucap Arga mengelus pipi Mila.
" Lepas! Jangan kurang ajar padaku Arga, Mas Des tidak akan mengampunimu." Bentak Mila di sisa kesadarannya.
" Sadar Mila... Lo harus tetap terjaga, Jangan sampai kau terlelap Mila atau bencana akan menghancurkan pernikahanmu." Batin Mila.
" Imran sudah tertidur pulas di kamarnya, Jadi dia tidak akan bisa menolongmu kali ini Nona Mila, Sekarang bersenang senanglah padaku." Ujar Arga.
" Tidak... Mas Desfian tolong aku." Teriak Mila.
Arga mulai mencium bibir Mila dengan paksa. Mila menggelengkan kepalanya mencoba menghindar dari Arga. Tapi apalah dayanya kini kesadarannya sudah hilang seketika.
Ha ha .. Skip ya masih puasa... Coba tebak apa yang terjadi....
Pagi harinya Mila mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang ternyata bukan kamarnya. Ia mengingat apa yang terjadi semalam. Mila menyibak selimutnya dan mendapati Ia sudah tidak memakai baju melainkan hanya tangtopnya saja. Hatinya miris menduga duga apa yang sebenarnya terjadi dengannya.
Ceklek.....
Arga keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe saja. Mila menatapnya dengan tatapan nanar. Mila menggelengkan kepalanya mencoba mengusir bayangan seseorang yang di bencinya.
" Tidak.... Ini tidak mungkin.... Aku tidak mungkin mengkhianati Mas Des." Lirih Mila. Tak terasa air mata meleleh begitu saja dari matanya.
" Apa yang terjadi di antara kita?" Tanya Mila menatap tajam ke arah Arga. Arga tidak bergeming, Ia diam seribu bahasa.
" Katakan apa yang terjadi di antara kita semalam sialan." Bentak Mila.
" Kita melakukan hal yang tidak semestinya di lakukan, Tapi kita sangat menikmatinya sayang." Sahut Arga ambigu.
" Tapi ini kenyataannya Mila, Aku menanam ben*hku di rahimmu." Sahut Arga.
" Tidak.... Ini tidak mungkin... Tidak, Ini tidak boleh terjadi." Teriak Mila memukuli tubuhnya sendiri. Seolah Ia jijik dengan apa yang Ia lakukan dengan Arga.
" Sayang jangan menyakiti dirimu sendiri." Arga mencekal tangan Mila agar tidak memukuli dirinya sendiri.
" Lepas! Lepaskan aku! Kau pria brengsek yang sudah menjebakku, Kau bajing**, Kau iblis bukan manusia, Lepaskan aku brengsek..." Bentak Mila.
" Maafkan aku, Aku harus melakukan ini, Aku jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama Mila, Aku sangat mencintaimu dan maafkan aku jika aku menempuh cara ini untuk memilikimu." Ujar Arga memeluk Mila.
" Lepaskan aku brengsek!" Bentak Mila mendorong kasar tubuh Arga.
" Jangan pernah menyentuhku! Aku jijik padamu, Aku membencimu Arga sialan, Kau harus membayar mahal atas apa yang sudah kau lakukan padaku." Teriak Mila.
" Aku akan bertanggung jawab, Aku akan menikahimu." Ucap Arga duduk di samping Mila.
" Aku tidak mau, Aku tidak sudi hidup bersama pria brengsek sepertimu." Teriak Mila.
" Aku khawatir ben*hku akan tumbuh di rahimmu, Jadi ku mohon selama satu bulan kau tidak boleh berhubungan dengan Imran, Jika kau hamil berarti itu anakku." Ujar Arga.
" Aku tidak peduli, Aku akan menganggap ini sebagai kesalahan dan kesialan, Dan jangan pernah mengusik hidupku lagi, Satu lagi jangan harap setelah apa yang kau perbuat kepadaku kau bisa memiliku." Sahut Mila memakai dressnya kembali.
" Lalu bagaimana dengan Imran?" Tanya Arga.
__ADS_1
Deg...
Jantung Mila terasa berhenti berdetak. Imran? Apakah Imran mau menerimanya di saat dia sudah ternoda oleh pria lain? Atau Imran akan menceraikannya? Saat ini Mila sedang berperang dengan batinnya.
" Apa kau tega membiarkan Imran mendapat sisa dariku? Aku tahu kau sudah tidak peraw*n tapi apakah kau tega menyerahkan dirimu yang sudah ternoda itu kepada suamimu?" Lagi lagi ucapan Arga meruntuhkan harga dirinya.
" Bagaimana Nona? Apa kau masih mau kembali dengan Imran setelah kau menghabiskan waktu denganku malam ini?" Ujar Arga membuat kepala Mila terasa pening.
" Hiks...." Mila kembali duduk sambil terisak.
" Pergilah dari Imran dan datanglah kepadaku, Aku akan menerimamu dengan senang hati tanpa mempermasalahkan masa lalumu, Aku akan memberikan seluruh cintaku ini padamu." Ucap Arga.
" Jika kau masih kukuh untuk bersamanya maka dengan terpaksa aku akan memberitahu kebenaran ini kepada Imran, Aku punya semua bukti tentang percintaan kita semalam sayang." Ujar Arga membuat Mila melongo. Ia benar benar tidak bisa berpikir apa apa. Keberanian yang selalu Ia tampilkan kini sirna begitu saja.
" Hah aku bahkan membuatmu tidak berkutik Mila... Segeralah jadi milikku sayang." Batin Arga.
" Kau tahu bukan bagaimana reaksi Imran melihat semua bukti yang akan aku berikan padanya, Aku yakin dia akan langsung menceraikanmu dan tentunya aib ini akan sampai ke tangan keluargamu." Ancam Arga.
" Aku mau melihat buktinya." Ucap Mila.
" Kau tidak boleh melihatnya tapi kau cukup mendengar suaranya saja, Karna aku tahu kau pasti akan menghancurkan satu satunya bukti yang aku punya ini." Sahut Arga.
Arga memutar rekaman yang menunjukkan suara Mila. Terdengar suara desa*** Mila menyebut nama Arga. Hal itu membuat Mila jijik dengan dirinya sendiri.
" Hiks.. Lalu aku harus apa?" Lirih Mila di tengah kebingungannya.
" Ceraikan suamimu lalu menikahlah denganku, Dengan begitu Imran tidak akan pernah tahu masalah ini." Ucap Arga.
" Aku akan memikirkannya, Jangan katakan apapun pada Mas Des, Biarkan aku menyelesaikan masalahku dengannya, Setelah itu aku akan datang padamu." Ujar Mila.
Arga tersenyum simpul menatap Mila.
" Baiklah sayang aku akan menunggumu, Sekarang kembalilah ke kamarmu sebelum Imran tersadar dari tidurnya." Ucap Arga menangkup wajah Mila.
" Jangan sentuh aku." Mila menepis tangan Arga dengan kasar.
" Apa kau memberikannya obat tidur?" Tanya Mila menatap Arga.
" Iya agar dia tidak tahu apa yang kita lakukan sayang." Sahut Arga penuh kemenangan.
" Dasar brengsek." Umpat Mila. Ia meninggalkan kamar Arga lalu masuk ke dalam kamarnya.
Ceklek....
Mila masuk ke dalam kamarnya, Ia mendapati Imran yang masih terlelap di ranjangmya. Rasa takut dan rasa bersalah menyeruak di dadanya. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
TBC.....
*Tahan ya Mak jangan marah marah, Inget lhoh lagi puasa....
Jangan lupa like dan koment di setiap babnya..
terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author...
__ADS_1
Miss U All*...