
" Sayang jangan bilang seperti itu, beri aku kesempatan untuk yang kedua kalinya, jika aku gagal maka aku akan menerima semua keputusanmu itu." Ujar Aroon.
" Yakinkan dulu hatimu Mas, Pahami hatimu itu untuk siapa baru kau kembali lagi ke sini." Sahut Kinan.
" Sayang hati dan cintaku hanya untukmu, percayalah demi keutuhan cinta kita sayang." Ujar Aroon.
Kinan menatap ke arah Papa Burhan.
" Papa serahkan semuanya sama kamu sayang." Ucap Papa Burhan seakan mengerti arti dari tatapan Kinan.
Kinan menghela nafasnya. Ia menatap ke arah Aroon yang saat ini sedang menatapnya.
" Sayang Mas benar benar minta maaf karna Mas tidak menjaga perasaanmu tapi Mas janji semua ini tidak akan terulang lagi, mau ya kembali sama Mas? Kita mulai hubungan dari awal dengan kejujuran bukan dengan kebohongan ataupun kecurigaan." Ujar Aroon.
" Baiklah aku akan memberimu kesempatan untuk membuktikan semua ucapanmu Mas." Sahut Kinan menghela nafasnya.
" Terima kasih sayang." Ucap Aroon memeluk Kinan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari hari berlalu tak terasa sudah satu tahun berlalu, kehidupan Aroon dan Kinan berjalan lancar tanpa gangguan dari orang lain. Hubungan kekerabatan dengan Mila dan Imran pun kembali terjalin dengan baik walau Mila, Aroon dan Zavran tidak sedekat dulu. Tapi keduanya sudah seperti keluarga harmonis. Satu bulan yang lalu Kinan melahirkan seorang babby cantik yang Ia beri nama Akira Arviana Madan. Keduanya sangat menyayangi Babby Kira. Zavran setiap hari main ke rumah Kinan demi bisa bermain dengan Babby Kira. Kinan tidak pernah mempermasalahkannya.
" Sayang Babby Kira ngompol nih." Teriak Aroon.
" Ya di gantiin donk Mas, aku lagi mandi." Sahut Kinan dari dalam kamar mandi.
" Ya Tuhan bagaimana cara gantiinnya?" Monolog Aroon.
Oek.... Oek....
Baby Kira menangis mungkin saja Ia merasa risih karna popoknya basah. Kinan memilih tidak memakai diapers kepada Babby Kira saat di rumah karna alasan takut Babby Kira kena ruam. Mungkin Ia akan mencoba kalau Babby Kira sudah besar.
" Sayang gimana gantiinnya? Babby Kira masih terlalu kecil... Aku takut kakinya keseleo nanti." Teriak Aroon.
Ceklek....
Kinan keluar dari kamar mandi hanya memakai bathrobe saja karna terburu buru.
" Kamu ini sudah tua Mas, masa' gantiin popok aja nggak bisa." Cela Kinan menghampiri Babby Kira.
" Tua tua gini tapi kamu cinta kan." Ujar Aroon.
" Terpaksa." Sahut Kinan. Bola mata Aroon membola mendengar ucapan Kinan.
" Kamu terpaksa mencintaiku?" Tanya Aroon menatap Kinan yang sedang mengganti popok Babby Kira.
" Ya mau gimana lagi? Kamu suamiku." Sahut Kinan.
" Tega kamu Yank." Ucap Aroon.
" Udah deh... Udah tua juga udah punya anak nggak usah mikirin cinta cintaan, kaya' abg aja." Ujar Kinan.
" Tapi kamu masih muda, kamu masih umur dua puluh satu tahun sedangkan Mas tiga puluh enam tahun, Mas takut kamu berpaling dari Mas." Ucap Aroon.
" Mas.... Cukup satu suami aja, satu aja nggak ada habisnya masa' mau cari yang lain." Ujar Kinan.
__ADS_1
" Iya deh Mas percaya sama kamu." Ucap Aroon memeluk Kinan.
" Mas minggir aku mau ganti." Ucap Kinan.
" Kita buat adik untuk Babby Kira." Ujar Aroon mencium tengkuk Kinan.
"Ngaco kamu Mas, aku baru satu bulan melahirkan, masih dalam masa nifas." Ujar Kinan.
" Baiklah Mas akan menunggu sepuluh hari lagi." Sahut Aroon.
" Terserah kamu aja Mas." Ucap Kinan.
" Aku sudah tua sayang, aku ingin punya banyak anak jadi kau harus melahirkan setahun sekali." Seloroh Aroon.
" Kamu aja yang ngelahirin, aku nggak mau." Sahut Kinan.
" Lhoh kok nggak mau sih Yank." Cebik Aroon.
" Ya mana ada Mas orang ngelahirin setahun sekali, emangnya aku titisan dewa kucing apa." Kesal Kinan membalikkan tubuhnya.
" Iya iya sayang kalau kamu nggak mau juga nggak pa pa." Ujar Aroon mencubit pelan hidung Kinan.
" Tapi dua tahun sekali bolehkan kan? Empat aja." Sambung Aroon.
" Terserah kamulah Mas." Ucap Kinan pasrah.
" Aku ganti baju dulu, bisa bisa masuk angin aku Mas." Sambung Kinan masuk ke dalam walk in closed.
" Iya sayang, Mas jagain Babby Kira dulu." Ujar Aroon.
Selesai berganti pakaian Kinan menghampiri Aroon yang sedang mengelus elus pipi Babby Kira.
" Gimana sih sayang, ganggu Mommynya nggak boleh, ganggu Babbynya juga nggak boleh, terus Mas suruh ganggu siapa sayang?" Ujar Aroon.
" Yah kan dia masih tidur Mas, mau aku tinggal sarapan juga." Ujar Kinan.
" Baiklah... Ayo kita sarapan, sebentar lagi Zavran mau ke sini." Ajak Aroon merangkul pundak Kinan.
Keduanya turun menuju meja makan. Di sana sudah ada Papa Shiv yang sedang menunggu mereka.
" Pagi Pa." Sapa Kinan.
" Pagi sayang." Sahut Papa Shiv.
" Sayang biar Mas yang ambilkan." Ucap Aroon.
Ya semenjak Kinan hamil, Aroon selalu memanjakannya. Apapun yang Kinan mau, Aroon selalu menurutinya.
" Sekarang makanlah." Ujar Aroon.
" Makasih Mas." Ucap Kinan.
" Sama sama sayang." Sahut Aroon.
Mereka makan dengan khidmat. Papa Shiv tersenyum bahagia menatap putra dan menantunya bisa hidup bahagia.
__ADS_1
Ting tong
Bel rumah berbunyi, Kinan seera membuka pintunya.
Ceklek....
" Mama." Panggil Zavran memeluk kaki Kinan.
" Halo sayang, apa kabar?" Tanya Kinan.
" Aku baik Ma, dimana Babby Kira Ma?" Tanya Zavran.
" Ada di kamar sedang tidur." Sahut Kinan.
Kinan menatap ke arah Mila.
" Silahkan masuk Mbak." Ucap Kinan mempersilahkan Mila masuk ke dalam.
" Tidak perlu Kinan, aku ke sini hanya mengantarkan Zavran karna dia ingin bermain dengan Babby Kira, aku akan menjemputnya di jam makan siang nanti." Sahut Mila.
" Baiklah kalau begitu." Ujar Kinan.
" Saya permisi dulu Kinan." Pamit Mila.
" Hati hati Mbak, jika nanti Zavran belum mau pulang aku akan menghubungimu." Ucap Kinan.
" Baiklah terima kasih." Sahut Mila.
Mila berjalan meninggalkan kediaman Kinan. Kinan menutup kembali pintunya. Saat Ia berbalik Ia terkejut karna tiba tiba Aroon sudah berdiri di depannya.
" Kamu kesini untuk melihat Mbak Mila?" Tanya Kinan.
" Apaan sih sayang? Ya enggak lah Mas baru saja berdiri di sini, Mas menyusulmu ke sini karna ingin tahu kamu pergi kemana? Kenapa tidak kembali sedangkan Zavran sudah daei tadi ke kamar." Ujar Aroon.
" Benarkah?" Tanya Kinan.
" Kamu masih cemburuan aja Yank." Sahut Aroon memeluk Kinan.
" Aku cemburu karna aku tidak mau kehilanganmu Mas." Ujar Kinan.
" Aku juga seperti itu sayang." Ucap Aroon menangkup wajah Kinan.
" Kinanthi Swaraya... I Love U." Ungkap Aroon.
" Mas Aroon Arviano Madan, I Love U too." Sahut Kinan memeluk tubuh Aroon.
Keduanya saling berpelukan dengan perasaan bahagia dalam diri mereka masing masing. Akhirnya kedua keluarga saling mendapatkan kebahagiaan masing masing.
...**END......
Author ucapkan terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport dan menemani authot recehan ini selama ini semoga sehat selalu....
Author akan membuat cerita Zavran dan Akira kira kira ada yang penasaran nggak ya?????
Tulis di kolom komentar ya.....
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan Batin...
Miss U All**...