Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Mau tak Mau harus Kembali


__ADS_3

Dor dor dor Imran menggedor pintu kamar Mila, Tapi yang di dalam malah ayik telepinan entah dengan siapa.


" Mila ayo donk sayang jangan marah, Aku tidak punya banyak waktu sayang kalau kamu tidak mau menurut maka aku akan berbuat kasar padamu, Sekarang bukalah Mila." Ancam Imran.


" Eh berbuat kasar? Berbuat apa ya? Kan aku nggak pernah berbuat kasar sama orang, Haish salah ngomong kaya'nya yang ada entar si Mila malah makin ngambek, Aku harus menggunakan cara halus kali ya... Bismillah coba Imran." Monolog Imran di depan pintu kamar Mila.


" Sayang ayo donk buruan keluar, Pesawatnya sebentar lagi lepas landas nih jangan buang buang waktu donk, Say...


Ceklek...


Belum selesai Imran meneruskan ucapannya, Mila sudah membuka pintunya, Ia keluar kamar sambil menyeret kopernya sambil mengerucutkan bibirnya. Bagaimana tidak? Papanya menelepon dan mengancam akan memblokir semua kartu atm dan kartu kreditnya jika Ia tidak mau kembali bersama Imran. Apa gunanya hidup seorang wanita jika tanpa uang? Bukankah hidup seorang wanita ridak jauh jauh dari uang? Karena wanita adalah bendahara keluarga. Ha ha Mila dikibulin padahal semua isi dari kartu kartu itu Imran yang transfer bukan Papanya lagi sejak Mila menikah, Tentunya Mila tidak tahu karena Ia pernah menolak saat Imran memberikannya uang bulanan, Aneh kan? Tahu sendiri wanita kalau di ancam soal duit pasti nurut, Bener gak sih? ( Tidak bermaksud menyudutkan nama wanita ya... Ini gambaran diri author sendiri)


Imran tersenyum lebar menatap ke arah Mila.


" Sini Mas yang bawa." Ucap Imran meminta koper Mila.


" Harus donk, Masa' aku suruh bawa sendiri buat apa punya suami." Ketus Mila memberikan kopernya kepada Imran.


" Buat nolongin kamu kalau dalam bahaya, Buat jagain kamu dari mara bahaya dan buat menghangatkanmu saat kamu kedinginan, Mau coba nggak?" Goda Imran.


" Ih sorry ya." Sahut Mila.


" Ya udah ayo berangkat, Mas udah pesen taksi di depan." Ucap Imran.


Keduanya berjalan menuju taksi, Mila membuka pintu depan sebelah kemudi.


" Mau ngapain?" Tanya Imran menutup kembali pintunya.


" Mau masuk lah masa' mau keluar." Sahut Mila membuat sang Driver tersenyum.


" Sayang di belakang donk sama Mas masa' Mas duduk sendirian kamu berduaan sama Drivernya, Nggak asyik." Ujar Imran melirik Driver yang sedari tadi senyum senyum sendiri mungkin menertawakan mereka.


" Iya iya bawel ih." Ketus Mila.


Imran membuka pintunya, Mila segera masuk dengan wajah cemberut. Setelah keduanya duduk sang Driver pun mulai melajukan taksinya menuju bandara YIA, Bandara baru di kota Y dimana jika kita naik ke atas kita akan di suguhkan pemandangan pantai selatan.


Mila mengeluarkan ponsel dari tasnya, Ia membuka ponselnya mencari kontak bernama Risa caem.


" Hallo, Lo dimana tadi calon dosen kita bilang kalau lo membatalkan pendaftaran, Kenapa? Eh tadi gue juga lihat dua cogan bertamu ke kostan Lo makanya gue berangkat duluan." Tanya Risa dari sebrang sana.


" Gue mau balik ke kota J, Gue di jemput sama Pak Des nggak boleh kuliah di suruh di rumah aja jadi pembokapnya." Sahut Mila. Imran melongo mendengar ucapan Mila. Kapan dia mengatakan itu? Ah Mila membuat Imran jelek di mata temannya.

__ADS_1


" What? Yang bener Lo? Masa' sih? Mungkin maksud Lo di suruh jadi istri yang baik kali ya? Bangun tidur masak, Nyiapin keperluan suami, Nggak mungkin lah Pak Des nyuruh kamu jadi pembokapnya ada ada aja kamu." Ujar Risa.


" Nggak percaya amat jadi orang, Amat aja percaya sama gue." Sahut Mila.


" Ya karna Amat beg* mau aja Lo kibulin, Kasihan lhoh Mil dia broken heart banget denger Lo udah nikah." Ujar Risa.


" Ya salah dia sendiri orang sejak awal gue dah bilang kalau gue nggak suka dia kenapa dia selalu ngejar ngejar gue, Hati nggak bisa di paksa Ris, Jangankan sama orang sama suami sendiri aja nggak bisa." Sahut Mila. Imran menoleh ke arah Mila. Yang di tatap cuek aja. Emang si Mila cuek kebangetan pokoknya.


" Iya deh iya yang namanya Mila nggak pernah salah, Dia selalu bener." Ucap Risa.


" Pasal pertama itu kalau Mila selalu bener." Ucap Mila.


" Pasal kedua Mila tidak pernah salah." Ujar Risa.


" Cakep." Sahut Mila.


" Udah dulu ya gue lagi di jalan menuju Bandara nih, Nanti kalau gue udah sampai gue telepon lagi, Salam buat Vicki bilang sama dia jangan rindu sama gue, Oh ya titip salam buat dosen yang paling guanteng di sana dari Mila, Suruh follow ig ku ya." Ujar Mila membuat Imran geleng geleng. Mila nggak sadar apa kalau selalu ada SuGan ( Suami ganteng) di sampingnya.


" OK OK siap! Lo hati hati ya." Sahut Risa.


" Hmm." Gumam Mila mematikan sambungan ponselnya.


" Masih mau cari cogan lagi?" Tanya Imran.


" Mila jangan bercanda deh." Ucap Imran.


" Siapa yang bercanda Pak? Aku jujur di depan nggak kaya' kamu jujur di belakang percuma nggak ngaruh." Sahut Mila.


" Maaf sayang yang penting sekarang aku hanya milikmu." Ucap Imran.


" Sekarang, Tau kalau nanti." Sinis Mila.


" Sekarang, Besok, Lusa, Dan selamanya aku hanya milikmu, Aku janji itu." Ujar Imran menatap Mila.


" Heh percaya diri sekali." Ucap Mila.


" Sayang.." Imran menggenggam tangan Mila.


" Percayalah padaku kalau hanya kamu di hatiku, Kamu cinta pertama dan terakhirku, Aku akan membuktikan semua itu padamu." Ujar Imran.


" Ya ya ya buktikan saja." Sahut Mila cuek.

__ADS_1


Satu jam Imran dan Mila sampai di Bandara YIA, Keduanya turun dari taksi masuk ke dalam area Bandara. Mila menatap kagum kepada bangunan dan hiasan yang menurutnya sangat indah. Mila malah tertarik untuk berselfi ria di sana. Apalagi di lantai atas Ia bisa melihat hamparan pantai luas. Sungguh memanjakan mata.


" Ayo pesawat segera di berangkatan kamu nggak dengar pengumuman apa malah foto foto nggak jelas." Ucap Imran menarik tangan Mila. Mila mengikutinya dengan hati kesal.


" Iri bilang Bos." Cebik Mila. Imran hanya menggelengkan kepalanya saja, Ia harus mengeluarkan kesabaran ekstra jika menghadapi istrinya yang super unik ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah sampai di kota J, Malam ini Mila baru selesai mandi, Ia berjalan menuju meja rias untuk melakukan ritual sebelum tidur. Imran masuk ke dalam kamar menghampiri Mila. Tiba tiba Ia memeluk Mila dari belakang.


" Lepas." Mila berdiri menghentak tangan Imran kasar.


" Jangan pernah berani menyentuhku! Atau akan membuat perhitungan denganmu." Ketus Mila berjalan menuju ranjang.


" Sayang apa kamu tidak mau menerima cintaku?" Tanya Imran.


" Heh cinta, Cinta yang mana? Cinta itu bukan hanya ucapan saja tapi pembuktian, Apa kamu pernah membuktikan padaku jika kau mencintaiku? Tidak! Kau bisanya hanya memaksa dan mengancamku saja, Apa itu yang kamu bilang cinta?" Tanya Mila.


" Maafkan sikapku selama ini sayang, Mulai besok aku akan membuktikan cintaku padamu, Tetap bersabar sampai aku bisa membuatmu jatuh cinta." Ucap Imran.


" Dua bulan... Kalau kamu bisa membuatku jatuh cinta maka aku akan menyerahkan seluruh hidupku padamu, Gimana? Tapi kalau kamu tidak bisa maka kau harus siap melepaskan aku untuk mencari kebahagiaanku sendiri." Ucap Mila.


" Aku terima tantanganmu dan akan aku pastikan kau akan jatuh ke pelukanku, Jangan panggil aku Imran jika aku tidak bisa melakukannya." Ujar Imran.


" Siapa yang memanggilmu Imran? Aku memanggilmu Pak Des, Pak Desfian bukan Pak Imran." Sahut Mila.


Imran menepuk jidatnya jika berdebat dengan mantan muridnya satu ini Ia tidak pernah menang, Ingin rasanya Imran membungkam mulut Mila dengan ciumannya. Tapi Imran tidak mau memaksakan kehendaknya Ia takut Mila justru akan menjauh darinya.


" Aku tunggu bukti bukti itu, Aku yang akan menilai apakah itu bisa di sebut cinta atau bukan, Sekarang aku mau tidur jangan menggangguku, Selamat malam." Ujar Mila menyelimuti tubuhnya hingga batas dada. Ia memejamkan matanya menjelajahi alam mimpi.


Imran menatap wajah cantik istrinya, Ia mencuri ciuman di kening dan pipi.


" Selamat malam semoga mimpi indah, I Love U aku akan sabar menanti kau menjawabnya dengan kata love U too." Gumam Imran.


Imran merebahkan tubuhnya ikut terlelap menuju alam mimpi.


TBC.....


*Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya....


Makasih atas suport yang para readers berikan mohon doanya supaya author bisa membuat karya yang menarik dan menghibur readers semua.

__ADS_1


Salam sehat selalu....


Miss U All*....


__ADS_2