
Malam ini Zavran kedatangan teman temannya. Mereka adalah Fajar, Ruly, Adi, Bisma, Dery dan Pram. Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga menikmati minuman dan cemilan yang di suguhkan oleh Bi Titin.
" Mana Kakak ipar Vran? Gue pengin ketemu." Ucap Fajar sambil meminum segelas kopinya.
" Dia di dalam kamar, malu katanya mau ketemu sama kalian." Sahut Zavran.
" Dia yang malu, apa lo yang ngelarang dia menemui kita nih." Ujar Ruly.
" Ya nggak gitu lah Bro, kalau dia mau gue sih boleh boleh aja kok." Sahut Zavran.
Mereka melanjutkan ngobrol dengan santai. Tiba tiba terdengar suara langkah menuruni tangga. Mereka semua menatap ke arah tangga dimana Kira sedang menuruni anak tangga. Mata mereka tidak berkedip karna saat ini Kira hanya memakai tangtop dan hotpants saja membuat tubuh putihnya terekspos.
Zavran segera melepas jaket yang di pakainya lalu menghampiri Kira.
" Sayang kenapa kamu keluar kamar hanya memakai tangtop saja." Ujar Zavran menyampirkan jaketnya ke tubuh Kira.
Kira menatap Zavran lalu menatap ke arah teman teman Zavran.
" Eh maaf aku tidak tahu kalau teman teman Mas belum pada pulang, aku mau ke dapur Mas." Ujar Kira menahan malu.
" Nggak pa pa kakak ipar, kebetulan kami pengin ketemu sama kakak ipar." Ujar Dery.
Kira menatap Zavran di balas anggukan kepala oleh Zavran. Zavran menggandeng Kira menghampiri teman temannya.
" Di jaga pandangan kalian! Gue nggak mau otak kalian traveling kemana mana." Ucap Zavran.
" Iya tenang saja, nggak usah khawatir." Sahut Pram.
" Hai kenalin aku Fajar."
" Gue Ruly."
" Adi."
" Dery yang ganteng."
" Pram."
" Yang paling ganteng Bisma."
Kira menyalami mereka satu persatu.
" Kira." Sahut Kira.
" Cantik Vran." Ujar Pram.
" Harus donk." Sahut Zavran.
" Sepertinya gue nggak asing sama wajah istri lo Vran." Ujar Bisma.
" Emang kamu sering lihat dia?" Tanya Pram.
" Ini adik lo kan?" Tanya Bisma menunjuk Kira.
Teman teman yang lain mengerutkan keningnya mendengar ucapan Bisma.
" Adik? Kalau dia adiknya lalu mana istrinya?" Tanya Fajar.
" Hai Kira ingat nggak sama aku, kita pernah bertemu di Bandara saat kamu menjemput Zavran, tapi saat itu Zavran mengenalkanmu sebagai adiknya." Ujar Bisma mengingatkan Kira.
__ADS_1
" Ah iya Kak aku ingat." Sahut Kira.
" Lalu kenapa kamu menikah dengan Zavran jika kalian Kakak beradik?" Tanya Adi menatap Zavran dan Kira.
" Pertanyaan itu biar di jawab oleh Mas Zav, aku permisi dulu." Ucap Kira meninggalkan mereka menuju dapur untuk mengambil minum.
" Jelaskan Bro." Titah Fajar setelah kepergian Kira.
" Apa yang perlu gue jelaskan? Kira anak Papa angkat gue, kami terbiasa bersama dari kecil seperti Kakak adik, tapi siapa sangka kalau ternyata kami saling jatuh cinta." Terang Zavran.
" Tapi waktu saat gue bilang kalau gue tertarik untuk menjadikannya pacar, kenapa lo bilang gue harus berjuang sendiri? Padahal lo mencintainya? Pantesan aja saat gue minta nomer ponsel sama alamat rumahnya lo nggak ngasih, tau gitu udah gue tikung dari dulu." Ujar Bisma.
" Dulu karna Opanya tidak merestui hubungan kami, tapi sekarang semuanya udah beres, lagian juga Opanya udah tiada." Sahut Zavran.
" Ini mah judulnya, Adik angkatku jadi istriku." Sahut Pram.
" Ya begitulah, namanya cinta nggak memandang status." Ucap Zavran.
" Iya seperti gue." Sahut Bisma.
" Maksud lo?" Tanya Zavran.
" Gue mencintai istri orang." Sahut Bisma.
" Istri siapa?" Tanya Fajar.
" Istri Zavran lah." Sahut Bisma.
" Sialan lo, nggak bisa mending lo cari yang lain saja, Kira udah jadi hak paten gue sejak kecil." Sahut Zavran.
" Belum juga berjuang udah kaah duluan." Ucap Bisma.
" Udah lo tenang aja? Gue dukung lo untung memperjuangkan cinta lo kepada Kira." Seloroh Ruly menepuk pundak Bisma.
" Kita akan begadang sampai pagi di sini, dan lo harus nemenin kita kita." Sahut Bisma.
" Nggak boleh, udah sekarang pada pulang aja deh nggak usah rese'." Ujar Zavran.
" Kakak ipar." Panggil Adi saat Kira hendak menaiki tangga.
" Ya." Sahut Kira.
" Zavran kami ajak begadang sampai pagi boleh nggak?" Tanya Adi.
Kira menatap Zavran yang sedang menggelengkan kepalanya.
" Boleh boleh aja." Sahut Kira menaiki tangga.
" Tuh istri lo bilang boleh kok." Ujar Bisma.
" Udahlah nggak usah rese' gue bilang, sekarang kalian semua pulang, besok gue traktir deh di cafe." Ujar Zavran.
" Club atau tidak sama sekali." Ucap Fajar.
" Ok Ok besok gue traktir di club tapi gue nggak ikut." Sahut Zavran.
" Lo harus ikut titik, di club pm jam sembilan malam." Ucap Bisma.
" Ayo guys kita pulang, biarkan pengantin baru menikmati malam pertamanya." Sambung Bisma.
__ADS_1
" Cusss lah... Kami pulang Bro." Ujar Fajar.
" Hati hati." Sahut Zavran.
Setelah kepergian teman temannya, Zavran berjalan menuju kamarnya. Ia menghampiri Kira yang sedang duduk bersandar pada headboard.
" Lain kali nggak boleh pakai pakaian kurang bahan seperti ini jika keluar kamar." Ucap Zavran menatap Kira.
" Iya Mas." Sahut Kira.
Zavran menangkup wajah Kira dengan kedua tangannya. Ia mengecup bibir Kira dengan lembut. Kira membuka sedikit mulutnya. Zavran menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Kira. Zavran menahan tengkuk Kira untuk memperdalam ciumannya. Keduanya saling membelitkan lidah menikmati sensasi panas yang mereka ciptakan. Suara decapan terdengar jelas memenuhi ruangan kamar mereka.
Ciuman Zavran turun ke leher Kira. Ia memainkan lidahnya di sana, sesekali ia membuat stempel kemerahan di sana.
" Shh Mas." Desis Kira.
Zavran semakin menggila, tubuhnya menuntut untuk melakukan hal lebih. Ia teringat jika Kira sedang kedatangan tamu saat ini. Ia menghentikan kegiatannya membuat Kira membuka matanya.
" Kenapa Mas?" Tanya Kira.
" Sekarang tidurlah sudah malam." Ucap Zavran.
" Kamu tidak mau melakukannya?" Tanya Kira menatap Zavran dengan tatapan sendu.
" Kamu sedang dapat sayang, kita akan melakukannya sepuluh hari lagi." Sahut Zavran membuat Kira menahan tawanya.
" Lakukan sekarang Mas aku sudah siap memberikan hakmu." Ujar Kira.
" Tidak bisa Kira, aku harus nunggu kamu bersih dulu." Sahut Zavran.
" Aku bersih Mas." Ucap Kira.
" Apa maksudmu Dek?" Tanya Zavran menangkup wajah Kira.
" Aku bersih untuk kau sentuh saat ini Mas, aku tidak haid, masa haidku baru selesai tiga hari yang lalu." Sahut Kira melempar senyumnya.
" Jadi kamu mengerjaiku? Kamu membohongiku?" Selidik Zavran.
" Iya Mas, maaf." Sahut Kira.
" Nakal kamu ya." Ucap Zavran mencubit pelan hidung Kira.
" Mau sekarang atau menunggu sepuluh hari lagi?" Tanya Kira.
" Aku akan melakukannya sekarang dan jangan berharap aku akan melepaskanmu dengan mudah sayang." Ujar Zavran.
" Aku menantikannya Mas." Sahut Kira.
Zavran memulai permainannya. Permainan yang membuat keduanya mabuk kepayang seperti terbang ke atas nirwana. Tidak ada jeritan ataupun rintihan yang ada hanya erangan dan desah** dari keduanya karna Zavran benar benar melakukannya dengan sangat lembut membuat Kira terbuai berkali kali.
Malam dingin yang penuh kehangatan mengiringi kebahagiaan mereka berdua. Kamar dan seluruh isinya menjadi saksi bisu cinta mereka.
Nggak perlu yang hot ya?
Kalau mau hot bayangin sendiri aja...
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya...
Terima kasih atas suport yang readers berikan kepada author...
__ADS_1
Miss U All....
TBC....