Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Sandiwara


__ADS_3

" Tidak perlu khawatir, Kinan tidak akan pernah tahu jika sebenarnya kita bersandiwara supaya dia mau menikah denganmu." Ucap Papa Burhan.


Jeduar.....


Tubuh Kinan membeku di depan pintu mendengar ucapan Papanya. Jadi Papanya membohonginya demi membuatnya menikah dengan Aroon.


" Jadi Papa membohongiku?" Tanya Kinan.


Kedua orang yang sedang berbincang menoleh ke arahnya. Mereka membulatkan matanya dan merasa gugup.


" Ki...nan."


" Sayang." Ucap Papa Burhan dan Aroon bersamaan.


" Kenapa Papa lakuin ini? Papa bermain main dengan nyawa Pa? Apa Papa tahu betapa sedihnya Kinan saat Papa sedang di periksa Dokter di dalam ruangan IGD? Bagaimana perasaan Kinan saat Papa meminta Kinan menikahinya dengan alasan umur Papa tidak akan lama lagi? Tidak.... Papa tidak akan pernah tahu, Wah Papa.... Papa bukan hanya pengusaha sukses tapi Papa layak mendapat gelar aktor terbaik saat ini, Papa mempermainkan hidupku demi keinginan Papa." Ucap Kinan menghampiri ranjang Papa Burhan.


" Sayang Papa melakukan ini demi....


" Demi kerja sama yang sedang kalian jalin, aku tahu semua itu Pa tapi aku tidak menyangka jika Papa akan bersandiwara seperti ini." Ucap Kinan memotong ucapan Papanya.


" Sayang jangan seperti itu, kasihan Papa." Ucap Aroon.


" Kenapa? Apa aku tidak boleh memprotes sikapnya? Jika memang kau merasa kasihan kepada Papaku, kau tidak akan menekannya dengan ancamanmu itu." Ketus Kinan.


" Aku terpaksa melakukan ini demi mendapatkanmu Kinan, perlu kamu tahu aku mencintaimu." Sahut Aroon.


" Bulshit aku tidak pernah percaya dengan cinta palsumu itu." Umpat Kinan.


" Aku jujur sayang, sejak melihatmu hatiku ini merasa tercuri olehmu." Ujar Aroon.


" Di beri saja aku tidak mau apalagi harus mencurinya." Cebik Kinan.


" Sayang percayalah." Ucap Aroon.


" Saat ini aku tidak bisa percaya kepada siapa siapa." Sahut Kinan.


" Say....


" Papa...." Teriak Zavran berlari menghampiri Aroon di ikuti Mila dan Imran di belakangnya.


" Sayangnya Papa." Ucap Aroon langsung menggendong Zavran.


" Papa kangen." Rengek Zavran.


" Duh anak Papa, Papa juga kangen banget sama kamu sayang udah beberapa hari nggak ketemu." Ucap Aroon menciumi pipi Zavran.


" Salam dulu sama Kakek." Ucap Aroon.


" Hallo Kek." Sapa Zavran.


" Halo sayang, siapa namamu anak tampan?" Tanya Papa Burhan.


" Apan Kek." Sahut Zavran.


" Nama yang bagus." Ucap Papa Burhan.


" Maaf Kak semalam kami tidak bisa datang, tapi aku ucapkan selamat ya, semoga kalian selalu bahagia." Ucap Mila.


" Terima kasih, Oh ya Kinan kenalin ini Mila adikku." Ucap Aroon.

__ADS_1


" Adik? Bukankah adikmu Khanna?" Tanya Kinan heran.


" Emmm adik jauh maksudnya." Sahut Aroon.


" Owh.. Hai aku Kinan." Sapa Kinan mengulurkan tangannya.


" Mila." Sahut Mila membalas uluran tangan Kinan.


" Kinan." Kinan beralih ke Imran.


" Imran." Sahut Imran.


" Oh ya sayang, sebelumnya aku mau memberitahumu kalau sebenarnya Zavran bukan putra kandungku tapi putra kandung mereka, dan aku sudah menjadi duda dua kali sebelumnya." Ujar Aroon jujur.


" Wow.... Duda kali." Ucap Kinan memastikan.


" Iya... Yang pertama aku menikah karna aku di jebak olehnya, setelah aku tahu aku langsung menceraikannya, dan yang kedua karna tidak ada kecocokkan di antara kami." Ucap Aroon.


" Lalu bagaimana denganku? Kau juga menjebakku di sini, apa aku harus meminta cerai darimu?" Tanya Kinan membuat semua orang melongo.


" Kinan jaga bicaramu." Tegur Papa Burhan.


" Apa Papa tahu soal ini?" Tanya Kinan menatap Papa Burhan yang menggelengkan kepalanya.


" Lalu siapa yang Papa nikahkan denganku sedangkan Papa saja tidak tahu apa apa tentangnya, apa ini sikap orang tua kepada anaknya? Aku benar benar kecewa sama Papa." Ujar Kinan.


" Kinan kau tidak perlu menyesal karna menikah dengan Kak Aroon, dia pria yang baik dan aku yakin Kak Aroon pasti bisa membuatmu bahagia karna kau pilihan hatinya." Ucap Mila.


" Apa kau bisa menjaminnya?" Tanya Kinan menatap Mila, Mila tidak bergeming. Ia tidak bisa menjawab apa apa.


" Kenapa diam? Apa kau juga meragukannya?" Selidik Kinan menatap Mila tajam.


" Lalu bagaimana? Apa kau pernah berada dalam posisiku?" Tanya Kinan.


" Kisah kita sama Kinan, tapi buktinya sekarang aku bisa hidup bahagia bersama keluarga kecilku." Sahut Mila.


" Terima semua dengan ikhlas maka kau akan mendapat kebahagiaan." Sambung Mila.


" Bagaimana jika aku menginginkan suamimu saja?" Ujar Kinan.


" Kinan." Bentak Aroon.


Aroon memberikan Zavran pada Mila. Ia mendekati Kinan lalu menatap tajam ke arahnya.


" Jaga bicaramu Kinan, kau tidak bisa berbicara seperti itu dengan Mila karna tidak ada yang boleh menyakitinya." Tegas Aroon.


" Mila... Apa ucapanku menyakitimu?" Tanya Kinan menatap Mila.


" Tidak... Tidak sama sekali." Sahut Mila.


" Kau dengar?" Tanya Kinan menatap Aroon.


" Kelihatannya dia wanita spesial untukmu? Apa kau ada perasaan dengannya?" Selidik Kinan membuat Aroon gelagapan.


" Tidak.... Saat ini aku hanya mencintaimu." Sahut Aroon.


" Saat ini... Tidak tahu yang lalu dan hari esok." Ujar Kinan.


" Kinan." Panggil Papa Burhan.

__ADS_1


" Papa menunggu Tante Tari kan? Aku akan pulang lebih dulu." Ucap Kinan berjalan keluar.


" Mau pulang kemana?" Tanya Aroon mencekal tangan Kinan.


" Ke rumahku, karna pernikahan kita di lakukan atas dasar kebohongan maka aku menganggap pernikahan ini juga bohongan, jadi jangan halangi aku untuk pergi." Ucap Kinan.


" Aku tidak bohong sayang, semua ini keinginan Papamu sendiri, aku juga baru tahu kalau ternyata Papamu bersandiwara." Ujar Aroon.


" Aku tidak peduli." Ketus Kinan menepis tangan Aroon.


" Papa, Mama kenapa kalian bertengkar terus membuat telinga Apan sakit saja." Ujar Zavran.


Kinan dan Aroon menatap ke arah Zavran.


" Tidak sayang, Papa sama Mama hanya sedang bingung mau tinggal di rumah siapa." Kilah Aroon.


" Di rumah Apan saja Pa, biar ramai." Ujar Zavran.


" Tidak bisa sayang, nanti Mamamu ini akan selalu buat keributan di sana." Ucap Aroon.


" Kenapa Mama buat keributan Pa?" Tanya Zavran.


" Karna Mama masih kecil, sikapnya juga sama sepetimu kan." Ucap Aroon.


" Iya Zavran... Mamamu ini masih kecil, masih sangat muda tapi di paksa Papamu untuk menjadi ibu rumah tangga." Sindir Kinan melirik Aroon.


" Oh Papa nakal ya Ma." Ucap Zavran.


" Ya seperti itulah Papamu." Sahut Kinan.


" Papa jangan nakali Mama ya, nanti Mama kabur lhoh." Ucap Zavran.


" Iya sayang." Sahut Aroon.


" Mama nanti main ke rumah Apan ya, hari ini jatah Papa bersama Apan lho." Ucap Zavran.


" Maaf sayang, hari ini Mama sedang sibuk, lain kali saja ya." Ujar Kinan.


" Iya Ma." Sahut Zavran.


Kinan keluar ruangan tanpa mempedulikan tatapan semua orang yang di dalamnya.


" Aroon bersabarlah menghadapi Kinan, dan ingatlah jika Kinan paling benci dengan yang namanya kebohongan jadi apapun yang terjadi bicaralah jujur kepadanya." Ucap Papa Burhan.


Aroon menatap ke arah Mila.


" I... Iya Pa." Sahut Aroon.


Hayoooo noh padahal Aroon bohong soal Mila


Gimana reaksi Kinan jika tahu yang sebenarnya ya...


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author semoga sehat selalu


...AUTHOR UCAPKAN ...


...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H...

__ADS_1


...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...


__ADS_2