
Saat ini Kira sedang mondar mandir di depan ruang IGD menunggu Dokter yang sedang memeriksa Fahri di dalam. Ia merasa sangat khawatir dengan keadaan Fahri karna dialah yang menyebabkan semua ini. Kira juga sudah memberitahu kedua orang tuanya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
Ceklek....
Dokter yang menangani Fahri keluar dari ruang IGD. Melihat itu Kira segera menghampirinya.
" Dokter bagaimana keadaan calon suami saya?" Tanya Kira.
" Pasien sudah melewati masa kritisnya, alergi yang pasien alami menyebabkan penyumbantan pada saluran pernafasannya Nona, beruntung anda tidak terlambat membawanya ke sini, kalau sampai terlambat bisa berakibat fatal, setelah pasien sadar nanti minumkan obatnya dengan teratur dan harus di habiskan, lain kali hindari makanan yang menyebabkannya alergi." Terang Dokter.
" Baik Dok saya akan menjaganya sebaik mungkin." Ucap Kira.
" Bolehkan saya menemuinya?" Sambung Kira.
" Saat ini pasien sedang di pindahkan di ruang rawat teratai satu di sebelah sana, silahkan temui pasien di sana Nona." Ujar Dokter menunjuk ruangan yang tak jauh dari sana.
" Terima kasih Dokter, kalau begitu saya akan ke sana, permisi." Ucap Kira.
Kira berjalan menuju ruangan yang di tunjuk oleh Dokter tadi. Saat Ia hendak membuka pintu, Mommy Kinan memanggilmya.
" Kira." Panggil Mommy Kinan.
" Mom, Dad." Ucap Kira menoleh ke belakang.
" Bagaimana keadaannya?" Tanya Mommy Kinan.
" Sudah tertangani Mi, tapi Mas Fahri belum sadar." Sahut Kira.
" Syukurlah, semoga dia cepat sadar." Ujar Mommy Kinan.
" Dad aku mau menginap di sini jagain Mas Fahri, bolehkan?" Tanya Kira.
" Boleh sayang, kamu juga harus bertanggung jawab soal ini kan." Sahut Daddy Aroon.
" Makasih Dad, ayo masuk Mom, Dad." Ucap Kira membuka pintu.
Ceklek....
Kira membuka pintu ruang rawat Fahri, Ia menatap tubuh Fahri yang terbaring lemah di atas ranjang. Terbesit rasa bersalah dalam hatinya. Andai Ia tahu kalau Fahri alergi udang maka Ia tidak akan menyuapi Fahri. Ia berjalan menghampiri ranjang di ikuti Mommy dan Daddynya.
" Kasihan sekali kamu Nak, demi membuat Kira senang kamu mengorbankan dirimu." Ucap Mommy Kinan.
" Dad aku sudah membicarakan soal pernikahanku dengan Mas Fahri, mungkin sebentar lagi dia akan melamarku." Ucap Kira masih menatap Fahri.
Mommy dan Daddy saling pandang.
__ADS_1
" Apa kamu mencintainya sayang?" Tanya Mommy Kinan membuat Kira menoleh ke arahnya.
" Untuk saat ini belum Mom, tapi aku yakin suatu saat nanti aku akan mencintainya, dan perlu Mom sama Dad tahu kalau Mas Fahri mencintaiku Mom." Sahut Kira.
" Sayang... Pernikahan itu bukan hal mudah, pikirkan baik baik sekali lagi, jangan sampai suatu saat nanti kamu menyesal dan justru akan membuat pernikahanmu berantakan, apalagi Fahri mencintaimu jangan buat dia kecewa dan sakit hati karna tidak bisa memiliki cintamu sayang, Daddy dan Mommy sengaja tidak menjodohkanmu karna kami ingin kamu menikah dengan pria yang kamu cintai." Ujar Mommy Kinan.
" Aku bisa apa Mom? Jika pria yang aku cintai tidak punya perasaan apa apa untukku, dia hanya menganggapku sahabatnya saja." Sahut Kira.
" Perjuangkan cinta itu sayang, bukannya Dad tidak setuju kamu menikah dengan Fahri, tapi kasihan Fahri jika harus hidup bersama dengan orang yang tidak mencintainya, rasanya sangat sulit sayang, jangan korbankan hidup orang lain demi hidupmu sendiri." Ujar Daddy Aroon.
Kira menghela nafasnya pelan. Ia menatap wajah Fahri yang masih terlihat kemerahan.
" Entahlah Dad aku tidak bisa berpikir sekarang, aku hanya mengikuti naluriku saja, aku sudah terlanjur menawarkan pernikahan kepadanya, sepertinya aku tidak bisa mundur lagi kecuali jika pria yang aku cintai membalas perasaan ini Dad." Sahut Kira.
" Dad serahkan keputusan ini kepadamu, jika memang kamu tetap ingin menikahi Fahri maka dari sekarang lupakan perasaanmu pada orang lain, mulailah belajar mencintai Fahri supaya hidupmu bisa bahagia bersama Fahri nanti." Tutur Daddy Aroon.
" Iya Dad, aku akan berusaha." Sahut Kira.
"Sudah malam, sekarang Dad sama Mommy mau pulang dulu, kamu hati hati jagain Fahrinya kalau ada apa apa telepon Daddy ya." Ucap Daddy Aroon mengelus kepala Kira.
" Iya Dad, hati hati! Terima kasih udah ngijinin aku nungguin Mas Fahri di sini." Ucap Kira.
" Hmm.. Dad pulang." Ucap Daddy Aroon.
" Mommy pulang ya." Ucap Mommy Kinan.
Kedua orang tua Kira pergi meninggalkan ruangan Fahri. Kira duduk di kursi samping ranjang sambil memainkan ponselnya.
...****************...
Sesampainya di rumah, Daddy Aroon menggandeng tangan Mommy Kinan masuk ke dalam rumahnya. Mereka menghentikan langkahnya ketika melewari ruang tamu. Mereka melihat Zavran yang duduk di sofa sedang menunggu mereka.
" Zavran." Ucap Mommy Kinan menghampiri Zavran. Begitupun dengan Daddy Aroon.
" Mau apa kamu malam malam ke sini? Kira sedang di rumah sakit menjaga Fahri sayang." Sambung Mommy Kinan duduk di sofa depan Zavran.
" Ada yang ingin aku katakan sama Mama." Ucap Zavran.
" Soal apa?" Tanya Mommy Kinan.
" Soal....." Zavran menggantung ucapannya. Ia melirik ke arah Daddy Aroon seolah meminta persetujuan. Daddy Aroon menganggukkan kepalanya. Bukankah lebih baik Zavran sendiri yang bilang? Jadi Daddy Aroon aman dari ancaman Opa Burhan.
" Tentang perasaanku pada Kiki Ma." Sambung Zavran.
" Perasaan? Apa kamu....
__ADS_1
" Ya Ma, sebenarnya sejak lama aku mencintai Kiki sebagai gadis bukan sebagai adik." Sahut Zavran memotong ucapan Mommy Kinan.
" Sudah Mama duga, Mama bisa melihatnya dari matamu sayang." Ujar Mommy Kinan.
" Lalu bagaimana tanggapan Mama tentang ini? Apa Mama merestui jika kami menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih?" Tanya Zavran menatap Mommy Kinan.
" Kalau Mama sih tidak masalah, semua tergantung sama Kira saja, apa Kira memiliki perasaan yang sama denganmu atau tidak." Sahut Mommy Kinan.
" Sebenarnya Kiki juga mencintaiku Ma, Kiki....
Akhirnya Zavran menceritakan tentang perasaan Kira dan bagaimana Ia menolak cinta Kira karna janjinya pada Opa Burhan. Zavran juga menceritakan alasan Opa Burhan melarangnya membalas cinta Kira.
Mommy Kinan membulatkan mata sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tidak percaya bagaimana bisa Papanya berpikiran seperti itu? Ia bahkan sekarang sudah hidup bahagia bersama suaminya? Lalu kenapa Papanya masih mengkhawatirkan tentang perasaan suaminya kepada Mila? Pikir Mommy Kinan.
" Untuk itu aku memberitahu Mama, aku ingin meminta restu, doa dan dukungan dari Mama sebagai Mommy Kiki." Ucap Zavran.
" Mama tidak menyangka jika Opa kamu bisa berpikiran seperti itu, Jadi ini sebabnya Kira memutuskan untuk menikahi Fahri karena dia ingin menghindar dan melupakan perasaanya padamu. Lalu bagaimana jadinya jika Fahri mengetahui semua ini? Ya Tuhan Kira.... Kau mempermainkan perasaan orang lain demi menutupi perasaanmu sendiri Nak, apa yang sebenarnya Kira pikirkan?.. Ya Tuhan." Ujar Mommy Kinan.
" Ini bukan salah Kiki Ma, semua ini salahku karna aku terlalu takut dengan ancaman Opa Burhan hingga membuatku tidak bisa mengungkapkan perasaanku pada Kiki." Ujar Zavran.
" Tapi seharusnya Kira tidak menyeret Fahri dalam hal ini." Sahut Mommy Kinan.
" Tenanglah sayang, kita akan menyelesaikan masalah ini secepatnya." Ucap Daddy Aroon.
" Kenapa kamu tidak bilang padaku Mas? Kenapa kamu justru menuruti kata kata Papa, kamu mementingkan kebahagiaanmu sendiri di banding kebahagiaan putrimu, kamu Daddy yang egois." Ucap Mommy Kinan.
" Sayang bukan itu maksudku." Ucap Daddy Aroon.
" Lalu apa maksudmu? Hanya karna ancaman Papa kamu jadi selemah itu, Kamu tidak mau kehilanganku tapi kamu membiarkan Kira kehilangan Zavran Mas, pria yang dia cintai Mas." Ujar Mommy Kinan.
" Maafkan aku sayang." Ucap Daddy Aroon.
" Aku harus membujuk Kira supaya dia membatalkan rencana pernikahannya dengan Fahri, aku tidak mau putriku menjadi seseorang yang jahat hanya karna cinta." Ucap Mommy Kinan.
" Lakukan apa yang terbaik sayang, aku serahkan masalah ini padamu karna aku tidak bisa berbuat apa apa, aku tidak mau Papa Burhan membuktikan ancamannya." Sahut Daddy Aroon.
" Sepertinya kau melupakan sesuatu Mas, Bahwa Papa Shiv bisa menangani ancaman Papa Burhan dengan mudah." Ucap Mommy Kinan.
Daddy Aroon melongo mendengar ucapan Mommy Kinan. Kenapa Ia bisa melupakan Papa Shiv? Pikir Daddy Aroon.
" Maaf Pa, Ma jika kedatanganku membuat keributan, aku pulang dulu Ma, Pa, terima kasih atas dukungan yang Mama berikan padaku." Ucap Zavran.
" Mama mendukungmu sayang, perjuangkan cintamu tapi jangan memaksakan kehendakmu, hargai keputusan Kira, jika memang kalian berjodoh Kira tidak akan lari kemana mana." Tutur Mommy Kinan.
" Iya Ma, aku akan mengungkapkan perasaanku pada Kiki, semoga dia berubah pikiran dan mau menerimaku Ma." Ucap Zavran.
__ADS_1
" Semoga sayang." Sahut Mommy Kinan.
TBC......