
Sebulan telah berlalu, saat ini Kira sedang jalan ke Mall untuk menghilangkan stress katanya. Saat Ia berjalan melewati babby shop tiba tiba Ia melihat Rasi temannya sedang memilih beberapa baju bayi. Kira segera menghampirinya.
" Rasi." Panggil Kira. Rasi menoleh ke arah Kira.
" Ki.... Kira." Ucap Rasi sedikit gugup.
" Apa kabarmu? Aku kangen banget sama kamu Ras." Ujar Kira memeluk Rasi.
Ada yang aneh menurut Kira, Rasi tidak membalas pelukannya. Kira melepas pelukannya menatap Rasi heran.
" Apa yang terjadi padamu? Kenapa sepertinya kamu tidak senang bertemu denganku?" Tanya Kira menatap Rasi.
Kira menatap perut Rasi yang terlihat buncit.
" Kamu hamil? Ternyata kamu sudah menikah?" Tanya Kira.
" E... I.. Iya." Sahut Rasi.
" Hei ada apa denganmu?" Kira kembali bertanya.
" A.... Aku bersalah padamu Ki." Ucap Rasi menundukkan kepalanya.
" Bersalah? Bersalah kenapa Ras?" Tanya Kira menyetuh dagu rasi.
Belum sempat Rasi menjawab pertanyaan Kira tiba tiba....
" Kira sayang, ayo." Ucap seorang pria dengan suara yang sangat familiar.
Kira menoleh ke arah suara dan....
Deg....
Jantung Kira berdetak dengan kencang. Ia menatap sosok yang selama ini Ia rindukan.
" Mas Fahri." Ucap Kira.
Fahri mengernyitkan dahinya menatap Kira.
" Kamu kenal aku? Apa kamu temannya Kira?" Tanya Fahri menatap Kira.
" Aku Kira Mas, mantan kamu." Ujar Kira.
" Kamu Kira? Ah jangan mengaku ngaku, ini Kira, istriku tercinta." Ucap Fahri merangkul pundak Fahri.
Jeduar.....
" Istri? Jadi kalian sudah menikah?" Selidik Kira menatap Fahri.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Rasi dan Fahri mengatakan hal yag membuatnya pusing.
" Dia Rasi Mas, Rasita temenku." Ujar Kira.
" Akulah Akira Arviana, pacar kamu waktu SMA." Sahut Kira.
__ADS_1
" Kira ku mohon hentikan semua ini, sudahlah aku mau pulang." Sahut Rasi menggandeng Fahri.
" Tunggu Rasi." Ucap Kira mencekal tangan Rasi.
" Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan padaku! Apa maksud dari semua ini?" Tanya Kira menatap Rasi.
" Baiklah baiklah akan aku jelaskan tapi tidak di sini, kita ke cafe aja." Sahut Rasi.
" Ok, tapi ingat jangan sampai kamu kabur." Ucap Kira.
Ketiganya berjalan menuju cafe yang ada di Mall tersebut. Mereka duduk di meja kosong.
" Sekarang katakan." Titah Kira.
" Mas Fahri hilang ingatan." Ucap Rasi.
Deg....
Jantung Kira terasa berhenti berdetak. Ia menatap Fahri tidak percaya.
" Jadi dia tidak ingat aku? Lalu kenapa kamu mengaku sebagai aku?" Selidik Kira.
" Sejujurnya dari dulu aku sudah mencintai Mas Fahri, tapi sayang Mas Fahri justru mencintaimu bukan aku." Ucap Rasi.
Kira mendengarkan tanpa menyela ucapan Rasi.
" Waktu hari pertunangan kalian, Mas Fahri mengalami kecelakaan tunggal setelah mengantarmu sepertinya." Ujar Rasi.
" Ke... Kecelakaan?" Tanya Kira memastikan.
" Aku sengaja memanfaatkan semua itu untuk memilikinya." Sambung Rasi menundukkan kepalanya.
" Lalu yang menelepon Mas Zav malam itu siapa?" Tanya Kira.
" Mas Fahri sendiri, saat Mas Fahri sadar aku mendramatisir cerita lalu menyuruhnya untuk menelepon Kak Zavran, dan semua yang dia katakan adalah perkataanku, Mas Fahri hanya menirukan saja." Sahut Rasi.
" Aku mengaku sebagai dirimu, selama satu bulan aku merawatnya, kedekatan kami membuatku semakin ingin memilikinya Ki, aku berusaha keras menyakinkan Mas Fahri kalau aku adalah kamu, setelah Mas Fahri keluar dari rumah sakit, aku menawarkan pernikahan kepadanya, dan akhirnya kami menikah." Terang Rasi.
" Selama hampir empat tahun dia tidak mau menyentuhku, setelah aku mengancam akan menceraikannya dia baru mau menyentuhku dan inilah hasil dari buah cinta kami." Ucap Rasi menatap perutnya yang terlihat membuncit.
Kira menatap remeh ke arah Rasi. Apa yang Rasi katakan? Buah cintanya? Cinta yang mana yang Rasi maksud?
" Maafkan atas keegoisanku Ki, aku benar benar minta maaf padamu." Ucap Rasi menggenggam tangan Kira.
Kira segera menarik tangannya, Ia benar benar kecewa dengan sikap sahabatnya.
" Kau telah membuat kesalahan besar Rasi, kau mempermainkan hidup orang lain." Bentak Kira.
" Tapi secara tidak langsung aku menyatukanmu dengan Kak Zavran Kira, bukankah yang kau cintai adalah Kak Zavran bukan Mas Fahri?" Teriak Rasi.
" Sayang tenanglah." Ucap Fahri menyentih pundak Rasi.
" Kau lihat? Perhatian Mas Fahri, Cinta yang Mas Fahri berikan itu untuk aku, bukan untukmu, karna Kira yang sesungguhnya itu aku bukan kamu." Ucap Lira menohok hati Rasi.
__ADS_1
" Apa kau tahu? Aku sangat merasa bersalah atas kepergian Mas Fahri, aku bahkan menghukum diriku sendiri selama empat tahun menjauh dari Mas Zav, setiap hari aku merindukan Mas Zav, aku sangat tersiksa untuk hal itu, aku terus menahannya karna ini hukuman yang harus aku terima karna menyakiti hati Mas Fahri, dan membuat Mas Fahri pergi, kamu tega Rasi, kamu tega padaku." Teriak Kira.
" Sebenarnya ada apa ini? Kira jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Fahri menatap Rasi.
" Aku kira yang sebenarnya Mas." Ucap Kira membuat Fahri menatap ke arahnya.
" Dia Rasi temanku, dia sengaja mengaku sebagai diriku supaya kamu mau menikahinya, ternyata selama ini dia mencintaimu Mas, dia merebut dirimu dariku." Jelas Kira.
Fahri menatap tajam ke arah Rasi membuat Rasi sedikit takut.
" Maafkan aku Mas, aku telah memanfaatkan ketidakberdayaanmu." Ucap Rasi.
Fahri menatap ke arah Kira. Pandangan mereka bertemu. Fahri menggenggam tangan Kira meresapi perasaan yang hinggap di dalam hatinya.Tiba tiba bayang bayang kebersamaan Kira dan dirinya berputar di dalam pikirannya. Fahri merasakan sakit yang luar biasa. Ia memegangi kepalanya sambil menarik rambutnya.
" Argh." Teriak Fahri.
" Mas Fahri." Pekik Kira mendekati Fahri di kursinya.
" Mas Fahri, kamu kenapa?" Tanya Kira cemas.
" Mas Fahri." Ucap Rasi hendak memegang lengan Fahri.
" Lepas." Bentak Fahri mendorong tubuh Rasi.
" Mas...." Lirih Rasi dengan mata nanar.
" Mas ayo kita ke dokter." Ucap Kira membantu Fahri berdiri.
Melihat itu Rasi menarik kasar tubuh Kira membuat tubuh Kira terpelanting ke belakang.
" Kira." Teriak Fahri mendekati Kira.
Karna saking kasarnya tarikan Rasi, Rasi kehilangan keseimbangan membuat tubuhnya terbentur ujung meja tepat di bagian perutnya.
" Awh." Pekik Rasi memegangi perutnya.
" Awh sakit Mas." Ucap Rasi merasakan sakit pada perutnya.
Tiba tiba keluar darah dari sela sela kaki Rasi. Kira menutup mulutnya sambil membulatkan matanya melihat semua itu.
" Mas, lihat Rasi." Ucap Kira menunjuk Rasi.
Fahri menatap Rasi yang saat ini sedang kesakitan.
" Ayo bantu dia Mas, bawa dia ke rumah sakit, aku tidak mau terjadi sesuatu kepadanya." Ucap Kira beranjak menghampiri Rasi.
" Rasi bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit." Ucap Kira.
" Kira.... Anakku.... Hiks..." Isak Rasi.
" Tenanglah, semoga semuanya baik baik saja." Ujar Kira.
Darah yang mengalir semakin banyak. Kira meminta Fahri untuk menggendong Rasi sampai ke mobilnya. Kira segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
__ADS_1
TBC.....