
" Mila... Hiks.. Hiks..." Isak Arga mengenggam tangan Mila.
" Maafkan aku yang sudah berniat jahat padamu, A.. Aku benar benar mencintaimu Mila, Bukan hanya kecantikan di wajahmu tapi juga kelembutan hatimu, Aku mencintai apa yang ada pada dirimu, Maafkan aku yang telah memperlakukan wanita terhormat sepertimu dengan buruk, Aku menyesalinya Mila, Maafkan aku." Ujar Arga.
" Aku sudah memaafkanmu, Ingatlah Arga jika cinta tidak harus memiliki walaupun pada kenyataannya memang sakit, Tapi Tuhan tau apa dan siapa yang terbaik untukmu, Jalani hidup dengan penuh rasa syukur agar kau merasa bahagia." Tutur Mila.
" Aku akan berusaha tapi jangan memintaku untuk berhenti mencintaimu gadis manis, Gadis yang selalu membuat aku jatuh cinta lagi dan lagi." Ucap Arga.
" Kau memang tidak punya rasa malu, Berani beraninya kau mengungkapkan cinta kepada istriku di depanku." Cebik Imran.
" Aku berbicara jujur Tuan Imran, Aku juga minta maaf padamu atas apa yang aku lakukan padamu, Tapi jika kau merasa kasihan padaku berikan istrimu padaku, Aku berjanji aku akan menjadikannya prioritas utamaku." Ujar Arga.
" Lepaskan tangan istriku kau sudah terlalu lama menggenggamnya." Ucap Imran
" Ah maaf." Ucap Arga melepas genggamannya.
Imran. Dan ingat Tuan Arga Ravindra saya tidak akan pernah melepas istriku untuk pria lain." Ucap Imran.
" Sayang sekali impianku harus pupus sampai di sini, Mila walaupun usahaku harus sampai di sini tapi cintaku tidak akan pernah pudar di makan waktu." Ujar Arga.
" Jangan mengatakan seperti itu atau kau akan menyesalinya jika kau sudah jatuh cinta pada gadis lainnya." Ujar Mila.
" Aku tidak yakin jika aku mampu mencintai wanita lain di saat cinta pertama saja tidak bisa aku gapai." Sahut Arga.
" Yakinlah Tuhan sudah menyiapkan jodoh terbaik untukmu." Ucap Mila.
" Hah semoga saja, Sekali lagi maafkan aku." Sahut Arga.
" Aku juga minta maaf atas nama Kak Aroon karna telah membuat wajahmu menjadi seperti ini." Ujar Mila.
" Aku pantas mendapatkannya, Untung saja dia masih memiliki belas kasihan padaku kalau tidak dia pasti sudah menghabisiku." Sahut Arga.
" Dia tidak sekejam itu." Ucap Mila.
" Yah aku yakin orang sebaik dirimu pasti di kelilingi oleh orang baik juga." Sahut Arga.
" Baiklah kalau begitu aku pamit pulang dulu." Ucap Mila.
" Pulang? Pulang kemana?" Tanya Arga memastikan.
" Ya... Aku mau pulang ke kota, Kau jaga diri baik baik di sini." Ucap Mila.
" Hati hati sekali lagi maafkan aku Mila." Ucap Arga.
" Aku sudah memaafkanmu, Kau juga kan Mas." Sahut Mila.
__ADS_1
" Sebenarnya ingin sekali aku menghancurkan wajahmu dan membatalkan kerja sama kita, Tapi aku kasihan padamu, Dan tentunya ini semua karna permintaan istriku." Ujar Imran menggenggam tangan Mila.
" Jadi aku memaafkanmu demi istriku." Sambung Imran.
" Terima kasih Tuan Imran kau memang orang baik." Ujar Arga.
" Saking baiknya aku bahkan tidak tahu jika ada duri dalam dagingku." Ketus Imran.
" Maassss." Ucap Mila.
" Baiklah sayang maafkan aku." Ucap Imran mencium kening Mila.
" Kami pamit." Ucap Mila.
" Hati hati." Sahut Arga.
" Ayo Mas." Ajak Mila.
Mila menggandeng lengan Imran keluar dari kamar Arga. Arga nampak murung memikirkan apa yang telah Ia lakukan kepada Mila.Ternyata sepintar apapun dia ingin merebut Mila nyatanya cinta Imran mampu mengalahkannya. Arga menghela nafasnya. Ia menyesal bukan karna telah merencanakan hal gila itu, Ia menyesal karna tidak bisa mendapatkan cinta Mila.
Imran dan Mila masuk ke dalam mobilnya. Ia mulai melajukan mobilnya menuju kota asalnya kembali. Sesekali Imran menggenggam dan menciumi tangan Mila. Tentunya sudah di cuci berkali kali setelah keluar dari kamar Arga. Perjalanan mereka kembali ke rumah membutuhkan waktu yang lama.
" Tidurlah jika kamu mengantuk." Ucap Imran.
" Nanti kamu nggak ada temennya Mas, Lagian aku juga tidak mengantuk kok." Sahut Mila.
" Aku sudah memaafkanmu Mas, Jangan terlalu di pikirkan sekarang fokuslah menyetir supaya kita selamat sampai rumah." Sahut Mila.
" Baiklah sayang sesuai keinginanmu." Ucap Imran terus melajukan mobilnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di rumah Mila segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya. Ia berjalan menuju kamarnya. Hari sudah larut malam, Mila mengambil baju ganti di almarinya.
" Aku mandi dulu Mas." Ucap Mila masuk ke dalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban Imran.
Sepuluh menit Mila keluar dari kamar mandi hanya memakai bathrobe pendek saja memarkerkan paha mulusnya. Imran menghampiri Mila yang kini sedang duduk di meja riasnya.
" Sayang." Ucap Imran memeluk Mila dari belakang.
" Hmm." Gumam Mila.
" Aku ingin menghapus jejak pria itu dari tubuhmu." Lirih Imran hati hati takut menyinggung perasaan Mila.
" Lakukan sesuka hatimu Mas, Aku juga tidak menginginkan ada jejaknya sedikit saja di tubuhku." Sahut Mila.
__ADS_1
" Terima kasih sayang." Ucap Imran.
Imran menggendong Mila menuju ranjangnya, Ia merebahkan tubuh Mila di atas ranjang.
Skip..... Lagi puasa authornya hhhh
Bayanginnya nanti malam aja ya...
Di tempat lain tepatnya di rumah Fisa, Aroon sedang duduk bersandar di sofa. Fisa menghampirinya dengan secangkir kopi di tangannya.
" Minum dulu." Ucap Fisa.
" Makasih." Ucap Aroon.
" Masih kepikiran Mila?" Tanya Fisa menyesap kopinya.
" Terus terang iya, Apa kau marah?" Aroon balik bertanya.
" Aku harus apa? Apa kalau aku bilang tidak boleh kamu akan menuruti keinginanku?" Tanya Fisa.
Aroon hanya diam saja.
" Tidak kan? Bahkan kau tidak bisa menjawabnya apalagi melakukannya." Ujar Fisa.
" Mila cinta pertamaku, Dia yang memberiku warna di saat aku terluka jauh dari keluargaku, Dia murid paling keras kepala dan selalu membuat onar, Sikap dan sifatnya itu yang membuatku jatuh terlalu dalam, Tapi aku pengecut, Aku bahkan tidak berani mengungkapkannya waktu itu, Rencanaku aku akan melamarnya setelah dia lulus, Tapi naas saat itu aku justru terjebak oleh wanita ular itu." Terang Aroon.
" Di saat aku sudah lepas dari wanita itu dan ingin kembali untuk melamar Mila, Mila justru sudah di jodohkan dengan orang lain, Seandainya dulu aku tidak pindah aku pasti bisa mendapatkan Mila." Sambung Aroon.
Ada sedikit kisah Aroon di Suamiku Kakak Angkatku ya...
" Berarti dia bukan jodohmu Ar, Jika hatimu mencoba ikhlas aku yakin kau akan dengan mudah melepaskannya, Tapi jika hatimu belum ikhlas maka sampai kapanpun kamu tidak bisa melupakannya, Dan usahaku akan sia sia." Ucap Fisa.
" Aku akan berusaha Fis, Kau juga harus berusaha lebih keras lagi agar aku mampu melupakan Mila dan menerimamu." Sahut Aroon.
" Aku akan menunggu sampai kau benar benar menghapus nama Mila dari hatimu." Sahut Fisa menyandarkan kepalanya di bahu Aroon.
" Semoga aku bisa walau aku tidak yakin pada usahaku sendiri." Batin Fisa.
TBC.....
*Kalau berkenan kasih hadiah dan votenya untuk karya author ya...
Yang udah baca cerita author " Menjadi Mommy anak Bosku" Sekarang udah launching seasons 2 ya.... Insya allah lebih seru lho...
Yang belum baca sambil nunggu up baca juga ya... Klik profile author lalu pilih karya..
__ADS_1
Makasih untuk para readers yang sudah suport author semoga sehat selalu...
Miss U All*....