Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
2. Zavran Maulana


__ADS_3

Saat ini Zavran sedang meeting bersama client barunya di restorant yang ternama di kota ini.


" Kita sudahi pertemuannya, selamat bergabung dengan perusahaan kami, kami tunggu dedikasi dari perusahaan Anda Tuan Rio." Ucap Zavran.


" Terima kasih telah menyetujui kerja sama ini Tuan, kami akan membuktikan kemampuan yang kami memiliki." Ucap Tuan Rio.


" Kalau begitu kami permisi." Sahut Zavran.


" Silahkan Tuan, hati hati." Sahut Tuan Rio.


" Leo, ayo kembali ke kantor." Ucap Zavran.


" Baik Tuan." Sahut Leo.


Zavran dan Leo berjalan meninggalkan restorant tempat mereka mengadakan pertemuan. Zavran masuk ke dalam mobilnya. Saat Ia hendak duduk tiba tiba ponselnya berbunyi. Zavran menatap layar ponselnya untuk melihat id pemanggil yang ternyata Pak Ade, kepala sekolah Kira.


" Halo." Ucap Zavran mengangkat panggilan teleponnya.


" Tuan Zavran, bisakah anda kemari sekarang juga?" Tanya Pak Ade di sebrang sana.


" Apa Kiki membuat masalah lagi?" Zavran balik bertanya.


" Iya Tuan, kali ini putri saya yang jadi korbannya, saya harap Tuan Zavran bisa segera datang kesini." Sahut Pak Ade.


" Apa sekarang Kiki ada di sana?" Tanya Zavran.


" Iya Tuan, saya sudah memanggilnya." Sahut Pak Ade.


" Baiklah saya akan ke sana." Sahut Zavran menghela nafasnya.


Zavran mematikan sambungan ponselnya.


" Kita ke sekolah Kiki." Ucap Zavran kepada Leo.


" Kiki buat masalah lagi?" Tanya Leo mulai melajukan mobilnya.


" Biasalah remaja pasti ada saja masalahnya, apalagi emosi Kiki masih labil." Sahut Zavran memijat pelipisnya.


" Yah selalu itu jawabanmu... Kau begitu menyayanginya, bahkan kalau di lihat lihat dia seperti kekasihmu bukan adikmu saja." Ujar Leo.


" Jaga bicaramu Leo, aku tidak suka mendengarnya." Ucap Zavran.


" Baiklah maaf." Ucap Leo merutuki kebodohannya.


Zavran akan sangat sensitif jika mengenai Kira. Entah apa penyebabnya Ia sendiri tidak tahu. Zavran sangat menyayangi Kira sejak kecil. Ia bahkan memiliki panggilan khusus untuk adik tercintanya yaitu Kiki.


Mobil melaju menuju sekolah SMA Bakti Putra, Setengah jam mobil Zavran memasuki parkiran sekolahan. Zavran turun dari mobil menuju ruang kepala sekolah. Beruntung saat ini masih jam pelajaran kalau tidak bisa di pastikan akan banyak lalat cantik yang mengrubungi Zavran.


Tok tok

__ADS_1


Leo mengetuk pintu, Pak Ade membuka pintu ruangannya.


" Tuan Zavran, silahkan masuk." Ucap Pak Ade.


Zavran masuk ke dalam ruangan kepala sekolah, Ia menatap dua gadis yang berbeda fisik sedang duduk berhadapan. Ya beda fisik karna yang satu cantik alami dan yang satunya cantik karna riasan. Dila mendongak menatap Zavran tanpa berkedip. Ia terpesona dengan ketampanan yang Zavran miliki. Sedangkan Kira acuh saja.


" Silahkan duduk Tuan Zavran, Tuan Leo." Ucap Pak Ade mempersilahkan.


" Katakan kesalahan apa yang di lakulan adik saya, Pak Ade." Ucap Zavran.


" Akira....


" Dia membuat masalah denganku, dia menumpahkan sampah di rambutku." Sahut Dila memotong ucapan Pak Ade sambil menunjuk Kira.


" Kak Zav bertanya apa kesalahan gue? Bukan apa yang gue lakukan pada lo." Ucap Kira.


Zavran menoleh ke arah Kira, Kira membalasnya dengan senyuman manisnya.


" Ya itu kesalahan lo gimana sih, lo mempermalukan gue di depan mereka semua." Cebik Dila


" Apa salahnya jika aku memberikan pelajaran kepada orang yang sudah menghina orang lain, dan menghina pekerjaan seseorang yang lebih tua." Sahut Kira berdiri di depan Dila membuat Dila ketakutan.


" Lo menghina gue dan juga Pak Asep Dila, apa lo pikir pekerjaan Ayahmu adalah pekerjaan tertinggi di dunia ini? Bahkan Ayahmu dan Pak Asep sama derajatnya Dila.... Hanya pegawai biasa." Ucap Kira menekan dada Dila.


" Sebenarnya masalah apa yang menimpa mereka Pak Ade hingga anda membuang waktu saya dengan sia sia untuk datang kemari? Apakah menurut anda masalah receh seperti ini lebih penting daripada pekerjaan saya? Jika anda tidak bisa menyelesaikannya, segera buat surat pengunduran diri anda sekarang juga dan silahkan cari pekerjaan lainnya." Tegas Zavran.


" Maaf.... Maafkan saya Tuan Zavran, saya tidak bermaksud membuang waktu anda saya hanya ingin wali murid Kira tahu tentang soal ini." Ucap Pak Ade.


" Kenapa? Lo takut kelakuan busuk lo di ketahui oleh keluarga lo?" Tanya Dila menatap Kira.


" Sebelum lo menilai perilaku gue, sebaiknya lo instropeksi diri terlebih dahulu Nona Dila, apa perlu kebusukan lo gue bongkar di depan Ayahmu sekarang juga?" Tekan Kira.


" Apa maksud lo?" Tanya Dila.


" Apa lo kira gue tidak tahu apa yang lo lakuin selama ini? Lo selalu memacari cowok cowok tajir hanya menginginkan uangnya saja, lo selalu malak temen temen lo dan lo selalu menindas mereka dengan ancaman akan di keluarkan dari sekolah ini karna bokap lo kepsek di sini, bukankah begitu Nona Dila." Ujar Kira.


" Apa? Apa benar yang dia katakan Dila? Apa kamu melakukan semua itu?" Tanya Pak Ade menatap Dila.


" Tidak Pa, dia bohong." Kilah Dila.


" Sekarang bagaimana Pak Ade? Yang mana yang akan anda hukum?" Tanya Zavran.


" Saya akan menghukum anak saya Tuan Zavran, maafkan saya karna saya sudah mengganggu waktu anda." Ucap Pak Ade menundukkan kepalanya.


" Skor Dila selama sebulan, saya akan memberikan semua bukti jika ucapan saya adalah kebenaran." Ucap Kira.


" Apa? Sebulan? Tidak tidak..... Aku tidak mau." Ucap Dila.


" Bagaimana Pak Ade?" Tanya Zavran.

__ADS_1


" Maaf Tuan Zavran, kesalahan anak saya hanya kesalahan kecil saja jadi cukup skorsing tiga hari saja." Ucap Pak Ade.


" Wo.... Kau hebat Pak Ade, Dila menyalah gunakan profesi anda untuk mengintimidasi teman temannya, Anda bilang ini kesalahan kecil?" Tanya Kira berdiri di depan Pak Ade tanpa rasa takut.


" Tapi memang itu kenyataannya Akira, saya memang memiliki kekuasaan di sini." Ucap Pak Ade sombong.


" Kekuasaan.... Baiklah akan saya tunjukkan apa itu kekuasaan yang sebenarnya kepada anda Pak Ade yang terhormat." Ucap Kira.


Kira mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Daddynya. Zavran hanya diam saja melihatnya. Ia sudah bisa menebak apa yang akan Kira lakukan kepada Pak Ade.


" Halo sayang." Sapa Daddy Aroon di sebrang sana.


" Dad segera pecat Pak Ade dari SMA Bakti Putra karna dia tidak punya atituted baik kepada siswa dan bawahannya." Ucap Kira.


Pak Ade menoleh ke arah Kira.


" Pemecatan? Siapa yang Akira telepon? Sebenarnya siapa Akira ini? Ah tidak... Jangan sampai Akira ada hubungan dengan Pak Aroon pemilik yayasan ini, Ah bodoh kenapa aku tidak mencari tahunya lebih dulu, hancur sudah impianku selama ini, aku sudah susah payah menyingkirkan kepsek yang lama malah usahaku sia sia gara gara menuruti anak bodoh ini." Batin Pak Ade menatapa Dila.


Kira mematikan sambungan ponselnya. Ia menatap ke arah Pak Ade dan Dila bergantian.


" Jika sebagai kepsek di sini anda berkuasa, maka Daddy saya lebih berkuasa karna beliau pemilik yayasan ini, selamat tinggal Pak Ade selamat menjemput kehancuranmu." Ucap Kira meninggalkan ruangan kepsek.


" Tuan Zavran tolong maafkan saya, saya tidak tahu kalau Akira putri dari Tuan Aroon, maafkan saya Tuan Zavran." Ucap Pak Ade.


" Keputusan Kiki adalah keputusan final Pak Ade, jadi maaf saya tidak bisa membantu." Sahut Zavran.


Zavran dan Leo keluar dari ruangan Pak Ade yang sedang marah marah dengan Dila di dalam sana.


" Kak Zav aku mau pulang." Ucap Kira memeluk lengan Zavran.


" Mobilmu gimana?" Tanya Zavran merapikan anak rambut Kira.


" Kak Leo bawa mobilku ya, nih kuncinya." Ucap Kira memberikan kunci mobilnya kepada Lei.


" Ok deh, tapi Kakak bawa ke kantor ya, nanti malam Kakak kembalikan." Ucap Leo.


" Ok deh, ayo Kak Zav." Sahut Kira.


Zavran dan Kira berjalan menuju mobilnya. Kira duduk di samping kemudi. Zavran melajukan mobilnya menuju rumah Kira atau Papa angkat Zavran yaitu Daddy Aroon.


TBC.....


*Ceritanya masih perkenalan jadi santai aja ya....


Jangan lupa like dan komentnya....


Beri author hadiah donk biar semangat nulisnya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All*...


__ADS_2