Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Kedatangan Fisa


__ADS_3

Jam satu malam ponsel Aroon berdering tanda panggilan masuk membuat Aroon dan Kinan mengerjapkan matanya. Padahal keduanya baru beberapa menit memejamkan mata. Aroon mengambil ponselnya lalu menatap layar ponsel.


" Mila." Gumam Aroon.


Aroon segera mengangkatnya.


" Halo, ada apa Mil?" Tanya Aroon.


" Maaf Kak mengganggu malam malam begini, Zavran demam tinggi Kak aku bingung mau membawanya ke rumah sakit sendirian, saat ini Mas Imran sedang keluar kota Kak, bisakah Kakak ke sini?" Terang Mila di sebrang sana.


" Baiklah aku akan segera datang." Sahut Aroon memutus sambungan ponselnya.


" Siapa Mas?" Tanya Kinan.


" Mila sayang, Zavran demam tinggi dan Imran sedang di luar kota jadi aku harus ke sana untuk membawa Zavran ke rumah sakit." Sahut Aroon turun dari ranjang memakai kembali pakaiannya.


" Aku ikut Mas." Ujar Kinan.


" Tidak usah sayang kamu istirahat saja, kamu kan lelah karna Mas." Sahut Aroon.


" Tapi aku juga ingin tahu keadaan Zavran Mas." Ujar Kinan.


" Besok saja kamu jenguk dia sekarang sudah malam istirahatlah, Mas akan langsung pulang setelah pulang dari rumah sakit." Ujar Aroon.


" Mas pergi dulu." Sambung Aroon mencium kening Kinan.


Aroon pergi meninggalkan Kinan, hati Kinan mencelos. Ia merasa seperti wanita jal*** yang di tinggal setelah di tidur*. Kinan melanjutkan tidurnya dengan perasaan sedih dalam hatinya.


Pagi hari Kinan mengerjapkan matanya. Ia menatap ke sekeliling berharap Aroon sudah kembali tapi sepertinya harapan tinggallah harapan. Kinan berjalan tertatih menuju kamar mandi.


" Shhh ternyata sakit juga." Desis Kinan.


Selesai mandi Kinan berjalan menuju meja riasnya. Ia merias tipis wajahnya dan menutupi jejak Aroon dengan poundation.


" Ih buas juga tuh Om Om, mana banyak banget lagi." Gerutu Kinan.


Selesai merias Kinan mengambil ponselnya mencoba menghubungi Aroon. Hanya suara operator yang menjawabnya.


" Kenapa nggak aktif sih Mas? Kamu dimana? Apa mungkin Zavran di rawat di rumah sakit? Aku akan ke rumah Mbak Mila untuk memastikannya." Monolog Kinan.


Kinan turun ke bawah menuju meja makan. Di sana sudah ada Papa Shiv yang sedang menunggunya.


" Pagi Pa." Sapa Kinan sopan.


" Pagi sayang, Aroon mana?" Tanya Papa Shiv.


" Semalam Mas Aroon ke rumah Zavran Pa, Zavran demam dan suami Mbak Mila sedang ke luar kota." Sahut Kinan.


" Sampai sekarang belum pulang?" Tanya Papa Shiv.


" Belum Pa, ponselnya di hubungi juga nggak bisa." Sahut Kinan.


" Ya sudah jangan di pikirkan! Sekarang makanlah Papa berangkat dulu ke kantor." Ujar Papa Shiv.

__ADS_1


" Iya Pa hati hati." Sahut Kinan.


Papa Shiv beranjak meninggalkan Kinan sendirian. Ia berjalan menuju mobilnya dengan perasaan dongkol dalam hatinya.


" Kau selalu seperti ini jika menyangkut Mila dan Zavran Aroon.... Jangan sampai ulahmu ini menjadi boomerang dalam pernikahanmu." Batin Papa Shiv


Selesai makan Kinan kembali ke kamarnya. Saat Ia hendak menaiki tangga saat itu juga bel rumah berbunyi. Bi Siti sedang pergi ke pasar jadi mau tidak mau Kinan membuka pintunya.


Ceklek....


Nampaklah seorang wanita cantik di depannya.


" Maaf Mbak cari siapa ya?" Tanya Kinan sopan.


" Kamu istrinya Aroon?" Tanyanya.


" Iya Mbak, kenalkan saya Kinan." Kinan mengulurkan tangannya.


" Fisa." Sahut Fisa membalas uluran tangan Kinan.


" Silahkan masuk Mbak." Ucap Kinan.


Keduanya berjalan menuju ruang tamu.


" Mau minum apa Mbak?" Tanya Kinan setelah keduanya duduk di sofa.


" Tidak usah terima kasih, aku di sini cuma mau memberitahumu sesuatu, aku tidak bermaksud apa apa, aku hanya kasihan saja kepadamu jika sampai Aroon kembali meninggalkan istrinya." Ujar Fisa.


" Apa maksudmu Mbak?" Tanya Kinan.


" Apa kamu sudah melakukan itu dengan Aroon?" Tanya Fisa saat melihat tanda merah di leher belakang Kinan.


" Kenapa Mbak? Bukankah suami istri biasa melakukan itu?" Tanya Kinan.


" Aku sarankan sebaiknya kamu minum pil penunda kehamilan, aku tidak mau jika suatu saat nanti Aroon meninggalkanmu kamu semakin terpuruk karna sudah ada anak di antara kalian." Ujar Fisa.


" Maksud Mbak Fisa Apa sih? Katakan langsung pada poinnya Mbak." Ucap Kinan.


" Aroon tidak bisa mencintai wanita lain selain wanita yang selalu ada dalam hatinya." Ujar Fisa.


" Tapi dia bilang mencintaiku Mbak." Ujar Kinan.


" Aku tidak percaya, entah itu kebohongan atau nyata yang jelas sampai sekarang wanita itu selalu jadi prioritas utamanya Kinan, Saat menikah denganku dia sama sekali tidak mau menyentuhku dan memberikan cintanya padaku hanya karna wanita itu, itu sebabnya dia menceraikan aku... Aku tidak mau kamu merasakan seperti apa yang aku rasakan, sangat sakit Kinan." Terang Fisa.


" Siapa wanita itu Mbak?" Tanya Kinan penasaran.


" Mila." Sahut Fisa.


Jeduarrrrr


Bagai di sambar petir di siang bolong.


" Mila? Mamanya Zavran?" Tanya Kinan memastikan.

__ADS_1


" Iya... Itu alasannya Aroon menganggap Zavran sebagai putranya karna Ia tidak mau putus hubungan dengan Mila, aku hanya kasihan padamu, cukup aku saja yang merasakan kesakitan itu Kinan, jangan ada yang lain." Ujar Fisa.


" Jadi Mbak Mila bukan adik angkat Mas Aroon." Ujar Kinan.


" Aroon mengatakan itu padamu?" Tanya Fisa. Kinan menganggukkan kepalanya.


" Sekarang dimana Aroon?" Tanya Fisa.


" Ada di sana Mbak, semalam Zavran demam." Sahut Kinan.


" Dia meninggalkanmu setelah menidurimu demi mereka, keputusan ada di tanganmu Kinan, sesama wanita aku hanya berempati saja, aku pulang dulu semoga kau bisa membuat Aroon berpaling dari Mila, maaf aku harus mengungkap hal yang menyakiti hatimu." Ujar Fisa.


" Tidak apa Mbak, aku akan lebih berhati hati dalam menjaga perasaanku." Sahut Kinan.


Fisa beranjak keluar rumah Aroon berpapasan dengan Bi Siti di depan pintu. Bi Siti segera menghampiri Kinan.


" Non Kinan, apa Non Fisa mengatakan sesuatu?" Tanya Bi Siti.


" Tidak Bi hanya perkenalan biasa." Sahut Kinan.


Kinan kembali ke kamarnya mengambil tas selempangnya. Ia berjalan keluar rumah untuk menunggu taksi yang sempat di pesannya. Bersamaan dengan itu mobil Aroon memasuki halaman rumahnya.


" Sayang mau kemana?" Tanya Aroon menghampiri Kinan. Kinan menatap sinis ke arah Aroon. Rasa benci menyeruak dalam hatinya.


" Apa pedulimu?" Bukannya menjawab Kinan justru bertanya.


" Kenapa kamu bicara seperti itu sayang? Jelas aku peduli kepada istriku, maafkan aku karna aku pulang terlambat, semalam aku ke tiduran di rumah Mila." Ujar Aroon membuat hati Kinan mencelos.


" Aku tidak peduli, jangan kau pikir setelah aku menyerahkan diriku aku sudah menerimamu sebagai suamiku, tidak Tuan Aroon." Ucap Kinan sinis.


" Sayang.... Aku tidak percaya ini, aku kira kita bisa memulai hidup dengan penuh kebahagiaan tapi ucapanmu benar benar menyakiti hatiku, lalu apa artinya kedekatan kita semalam sayang." Ujar Aroon.


" Aku juga tidak percaya semua ini terjadi padaku, baru kali ini aku menyesali keputusanku sendiri." Ketus Kinan.


Deg....


Hati Aroon terasa tertusuk benda tajam. Kinan menyesali perbuatannya semalam? Aroon menatap sendu ke arah Kinan.


Taksi yang Kinan pesan berhenti di jalan depan rumah. Ia segera menghampiri taksi itu.


" Kamu mau kemana? Kenapa pakai taksi? Aku antar saja ya sayang?" Ujar Aroon.


Kinan tidak mempedulikan Aroon. Hatinya masih kesal, Ia masuk ke dalam taksi.


" Jalan Pak." Ucap Kinan.


" Sayang tunggu..." Ucap Aroon.


Taksi melaju meninggalkan kediaman Aroon. Aroon mengacak rambutnya frustasi. Ia ingin mengejar taksi yang Kinan tumpangi tiba tiba ponselnya berdering.


TBC......


Hayooo kesel nggak sih di bohongi sama suami? Kalau author kesel banget ya...

__ADS_1


*Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...


Miss U All*...


__ADS_2