Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
19. Kebenaran membawa Kebaikan


__ADS_3

Sudah satu minggu Kira berada di rumah orang tuanya. Kadang Mommy Mila menanyakannya kepada Zavran kenapa Kira kembali ke rumah orang tuanya, tapi Zavran hanya menjawab karna Kira kangen dengan Mommynya. Begitupun jawaban Kira kalau di tanya sama Mommynya. Seminggu ini juga Zavran bolak balik ke rumah Kira namun Kira tidak mau menemuinya. Zavran hanya bisa pasrah sampai Ia bisa membuktikan dirinya tidak bersalah.


Malam ini Zavran kembali ke rumah Kira, berharap Kira mau menemuinya. Ia ingin menunjukkan bukti kebenaran yang terjadi padanya dan Dea waktu itu. Dengan senyum mengembang di pipinya, Zavran berjalan menuju rumah Kira.


" Eh kamu Vran, apa Kira masih belum mau menemuimu?" Tanya Mommy Kinan yang sedang duduk di ruang keluarga bersama Daddy Aroon.


" Belum Ma, semoga malam ini Kiki mau menemuiku ya Ma, aku kangen banget sama Kiki Ma udah seminggu nggak ketemu, bahkan di telepon juga nggak di angkat." Sahut Zavran.


" Kira itu sangat keras kepala, kamu tahu sendiri kan dia seperti apa." Ujar Mommy Kinan.


" Iya Ma, kalau begitu aku ke kamar Kiki dulu ya Ma, Dad." Ucap Zavran.


" Iya silahkan, semoga berhasil." Sahut Mommy Kinan.


Zavran berjalan menuju kamar Kira. Sesampainya di depan pintu,


Tok tok....


Zavran mengetuk pintu kamar Kira.


" Siapa?" Tanya Kira dari dalam sedikit berteriak.


" Ini aku Dek, bukain donk! Ada yang ingin aku bicarakan padamu, aku sudah mendapatkan semua bukti buktinya." Ujar Zavran.


Ceklek....


Kira membukakan pintu. Ia kembali berjalan menuju ranjang tiba tiba.....


Grep....


Zavran memeluk Kira dari belakang membuat langkah Kira terhenti.


" Mas kangen sayang." Ucap Zavran menempelkan dagunya pada pundak Kira.


Kira memejamkan matanya. Sejujurnya Ia juga sangat merindukan Zavran. Zavran mengendus tengkuk Kira tiba tiba...


" Shh." Desis Kira saat Zavran menyesap tengkuknya. Kira menutup mulutnya dengan tangannya untuk mengontrol suaranya.


" Jangan di bungkam, Mas merindukan suara seksimu Dek." Bisik Zavran membuat tubuh Kira meremang.


" Lepas Mas, aku belum memaafkanmu." Ujar Kira.


" Aku tidak perlu meminta maaf padamu, karna aku tidak salah." Sahut Zavran.


" Biarkan seperti ini sebentar saja." Sambung Zavran.


Keduanya terdiam saling melepas rindu yang mereka rasakan selama ini lewat pelukan.


" Mana bukti yang kau bawa Mas?" Tanya Kira melepas pelukan Zavran.

__ADS_1


" Yah kok di lepas sih Dek, kan Mas masih kangen." Ujar Zavran.


" Tunjukkan bukti itu, atau silahkan keluar dari sini sekarang juga, kau sudah mengambil kesempatan." Ucap Kira.


" Baiklah sayang akan aku tunjukkan padamu." Sahut Zavran.


Zavran menuntun Kira untuk duduk di tepi ranjang. Ia mengambil ponsel di saku celananya lalu membuka video yang Choki kirimkan kepadanya.


" Ini video malam itu, perhatikan jamnya biar kamu semakin percaya kalau Mas tidak melakukan apa apa kepadanya." Ujar Zavran memberikan ponselnya kepada Kira.


Kira melihat video yang di tunjukkan Zavran kepadanya. Dimana saat itu Zavran sedang mabuk, kesempatan itu di gunakan Dea untuk membawa pulang Zavran ke kamar apartemennya. Di sana Dea segera membuka pakaian Zavran dan pakaiannya sendiri, setelah itu Dea menyelimuti tubuh keduanya dengan selimut yang sama.


" Sungguh menjijikkan, buat apa dia melakukan semua itu Mas?" Tanya Kira menatap Zavran.


" Mungkin dia sengaja mau menjebakku supaya aku bisa menikahinya." Sahut Zavran.


" Lalu kenapa selama ini dia tidak melakukan hal itu? Kenapa justru setelah kita menikah dia baru datang?" Selidik Kira menatap Zavran.


" Mungkin karna dia baru datang dari kampung." Ujar Zavran.


" Kampung? Maksudmu?" Tanya Kira.


" Setelah malam itu, Dea pulang ke kampung halamannya untuk merawat ibunya yang saat itu sedang sakit, selama tiga bulan ini dia berada di kampungnya, mungkin dia berpikir akan menjalankan rencananya sepulang dia dari sana, tapi sayang aku sudah menikah duluan sama kamu." Terang Zavran.


" Bagaimana jika dia datang lebih dulu daripada aku? Apa kau akan menikahinya?" Tanya Kira.


" Aku tidak akan semudah itu percaya padanya, aku tetap akan membuktikan kalau aku tidak bersalah, dan aku hanya akan menikahimu saja bukan wanita lainnya." Sambung Zavran.


Kenyataan ini membuat Kira merasa bersalah karna telah mengabaikan suaminya selama ini.


" Maafkan aku yang sudah membuat kesalahan dengan tidak mempercayaimu Mas." Ucap Kira memeluk Zavran.


" Tidak masalah sayang, aku memakluminya." Sahut Zavran.


" Aku mencintaimu." Ucap Zavran.


" Aku juga." Sahut Kira.


" Kalau boleh aku tahu, kenapa kamu sampai mabuk gitu Mas? Padahal setahuku kamu tidak pernah minum minum selama ini." Ucap Kira melepas pelukannya.


" Waktu itu aku datang ke acara reunian teman temanku, kami bermain druth or dare di sana, dan saat itu aku kalah, aku menerima tantangan dari mereka untuk memghabiskan tiga gelas minuman, ku pikir aku akan bisa meminumnya tapi nyatanya aku payah, baru dua gelas saja aku sudah teler, mereka memberikanku gelas besar." Jelas Zavran.


" Karna kecerobohanmu membawa petaka untuk hidupmu Mas." Ujar Kira.


" Iya maafkan aku sayang, aku telah membuatmu meragukanku." Ucap Zavran.


" Aku yang meminta maaf padamu Mas." Sahut Kira.


" Aku memaafkanmu sayang." Sahut Zavran kembali memeluk Kira.

__ADS_1


" Berarti kita udah baikan ya." Ujar Zavran.


" Hmm." Gumam Kira.


" Berarti Mas udah boleh melepas rindu donk." Ujar Zavran.


Kira melepas pelukannya, Ia menatap Zavran dengan kening mengkerut.


" Mas kangen sama kamu, Mas pengin menghabiskan malam ini berdua denganmu sayang." Sambung Zavran membuat Kira mengerti kemana arah pembicaraan Zavran.


" Boleh kan?" Tanya Zavran.


" Hmm." Gumam Kira.


Zavran menangkup wajah Kira. Ia mengecup lembut bibir Kira. Kira memejamkan matanya sambil sedikit membuka mulutnya. Zavran menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Kira. Ia meluma* bibir Kira dengan lembut. Zavran menahan tengkuk Kira untuk memperdalam ciumannya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Keduanya saling melepas rindu melalui ciuman. Setelah di rasa keduanya kehabisan nafas, Zavran melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Kira menggunakan jempolnya.


" Mas mulai ya." Ujar Zavran yang di balas anggukan kepala oleh Kira.


Zavran mendorong pelan tubuh Kira di atas ranjang. Dengan pelan Ia menindih tubuh Kira. Zavran menatap wajah Kira dengan tatapan lembutnya.


" Kamu sangat cantik sayang membuat Mas selalu jatuh cinta setiap harinya." Ucap Zavran mengelus pipi Kira.


" Kamu juga tampan membuatku tidak rela berbagi ketampananmu dengan wanita lain Mas." Sahut Kira.


" Mas sangat bahagia bisa memiliku menjadi pendamping hidup Mas sayang." Ujar Zavran.


" Begitupun denganku Mas." Sahut Kira.


Tanpa Kira sadari kini kemeja yang di pakai Kira sudah terlepas dari tempatnya. Ternyata Zavran mengajaknya bicara sambil tangannya bekerja.


" Kamu nakal Mas." Ucap Kira.


" Tapi kamu suka kan?" Tanya Zavran.


" Hmm aku menyukai Kakakku yang tampan ini." Ujar Kira.


" Aku nggak mau di panggil Kakak lagi, karna aku adalah suamimu." Ucap Zavran.


" Baiklah suami sayang, sekarang lakukanlah apa yang kamu mau." Ujar Kira.


" Sesuai keinginanmu sayang." Sahut Zavran


Akhirnya malam ini Zavran dan Kira kembali bersatu menciptakan kehangatan di dalam dinginnya malam. Keduanya saling melengkapi membuat hati mereka merasakan kebahagiaan yang tiada tara, keduanya berharap tidak akan ada lagi kesalahpahaman seperti saat ini.


TBC.....


Jangan lupa like dan komentnya ya....


Miss U All..

__ADS_1


__ADS_2