
Hari ini adalah hari pernikahan Zavran dan Kira. Setelah mengucapkan ijab qobul kini keduanya menggelar acara resepsi yang di hadiri banyak tamu undangan di ballroom hotel ternama di kota ini.
" Selamat sayang sekarang kamu sudah menjadi anak Mommy, semoga bahagia dan menjadi keluarga sakinah mawaddah warrohmah." Ucap Mommy Mila memeluk Kira.
" Terima kasih Ma." Sahut Kira. Mommy Mila melepas pelukannya.
" Selamat sayang, semoga berbahagia, jadilah istri solehah untuk suamimu." Ujar Mommy Kinan. Kira beralih memeluk Mommy Kinan.
" Makasih Mom udah mendampingiku sampai ke titik ini." Ucap Kira.
" Apapun akan Mom lakukan untuk kebahagiaanmu sayang." Ujar Mommy Kinan melepas pelukannya.
Setelah acara memberikan doa restu dan selamat kepada kedua mempelai. Kini para tamu undangan meninggalkan ballroom hotel karna acara resepsi sudah selesai.
" Kira langsung ikut pulang Kak Zav ya, sekarang kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Maulana, jadilah menantu dan istri yang baik sayang karna didikan Mommy akan di pertanyakan dalam setiap langkahmu, kamu paham kan?" Tanya Mommy Kinan mengelus kepala Kira.
" Iya Mom." Sahut Kira.
" Daddy maaafin Kira kalau selama ini Kira banyak merepotkan Daddy." Ucap Kira.
" Daddy memaafkanmu sayang, jadilah istri solehah, doa Daddy selalu menyertaimu." Ujar Daddy Aroon.
" Iya Dad." Sahut Kira.
Daddy Aroon beralih kepada Zavran.
" Zavran Papa titip Kira padamu, bimbing dia untuk selalu berada di jalan yang benar, tegur dia jika dia salah, jika suatu saat nanti kamu sudah tidak mencintainya, kembalikan dia kepada Daddy dengan baik baik." Ucap Daddy Aroon menatap Zavran.
" Iya Pa aku akan menjaga Kiki dan akan selalu mencintainya seperti Papa mencintainya selama ini." Sahut Zavran.
" Baiklah kalian hati hati." Ucap Daddy Aroon.
Zavran menggandeng tangan Kira menuju mobil pengantin yang akan mengantar mereka ke kediaman Maulana. Setengah jam mobil yang di tumpangi keduanya sampai di kediaman Zavran.
Zavran membantu Kira turun dari mobil. Ia menggandeng tangan Kira masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, keduanya di sambut oleh kedua orang tua Zavran yang sampai terlebih dahulu.
" Sekali lagi selamat untukmu sayang kau sudah resmi menjadi keluarga Maulana." Ucap Mommy Mila menyambut kedatangan menantunya.
" Terima kasih Ma." Sahut Kira.
" Mom Zav sama Kiki mau langsung ke kamar, mau mandi dulu Mom gerah." Ujar Zavran.
" Ya udah mandi dan istirahatlah, Mom akan memanggil kalian saat makan malam nanti." Sahut Mommy Mila.
" Makasih Mom, ayo sayang." Ucap Zavran.
Zavran dan Kira menaiki anak tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Ceklek....
Zavran membuka pintu kamarnya menggandeng Kira masuk ke dalam kamarnya. Kira mengedarkan pandangannya, bukan pertama kali Kira masuk kemari tapi suasana dan dekorasi kamar Zavran saat ini benar benar baru. Kira merasa kalau kamar Zavran tempat baru baginya.
" Mas sengaja mengubah kamar kita." Ucap Zavran membuat Kira menatap ke arahnya.
" Kenapa?" Tanya Kira.
" Kalau tidak Mas rubah, saat kamu masuk ke sini kamu akan merasa kita masih kakak adik bukan suami istri, jadi Mas merubah semuanya biar terlihat seperti tempat baru bagimu." Ujar Zavran.
Ya saat Kira menginap di rumah Zavran, Ia pasti tidur di ranjang di sebelah ranjang Zavran. Tapi sekarang ranjang itu berubah menjadi single bed. Almari yang Zavran siapkan untuk Kira juga sudah tidak ada. Bahkan meja riasnya pun sudah ganti. Benar benar suasana baru bagi Kira.
Kira mendekati ranjang besar yang di hiasi mawar merah berbentuk love di atasnya. Kelambu bunga bunga membuat ranjangnya menjadi ranjang pengantin. Pikiran Kira traveling kemana mana membayangkan malam pertama yang akan Ia lalui bersama Zavran yang berstatus sebagai suaminya.
" Sayang." Ucap Zavran menepuk pelan pundak Kira membuat Kira tersadar dari lamunannya.
Kira memukul pelan kepalanya sendiri.
" Hei kenapa kamu memukul kepalamu Dek?" Tanya Zavran.
" Aku berharap ini bukan mimpi Mas, aku bisa bersama dengan Kakak yang selalu mendampingiku, selalu menyayangiku, selalu menuruti apa mauku yang sayangnya sangat aku cintai, aku tidak pernah membayangkan semua ini bisa terjadi sejak penolakanmu waktu itu Mas, akhirnya kau menjadi suamiku." Ujar Kira menatap Zavran.
" Maafkan aku yang sudah membuat kesalahan dengan menolakmu saat itu, aku janji aku akan selalu mencintaimu sampai akhir hayatku." Ucap Zavran menangkup wajah Kira.
" Tidak ada pengkhianatan?" Tanya Kira.
" Tidak ada, hanya ada kesetiaan." Sahut Zavran tegas.
Keduanya saling melempar pandangan. Zavran menatap bibir mungil Kira. Ia memajukan wajahnya lalu mengecup bibir Kira dengan lembut. Kira membalas ciuman Zavran. Keduanya saling membelitkan lidah. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka.
Setelah beberapa saat, Zavran melepas pagutannya. Ia mengusap pelan bibir Kira dengan jempolnya untuk membersihkan sisa sisa salivanya.
" Makasih sayang." Ucap Zavran menyatukan kening mereka.
" Saat ini hanya ciuman saja tapi nanti malam akan aku buat kamu tidak bisa berjalan besok pagi." Ucap Zavran.
" Coba aja kalau bisa." Tantang Kira.
" Apa maksudmu?" Tanya Zavran mengerutkan keningnya.
" Karna aku sedang hai* jadi kamu tidak bisa melakukannya." Sahut Kira.
" Beneran? Kamu lagi dapat? Jangan bohong sayang." Ucap Zavran.
" Beneran Mas, ngapain aku harus bohong." Sahut Kira.
Zavran menjauh dari Kira, tiba tiba tubuhnya lemas seketika seperti tanpa tenaga. Malam pertama yang Ia nantikan pupus sudah. Zavran duduk di tepi ranjang dengan lesu.
__ADS_1
" Sejak kapan dia datang?" Tanya Zavran membuat Kira mengernyitkan dahinya.
" Dia siapa?" Kira balik bertanya.
" Tamu tak di undangmu itu Dek." Ujar Zavran.
" Owh... Baru tadi pagi." Sahut Kira.
" Biasanya berapa lama?" Tanya Zavran lagi.
" Sepuluh hari." Sahut Kira.
" Sepuluh hari? Masa' lama amat? Jangan bohong kenapa sih?" Ujar Zavran.
Kira duduk di sebelah Zavran.
" Ya emang segitu Mas tidak bisa di tawar lagi gimana donk." Ujar Kira.
" Ah tahu gitu pernikahan kita undur sepuluh hari lagi, Masa' malam pertama ketemu palang merah." Ucap Zavran membuat Kira menahan senyumnya.
" Kamu nyesel menikahiku sekarang? Kalau begitu aku pulang aja dulu, aku akan ke sini sepuluh hari lagi." Ucap Kira beranjak dari duduknya.
" Eh mau kemana? Maafkan aku, bukan maksudku seperti itu sayang, cuma kecewa aja nggak bisa ngapa ngapain di malam pertama pernikahan kita." Ujar Zavran.
" Ya sama aja, intinya pernikahan ini membuatmu kecewa, udah lah nggak perlu di bahas lagi, kalau kamu nggak sabar menanti tinggal cari aja yang lain buat nyelupin tehmu Mas." Ujar Kira.
" Eh apaan? Nggak bisa ya, enak aja milikku tidak akan aku obral kepada siapapun, dia hanya milikmu seorang Dek, bukan yang lainnya." Ujar Zavran.
" Iya deh aku percaya Mas, sekarang aku mau mandi dulu terus mau tidur ngantuk." Ujar Kira.
" Gimana kalau mandi bareng aja." Tawar Zavran.
" Eh nggak bisa Mas." Sahut Kira.
" Kenapa?" Tanya Zavran.
" A... Aku malu, iya aku malu, sekarang aku mau mandi dulu kamu tunggu di sini aja, nanti gantian mandinya." Ucap kira masuk ke dalam kamar mandi.
Zavran menggelengkan kepalanya menatap punggung Kira yang hilang di balik pintu kamar mandi.
" Aku sangat bahagia bisa menjadikanmu istriku Akira Arviana." Monolog Zavran.
TBC....
Jangan lupa like dan komentnya ya...
Beri author vote dan hadiah mawarnya donk...
__ADS_1
Makasih....
Miss U All....