Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Kecurigaan Imran


__ADS_3

Setelah kepergian Mila, Arga tersenyum lebar. Hatinya bahagia bisa menjebak Mila dan Imran. Ia yakin rencananya akan berhasil. Ia akan dengan mudah mendapatkan Mila.


"Kau akan menjadi milikku sayang, Kau sendiri yang akan memutuskan hubunganmu dengan Imran dan datang kepadaku." Monolog Arga mencium ponsel di tangannya. Arga menerawang kepada kejadian semalam.


Flashback On


Arga mencium kasar bibir Mila. Mila menggelengkan kepala menghindari ciuman Arga. Tak lama setelah itu Mila kehilangan kesadarannya.


" Mil... Mila sayang." Arga menepuk pelan pipi Mila. Mila tidak bergeming karna Ia kehilangan kesadarannya.


Arga menatap wajah cantik Mila, Ia mencium pipi Mila yang terlelap.


" Aku bisa saja menerkammu sekarang juga, Tapi aku tidak mau merusak wanita yang aku cintai, Biarlah kamu mengganggap kita sudah melakukan hubungan terlarang ini karna ini satu satunya cara untuk bisa memilikimu." Ujar Arga mulai membuka baju yang Mila kenakan.


" Maafkan aku bukan maksudku melecehkanmu tapi aku tidak bisa kehilanganmu, Aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya suatu hari nanti, Aku mencintaimu sayang." Ucap Arga membuang baju Mila setelah berhasil membukanya.


Arga menutupi tubuh Mila dengan selimut lalu Ia menuju sofa untuk merebahkan tubuhnya. Ia berharap hari segera pagi. Ia ingin melihat reaksi Mila saat tahu Ia menghabiskan malam dengan Arga.


" Sekali lagi maafkan aku Mila." Ujar Arga sebelum menutup matanya.


Flashback Off


Di kamar sebelah Mila baru saja keluar dari kamar mandi. Tiba tiba Imran memeluknya dari belakang.


" Sayang udah wangi aja, Kok keramas lagi? Di sini dingin sayang jangan sering sering keramas atau kau akan sakit nanti." Ujar Imran. Mila memejamkan matanya. Ia merasa jijik pada dirinya sendiri. Ia merasa sudah mengkhianati suaminya dengan menghabiskan malam dengan Arga.


" Mas mandi dulu gih terus kita langsung pulang." Ucap Mila.


" Pulang? Katanya mau jalan jalan ke taman wisata?" Tanya Imran membalikkan badan Mila menghadapnya.


" Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman di sini?" Tanya Imran menangkup wajah Mila dengan kedua tangannya.


" Eh... Eng... Enggak Mas, Aku cuma merasa di sini hawanya dingin banget, Aku pengin balik ke kota aja." Kilah Mila.


" Udah ah Mas aku mau berkemas dulu." Sambung Mila menjauh dari Imran.


Imran menatap Mila dengan tatapan heran melihat tingkah Mila yang sepertinya sedang menghindarinya. Tidak mau berpikir buruk Imran segera masuk ke dalam kamar mandi.


Mila menghela nafasnya. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Fisa.


" Halo Mil." Sapa Fisa setelah mengangkat panggilannya.


" Aku butuh bantuanmu Kak." Sahut Mila.


" Apa itu? Aku pasti akan membantumu." Ucap Fisa.


" Cari tahu kejadian semalam di kamar penginapan nomer 011 di puncak Kota T." Sahut Mila.


" Memang ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Fisa.


" Nanti aku akan ceritakan padamu kalau aku sudah pulang Kak." Ujar Mila.

__ADS_1


" Baiklah aku akan menyuruh orangku untuk menyelidikinya, Tunggu besok hasilnya ya." Ujar Fisa.


" Siap Kak." Sahut Mila menutup panggilannya.


" Aku tahu kau memang pintar Arga... Tapi kau tidak tahu jika aku pandai membaca situasi Arga.... Aku yakin tidak terjadi apa apa diantara kita, Kau pasti sudah membohongiku Arga." Batin Mila.


" Telepon siapa?" Suara Imran mengagetkan Mila.


" Eh???" Gumam Mila.


" Kenapa kaget begitu? Apa kamu sedang melamunkan sesuatu?" Tanya Imran.


" Eh tidak Mas, Aku barusan telepon Fisa." Ujar Mila.


" Apa yang Fisa katakan hingga membuatmu kelihatan stres seperti ini hmm?" Tanya Imran menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Mila.


" Mas jangan seperti itu." Ucap Mila.


" Mas ingin mengulang kejadian kemarin siang sayang, Nikmati bulan madu kali ini dan Mas berharap akan ada kabar baik setelah kita pulang dari sini." Ujar Imran.


Deg....


Jantung Mila berdetak sangat kencang, Bahkan serasa mau copot dari tempatnya. Ia teringat ancaman Arga tadi pagi. Kepala Mila kembali berdenyut memikirkan masalah yang harus Ia hadapi.


" Sayang.... Kamu kenapa sih? Kok melamun lagi?" Tanya Imran heran.


" Nggak pa pa Mas aku lagi badmood aja kok." Sahut Mila.


" Iya Mas." Sahut Mila.


" Sekarang ayo kita sarapan dulu di cafe, Atau mau jalan ke taman wisata?" Tawar Imran.


" Yaudahlah aku ngikut aja." Ujar Mila.


" Kita ke wisata alam ya, Ayo." Ajak Imran menggandeng tangan Mila.


" Pagi Tuan Imran, Anda mau kemana?" Tanya Arga saat Imran keluar kamarnya.


Arga menatap ke arah tangan Imran dan Mila yang bergandengan. Arga memberi kode pada Mila untuk melepasnya tapi Mila tidak mempedulikannya.


" Kami mau ke taman wisata Tuan Arga." Sahut Imran.


" Taman wisata?" Gumam Arga yang masih terdengar oleh Imran.


" Iya, Apa ada masalah?" Sahut Imran.


"Oh tidak silahkan Tuan Imran, Selamat menikmati liburannya Tuan." Ucap Arga.


" Terima kasih Tuan Arga, Mari." Ucap Imran berjalan sambil menggandeng Mila.


Arga mengepalkan tangannya menatap kepergian Imran dan Mila. Ia menelepon seseorang untuk melancarkan rencananya.

__ADS_1


Jarak antara penginapan dan taman wisata cukup dekat karna bisa di tempuh hanya berjalan kaki saja. Imran dan Mila melangkah dengan perasaan bahagia. Sesaat Mila melupakan masalahnya.


" Wah lihat sayang taman bunganya indah sekali." Ucap Imran menunjuk taman bunga di sisi kanan taman bermain.


" Iya Mas, Ayo kita ke pendopo itu sambil pesan makanan." Ajak Mila.


" Baiklah sayang." Ucap Imran.


Mila dan Imran berjalan menuju pendopo yang mirip gazebo. Keduanya memesan makanan di cafe yang ada di sana. Tak lama pesanan mereka pun datang. Kopi panas dan beberapa cemilan. Saat Imran hendak menyentuh kopinya tiba tiba ...


" Tuan Imran anda di panggil oleh pihak kontraktor untuk menemui mereka di kantor." Ucap Ridho sang asistent Arga.


" Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Imran.


" Tidak Tuan, Sepertinya mereka sedikit mengubah presentasi mereka." Sahut Ridho.


" Baiklah saya akan ke sana." Ucap Imran.


" Sayang kamu mau ikut atau mau di sini saja?" Tanya Imran kepada Mila.


" Aku di sini aja Mas mau menikmati pemandangannya." Sahut Mila.


" Baiklah sayang tunggu Mas." Ucap Imran mencium kening Mila.


Imran dan Ridho meninggalkan Mila menuju proyek pembangunan hotel. Sedangkan Mila mulai menyesap kopinya.


" Sepertinya enak minum kopi sambil melihat pemandangan yang indah." Ucap Arga tiba tiba.


" Ngapain kamu ke sini dan itu kopi suamiku, Nggak sopan mengambil sesuatu milik orang lain." Sahut Mila menatap tajam Arga yang duduk di depannya sambil menyesap kopi milik Imran.


" Suamimu akan kembali siang nanti sayang, Jadi daripada mubadzir aku minum kan." Sahut Arga santai membuat Mila badmood.


" Kapan kau akan menyelesaikan masalahmu dengan suamimu? Aku sudah tidak sabar untuk menikahimu." Ucap Imran.


" Jangan membahas apapun Arga, Kau bersabarlah lagian baru semalam kita melakukan kesalahan itu jadi ku mohon sebelum aku menyelesaikan hubunganku dengan suamiku kau anggap saja tidak pernah terjadi apa apa di antara kita." Ujar Mila.


" Aku tidak bisa melupakannya sayang, Aku begitu mendambakanmu dan sentuhanmu, Semalam kau benar benar membuatku memuja tubuhmu." Ucap Arga.


" Apa maksudmu Arga?" Teriak Imran tiba tiba.


Mila dan Arga menoleh ke arah Imran yang entah sejak kapan berdiri di belakang mereka.


" Mas Des....


Tbc...


*Jangan lupa like dan koment di setiap babnya....


Terima kasih atas suport yang para readers berikan...


Miss U All*....

__ADS_1


__ADS_2