Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Kehidupan Baru Aroon


__ADS_3

Empat tahun kemudian


Mila sedang memakaikan baju kepada Babby Zavran Maulana. Saat ini Zavran tiga setengah tahun. Ia sudah lancar berbicara seperti anak seusianya pada umumnya tapi sayangnya Ia belum bisa menyebut namanya dengan baik.


" Mommy, Apan mau minum susu." Ucap Zavran.


" Baiklah ayo kita turun ke bawah." Sahut Mila.


Mila menggendong Zavran menuju dapur. Di sana Imran sedang duduk bersama Aroon sambil memakan sarapannya.


" Papa..." Teriak Zavran memeluk kaki Aroon.


" Sayangnya Papa udah rapi aja, siap jalan jalan ya?" Tanya Aroon.


" Siap Papa." Sahut Zavran.


" Jangan terlalu memanjakannya Kak, nanti dia jadi cowok manja." Ujar Mila.


" Nggak pa pa selama ada aku apapun yang dia mau pasti akan dia dapatkan." Sahut Aroon. Mila hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Daddy Apan mau jalan jalan sama Papa, apa Daddy mau ikut?" Tanya Zavran.


" Tidak sayang, hari ini bagian kamu sama Papa, besok baru sama Daddy." Sahut Imran.


" Papa... Apan punya Daddy sama Mommy, Lalu Mama Apan mana Pa?" Tanya Zavran polos.


Uhuk.. uhuk...


Aroon tersedak minumannya mendengar pertanyaan Zavran.


" Zavran sayang nanti kan Zavran mau jalan jalan, pilihlah salah satu wanita baik di sana dan jadikan Mama buat Papa ya." Ucap Mila.


" Iya Mom, Apan akan membawa Mama pulang untuk Papa." Sahut Zavran tersenyum senang.


" Mila.... Jangan mempengaruhi putraku dengan hal yang tidak baik." Ujar Aroon menatap Mila.


" Itu hal baik Kak, apa kau tidak mau mewujudkan keinginan Zavran yang ingin memiliki Mama darimu?" Tanya Mila.


Aroon bungkam, ia tidak bergeming. Kenpa Ia tidak pernah memikirkan ini sebelumnya? Bagaimana jika nanti Zavran memintanya untuk menikah lagi? Apa yang harus Ia lakukan? Pikir Aroon.


" Apa kau masih mengharap Kak Fisa Kak?" Tanya Mila.


" Tidak Mil, Fisa sudah bahagia bersama keluarganya." Sahut Aroon.


Ya sejak perceraiannya dengan Aroon, Fisa menjalin hubungan dengan Daren. Kebetulan Daren juga sudah berpisah dari istrinya. Kedekatan mereka menumbuhkan benih benih cinta di antara keduanya hingga membuat Fisa dan Daren melangkah menuju jenjang pernikahan. Usia pernikahan mereka baru satu tahun, tapi sampai sekarang Fisa belum mempunyai keturunan.


Hubungan Fisa dan Mila juga sudah membaik seiring berjalannya waktu, begitupun dengan Aroon. Mereka sering berkumpul di rumah Mila. Fusa sudah tidak merasakan sakit hati lagi karna Ia sudah tidak mempunyai perasaan apapun dengan Aroon. Kini cintanya hanya untuk suaminya, Daren. Rasa bersalah dalam diri Aroon masih tersisa di hatinya, Ia menyesal karna telah menyianyiakan cinta Fisa. Tapi baginy ini yang terbaik untuk keduanya. Pada nyatanya kini mereka hidup bahagia dengan keluarga masing masing bukan?


" Papa tenang aja Apan sendiri yang akan memilihnya." Ucap Zavran membuat Aroon sadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Baiklah sayang apapun untukmu." Sahut Aroon. Ia berpikir Zavran akan lupa dengan ucapannya sendiri.


" Sekarang Zavran makan dulu ya, nanti baru jalan sama Papa." Ujar Mila.


" Iya Mom." Sahut Zavran.


" Zavran tapi nanti kita ke kantor Papa dulu ya, Papa ada pekerjaan mendadak jadi kita jalannya agak sorean aja." Ujar Aroon.


" Iya Pa, Apan akan bermain dulu di kantor Papa." Sahut Zavran.


" Anak pintar." Sahut Aroon.


Mereka melanjutkan sarapan bersama. Selesai sarapan Aroon mengajak Zavran menuju mobilnya.


" Sayang aku berangkat dulu." Ucap Imran mencium kening Mila.


" Hati hati Mas." Sahut Mila.


" Sayang sepertinya kita perlu memberikan adik untuk Zavran supaya kau tidak kesepian." Ucap Imran mengerlingkan matanya.


" Apa sih Mas, Zavran masih kecil sekarang ada Kak Aroon yang membantu menjaganya, nanti kalau Kak Aroon sudah menikah lagi kita akan repot menjaga Zavran dan adiknya, jadi tunggu Zavran lebih besar dulu ya." Ujar Mila.


" Baiklah sayang, aku menurut saja karna kau yang merasakan betapa susah merawatnya." Sahut Imran.


" Sekarang pergilah Mas atau kalau tidak kau akan terlambat." Ujar Mila.


" Bagaimana kalau kita menghabiskan waktu berdua saja, mumpung Zavran dengan Aroon kita bisa menikmati waktu berdua." Ucap Imran memeluk Mila.


Imran menggendong Mila menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuh Mila di atas ranjang.


DAN......


SKIP LAGI PUASA


Di kantor Aroon, Zavran sedang bermain mobil mobilan dan robot robotan di atas karpet bulu yang Aroon sediakan. Sedangkan Aroon duduk di sofa sambil menyelesaikan pekerjaannya.


" Papa kalau Apan besar Apan mau beli mobil seperti ini." Ucap Zavran.


Aroon mengalihkan pandangan dari laptopnya, Ia menatap Zavran sambil tersenyum.


" Tentu sayang, setelah Zavran dewasa kamu bisa membeli apapun yang kamu mau, tapi ingat! Zavran harus menjadi anak pintar dulu." Ujar Aroon.


" Kapan Apan sekolah Pa?" Tanya Zavran.


" Tanya Mommy sama Daddy ya." Sahut Aroon.


" OK Pa." Sahut Zavran.


" Sekarang Zavran main lagi, Papa mau menyelesaikan pekerjaan Papa dulu biar kita bisa cepat jalan jalan ya." Ujar Aroon.

__ADS_1


" Iya Pa, maaf mengganggu." Sahut Zavran di balas senyuman oleh Aroon.


Hari menjelang sore dan pekerjaan Aroon sudah selesai. Ia menyimpan file filenya sebelum mematikan laptopnya.


" Sayang ayo kita jalan jalan." Ajak Aroon.


" Apa pekerjaan Papa sudah selesai?" Tanya Zavran membereskan mainannya.


" Sudah sayang, sini Papa bantu bereskan." Ujar Aroon berjongkok di depan Zavran.


" No Papa, biarkan aku sendiri yang membereskannya." Ucap Zavran.


" Baiklah segera bereskan setelah itu Papa akan mengajakmu jalan jalan ke Mall." Sahut Aroon.


Aroon duduk di sofa menatap putranya yang sedang membereskan mainannya. Wajah Zavran sangat manis perpaduan antara Imran dan Mila.


" Kau sangat tampan Zavran." Ucap Aroon.


" Apan tahu Pa, wajah Daddy menempel pada wajahku tapi sifatku seperti Mommy." Sahut Zavran.


" Kau ini memang pintar berbicara, anak seusiamu sudah banyak bicara ternyata." Ucap Aroon.


" Ayo Pa kita cari Mama." Ajak Zavran.


" Sayang jangan dengarkan ucapan Mommymu, Papa tidak mau mencari Mama, cukup Mommymu saja." Ujar Aroon.


" Itu tidak akan adil Papa, pokoknya aku mau cari Mama." Kukuh Zavran.


" Baiklah terserah kau saja." Sahut Aroon.


Aroon menggandeng tangan Zavran menuju mobilnya. Sering kali para karyawan memandangnya dengan tatapan takjub. Mereka mengira kalau bos mereka adalah seorang duda beranak satu.


Aroon melajukan mobilnya menuju Mall terdekat. Hari ini weekend membuat suasana Mall begitu padat. Aroon menggandeng tangan Zavran masuk ke dalam karna Zavran tidak mau di gendong.


Tatapan Zavran berhenti pada seorang gadis yang sedang berjalan di sampingnya. Tiba tiba muncul ide di dalam benaknya. Perlahan Ia melepas genggaman tangan Aroon lalu menautkan tangan Aroon dengan tangan gadis itu. Tanpa keduanya sadari, mereka terus berjalan masuk ke dalam. Zavran mengikuti mereka dari belakang.


Saat melewati stand baju gadis itu berbelok arah hingga membuat tangan Aroon tertarik ke arahnya.


" Sayang kenapa ke sana? Kita ke sini saja." Ucap Aroon menarik tangan gadis itu tanpa menoleh.


" Hei Om lepaskan tanganku." Teriak gadis itu.


Aroon menoleh ke belakang dan.....


TBC.....


Tetap dukung karya author ya....


Jangan lupa like dan komentnya...

__ADS_1


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author...


Miss U All*...


__ADS_2