Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
13. Keputusan Kira


__ADS_3

Kira tidak bergeming. Rasanya tidak akan adil untuk Fahri, di saat Fahri merasakan luka yang sangat dalam di sana, di sini Kira merasakan kebahagiaannya.


" Kiki ayo turun, semua orang sedang menunggu kita saat ini." Ucap Zavran.


Kira merubah posisinya. Ia duduk di atas ranjang sambil menatap Zavran.


" Aku tidak mau." Sahut Kira.


Zavran membulatkan matanya.


" Apa maksudmu tidak mau?" Tanya Zavran.


" Aku tidak mau bertunangan denganmu Kak." Sahut Kira.


" Bukankah kamu mencintaiku? Bukankah ini yang kamu inginkan? Kita bisa bersatu saat ini Kiki." Ujar Zavran.


" Aku berubah pikiran Kak, aku masih muda, ku ingin menghabiskan masa mudaku dulu sebelum aku menikah nanti." Sahut Kira.


" Lalu bagaimana dengan janjimu pada Fahri? Kamu harus menepati janji itu pada Fahri malam ini kan." Ujar Zavran menatap Kira.


" Soal janjiku pada Mas Fahri biarlah itu menjadi urusanku Kak, yang jelas aku bukan barang yang hanya di lempar sana di pungut sini, di lempar sini di pungut sana, aku sudah tidak memikirkan untuk menikah lagi, aku akan melanjutkan pendidikanku ke perguruan tinggi." Sahut Kira. Zavran duduk di tepi ranjang sambil menatap Kira.


" Setelah kita bertunangan pun kamu bisa melanjutkan kuliah kalau kamu mau Dek." Ucap Zavran.


" Aku mau melanjutkan kuliahku di Inggris Kak dan aku tidak mau pikiranku bercabang dengan memikirkan urusan di sini, aku ingin bebas." Sahut Kira.


" Apa? Inggris? Kamu mau pergi jauh dariku Dek? Bagaimana dengan aku Dek? Aku sangat mencintaimu dan aku tidak mau kehilanganmu, maafkan aku jika aku telah membuatmu kecewa tapi aku mohon jangan hukum aku seperi ini Dek, aku tidak bisa jauh darimu." Ucap Zavran menggenggam tangan Kira.


Kira menepis tangan Zavran.


" Semuanya sudah terlambat Kak, ungkapan perasaanmu tidak berpengaruh bagiku, aku akan tetap pergi ke Inggris untuk mengejar cita citaku." Sahut Kira.


" Tidak bisa! Aku tidak akan membiarkan kamu pergi aku tidak mengijinkannya, kamu boleh kuliah asalkan di dalam Negri." Ucap Zavran.

__ADS_1


" Memangnya siapa kamu Kak berani mengatur ngatur aku? Apa kamu pacarku? Apa kamu suamiku? Bukan kan." Ucap Kira menatap Zavran.


" Dimana saat aku mengejar cintamu? Dimana kata kata cinta yang ingin aku dengar dari bibirmu saat aku mengungkapkan cintaku padamu? Dimana semua itu Kak? Sekarang di saat aku ingin melupakan semua kau datang menghancurkan segalanya, kau bahkan membuatku menyakiti pria sebaik Mas Fahri, andai saja waktu itu kamu tidak datang ke rumah sakit dan mengatakan tentang perasaan kita, aku yakin saat ini aku sudah bertunangan dengan Mas Fahri." Ujar Kira.


" Tapi kamu tidak mencintainya Kira, bagaimana kau bisa mengatasi perasaanmu kepada Fahri?" Tanya Zavran.


" Bagiku komitment itu lebih penting dari kata kata cinta Kak, buat apa kita jatuh cinta jika hanya membuat luka saja, lupakan cinta itu, dengan membangun komitment kita bisa bahagia Kak." Ujar Kira keras kepala.


" Kiki ku mohon mengertilah, sekarang mari kita turun tukar cincin lalu kita menikah dan hidup bahagia, aku tidak mengijinkamnu untuk kuliah ke luar Negri." Ucap Zavran tidak bisa membendung perasaannya.


" Lagian aku tidak perlu ijinmu Kak, sekarang turunlah beritahu semua orang kalau acaranya gagal karna calon tunanganku tidak datang." Ucap Kira.


" Kiki pikirkanlah dengan baik, ini kesempatan kita untuk bersatu." Ujar Zavran.


" Lupakan semua itu Kak, Aku sudah tidak tertarik pada pernikahan, sekarang keluarlah dari sini." Usir Kira.


" Kiki." Ucap Zavran.


" Aku bilang keluar Kak." Usir Kira dengan meninggikan suaranya.


" Apakah ini yang kamu rasakan saat aku menolakmu? Sepertinya karma dengan cepat berlalu." Gumam Zavran dalam hati.


Zavran turun ke bawah untuk menemui kedua orang tuanya dan orang tua Kira. Ia menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya dan Kira.


" Ini kesalahan Papa, andai saja Papa tidak mengancammu maka semua ini tidak akan terjadi Zavran, kamu tenang saja Mama akan membujuk Kira." Ucap Mommy Kinan.


" Ini kesalahanku sendiri Ma karna aku tidak jujur dengan Kiki, harusnya aku bisa memperjuangkan cintaku untuknya tapi apa? Aku jadi pecundang yang lari dari kenyataan." Sahut Zavran.


" Ya sudah biarkan Mama Kinan membujuk Kira, sekarang kita pulang dulu." Ucap Mommy Mila.


" Baiklah Mom." Sahut Zavran.


Setelah berpamitan keluarga Zavran dan para tamu pulang ke rumah mereka. Mommy Kinan berjalan menuju kamar Kira.

__ADS_1


Tok tok


" Sayang bolehkah Mom masuk." Ucap Mommy Kinan.


Kira membuka pintu kamarnya.


" Masuk Mom." Ucap Kira berjalan menuju ranjangnya di ikuti Mommynya.


" Sayang apa benar kamu menolak lamaran Zavran?" Tanya Mommy Kinan.


" Iya Mom, aku ingin meneruskan sekolahku lebih dulu." Sahut Kira.


" Kenapa? Bukankah kamu menginginkan menikah dengan Zavran? Opamu sudah menyetujuinya." Ujar Mommy Kinan.


" Entahlah Mom, setelah mengenal Mas Fahri hatiku condong kepadanya, aku tidak tahu apakah aku masih mencintainya atau tidak, aku ingin menyakinkan hatiku kembali." Sahut Kira.


" Kamu ingin kuliah dimana? Di dalam Negri aja karna Mommy tidak mau kamu pergi jauh dari Mommy, kamu anak Mommy satu satunya, Papamu sudah tua, kalau terjadi sesuatu pada kami kamu tidak bisa pulang dengan segera." Terang Mommy Kinan.


Kira menatap wajah sendu Mommynya. Ia tidak tega jika harus meninggalkan kedua orang tuanya. Kira menghela nafasnya dalam dalam.


" Baiklah Mom, aku akan kuliah dalam Negri tapi aku mau Mommy merahasiakan ini dari Kak Zavran dan yang lainnya, jangan memberitahu keberadaanku." Ujar Kira.


Mommy Kinan tersenyum kepada Kira. Ia mengelus rambut Kira dengan lembut.


" Persiapkan dirimu untuk mendaftar kuliahnya, semoga masih ada gelombang yang masih buka." Ujar Mommy Kinan.


" Iya Mom, aku mau tidur dulu Mom selamat malam." Ucap Kira.


" Malam sayang." Sahut Mommy Kira.


Mommy Kinan keluar dari kamar Kira. Tak lupa Ia menutup pintunya. Setelah kepergian Mommy Kinan, Kira mengambil pinselnya mencoba menghubungi Fahri. Namun sia sia yang menjawab hanya operator saja. Kira menghela nafasnya.


" Kenapa kamu melakukan semua ini tanpa seizinku Mas, kenapa kamu mengorbankan perasaanmu untuk kebahagiaanku, bagaimana aku bisa bertunangan dengan Kak Zav sedangkan aku yakin di sana kau sedang menangis, Bagaimana aku bisa bahagia di atas penderitaanmu, jika kita harus berpisah maka aku juga harus berpisah dari Kak Zav, aku akan menghapus perasaan bersalahku padamu sebelum aku kembali menjalin hubungan dengan Kak Zav, biarkan aku dan kamu sama sama merasakan rasa sakit dan sedihnya jauh dari orang yang kita cintai, semoga keputusanku bisa mengurangi rasa bersalah dalam hatiku." Ujar Kira.

__ADS_1


Kira menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia mencoba memejamkan matanya menuju alam mimpi. Sebenarnya bisa saja Kira langsung menerima Zavran lalu menikah dengannya. Tapi Kira tidak mau egois, Ia merasa sangat bersalah atas kepergian Fahri. Ia ingin menghukum dirinya sendiri atas kesalahan yang telah Ia perbuat.


TBC....


__ADS_2