Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Nasehat Papa Shiv


__ADS_3

Pagi hari setelah selesai mandi, Kinan keluar dari kamarnya. Saat Ia menutup kembali pintunya Ia terkejut melihat Aroon yang sedang tidur sambil duduk di lantai depan kamarnya. Ia menyunggingkan senyum menatap lucu ke arah Aroon. Aroon mengerjapkan matanya, Ia menatap Kinan yang sedang menatapnya juga.


" Sayang." Ucap Aroon beranjak di depan Kinan.


Kinan mengabaikannya, Ia berjalan menuruni tangga menuju meja makan. Aroon mengejar Kinan untuk menjelaskan sesuatu padanya.


" Sayang maafkan aku, aku sudah menyakitimu dan membuatmu salah paham, kemarin Mila hendak jatuh dari tangga lalu aku menangkapnya, kami tidak melakukan apa apa sayang, sungguh." Jelas Aroon mengikuti langkah Kinan dari belakang.


" Sayang jangan marah donk maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Ujar Aroon.


Saat melewati ruang tamu, langkah Kinan terhenti kala melihat Papa Shiv dan Mila sedang duduk menatap ke arahnya. Ada Papa Burhan juga di sofa sebrang.


" Kinan sini, Papa mertua dan Nak Mila ingin bertemu denganmu." Ucap Papa Burhan.


Kinan menghampiri mereka lalu duduk di sofa sebrang Mila.


" Mila... Zavran mana? Kenapa kau meninggalkannya di rumah?" Tanya Aroon membuat semua orang memejamkan matanya. Apa Aroon tidak tahu jika pertanyaannya semakin mempersulit keadaan?


" Kenapa Aroon bodoh sekali." Gumam Papa Shiv.


" Dia di rumah Kak sama Babby sisternya." Sahut Mila.


" Kenapa kau kemari? Apa kau ingin pamer perhatian Mas Aroon kepadaku? Kau tidak perlu repot repot melakukan itu karna aku sudah tidak peduli dengannya dan apa yang akan dia lakukan kepadamu dan kepada putramu." Ucap Kinan menatap Mila.


" Sayang jangan gitu donk." Ujar Aroon.


" Aroon kau diamlah, kau semakin memperkeruh suasana saja." Ucap Papa Shiv membuat Aroon bungkam.


" Kinan, aku ke sini ingin meminta maaf padamu karna aku sudah mengganggu ketenangan kalian." Ucap Mila menatap Kinan.


" Kau tidak perlu meminta maaf Mbak Mila karna semua ini bukan salahmu, aku lah yang salah karna berada di tengah tengah kalian, aku sadar posisiku saat ini, untuk itu akan lebih baik jika aku mundur dari sekarang." Ujar Kinan.


" Sayang... Aku yang bersalah dalam hal ini, maafkan aku." Ucap Aroon.


" Kemarin malam aku begitu panik saat Zavran demam tinggi, hubunganku dengan orang tuaku tidak baik dan mertuaku saat ini sedang berada di Luar Negri, dalam pikiranku hanya ingat Kak Aroon itulah sebabnya aku menelepon dan meminta bantuannya, aku tahu aku salah karna aku membawa laki laki lain ke dalam rumahku saat suamiku tiada, tapi sumpah kami tidak melakukan hal hal di luar batas, kami hanya menjaga Zavran bersama saja Kinan." Terang Mila merasa bersalah.

__ADS_1


" Menjaga bersama dalam kamar yang sama, atau tidur bersama dalam ranjang yang sama?" Sindir Kinan.


" Kinan jangan berbicara hal hal buruk seperti ini sayang, kami tidak melakukan apapun sayang." Ujar Aroon.


" Ya sudahlah tidak perlu di permasalahkan, karna aku yang salah dalam hal ini harusnya aku tahu jika kalian lebih dulu hadir dalam hidup Mas Aroon, jadi aku tidak bisa mengubah kebiasaan kalian dalam menjaga Zavran, aku memaafkanmu Mbak dan maaf aku sedang sibuk saat ini." Ucap Kinan meninggalkan mereka di ruang tamu. Ia kembali ke kamarnya. Saat ini pikirannya benar benar tidak bisa berpikir jernih. Salahkah dirinya jika Ia marah dengan suaminya karna menjaga putra angkatnya? Atau memang Kinan yang lebay. Ah perasaan perempuan memang susah di tebak.


" Aku pulang dulu Kak, sekali lagi maaf karna aku semua ini harus terjadi." Ucap Mila.


" Tidak perlu di pikirkan, aku bisa mengatasinya hati hati Mil." Sahut Aroon.


" Iya Kak, Mari Om." Ucap Mila beranjak keluar meninggalkan rumah Kinan.


" Aroon Papa mau ngomong sama kamu." Ucap Papa Shiv setelah kepergian Mila.


" Iya Pa." Sahut Aroon.


" Saat ini kamu harus memilih antara istrimu atau putra angkatmu." Ucap Papa Shiv.


" Apa maksud Papa?" Tanya Aroon.


" Kamu yang membawa Kinan dalam kehidupanmu maka kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan Aroon, kamu punya kehidupan sendiri sekarang, kamu punya seseorang yang harus di jaga perasaannya, kalau kamu masih mau mempertahankan Zavran maka lepaskan Kinan, dia berhak hidup bahagia bersama pria lain seperti Fisa." Ucap Papa Shiv.


" Tidak Pa, aku tidak akan melepas Kinan, aku mencintainya Pa." Sahut Aroon.


" Jika cinta terasa menyakitkan apalah artinya, buang saja cinta itu agar rasa sakitnya berkurang." Ujar Papa Shiv.


" Pa... Aku sudah menganggap Zavran seperti putraku, tapi aku juga tidak bisa kehilangan Kinan Pa, dia hidupku, dia cintaku Pa, bertahun tahun aku gagal berpaling dari Mila hanya Kinan yang bisa melakukannya Pa, aku mencintainya." Ujar Aroon.


" Jika kau mencintainya buktikan cintamu, buatlah dia bahagia dan kau harus melupakan Mila, dapatkan pewaris dari Kinan maka kau akan dengan mudah melupakan Zavran." Ucap Papa Shiv.


" Pa bagaimana bisa aku melupakan anak yang sudah aku anggap sebagai putraku?" Tanya Aroon.


" Kau tahu betul Papa bisa melakukan apa saja untuk mewujudkan keinginan Papa, kau tahu apa yang akan Papa lakukan kepada Mila dan Zavran, Aroon." Ancam Papa Shiv.


" Apa yang akan Papa lakukan kepada mereka? Jangan pernah menyakiti mereka Pa, baiklah aku akan melupakan Zavran dan hidup bahagia bersama keluarga kecilku nanti." Ucap Aroon.

__ADS_1


" Tapi sayangnya keinginanmu tidak akan pernah terkabul Aroon." Ucap Papa Burhan.


" Apa maksudmu besan?" Tanya Papa Shiv.


" Ceraikan putriku, biarkan dia mencari kebahagiaan bersama pria yang mencintai dan menghargainya, saya sudah tidak peduli dengan perusahaan dan kerja sama kita Tuan Shiv, saya tidak mau menyerahkan putriku dengan pria yang tidak bisa menjaga dan menghargai perasaan istrinya, surat cerai akan saya kirimkan besok pagi." Ucap Papa Burhan.


" Pa jangan Pa, aku tidak mau berpisah dari Kinan Pa, aku akan merubah sifatku dan akan menjadikan Kinan prioritas utamaku Pa." Ujar Aroon.


" Kau melakukannya karna ancaman Papamu Aroon, jika Papamu tidak mengancam keselamatan Mila dan putranya kau tidak akan mau melakukannya." Ucap Papa Burhan.


" Bukan begitu Pa, aku tidak masalah menjauh dari Mila Pa, tapi akan sulit jika aku menjauh dari Zavran Pa, aku akan mencoba menjauh sedikit demi sedikit, mengertilah perasaanku Pa." Ucap Aroon.


" Saya tidak peduli Aroon sama seperti kau tidak mempedulikan putriku." Sahut Papa Burhan.


Tap tap tap...


Suara langkah kaki mendekati mereka. Ketiganya menoleh ke orang seseorang yang berdiri di belakang mereka dengan membawa map di tangannya.


" Noval ada apa?" Tanya Papa Burhan.


" Saya membawakan surat gugatan cerai dari Kinan untuk Tuan Aroon Om." Sahut Noval.


Jeduarrrrr


Kita pisahkan Aroon dan Kinan dulu ya....


Kita akan lihat bagaimana Aroon mengejar cinta Kinan ya...


TBC....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya...


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author...


Miss U all...

__ADS_1


__ADS_2