
" Kira.." Panggil seseorang itu dengan nada meninggi membuat para pengunjung menatap ke arahnya.
" Kak Zav." Gumam Kira.
" Ayo pulang, tidak baik berduaan sama laki laki di sini." Ucap Zavran menarik tangan Kira.
" Hei Broo jangan kasar donk sama wanita." Ucap Fahri.
" Apapun yang aku lakukan tidak ada urusannya denganmu." Sahut Zavran.
" Kira." Ucap Fahri.
" Tidak apa Kak dia Kakakku, aku pulang dulu sampai bertemu kembali." Ujar Kira.
" Kalau ada apa apa telepon aku ya." Ucap Fahri tanpa sadar jika mereka belum bertukar nomor telepon.
Zavran berjalan sambil menarik tangan Kira. Kira hanya menurut saja, Ia tidak mau membuat keributan di dalam cafe. Para pengunjung menatap ke arah keduanya membuat Kira sedikit malu.
" Siapa dia Vran?" Tanya wanita cantik menghadang keduanya.
" Dia adikku, kamu bisa pulang sendiri kan? Maaf acara kita jadi berantakan." Ucap Zavran.
Sampai di sini Kira tahu jika wanita itu datang bersama Zavran. Ia menatap wanita dewasa yang menurutnya memang cantik. Yah walaupun masih cantikkan Kira sih. Kira melepas pegangan Zavran membuat Zavran menatap ke arahnya.
" Kak Zav lanjutkan acara kencan dengan pacarmu saja, aku bisa pulang sendiri, aku tidak mau mengganggu acara kalian." Ucap Kira menjauh dari Zavran.
" Kiki bukan itu maksudku." Ucap Zavran mengejar Kira.
Kira berlari menuju mobilnya sambil mengusap kasar air matanya. Terjawab sudah pertanyaannya selama ini kenapa Zavran menolak cintanya. Karna Zavran sudah memiliki kekasih. Pikir Kira. Kira masuk ke dalam mobil lalu menutup pintunya dengan keras.
Blughhh
" Kiki buka pintunya." Ucap Zavran mengetuk kaca mobil Kira.
Kira tidak bergeming, Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan pelataran cafe. Zavran segera masuk ke dalam mobilnya lalu mengejar mobil Kira. Di tengah padatnya kendaraan lain, keduanya nampak mendominasi jalanan. Mobil keduanya nampak berkejaran di jalan raya membuat penendara lain membunyikan klakson katna terganggu dengan mobil keduanya. Lima belas menit Kira sampai di rumahnya di susul Zavran di belakangnya.
Kira berlari masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.
" Kiki tunggu." Teriak Zavran mengejarnya.
Saat Kira hendak menutup pintu kamarnya, Kaki Zavran menahannya. Ia mendorong pintu lalu masuk ke dalam dan menutup pintunya.
" Mau apa kau mengejarku? Kenapa kamu meninggalkan pacarmu hanya untuk mengejarku?" Tanya Kira menatap Zavran.
" Kamu salah paham Dek, dia hanya temanku saja." Sahut Zavran.
" Untuk apa kau menjelaskannya padaku? Bukan urusanku juga siapa dia, mau dia pacarmu ataupun temanmu." Ucap Kira.
" Siapa laki laki itu? Apa yang kalian lakukan di sana?" Tanya Zavran.
" Kenapa kau ingin tahu? Bukan urusanmu dan aku tidak harus melaporkan apa yang aku lakukan padamu bukan." Ujar Kira.
" Jawab saja Dek, siapa pria itu?" Tekan Zavran mencekal tangan Kira.
" Kenapa? Apa kau cemburu?" Tanya Kira mengalungkan tangannya ke leher Zavran membuat wajah keduanya begitu dekat.
" Kiki jangan seperti ini." Ucap Zavran.
" Kenapa? Apa jantungmu berdebar jika dekat denganku?" Tanya Kira.
__ADS_1
" Tidak." Sahut Zavran. Kira tersenyum kecut ke arahnya.
" Katakan Kak Zav, apa kau benar benar tidak mencintaiku?" Selidik Kira sambil mengelus pipi Zavran dengan jarinya. Zavran memejamkan matanya.
" Tidak." Sahut Zavran.
" Buktikan jika kau tidak mencintaiku Kak Zavran." Bisik Kira di telinga Zavran membuat sesuatu berdesir dalam diri Zavran.
" Dengan apa aku harus membuktikan supaya kau percaya Kiki?" Tanya Zavran.
" Aku akan menggodamu, jika kau tidak tergoda maka aku yakin kau benar benar tidak mencintaiku." Ucap Kira.
" Jangan bertindak seperti wanita murahan Kiki." Tutur Zavran.
Deg....
Hati Kira mencelos mendengar ucapan Zavran. Benarkah dirinya bertingkah seperti wanita murahan?
" Aku akan tunjukkan padamu seberapa murahanku karna dirimu." Ucap Kira.
Kira mulai membuka kancing kemeja Zavran. Entah apa yang merasuki diri Kira hingga Ia berani berbuat nekat seperti itu.
Zavran menahan Kira dengan menggenggam tangan Kira di dadanya. Ia menatap Kira yang kini sedang menatapnya.
" Kenapa? Apa kau mulai tergoda?" Tanya Kira.
" Aku tidak menyangka ternyata kau tidak ada bedanya dengan mereka yang menyodorkan tubuhnya demi apa yang mereka inginkan.... Apa kau juga melakukannya dengan pria tadi? Kau juga sudah menggodanya? Katakan Kira." Ucap Zavran.
Deg..
Lagi...
" Pergilah! Kau tidak pantas berada di sini dengan wanita murahan sepertiku, dan satu lagi aku tidak pernah menggoda siapapun karna aku bukan wanita murahan seperti yang kau tuduhkan." Ujar Kira membuat Zavran sadar akan ucapannya sendiri.
" Maaf Dek, aku tidak bermaksud menyakitimu, maafkan aku yang salah bicara." Ucap Zavran menggenggam tangan Kira.
" Lepas." Kira menghentak kasar tangannya hingga genggaman Zavran terlepas.
" Kau benar, tidak seharusnya aku merayumu seperti wanita murahan, sekarang aku yakin jika kamu memang tidak memiliki perasaan apapun padaku, aku yang bodoh karna terlalu berharap banyak kepadamu." Ucap Kira berjalan menuju kamar mandi.
Brakkk....
Kira menutup pintunya kasar membuat Zavran berjingkrak kaget. Zavran mendekati pintu kamar mandi Kira.
" Kiki maafkan Kakak sayang, Kakak tidak bermaksud menghinamu seperti itu." Ucap Zavran di balik pintu.
" Pergi... Jangan pernah temui aku lagi." Teriak Kira dari dalam.
" Kiki maafkan aku." Ucap Zavran.
Brak... Brak...
Kira melemparkan barang barang ke pintu.
" Aku bilang pergi, aku tidak mau melihat wajahmu lagi." Teriak Kira.
Kira menyalakan shower untuk mengguyur tubuhnya.
" Hiks... Hiks.. Kenapa rasanya sesakit ini.. Kenapa kau memilih dirinya untuk kau cintai Kira.... Dia tidak tertarik padamu, dia hanya menganggapmu sebagai adik, Huaaaa....." Tangis Kira pecah memenuhi ruangan kamar mandi. Benar benar sakit rasanya jika cinta bertepuk sebelah tangan bukan?
__ADS_1
Pagi hari selesai bersiap Kira turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan. Ia menghampiri Daddy dan Mommynya.
" Morning.....
Ucapannya terhenti saat melihat Zavran sudah ada di sana.
" Morning sayang, sini sarapan dulu Kak Zavmu sudah menjemputmu dari tadi." Ucap Mommy Kinan.
" Maaf Mom aku terburu, ada tugas yang belum aku kerjakan jadi aku tidak ikut sarapan." Ucap Kira.
Zavran meletakkan sendoknya. Ia menatap Kira sambil menyunggingkan senyumnya namun Kira membuang mukanya.
" Aku berangkat Mom, Dad, Assalamu'alaikum." Ucap Kira.
" Lhoh tunggu Kak Zav menghabiskan sarapannya dulu donk Ki." Ujar Mommy Kinan.
" Aku di jemput temenku Mom." Sahut Kira meninggalkan meja makan.
" Wa'alaikumsallam." Gumam Mommy Kinan menatap heran pada kedua anaknya.
" Ma Pa, Zav kejar Kiki dulu sekalian mau berangkat." Ucap Zavran beranjak untuk mengejar Kiki.
Kira berjalan keluar menuju motor Fahri. Ya semalam Kira meminta nomer Fahri dari Pak Asep.
" Kiki tunggu." Ucap Zavran mengikuti Kira dari belakang. Kira tidak bergeming, Ia terus berjalan menghampiri Fahri yang sudah siap di motornya.
" Maaf Kak nunggu lama ya." Ujar Kira kepada Fahri.
" Enggak kok, nih pakai helmnya." Ucap Fahri memasangkan helm kepada Kira.
" Kiki kamu bareng Kakak saja, bahaya kalau naik motor sayang." Ucap Zavran.
" Pagi Mas." Sapa Fahri.
" Hmm." Gumam Zavran.
Kira naik ke atas motor tanpa menghiraukan Zavran.
" Ayo Kak jalan." Ucap Kira.
" Kiki turun, Kakak akan antar kamu." Ucap Zavran.
" Kalau kamu mau bareng Kakak kamu nggak pa pa Ki." Ucap Fahri.
" Nggak aku bareng kamu aja, udah ah buruan jalan keburu telat nanti." Ujar Kira memeluk perut Fahri.
Zavran yang melihatnya mengepalkan erat tangannya.
" Mari Mas." Ucap Fahri.
Motor mereka melaju menjauh meninggalkan Zavran yang masih mematung di pinggir jalan.
" Kau sengaja menghindar dariku Ki, maafkan aku yang sudah menyakitimu." Batin Zavran.
TBC.....
Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...
Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author.... Semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...