
Setelah satu minggu, Hari ini Imran dan Mila berada di kawasan proyek pembangunan hotel baru di kawasan puncak di kota T. Keduanya di sambut oleh Arga dan Ridho asistennya.
" Selamat datang Tuan Imran dan Nona Mila." Ucap Arga menyambut kedatangan mereka.
" Selamat siang Tuan dan Nona Maulana." Ucap Ridho menyapa.
" Selamat siang, Terima kasih atas sambutan yang kalian berikan." Sahut Imran.
"Sama sama Tuan, Saya juga berterima kasih atas kedatangan Anda beserta istri, Mari Tuan saya antar ke kamar Tuan." Ujar Arga.
Imran dan Mila berjalan mengikuti Arga menuju kamarnya. Kamar 010 sudah di sulap menjadi kamar yang sangat Indah karna Arga memesannya untuk paket bulan madu.
" Silahkan masuk Tuan, Kunjungan akan di lakukan dua jam lagi." Ucap Arga membuka pintunya.
" Terima kasih." Sahut Imran.
Imran masuk ke dalam kamar mewah sambil menggandeng Mila, Kamar yang akan di huninya selama dua hari. Mila membuka jendela kamar yang langsung terhubung oleh pemandangan pegunungan lengkap dengan kebun tehnya. Ia tidak menyangka di daerah yang terbilang terpencil ini memiliki daya tarik tersendiri akan keindahan alamnya. Benar benar menakjubkan mata.
Lokasi penginapan yang Arga sewa tidak jauh dari lokasi proyek hotel yang sedang di bangun. Penginapan ini berada di bawah hotel, Arga sengaja membangun hotel di sini karna banyak wisatawan yang berdatangan, Sedangkan penginapan yang tersedia tidak mampu menampung banyaknya wisatawan yang datang.
" Indah sekali pemandangannya sayang, Seindah dirimu yang selalu menarik di mataku." Ucap Imran memeluk Mila dari belakang.
" Gombal kamu Mas." Sahut Mila.
" Tidak sayang, Kau lihat di atas sana." Ujar Imran menunjuk bukit di atas sebelah kirinya.
" Iya.. Seperti tempat wisata ya Mas." Ucap Mila.
" Hmm besok kita ke sana menikmati keindahan tamannya, Sekarang kita lakukan hal yang di lakukan saat bulan madu." Ujar Imran.
" Apa sih Mas." Ujar Mila.
Imran menyusupkan wajahnya di ceruk leher Mila. Ia mulai memainkan lidahnya di sana membuat Mila mengggeliyat. Sesekali Imran memberi cecapan di sana.
" Massss." Desis Mila.
Imran menuntun Mila ke atas ranjangnya. Ia mulai mencium bibir Mila dengan sangat lembut.
" Jangan buat tanda di sana Mas, Aku malu kalau di lihat orang nanti." Ujar Mila saat Imran hendak menyesap lehernya.
" Baiklah sayang Mas akan membuatnya di tempat yang tersembunyi." Sahut Imran.
Imran mulai melancarkan aksinya, Keduanya sama sama terlena dengan permainan yang memabukkan. Suasana dingin menjadi pendukung kegiatan panas mereka. Imran memanjakan tubuh Mila dengan lembut. Berkali kali keduanya mendapat pelepasan. Hingga hampir dua jam keduanya merampungkan permainannya.
__ADS_1
Author nulisnya pa sahur ya...
" Terima kasih sayang." Ucap Imran mencium kening Mila.
" Hmm." Gumam Mila.
" Sekarang ayo kita mandi, Sebentar lagi Mas ada kunjungan." Ucap Imran.
" Iya Mas ayo, Aku khawatir Tuan Arga sudah menunggumu, Aku malu jika Ia tahu apa yang kita lakukan." Ujar Mila.
" Kenapa? Bukankah Tuan Arga sendiri yang menyediakan paket bulan madu ini? Jadi dia pasti tahu apa yang akan kita lakukan." Sahut Imran.
" Udah ah ayo, Ini sudah hampir dua jam lhoh Mas." Ujar Mila.
" Baiklah sayang ayo kita mandi bersama." Sahut Imran.
Keduanya masuk ke dalam kamar mandi. Kali ini mereka benar benar hanya mandi tanpa melakukan kegiatan lainnya. Tidak membutuhkan waktu lama, Hanya setengah jam keduanya kini sudah bersiap.
Ceklek....
Imran membuka pintu kamarnya dan betapa terkejutnya Ia karna di depan pintu sudah berdiri Arga dan Asistentnya.
" Siang Tuan, Anda terlambat sepuluh menit." Ucap Arga melihat jam yang melingkar di tangannya.
" Ah iya maaf, Tadi ada insiden kecil." Sahut Imran.
Arga menatap Mila yang memakai dress putih selutut, Rambut di gelung hingga menampakkan leher mulusnya. Ia mengepalkan tangannya saat melihat Imran dan Mila sama sama basah rambutnya. Maklum pihak penginapan tidak menyediakan hairdryer.
Ctit...
Imran melepas jepet di rambut Mila membuat rambut Mila terurai. Imran sadar betul akan tatapan lapar Arga kepada istrinya. Ia tidak mau Arga membayangkan hal hal yang tidak semestinya kepada istrinya.
" Maaf Tuan Arga bukankah kita sudah terlambat." Ucap Imran membuat Arga tersadar.
" Ah iya maaf Tuan Imran, Mari." Ujar Arga.
Peninjauan pembangunan hotel ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Mila hingga membuat Mila bosan menunggu. Imran mengecek proses pembangunannya di dalam, Sedangkan Mila memilih duduk di luar di bawah gazebo.
" Nona Mila." Ucap Arga duduk di kursi depan Mila. Mila mengalihkan pandangannya dari ponselnya menatap ke arah Arga.
" Ya." Sahut Mila.
" Kau tidak ingin memesan sesuatu sambil menunggu suamimu?" Tanya Arga.
__ADS_1
" Tidak perlu Tuan Arga, Terima kasih." Sahut Mila cuek kembali fokus ke ponselnya.
" Kenapa kau cuek sekali Nona? Slow saja aku tidak bermaksud apa apa padamu." Ujar Arga.
" Inilah diriku Tuan Arga, Aku tidak perlu menunjukkan sikap manisku padamu bukan? Jika kau suka ya makasih, Kalau kau tidak suka saya tidak peduli." Sahut Mila.
" Wow menakjubkan.... Selama ini wanita bertekuk lutut di hadapanku tapi kau justru tidak tertarik sama sekali, Aku akan lihat apa yang akan kau lakukan saat kau tidak berdaya di bawah kukunganku." Gumam Arga dalam hati sambil tersenyum smirk.
" Kenapa Tuan Arga? Apa kau sedang merencanakan sesuatu?" Tebak Mila.
" Ah tidak Nona, Aku hanya tersanjung saja melihat sikapmu, Bagaimana Tuan Imran bisa menghadapi wanita sepertimu." Ucap Arga.
" Kau tidak perlu tahu Tuan Arga, Urus saja hidupmu sendiri jangan memikirkan kehidupan orang lain." Sahut Mila.
" Tapi sayangnya aku lebih tertarik dengan kehidupanmu Mila." Gumam Arga.
" Apa? Apa anda mengatakan sesuatu?" Tanya Mila.
" Tidak." Sahut Arga membuang pandangannya ke segala arah.
" Kenapa Anda justru di sini Tuan Arga? Kenapa tidak ikut Mas Imran di dalam sana?" Tanya Mila.
" Aku lebih tertarik menemani wanita cantik sepertimu Nona, Lagian suamimu sudah di temani oleh asistentku." Sahut Arga penuh arti.
" Aku lebih nyaman jika aku di sini sendiri Tuan Arga, Jadi.... Bisakah kau pergi dari sini?" Ujar Mila mengusir Arga. Ia risih jika harus berduaan dengan pria yang asing baginya.
" Tidak Nona, Aku takut wanita cantik sepertimu dalam bahaya jika aku tinggal sendirian, Sebaiknya kita berteman saja Nona jangan bersikap dingin padaku." Ujar Arga.
" Kau tidak bisa mengaturku bagaimana aku harus bersikap pada orang lain Tuan." Sahut Mila.
Ucapan Mila membuat Arga geram. Ingin sekali Ia menerkam Mila saat ini juga. Ia menatap Mila dengan tatapan penuh damba.
"Sekarang kau bisa sombong Kamila tapi lihat apa yang aku lakukan malam nanti, Kau pasti akan bertekuk lutut di hadapanku." Batin Arga.
Tbc......
Jangan lupa like dan komentnya di setiap babnya ya....
Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author...
Author ucapkan
Selamat menjalan puasa ramadhan bagi yang menjalankannya....
__ADS_1
Semoga kita sehat selalu dan selalu dalam LindunganNya....
Miss U All...