
" Assalamu'alaikum." Ucap Kira dan Zavran bersamaan. Kira menoleh ke arah Zavran sambil tersenyum.
" Sepertinya kita jodoh deh Kak." Ucap Kira.
" Jangan ngaco ah, kita ini saudaraan Dek." Sahut Zavran mencubit pelan hidung Kira.
" Tapi kan kita tidak ada hubungan darah Kak." Ujar Kira.
" Nggak usah bahas itu lagi." Sahut Zavran dingin.
" Kalau kita memang jodoh gimana Kak?" Tanya Kira menatap Zavran.
Zavran menatap Kira dengan tatapan tidak suka dengan ucapan Kira. Zavran masuk ke dalam rumah meninggalkan Kira di depan pintu, Ia berjalan menuju dapur mencari Mama Kinan.
" Assalamu'alaikum Ma." Ucap Zavran menghampiri Mommy Kinan yang sedang sibuk dengan urusan dapur.
" Wa'alaikumsallam sayang, kamu tidak kerja?" Tanya Mommy Kinan menatap Zavran.
" Aku barusan mengantar pulang Kiki Ma." Ucap Zavran duduk di kursi meja makan.
" Kira pulang? Kenapa?" Tanya Mommy Kinan.
" Ada sedikit masalah tadi di sekolah Ma, tapi Mama tenang saja udah Kiki selesaikan kok." Sahut Zavran.
" Hah... Anak itu selalu saja membuat ulah." Keluh Mommy Kinan.
" Nggak pa pa lah Ma, namanya juga gadis remaja masih nakal nakalnya." Sahut Zavran sambil mengunyah kue buatan Mommy Kinan.
" Kamu itu seperti Papamu, selalu memanjakan Kira." Cibir Mommy Kinan.
" He he adik kesayangan satu satunya Ma, Ma kuenya enak nggak kalah sama buatan Mommy di rumah." Ujar Zavran nyengir.
" Mommymu sehat kan?" Tanya Mommy Kinan.
" Alhamdulillah sehat Ma, sebenarnya Mom ingin main ke sini tapi Mom sedang sibuk karna Oma sedang berkunjung ke rumah." Ujar Zavran.
" Iya Mama juga kangen sama Mom kamu udah lama nggak ketemu, kapan kapan buat agenda healing bareng ah sama Mom kamu, Oma kamu juga sehat kan." Sahut Mommy Kinan.
" Sehat Ma." Sahut Zavran.
" Mom aku lapar." Ucap Kira yang baru datang.
Mata Zavran melotot melihat Kira yang hanya memakai dress jauh di atas lutut tanpa lengan membuat kulit Kira terekspos.
" Kenapa kamu pakai pakaian kurang bahan gini Dek? Cepat sana ganti." Ucap Zavran.
" Nggak mau ah orang di rumah ini nggak kemana mana." Sahut Kira.
" Dek di sini ada aku, pria dewasa asal kamu tahu." Ujar Zavran.
__ADS_1
" Kak Zav juga nggak nganggap aku wanita kok, Kakak cuma nganggap aku gadis kecil kan, lalu apa pengaruhnya penampilanku di depanmu? Nggak ngaruh apa apa kan." Ujar Kira acuh. Zavran memejamkan matanya.
" Yang Kakakmu bilang itu bener sayang, ganti gih jangan menampakkan pemandangan yang mengundang syahwat lawan jenis, itu tidak baik sayang." Ucap Mommy Kinan.
" Mom sama Kak Zav sama aja, aku udah nggak lapar aku mau makan di luar saja." Ucap Kira meninggalkan dapur menuju kamarnya.
" Aku ke kamar Kiki dulu Ma, ngambek dianya." Ujar Zavran. Mommy Kinan menganggukkan kepalanya.
Zavran berjalan menaiki tangga menuju kamar Kira. Sesampainya di depan kamar Kira, Zavran mengetuk pintu.
Tok tok
Tanpa menunggu sahutan dari dalam Zavran mendorong pintunya masuk ke dalam menghampiri Kira yang sedang berdandan.
" Mau kemana Dek?" Tanya Zavran.
" Jalan jalan." Sahut Kira memoles bibirnya dengan liptin warna pink.
" Nggak usah dandan, hapus make upnya." Ucap Zavran.
" Emang kenapa? Orang mau jalan jalan masa' berpenampilan dekil kan nggak etis." Ujar Kira.
" Nggak usah ngebantah deh, hapus." Ucap Zavran menyodorkan tisu kepada Kira.
Kira berdiri di depan Zavran sambil menatapnya.
" Nggak usah sok ngatur deh, suka suka aku mau gimana, kamu hanya Kakakku bukan pacarku." Cebik Kira mengambil tas selempangnya.
" Itu kalau Kakak kandung, kamu kan bukan." Sahut Kira membuat Zavran naik pitam. Entah kenapa Zavran tidak mau kalau Kira menampakkan kecantikannya kepada orang lain.
Kira berjalan menjauh dari Zavran, Zavran mencekal tangan Kira saat Kira hendak melewatinya. Ia menarik tangan Kira hingga membuat tubuh Kira menubruk dada bidangnya. Jantung Kira deg degan tak menentu seperti mau copot dari tempatnya. Zavran menatap bibir Kira, tanpa sadar Ia memajukan wajahnya dan...
Cup...
Zavran mengecup bibir Kira membuat Kira membulatkan matanya sambil menganga. Entah keberanian atau setan dari mana tiba tiba Zavran menahan tengkuk Kira. Ia menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Kira mengekspos setiap inchinya. Kira yang masih terkejut tidak bisa menolaknya. Zavran melum** lembut bibir Kira. Setelah di rasa pasokan oksigen keduanya habis, Zavran melepas pagutannya. Ia mengusap bibir Kira dengan tisu yang ada di tangannya.
" Kak Zav..." Lirih Kira menatap tak percaya kepada Zavran.
" Maaf Dek aku khilaf, anggap saja semua ini tidak pernah terjadi." Ucap Zavran mengedarkan pandangannya kesegala arah.
Hati Kira berdenyut seperti di remas. Rasanya sakit sekali mendengar ucapan Zavran.
" Setelah Kak Zav mencuri ciuman pertamaku, dengan mudahnya Kak Zav bilang begitu? Bukankah Kak Zav tahu jika selama ini aku mencintaimu? Kenapa Kak Zav lakukan semua ini padaku? Asal Kak Zav tahu aku begitu tersiksa dengan perasaan ini, aku mencintaimu tapi kamu hanya menganggapku sebagai adikmu, lalu apa yang kau lakukan sekarang? Kau menciumku dan menyuruhku menganggap tidak terjadi apa apa pada kita, aku tidak menyangka ternyata orang yang aku sayangi selama ini tidak punya hati sama sekali." Ujar Kira mengusap air matanya.
" Kiki jangan menangis." Ucap Zavran mengusap air mata Kira.
" Lalu aku harus apa Kak?" Tanya Kira menatap Zavran.
" Apakah Kak Zav akan membalas perasaanku?" Sambung Kira.
__ADS_1
" Maaf Dek aku hanya menganggapmu sebagai adikku tidak lebih dari itu." Sahut Zavran.
" Yah aku tahu itu." Ucap Kira penuh kekecewaan. Kira berlari keluar kamarnya.
" Kiki." Teriak Zavran.
Kira berlari menuruni satu persatu anak tangga menuju mobilnya. Hatinya sakit.... Sangat sakit.. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang tanpa tujuan. Zavran mencoba mengejarnya namun Ia kehilangan jejak Kira.
" Kiki.... Kamu kemana? Jangan membuatku cemas sayang." Monolog Zavran di dalam mobilnya.
" Maafkan aku Kiki.... Maafkan aku yang tidak bisa membalas perasaanmu." Ujar Zavran fokus pada kemudinya.
Setelah merasa lelah menyusuri jalanan kota hingga sore hari. Kira berhenti di sebuah danau yang lumayan sepi di pinggiran Kota. Ia turun dari mobil lalu mendekat ke arah danau itu. Danau hijau yang di tumbuhi pohon bambu kuning di pinggirnya dan di lengkapi dengan bangku di bawah pohon bambu itu. Kira duduk merenung di sana.
Pikirannya menerawang kepada waktu Kira menyatakan cintanya kepada Zavran kala itu di sebuah taman di dekat alun alun kota.
Flashback on
" Kak Zav, ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ucap Kira.
" Apa itu Dek?" Tanya Zavran menatap Kira yang duduk di sampingnya.
" Sebenarnya aku mencintaimu Kak." Ungkap Kira. Zavran menatap Kira dengan tatapan terkejutnya.
" Bagaimana bisa kamu mencintai Kakakmu sendiri?" Tanya Zavran.
" Aku juga tidak tahu Kak, rasa ini tumbuh seiring kedekatan kita selama ini Kak, aku akan merasa sangat bahagia kalau Kak Zav mau membalas perasaanku padamu." Ucap Kira.
" Maafkan aku Dek, aku tidak bisa membalas perasaanmu, Kakak menganggapmu sebagai adik kandungku, tidak pantas rasanya jika kita saling jatuh cinta, buang jauh jauh perasaanmu karna sampai kapanpun hubungan kita tidak akan berubah, kita akan menjadi kakak dan adik selamanya." Sahut Zavran.
Kira tidak ingin mendengar lebih jauh lagi. Ia pergi meninggalkan Zavran saat itu juga. Ia membawa luka di hatinya yang Ia goreskan sendiri.
Flasback off
" Tapi aku tidak akan menyerah Kak, aku akan berjuang meluluhkan hatimu dan mendapatkan cintamu." Monolog Kira setelah tersadar dari lamunannya.
" Yah aku harus berjuang... Aku akan berjuang, semangat Kira kau pasti bisa." Ucap Kira menyemangati dirinya sendiri.
" Semangat untuk apa?"
Kira menoleh ke samping yang ternyata ada manusia yang duduk di sebelahnya tanpa Ia sadari.
Siapa ya?????
Jangan lupa like dan koment di setiap babnya..
Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author.... Semoga sehat selalu...
Miss U All..
__ADS_1
TBC.....