
" Bagaimana Fahri? Apa kamu mau mengabulkan keinginan terakhir Nenek tua ini?" Tanya nenek Mira.
" Tapi Nek....
" Segera persiapkan pernikahannya, Nenek ingin melihat kalian menikah saat ini juga." Sahut nenek Mira memotong ucapan Fahri.
" Baiklah Nek, aku akan melakukan apapun keinginan Nenek." Sahut Fahri menghela nafasnya.
Sita tersenyum bahagia mendengar ucapan Fahri, dan senyum itu terlihat jelas oleh mata Fahri.
" Aku yakin semua ini adalah rencana kamu Rasi, kau pasti memaksa Nenek untuk melakukan semua ini, aku semakin membencimu dan akan aku pastikan pernikahan ini akan membawa penderitaan untuk kamu, aku akan membuatmu mengerti bagaimana rasanya hidup dalam lingkaran pernikahan tanpa adanya cinta." Ujar Fahri dalam hatinya.
" Terima kasih sayang kau telah membuat Nenek merasa lega, tapi ada satu lagi permintaan Nenek untuk kalian berdua." Ucap nenek Mira.
" Permintaan apa lagi Nek? Yang ini saja belum aku lakukan." Ujar Fahri.
" Nenek ingin kalian berjanji kalau kalian sudah menikah nanti, kalian akan saling menyayangi dan tidak ada kata perpisahan ataupun perceraian, apa kalian mau berjanji kepada Nenek?" Tanya nenek Mira menatap keduanya.
Fahri melirik ke arah Sita lalu Ia kembali menatap nenek Mira.
" Aku tidak bisa menjanjikan itu Nek." Sahut Fahri.
" Fahri.... Sita adalah wanita yang baik, dia pasti bisa membuatmu bahagia Nak, Nenek sangat mengenal bagaimana sifat Sita selama ini." Ujar nenek Mira.
" Tidak ada yang mengenal Rasi lebih baik dariku Nek." Sahut Fahri dalam hatinya.
" Sita maukah berjanji kepada Nenek?" Tanya nenek Mira menatap Sita.
Sita menoleh ke arah Fahri.
" Iya Nek." Sahut Sita.
" Terima kasih Nak, Nenek doakan semoga kalian berdua bahagia." Ucap nenek Mira.
" Terima kasih Nek." Sahut Sita.
" Fahri... Sekarang cepat kau urus pernikahanmu! Sepertinya umur Nenek tidak akan lama lagi, Nenek sudah tidak kuat untuk bertahan Nak." Ucap nenek Mira.
" Nenek aku akan menikahi Sita dan tidak akan menceraikannya tapi dengan satu syarat, Nenek harus sembuh dan menemani hari hari bahagia kami Nek, aku mohon!" Ucap Fahri menggenggam tangan nenek Mira.
" Aku mohon bertahan dan sembuhlah demi kami Nek, ijinkan aku merawat Nenek untuk menebus waktu dua tahun yang hilang ini Nek, kita akan menjadi keluarga yang bahagia dengan adanya Nenek di tengah tengah kami, jangan pernah tinggalkan aku Nek!" Sambung Fahri sedih.
Nenek Mira menggenggam tangan Fahri sambil tersenyum.
__ADS_1
" Ada dan tidak adanya Nenek kalian harus tetap bahagia, ingat! Jangan pernah kalian berpisah setelah Nenek menyatukan kalian, segera urus pernikahannya Fahri, atau kalau tidak Nenek tidak bisa melihat pernikahanmu." Ucap nenek Mira.
" Baik Nek, aku akan menyuruh Tiara mempersiapkan semuanya." Sahut Fahri.
Fahri segera menelepon Tiara, assistent pribadinya sekaligus teman yang selama ini mendampinginya. Hubungan keduanya begitu dekay, namun tidak ada hubungan spesial di antara keduanya selain sebagai atasan dan bawahan saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nenek Mira bernafas lega setelah Fahri berhasil mengucapkan ijab qobul. Dengan begitu sekarang Sita telah resmi menjadi istri dari seorang Fahri Almanaf.
Dengan di balut kebaya putih dan riasan natural membuat Sita terlihat sangat cantik. Entah bagaimana caranya Tiara mengatur pernikahan kilat ini yang jelas semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
" Selamat untuk kalian berdua sayang, Nenek selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua." Ucap nenek Mira setelah pata saksi dan pak penghulu meninggalkan ruangan nenek Mira.
" Terima kasih Nek." Sahut Fahri dan Sita bersamaan.
" Sita." Panggil nenek Mira.
" Iya Nek." Sahut Sita.
" Nenek titip Fahri kepadamu, jaga dan layani dia dengan sepenuh hatimu, buatlah Fahri merasa nyaman dan bahagia hidup bersamamu." Ucap nenek Mira.
" Insyaallah Nek." Sahut Sita.
" Fahri... Nenek berharap kamu bisa mencintai dan menyayangi Sita dengan sepenuh hatimu, jangan sampai kau menyianyiakan Sita apalagi menyakitinya, Nenek yakin kau adalah pria yang baik yang mampu melindungi istrimu." Ucap nenek Mira.
" Sekarang Nenek bisa beristirahat dengan tenang." Ucap nenek Mira.
" Kalau begitu saya permisi dulu Nek, semoga lekas sehat." Ucap Tiara.
" Terima kasih atas bantuannya Nak Tiara, hati hati di jalan." Sahut nenek Mira.
" Iya Nek." Sahut Tiara.
" Ri, Ta aku pulang dulu ya, sekali lagi selamat untuk pernikahanmu, semoga kalian bahagia" Ucap Tiara.
" Terima kasih, aku akan mengantarmu." Ucap Fahri.
" Eh tidak perlu, aku bisa naik taksi kok kamu temani Nenek dan istrimu saja di sini." Tolak Tiara.
" Kau temanku, aku tidak mungkin membiarkan temanku pulang sendirian malam malam begini, apalagi naik taksi sendirian, itu bahaya Tiara." Ujar Fahri.
" Tapi...
__ADS_1
" Sudah jangan menolak, ayo aku akan mengantarmu dengan selamat sampai rumah." Ajak Fahri menggandeng tangan Tiara.
Tiara menoleh ke arah Sita yang menundukkan kepalanya. Ia berusaha menahan rasa sakit dalam hatinya melihat suaminya lebih perhatian dengan wanita lain.
" Sita maaf." Ucap Tiara.
" Tidak apa Mbak, hati hati di jalan." Sahut Sita mendekati ranjang nenek Mira.
Fahri dan Tiara berjalan keluar ruangan, sedangkan Sita duduk di kursi samping ranjang.
" Nenek pastikan mereka tidak ada hubungan apa apa." Ucap nenek Mira membuat Sita menatapnya.
" Ah iya Nek, aku percaya itu." Sahut Sita.
" Tapi aku tidak yakin kalau mereka tidak punya perasaan saling tertarik satu sama lain Nek." Lanjut Sita dalam hati.
Di dalam mobil Tiara dan Fahri saling mengobrol untuk menghilangkan jenuh.
" Ri bukannya Rasita itu mantan istri kamu?" Tanya Tiara memastikan.
" Iya." Sahut Fahri fokus pada kemudinya.
" Kalian rujuk lagi atau gimana? Dan kenapa sepertinya kamu tidak senang dengan pernikahan ini?" Tanya Tiara.
" Nenek tidak tahu kalau kami pernah menjalin pernikahan sebelumnya, aku tidak menceritakan siapa mantan istriku dan sepertinya Sita juga begitu." Sahut Fahri.
" Apa kau yakin kalau istrimu tidak tahu siapa kamu sebelumnya? Atau jangan jangan dia udah tahu kalau kamu Fahri mantan suaminya dan dia menyusun rencana dengan mendekati Nenekmu supaya dia bisa mendapatkan kamu kembali." Ujar Tiara.
" Aku rasa tidak seperti itu, karena saat kemarin kami bertemu dia terlihat syok gitu, mungkin dia tida menyangka kalau aku Fahri yang sama dengan Fahri yang pernah di bohonginya." Sahut Fahri.
" Aku cuma menebak saja sih, apalagi melihat masa lalu kalian berdua, dia bahkan tega membohongimu selama empat tahun, bisa jadi semua itu terjadi lagi." Ujar Tiara.
Fahri nampak berpikir sejenak, memang ada benarnya sih perkataan Tiara. Apalagi memang Sita adalah pembohongterhebat di dunia bagi Fahri.
" Tapi sekarang lupakan itu! Yang jelas sekarang dia telah menjadi istrimu dan kau harus mencintai dan menyayanginya setulus hatimu supaya kalian bisa hidup bahagia dan bisa menepati janji kalian kepada Nenek untuk tidak berpisah." Sambung Tiara panjang lebar.
" Aku tidak tahu apakah aku bisa mencintainya atau tidak, yang jelas sekarang saatnya aku membalas semua pengkhianatannya." Sahut Fahri menyeringai.
" Dan aku akan membantumu membalaskan dendam itu Fahri." Batin Tiara tersenyum smirk.
TBc....
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar Sita tetap semangat menjalani hidupnya ya....
__ADS_1
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All...