Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Kata Kata Menyakitkan


__ADS_3

Ceklek...


Sita membuka pintu rumahnya.


" Bagaimana kencanmu? Apa menyenangkan?" Tanya Fahri yang ternyata duduk di ruang tamu.


Sita mengernyitkan dahinya menatap Fahri.


" Apa maksud ucapanmu Mas? Siapa yang pergi berkencan?" Sita balik bertanya kepada Fahri.


" Tidak usah mengelak karena aku sudah tahu semuanya, aku melihatmu bersama seorang pria di resto xx, apa dia sasaran barumu? Atau kau mencoba menariknya supaya dia mau membantumu kabur dariku? Atau memang pada dasarnya kau adalah wanita yang suka menjebak para pria Rasita." Sahut Fahri menohok hati Sita.


" Oh ternyata kau penasaran juga dengan urusanku." Sindir Sita setenang mungkin.


" Aku tidak akan membuang waktuku untuk hal itu." Sahut Fahri cepat.


" Lalu kenapa kau ingin tahu urusanku? Bukankah kau tidak pernah mempedulikan aku selama ini, apalagi hal seperti itu? Lalu kenapa sekarang kau seolah peduli padaku Tuan Fahri Almanaf yang terhormat?" Tanya Sita menatap Fahri.


" Jangan ge er dulu kamu, aku cuma memastikan kalau kamu tidak akan kabur dariku karena sudah punya barang baru, karena aku belum memberikan pelajaran untukmu." Sahut Fahri.


" Kalau begitu maka lepaskan aku, aku akan bersama barang baruku itu dan tidak akan mengusik kehidupanmu lagi." Ucap Sita.


" Tidak akan pernah Rasita, jadi janan harap kau bisa hidup bahagia dengan selingkuhanmu itu." Sahut Fahri.


" Kenapa? Apa kau sudah mulai tertarik kepadaku? Apa sebenarnya kau tidak mau kehilanganku?" Tanya Sita menatap Fahri.


" Tertarik kepadamu? Tidak mau kehilanganmu?" Tanya Fahri menirukan ucapan Sita sambil tersenyum sinis.


" Cih... Aku tidak sudi tertarik dengan wanita sepertimu, aku jauh lebih tertarik dengan Tiara dari pada kamu, jika aku tidak bisa mendapatkan Kira setidaknya aku bisa mendapatkan wanita yang sepadan dengannya, yaitu Tiara." Ucap Fahri.


Sita membulatkan matanya mendengar ucapan Fahri yang menyebut nama Tiara.


" Dan perlu kau ketahui jika sebentar lagi aku dan Tiara akan menikah."


Jeduarrrr....


Ucapan Fahri bagai petir yang menyambar tubuh Sita di siang hari.

__ADS_1


" A... Apa Mas? Kamu dan Tiara mau menikah?" Tanya Sita dengan lidah terasa kelu.


" Kenapa? Apa kau kaget?" Tanya Fahri di balas anggukan kepala oleh Sita.


" Ya.. Dia akan menjadi madumu, dan kau harus menyayanginya seperti kau menyayangi kakakmu sendiri, kau juga harus menurut padanya, apapun perintahnya kau harus mematuhinya karena dialah istriku yang sebenarnya." Ucap Fahri meninggalkan Sita.


Tubuh Sita luruh ke lantai. Ia tak kuasa menahan sesak di dadanya. Air mata yang Ia tahan sedari tadi akhirnya menetes membasahi pipinya.


" Hiks... Hiks.... Inikah karma yang harus aku tanggung akibat dosaku di masa lalu?" Isak Sita.


" Jika memang Mas Fahri bukan jodohku, aku akan ikhlas melepasnya ya Tuhan.... Tapi jangan begini caranya.... Aku tidak sanggup jika harus menjalani pernikahan dengan di madu... Hiks... Aku tidak sanggup berbagi cinta dengan wanita lain, aku tidak sanggup Ya Tuhan...." Ujar Sita.


" Aku mohon bantu aku keluar dari hubungan ini, bantu aku pergi dari kehidupan Mas Fahri, lebih baik aku mengalah dari pada harus hidup satu atap dalam tiga cinta, aku tidak mau menderita karena harus melihat kebahagiaan mereka berdua... Ampuni segala dosaku ya Tuhan.. Aku mohon hentikan siksaan ini hiks... " Sita menepuk nepuk dadanya yang terasa semakin tercekat.


" Aku masih sanggup menerima cacian dan kebencian dari Mas Fahri, tapi jika dimadu aku tidak akan kuat... Aku tidak kuat ya Tuhan... Hiks hiks... Kenapa semua ini harus terjadi pada hidupku? Harusnya aku menolak permintaan Nenek dari awal agar aku tidak terjebak dalam pernikahan ini, kalau sudah begini aku harus apa? Mas Fahri tidak mau mencintaiku tapi dia juga tidak mau melepaskan aku hiks... Dia benar benar melampiaskan dendamnya kepadaku sekarang... Hiks.. Baru mendengar kabar pernikahannya saja rasanya sudah sesak sekali, apalagi melihat pernikahan mereka berdua, aku tidak akan sanggup membuka mata untuk melihatnya haaa....." Sita mengeluarkan suara tangisannya untuk meredakan sesak di dalam dadanya.


Sita tidak peduli jika Fahri akan melihatnya. Yang jelas saat ini Ia ingin meluapkan semua emosinya.


Setelah lelah menangis, Sita mengusap air matanya.


" Tidak... Aku tidak boleh terlihat lemah di mata Mas Fahri atau dia akan semakin menekanku dan membuatku menderita, aku harus kuat supaya dia tahu jika aku bukan lagi Sita yang dulu... Semangat Sita... Kamu harus kuat! Hempaskan pelakor pada tempatnya." Ucap Sita beranjak.


...****************...


Pagi hari Sita menata makanan di meja makan. Ia melayani Fahri dengan baik tapa mengucapkan sepatah kata pun membuat Fahri heran.


Fahri menatap penampilan Sita dari atas sampai bawah. Saat ini Sita memakai dres berwarna merah maron dengan sedikit riasan di wajahnya.


Fahri memakan makanannya dengan penuh pertanyaan di dalam otaknya.


" Dia mau pergi atau dia sengaja ingin membuatku tertarik kepadanya? Jika benar murahan sekali triknya, aku tidak akan terjebak lagi dengan tubuhnya itu." Batin Fahri.


Sita menghabiskan makanannya dengan cepat. Setelah selesai Ia segera meninggalkan meja makan.


" Dia pergi begitu saja? Ada apa dengan dirinya? Kenapa dia mengabaikan aku? Apakah karena ucapanku tadi malam yang mengatakan aku dan Tiara akan menikah? Tapi biarin aja deh... Syukur malah kalau dia tidak merengek kepadaku." Ujar Fahri dalam hatinya.


Selesai sarapan Fahri berjalan keluar menuju mobilnya. Langkahnya terhenti saat melihat Sita masuk ke dalam mobil orang lain.

__ADS_1


"Heh ternyata dia mau pergi... Tapi dengan siapa dia pergi? Apa dia pergi dengan pria yang kemarin di resto?" Tanya Fahri dalam hati.


" Heh... Murahan sekali." Cebik Fahri.


Fahri masuk ke dalam mobilnya. Ia segera melajukan mobilnya menuju kantornya.


Saat sampai di taman kota, Fahri meminggirkan mobilnya. Ia menatap ke tengah tengah taman dimana Sita sedang bersama Adnan. Keduanya saling melempar tawa. Entah apa yang membuat mereka terlihat sangat bahagia.


" Sita kamu terlihat manis jika tertawa begitu, kenapa kemarin aku melihatmu nampak murung? Apa kamu sedang dalam masalah saat itu?" Tanya Adnan menatap Sita.


" Tidak, aku baik baik saja." Sahut Sita duduk di bangku taman.


" Hanya saja kemarin aku lagi bad mood, tapi sekarang aku ingin membuat hatiku menjadi good mood." Sahut Sita.


" Baiklah kau tenang saja! Aku akan menyulap hatimu menjadi good mood setiap harinya." Ujar Adnan.


" Terima kasih Adnan, kau memang orang yang baik." Ucap Sita.


" Darimana kau tahu jika orang yang baik? Kita baru dua hari kenalan, siapa tahu kan aku punya niat buruk untuk kamu." Ucap Adnan.


" Nggak ada penjahat ngaku jahat... Itu berarti kamu memang orang baik." Sahut Sita.


" Baiklah kalau begitu, temani orang baik ini mencari makan, aku belum sarapan." Ucap Adnan.


" Ok ayo." Ajak Sita.


Fahri mengepalkan erat tangannya melihat kedekatan Sita dengan Adnan.


" Aku akan memberimu pelajaran nanti Sita... Akan aku pastikan tawamu hanya sementara saja." Geram Fahri.


Fahri kembali melajukan mobilnya dengan perasaan kesal.


Nah loh... Mas Fahri cemburu apa gimana nih??


jangan lupa untuk selalu like koment vote dan hadiahnya ya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All...


TBC...


__ADS_2