Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
11. Fahri Tahu Yang Sebenarnya


__ADS_3

Siang hari Zavran menemui Kira di rumah sakit. Ia berjalan menuju ruang rawat Fahri yang sudah di beritahu oleh suster.


Tok tok


Mendengar suara pintu di ketuk, Kira segera membukanya dengan pelan karna saat ini Fahri sedang tidur setelah minum obatnya.


" Kak Zav." Ucap Kira.


" Gimana kondisinya?" Tanya Zavran menatap Kira.


" Baik, mau masuk?" Tawar Kira.


" Tidak, sebenarnya aku ada perlu sama kamu Dek." Ucap Zavran.


" Perlu? Perlu apa? Tanya Kira.


" Ada suatu hal yang harus aku bicarakan padamu, bisa kan kita bicara berdua?" Tanya Zavran.


" Bisa sih, di sini saja ya Kak." Sahut Kira menunjuk kursi tunggu yang ada di depan ruang rawat Fahri.


" Baiklah." Sahut Zavran.


Keduanya duduk berdampingan. Zavran duduk menyerong menghadap Kira.


" Aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu Dek, aku harap semua ini belum terlambat." Ucap Zavran. Kira menatap Zavran sambil mengerutkan keningnya. Zavran menggenggam tangan Kira.


" Jujur sebenarnya aku memiliki perasaan yang sama denganmu Dek, aku juga mencintaimu sejak lama." Ucap Zavran.


Deg...


Jantung Kira berdetak sangat kencang. Ada ribuan kupu kupu berterbangan di dalam hatinya. Ia merasa sangat bahagia karna ternyata Zavran memiliki perasaan yang sama dengannya. Tiba tiba terlintas senyum Fahri di dalam pikirannya membuat Kira tersadar jika sekarang Ia tidak sendiri lagi. Kira sudah berkomitment dengan Fahri untuk melangkah menuju jenjang pernikahan.


Kira menarik tangannya. Ia memilin ujung bajunya sendiri menghilangkan rasa gugup dalam hatinya.


" Maaf Kak, perasaanmu sudah tidak berarti lagi untukku." Ucap Kira.


" Aku tahu kamu marah padaku, maaf... Waktu itu aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu, aku sudah katakan padamu kan kalau aku di bawah ancaman Kiki, Opa mengancamku akan membawamu pergi jika aku berani membalas cintamu untukku, saat itu aku benar benar bingung harus berbuat apa Dek, aku mohon maafkan aku." Terang Zavran menangkup wajah Kira.

__ADS_1


" Lalu kenapa sekarang kamu berani mengatakannya padaku? Apa Opa sudah memberimu ijin akan hal ini?" Tanya Kira menepis tangan Zavran membuat Zavran menghela nafasnya.


" Aku sudah membicarakan ini pada Mama dan Papa, Mama setuju dengan keputusanku untuk mengungkapkan perasaanku padamu, Papa dan Mama merestui hubungan kita, kalau masalah Opa, katanya Mama yang akan menanginya." Terang Zavran.


" Kiki percayalah kepadaku kalau aku benar benar mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, mari kita menikah dan hidup bahagia mewujudkan cinta kita bersama calon anak anak kita Dek." Ucap Zavran.


" Maaf aku tidak bisa, aku akan tetap menikah dengan Mas Fahri." Sahut Kira.


" Tapi kamu tidak mencintainya Kiki, kamu mencintaiku dan aku mencintaimu, lalu apa salahnya jika kita bersatu." Ujar Zavran.


" Salah Kak, semua sudah terlambat walaupun aku tidak mencintai Mas Fahri tapi dia mencintaiku, bukankah lebih baik di cintai daripada mencintai? Aku juga sudah berkomitment dengannya, aku berjanji akan segera membalas perasaannya padaku, aku tidak mungkin mengingkari janji dan komitment yang aku buat sendiri, mungkin kita tidak di takdirkan untuk bersama Kak, mari saling melupakan perasaan masing masing, sekarang pergilah! Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, semuanya sudah jelas bukan" Ucap Kira.


" Tidak... Aku tidak akan pergi, aku belum selesai bicara." Ujar Zavran.


" Mau apa lagi?" Tanya Kira.


"Kalau kamu menikah dengan Fahri, itu tidak adil untuk kita bertiga Kiki, Kita saling mencintai kenapa kamu harus menikah dengan orang yang tidak kamu cintai, ini sangat tidak adil untuk Fahri Dek, akan sangat sulit untuk Fahri menjalani pernikahan dengan wanita yang mencintai orang lain Dek." Ucap Zavran.


" Aku kan sudah bilang kalau aku akan membalas cintanya, urusan sulit atau tidak biarkan menjadi urusanku dan Mas Fahri, mencintaimu memang mudah bagiku, tapi melupakanmu jauh lebih mudah untukku Kak." Ujar Kira.


" Kau Kakakku, dan selamanya akan menjadi Kakakku jadi bersikaplah seperti Kakak pada umumnya, aku mau istirahat sekarang kamu pulanglah, dan ingat! Jangan membahas hal ini lagi terutama di depan Mas Fahri, aku tidak mau dia tahu kalau orang yang aku cintai adalah Kakakku sendiri." Sambung Kira menutup pintunya.


Kira berjalan menuju sofa. Ia meringkuk di atasnya sambil terisak.


" Kenapa harus kau ungkapkan perasaanmu sekarang Kak, di saat aku ingin melupakanmu dengan menjalani hidup bersama orang lain hiks... Aku tidak mau mempermainkan perasaan orang karna dirimu, Ya Tuha kenapa rasanya lebih sakit saat mengetahui jika orang yang aku cintai juga mencintaiku di saat aku sudah bersama orang lain." Isak Kira.


Tanpa Kira ketahui jika Fahri mendengar semuanya. Ya saat Fahri bangun, Ia mencari Kira. Saat di depan pintu Ia dengan jelas mendengar ucapan Kira dan Zavran dari awal sampai akhir.


Hati Fahri perih saat mengetahui jika dirinya hanya di jadikan pelarian oleh Kira. Walaupun Kira berjanji akan membalas perasaannya tapi memang sangat sulit untuk Fahri. Fahri bisa memiliki jiwa Kira tapi tidak dengan hatinya. Sebagai lelaki harga diri Fahri merasa telah di lukai oleh Kira.


" Aku tidak tahu harus berbuat Ki, apkah ku harus merelakanmu atau aku harus memperjuangkanmu, aku pasrah pada takdir yang akan membawaku kemana." Gumam Fahri.


Pukul empat sore Kira mengerjapkan matanya. Lelah menangis membuatnya tertidur pulas. Ia beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai, Ia menghampiri Fahri yang sedang duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Mas maaf aku ketiduran." Ucap Kira menatap Fahri.


" Tidak masalah kan kamu capek jagain aku selama dua hari ini." Sahut Fahri.

__ADS_1


" Kita bersiap ya, sopirku akan menjemput sebentar lagi." Ucap Kira.


Ya Fahri di perbolehkan pulang sore ini. Kondisinya sudah sehat. Kira membereskan pakaian Fahri lalu memasukkannya ke dalam tas. Sedangkan Fahri hanya memandanginya saja.


" Ki, besok aku akan melamarmu." Ucap Fahri.


Kira menoleh ke arah Fahri.


" Besok? Kenapa tiba tiba?" Tanya Kira.


" Ya aku ingin kita segera menikah saja." Sahut Fahri.


" Aku akan bilang sama Mom dan Dad untuk menyambut kedatanganmu." Sahut Kira.


" Sebelum aku melamarmu, adakah sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku?" Tanya Fahri.


Kira beranjak mendekati Fahri.


" Apa maksudmu Mas?" Selidik Kira menatap Fahri.


" Ya mungkin kamu berubah pikiran, tapi kamu takut mengatakannya padaku." Ujar Fahri.


Deg....


Jantung Kira berdetak kencang. Apakah Fahri mengetahui tentang perasaannya pada Zavran?


" Bagaimana aku bisa berubah pikiran secepat itu setelah aku berkomitment denganmu Mas, aku tidak akan mengingkari janjiku kecuali kamu dulu yang mengingkarinya, lagian kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu?" Tanya Kira.


" Karna aku tahu kamu mencintai Zavran."


Jeduar.....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...


Terima kasih untuk para readers yang selalu mensuport author...


Miss U All...

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2